Senin, 03 Desember 2018


Gaya Belajar Anak Day3

Memahami gaya belajar anak agar lebih efektif kita juga harus tahu ciri-cirinya. Untuk ciri-ciri dari  gaya belajar visual yaitu:

Ciri yang lainnya:
1.      Melihat gerakan, sikap, bibir guru yang sedang mengajar
2.    Suka duduk di deretan paling depan atau bangku kedua dari depan
3.      Bukan pendengar yang baik saat sedang
4.      Kurang mampu mengingat informasi yang disampaikan secara lisan
5.      Lebih suka informasi tertulis
6.      Bisa duduk tenang ditengah suasana bising



Melihat ciri-ciri gaya visual tersebut sepertinya yang terjadi pada Ananda Madina, banyak yang tidak cocok. 



#Harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Gaya Belajar Anak Day2


Setiap anak bisa cenderung memiliki salah satu gaya belajar atau kombinasi dari beberapa gaya belajar. Pentingnya kita mengenali dan memahami gaya belajar adalah agar kita bisa mengarahkan cara belajar yang tepat kepada ananda. Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan karena masing masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Banyak anak-anak menurun prestasi belajarnya disekolah karena dirumah anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing.      

Hasil pengamatan saya sebelumnya saat Ananda umur 7 tahun
1.   Maunya di temani bila belajar
2.  Suka meminta untuk dibacakan
3. Hafal surat-surat pendek Juz Amma, karena sering mendengar suara anak-anak mengaji di Mushola
4.  Kurang peduli terhadap buku
5.  Lebih banyak diam tanpa kata tapi mengerjakan

Hasil pengamatan saat Ananda umur 8 tahun, adalah:
1. Melakukan hal-hal yang meminta perhatian
2. Masih suka meminta untuk dibacakan
3. Bila menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah, bertanya ke ibunya dan ingin  segera mendapatkan jawaban untuk tugasnya
4. Lebih suka beres-beres, menata buku, pernak-pernik, dll
5. Tidak mau diingatkan tentang tugas/ PR sekolahnya secara langsung. Bila diingatkan malah ngambek.
6. Untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan Arab, Ananda terlihat lebih semangat dibandingkan yang lain
7. Suka membuat craft

Jujur saja dari hasil pengamatan itu saya belum bisa menyimpulkan Ananda memiliki gaya belajar yang mana. Apakah visual, auditory atau kinestetik?
Alhamdulillah jadi makin semangat kenali lebih dalam mengenai ciri-ciri gaya belajar agar tahu seperti apa gaya belajar Ananda.


#Harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Gaya Belajar Anak Day1


Kecerdasan setiap anak berbeda-beda. Jika memiliki 2 anak, maka Ibu akan menemukan 2 kepribadian yang berbeda. Sekalipun anak kembar mereka pasti memiliki perbedaan diantara kembarannya. Didalam meningkatkan kecerdasan tentu ada yang namanya proses belajar. Kemampuan untuk belajar memahami segala sesuatu tergantung pada gaya belajarnya. Gaya belajar ini penting agar proses  belajar bisa maksimal.


Dalam game level 4 Kelas Bunda Sayang kali ini saya mencoba memahami gaya belajar putri kedua saya Madina. Kenapa saya memilihnya karena kalau si sulung  alhamdulillah sudah menemukan semangat dan cara belajarnya sendiri, hal ini terlihat dari peningkatan hasil ujiannya. 

Sedangkan Madina juga memang terlihat ikut-ikutan semangat ketika memperlihatkan hasil ujiannya yang bagus kepada saya. Namun sebagai ibu saya juga ingin membantunya menemukan dan mengembangkan potensinya agar lebih maksimal.

Setiap anak bisa cenderung memiliki salah satu gaya belajar atau kombinasi. Gaya belajar ada 3 yaitu:

1  1. Visual
    2. Auditory
3  3. Kinestetik
Materi Kelas Bunda Sayang Intitut Ibu Profesional


#Harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Selasa, 20 November 2018

Aliran rasa materi meningkatkan kecerdasan anak


Alhamdulillah. Di Materi dan tantangan meningkatkan kecerdasan anak ini, saya semakin menyadari bahwa memang kecerdasan itu tidak terpaku nilai akademik. Cerdas dalam menghadapi jungkir baliknya kehidupan ini adalah kecerdasan yang paling dibutuhkan dan diperlukan.

Meski di project kali ini saya merasa belum berhasil. Gagal adalah awal kesuksesan. Gagal adalah sukses yang tertunda. Siapa yang tak pernah gagal. Alhamdulillah memang di game level 3 kali ini saya merasa belum mencapai target. Akan tetapi saya mengambil begitu banyak hikmah dan pelajaran agar kedepan lebih baik lagi. Bahasa jelasnya adalah gagal.

Tidak ada yang salah dengan kata gagal. Karena kata gagal menjadi pemicu agar anda bisa sukses. Gagal yang sebenarnya adalah saat Anda gagal dan Anda tidak bisa mengambil hikmah apapun dari kegagalan itu sendiri. Akan tetapi saat Anda bisa mengambil hikmah dari kegagalan, maka apa yang Anda dapatkan berikutnya adalah kesuksesan.


#AliranRasa
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

                                                                                                                              

Sabtu, 17 November 2018

Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 10


Teruslah berusaha....
Teruslah berdoa.....
Tugas kita sebagai hamba adalah Usaha dan Doa. Jangan mulai menentukan hasil. Saat kita mulai menentukan hasilnya harus seperti ini dan ini maka bersiap-siaplah kecewa saat hasil tak seperti yang diharapkan.

Alhamdulillah... masih banyak PR untuk saya didalam proses meningkatkan kecerdasan anak. Yang pasti cerdas tidak harus diukur dari seberrapa pintar saat mengerjakan tugas di sekolah. Tapi justru pada saat proses menuju ujian sekolah, saat mengerjakan ujian sekolah dan bagaimana reaksi ketika mengetahui hasil ujian sekolah.

Pun demikian dengan project game level ke 3 di Kelas Bunda Sayang ini. Tidak masalah ketika anak tidak hafal bagaimana adab-adab yang diajarkan dalam islam. Tetapi anak sudah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak masalah saat anak tidak hafal teorinya, yang penting prakteknya.

#Hari10          
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam


Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 9


Siapa yang menentukan seseorang menjadi baik? Diri sendiri dan Allah. Dan siapa yang yang menentukan orang lain menjadi baik? Siapa yang menentukan anak kita menjadi baik dan cerdas? Diri mereka sendiri dan Allah. Tapi sebagai orang tua kita bisa berikhtiar dengan berusaha dan berdo’a kemudian kita tawakal dengan ketentuan yang Allah berikkan.

Saya bisa berusaha memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan. Namun semua itu atas izin dari Allah. Soal anak paham atau tidak biarlah Allah yang menentukan setelah kita usahakan. Apapun hasilnya itulah yang terbaik dari Allah.

Project kali ini mengajarkan adab saya lakukan dengan diskusi kecil-kecilan dan menulis note tentang adab tersebut agar saat mereka lupa, mereka bisa membaca note/ catatan tersebut.

Indahnya Islam. Islam adalah agama yang mulia yang didalamnya mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari hal paling sederhana hingga sampai hal yang besar seperti mengurus sebuah pemerintahan / Negara. Oleh karena itu, jangan sampai kita memisahkan Islam dari kehidupan kita. Termasuk ketika kita ke kamar mandi, ada doa dan adab-adab yang harus kita penuhi sebagai seorang mukmin, bila ingin mendapatkan ridha Allah ketika beraktivitas didalam kamar mandi tersebut, entah mandi, buang hajat atau mencuci baju, dll.


#Hari9            
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam


Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 8


Master Mind
1.      Pengalaman apa yang didapat selama menjalankan project?
2.      Apa yang sudah baik?
3.      Hal baik apa yang akan dilakukan pekan depan?

Membaca kembali pertanyaan di tantangan game level 3. Kembali saya menarik nafas dan mengumpulkan memori-memori sebelumnya. Pertanyaan yang mungkin biasa tapi sungguh dalam jawabannya.

Pengalaman apa yang didapat selama menjalankan project? Pertama kali adalah pikiran bingung. Bingung dalam menentukan project apa yang akan dilakukan kemudian dengan tujuan apa dilakukan. Menjabarkan sebuah tujuan ternyata tidak gampang. Yang kedua adalah ujian konsistensi. Plan + no action = gagal. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan pengalaman ini. Setidaknya meski saat ini merasa gagal, tapi bisa belajar dari kegagalan itu sendiri.

Apa yang sudah baik? Alhamdulillah anak-anak sudah tahu bagaimana mencuci baju, memasak nasi dan menggoreng telor.

Hal baik apa yang akan dilakukan pekan depan? Apa lagi ya..... kali ini malah bingung menentukan saking banyaknya perihal yang berseliweran.


#Hari8
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam