Kamis, 09 Agustus 2018

Permainan Seru di bulan Agustus



Hai hai ini bulan Agustus loh.  Mau tau moment apa ini? Ayolah coba tebak. Bisa khan? Yap bulan ini adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Wuih alhamdulillah ya sudah 73 tahun yang lalu. Semoga Indonesia semakin jaya dan rakyat Indonesia bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

Ungkapan rasa gembira dan syukur atas kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Sangat amat banyak kegiatannya. Ada yang mengadakan perlombaan tingkat RT, RW, kelurahan, tingkat nasional. Mulai dari lomba yang bersifat serius sampai yang seru-seru-an. Ada lomba pidato, puisi, menulis artikel, menghias kampung atau permainan-permainan yang fun.  Khas banget kalau agustus-an selalu ada panjat pinang. Permainan kelereng di sendok, makan krupuk, balap karung, sepakbola daster, dandan emak-emak dan banyak sekali permainan yang dilombakan serta dimodifikasi dengan syarat-syarat yang kadang-kadang tidak masuk akal tapi disitulah serunya.

Seperti video yang saya lihat beberapa hari yang lalu, ada lomba makan krupuk untuk bapak-bapak.  Cara perlombaannya yaitu semua peserta duduk dengan kondisi tangan di belakang. Barulah mereka makan krupuk. Berbeda dengan video versi satu lagi yaitu peserta bapak-bapak duduk di kursi kecil. Kemudian krupuk di ikatkan di tali sedangkan ujung tali lainnya bukan di ikat pada tali jemuran melainkan diikat pada jempol kaki masing-masing peserta. Ha ha ha melihat tingkah peserta pasti Anda akan tertawa.

“Ummi, beli krupuklah”, kata si Sulung.
“Untuk apa?”, tanyaku.
“Kakak mau latihan lomba makan krupuk” jawab si Sulung.

Ada-ada saja, entah dari mana idenya tiba-tiba hari itu si Sulung minta dibelikan krupuk. Padahal permainan ini tidak membutuhkan latihan sebagaimana layaknya perlombaan-perlombaan yang lain. Tapi tak apa memang baguslah itu, sebagai persiapan untuk mencapai hal yang terbaik memang harus dan perlu persiapan. Uang 10 ribu saya berikan untuk dibelikan krupuk di warung ternyata tidak ada krupuk yang dimaksud. Akhirnya saya memesan kepada salah seorang kawan yang biasa membeli krupuk tersebut. Alhamdulillah ada dan harganya sangat terjangkau. Setengah kilo Cuma 15 ribu saja sudah dapat banyak krupuk.

lomba makan krupuk

Dengan perlengkapan krupuk dan tali rafia yang di ikatkan pada jendela dan gagang pintu kami mengadakan lomba kecil-kecilan makan krupuk. Anak-anak semuanya tidak tersenyum tapi tertawa bahagia saking senangnya. Subhanallah ternyata bahagia itu tidak mahal ya nak.


Jumat, 27 Juli 2018

Rumah Belajar Menulis IP Batam


Rumah Belajar Menulis IP Batam

Tulisan ini sebagai rasa terima kasihku kepada ketua rumah belajar menulis mbak Unna. Awal mengikuti rumbel menulis di bawah naungan IP (Ibu Profesional) Batam saya jadi inget artikel yang sebelumnya pernah saya tulis.


Ketika IP Batam membagikan informasi tentang beberapa rumbel, saya tertantang untuk ikut rumbel menulis. Apakah saya bisa menulis? Modal nekad biar saja waktu yang menjawab apakah saya bisa atau tidak. Dan ini menjawab keinginan waktu SMK melihat beberapa cerpen yang mejeng di mading sekolah jadi ingin bisa seperti itu juga.

Dengan komandan mbak Unna pada pertemuan pertama kami mengadakan pertemuan di halaman Masjid Raya Batam dengan agenda perkenalan. Disusul pertemuan kedua di rumah ketua rumbel di Sukajadi, kami belajar membuat blog. Blog bisa menjadi media untuk share tulisan yang dibuat. Itu adalah pertama kalinya saya membuat blog dan itu adalah sebuah pengalaman yang amat sangat berkesan sampai saat ini.

Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Dikarenakan kewajiban sebagai istri yang sholehah dengan mengikuti kemanapun suami bertugas, begitu juga mbak Unna kini pindah ke kota Surabaya.

Dengan programnya yang berkualitas salah satunya keroyokan buku antalogi dan arisan rumbel menulis, memaksa kami untuk produktif menulis dan diharapkan bisa menjadi kebiasaan. Saya tidak menyangka ternyata bisa menulis. Ayo menulis dan menulis. Sebenarnya masih banyak yang harus saya pelajari dari beliau. Insya Allah bisa tetap bisa belajar walau jarak memisahkan apalagi di jaman teknologi canggih belajarpun bisa dilakukan dengan online. Mbak Unna jangan bosan-bosan ya, suatu saat saya akan bersua di Surabaya......





Jumat, 08 Juni 2018

hape jaman dulu dan kini



Saat ini adalah tahun 2018. Soal teknologi perkembangannya sangat  jauh dengan 10 tahun yang lalu. It’s really terutama handphone. Apa indikasinya? Tanya sama anak jaman now, mereka kenal  nggak sama Hp merk nokia? Sony Ericson? Blackberry? Lewatttt.......
Kalah sama pamor Oppo, xiomi, de el el.

30 tahun yang lalu........
Tahun 1988 Televisi yang paling populer hanya ada 2 yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) dan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia).  Hanya segelintir orang yang memiliki TV, kalaupun ada TV nya juga memakai tenaga accu  bukan PLN. Untuk komunikasi jarak jauh menggunakan surat lewat pos.

20 tahun yang lalu....
Tahun 1998 Perkembangan teknologi tidak terlalu signifikan. Surat menyurat masih menjadi favorit sampai-sampai dalam sebuah majalah ada kolom sahabat pena. Berkenalan dan bertukar informasi  dengan teman-teman sebaya yang berada dikota atau di pulau nun jauh disana. Kuis-kuis produk dengan cara mengirim kartu pos juga marak.

Tahun 2000 saya masih sempat belajar mengetik menggunakan mesin tik ala-ala jaman perang dengan bunyinya yang khas. Jek-jek-jek jrek sret....... Kemudian berkembang komputer dengan program DOS. Disket penyimpanan program waktu ini masih berbentuk kotak. Dan untuk komputer ini semakin berkembang dengan berbagai program aplikasi yang kemudian mencetuskan ide para penyedia layanan rental komputer. Banyak berdiri usaha wartel (warung telepon). Waktu itu juga masih ada telepon koin/ telepon umum yang berdiri di pinggir-pinggir jalan besar. Kalaupun ada yang punya handphone itu sangat sedikit dan termasuk barang mewah. Hp saat itu jangan ditanya ya,  lebih mirip HT (handy talkie). Istilahnya bisa untuk melempar anak anjing (bahasa Jawa nggebuk kirik).

Tahun 2004 tak berapa lama Hp sudah makin banyak dan makin beragam ukuran dan aplikasinya. Dari yang tadinya hanya sms (short message) dan telepon, kemudian ada yang bisa merekam, lagu-lagu, kamera.
10 tahun yang lalu....
Tahun 2008 handphone dengan berbagai merk antara lain Nokia, Sony, Samsung, dll.  Secara kualitas saya pribadi saat itu sangat percaya dan menyukai hp merk nokia. Gak kebayang kan Hp nokia sudah berapa kali jatuh tetap tahan banting yang penting bisa sms dan telepon. Suaranya juga bening.

Tahun 2010 sampai kini....2018
Jual beli handphone sudah seperti jual beli kacang goreng. Memang sekarang ini sudah sudah menemukan perangkat HP dengan onderdil yang bagus seperti awal-awal kemunculannya. Yang ada hape bagus bisa ini itu tetapi secara fisik tergores sedikit saja atau jatuh gampang rusak. Sekalinya rusak biaya service nya agak mahal, jadi kalau rusak ya beli baru. Antara biaya servis dengan hape baru harganya beda-beda tipis.

 Tahun ini 2018......
Jangan ditanya lagi. Anak kecil saja tahu. Dari anak kecil, remaja, dewasa bahkan kakek nenek yang sudah tua renta hampir semuanya punya hape bahkan ada yang sampai kecanduan. Belum lagi godaan sosial media yang ...........
Godaan sosmed yang kadang susah di tolak. Perkembangannya tidak menunggu tahun. Dalam hitungan bulan, minggu, hari bahkan mungkin hitungan jam atau detik, sebuah teknologi dengan merk ternama bisa tergusur dengan hadirnya teknologi baru. Dulu siapa yang tidak mengenal kamera Kodak. Sekarang nama itu sudah tenggelam karena hampir setiap orang sudah punya kamera di tangannya sendiri-sendiri yaitu handphone dengan kamera sebagai fiturnya.

Wabilkhusus di Indonesia sebagai user terbanyak. Aplikasi apa saja  laku disini mulai facebook, whatsapp, bbm, line, telegram, instagram, tik tok, smule, dan lainnya. Tapi ingat BBM yang awalnya booming kini mulai tergeser dengan aplikasi yang lebih canggih.

Dunia bergerak semakin cepat.
Dan Anda di titik kecepatan yang mana?
Bagi saya sendiri awalnya hape hanya untuk sms dan telepon. Namun dalam perkembangannya untuk mendukung mobilitas dan kelancaran komunikasi serta menambah ilmu pengetahuan saya memakai hape dengan aplikasi standar yang bisa untuk whatsapp. Untuk aplikasi yang lain sementara skip dulu. Nanti bila diperlukan baru digunakan.

Kalau Anda?

Rabu, 30 Mei 2018

Olahraga versi emak-emak



Ayo mak olahraga.
“Walah-walah olahraga apa. Ini aja ngerjain kerjaan rumah nggak selesai-selesai udah lebih itu dari olahraga. Ini  aja mondar-mandir ke dapur ke kamar mandi ke kamar tidur kalau mau dihitung berapa kilo meter perjalanan ini. Udah lebih dari pada marathon. Belum lagi nyuci, nyapu, nyikat, gosok baju, gendong anak. Udahlah mubadzir saya tak ada waktu untuk yang begitu-begituan.”

Pernah dengar kata-kata seperti itu nggak ya. Itu makna olahraga versi emak-emak.
Olahraga sangat beragam maknanya. Pada dasarnya olahraga adalah sebuah aktivitas yang melibatkan anggota tubuh baik jasmani maupun rohani seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Olahraga tidak hanya aktivitas fisik bukan? Contohnya catur, tidak membutuhkan aktivitas fisik tetapi juga termasuk cabang olahraga. Olahraga hampir sama dengan olah jiwa.


Nah kalau emak-emak apa ya olahraga yang cocok. Tidak ada teori yang absolut bahwa seorang emak-emak (ibu rumah tangga) bahwa olahraga yang cocok dilakukannya harus begini dan begitu. Flashback sejenak dengan olahraga yang pernah dilakukan sebelum jadi emak-emak. Pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu antara lain:

1. Dulu sewaktu sekolah tingkat SD, SMP dan SMA olahraga apa yang sering kamu lakukan dan yang kamu sukai? Boleh lebih dari satu bila realnya seperti itu.
2. Setelah lulus SMA olahraga apa yang pernah kamu tekuni?
3. Pernahkah kamu mengikuti sebuah event olahraga? Jenis olahraga apa?
4. Pernahkah kamu menjuarai sebuah pertandingan olahraga?
5. Siapa atlit olahraga yang kamu sukai? Alasannya....

Dengan sedikit flashback dari pengalaman masa lalu bisa jadi akan membangkitkan lagi semangatmu untuk olahraga dan menentukan jenis olahraga yang cocok. Ada yang berbedakah aktivitas olahraga sebelum dan sesudah berganti profesi menjadi ibu rumah tangga? Beda jauh? Tenanglah engkau tidak sendiri. Tidak beda jauh dengan saya.

Sewaktu SD suka olahraga senam SKJ pernah ikut lomba tapi tak juara, pernah ikut lomba kasti dan kalah lagi, setiap hari jalan kaki naik turun gunung, mendapat tugas memanjat pohon petai cina untuk makan kambing dan suka bergelantungan di palang bambu dengan posisi kaki di atas dan kepala dibawah. Wuiiihhh.... waktu kecil seperti punya ilmu meringankan tubuh.

Sekolah SMP setiap hari berjalan kaki dengan jarak yang lebih jauh daripada sekolah SD. Lebih baik jalan kaki daripada naik angkutan karena bisa hemat uang jajan. Paling jago olahraga berjalan kayang dan hand stand atau apa ya istilahnya. Posisi kepala di bawah kemudian kaki di pegang oleh kawan atau disandarkan ke tembok.

Ketika SMA pilihan olahraga makin banyak. Ikut kegiatan ekstra Volley putri dan basket serta senam. Saking seringnya ikut olahraga bila jeda seminggu atau 2 minggu tidak melakukannya badan malah terasa pegal-pegal. Setelah lulus SMA mulailah jarang sekali berolahraga. Ketika kuliah dan kerja waktu habis untuk belajar dan hal-hal yang lainnya. Tidak lagi fokus olahraga seperti ketika SMA. Dan ketika berumah tangga plus memiliki anak waktu sepertinya tercurah untuk anak dan rumah.

Anehnya ketika sebelum berumah tangga saya termasuk orang yang rawan gemuk. Berat badan naik turun dari 50-60 kg. Semenjak hamil anak pertama berat badan saya cenderung turun. Normalnya 55 kg, ketika hamil malah 45 kg. Orang bilang karena faktor genetik. Dan sampai sekarang ini beberapa waktu yang lalu saya mencoba menambah berat badan dengan menabrak pantangan orang diet, seperti memperbanyak makan malam tapi berat badan masih juga seperti biasanya, di bawah 50 kg. Akhirnya..... ah tidak usah gemuk-gemuk lah. Mau kurus atau gemuk yang penting sehat dan lakukan gaya hidup sehat ya...... Kalau gemuk nanti juga susah bawa badan serta berpotensi terkena berbagai macam penyakit.

Dan alhamdulillah kali ini ada ide kreatif dari salah satu sahabat untuk menulis perihal olahraga.
Baca profil emak-emak yang kreatif dan kece badai ini di liliesher.com

Pesan buat emak-emak boleh juga buat bapak-bapak yang  lemaknya sudah bertumpuk di mana-mana,  dan buat Anda yang peduli kesehatan,  jangan malas olahraga!!!!!

Berikut adalah tips praktis berolahraga spesial untuk emak-emak dan untuk orang-orang yang peduli kesehatan pada umumnya.

1. Olahraga tidak harus di waktu-waktu tertentu, tapi kapan sempat yukk luangkan. Disela-sela kerja maupun aktivitas lain 5 menit atau 10 menit lakukan gerakan-gerakan ringan yang bisa memperlancar peredaran darah dan mengurangi stress.
2. Bila melakukan olahraga yang berat seperti senam, bulu tangkis, volley, dll jangan lupa pemanasan.
3. Perhatikan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan umur. Ini penting agar tidak terjadi cedera yang serius. Makin berumur tulang makin rapuh. Bila terjadi cedera tulang maka akan memerlukan waktu yang lebih lama dalam penyembuhan dibandingkan dengan anak kecil.
4. Manfaatkan apa yang ada. Tak ada barbel sebagai penggantinya anak juga bisa dipakai sebagai pengganti barbel ya......
5. Olahraga tidak harus di sebuah tempat khusus. Tapi bisa dilakukan di rumah, di tempat kerja, di jalan, di mall, dll. Di mall? Iya mak.... jalan-jalan di mall itu juga olahraga loh apalagi sambil gendong anak. Lebih enak lagi kalau bawa ATM berjalan (baca: suami) yang siap bayarin belanjaan. Hehe....



Minggu, 20 Mei 2018

Coding Mum Batam 2018 Part 2


                Pertemuan pra pelatihan diadakan pada hari Jum’at tanggal 27 April 2018. Bertempat di Universitas Universal. Setelah berkali-kali melihat lokasi yang ada di google map dan bertanya kepada teman-teman akhirnya ada gambaran. Mohon di maklumi karena saya jarang melewati atau pergi ke area tersebut.

Universitas Universal
Jl. Raja H. Fisabilillah No.38, Sungai Panas, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444
(0778) 473399
                                                
                Dengan persiapan laptop, cus .... berangkat tanpa tahu sebenarnya jalan menuju kesana. Tahunya hanya ketika sudah sampai masjid Raya Batam belok kiri terus dan sampai Hotel Sahid (beberapa hari sebelumnya pernah ke sebuah acara di hotel ini jadi sudah tau lokasinya walau belum hafal sekali). Dan ah...pokoknya lanjut terus kemudian belok dulu ke minimarket. Ngapain di minimarket? Yap beli cemilan plus air mineral dan yang paling penting adalah bertanya kepada kasirnya dimana letak Universitas Universal.

“Mbak, maaf mau nanya. Mbak tau nggak dimana itu Universitas Universal.” Tanyaku.
“Ehm Universitas Universal? E mana ya.” Jawab kasir.
“Ini mbak alamatnya di Vihara Maitreya”, kataku.
“O, Vihara. Ini mbak terus aja sedikit nanti putar balik ke kanan. Setelah itu belok kiri masuk sedikit saja nanti sudah sampai,” jawab kasir.
“Hm, yang itu ya. Oh, apa yang puncak bangunannya yang ada profil-profilnya itu ya. Oke-oke terima kasih ya mbak.” Lanjutku

                Setelah keluar dari minimarket  melanjutkan perjalanan dan menyebrang ke kanan dan putar balik. Kemudian belok kiri terbaca di situ Ruko Kintamani. Entahlah sepertinya saya pernah membaca alamat ini sebelumnya. Di kejauhan terdapat tulisan Universitas Universal. Alhamdulillah..... Awalnya bingung mau masuk lewat gerbang yang mana. Tapi mumpung ada pak satpam langsung saja masuk di gerbang dan bertanya,
 “Maaf pak, mau bertanya tempat pelatihan untuk Coding Mum di Universitas Universal”.
“Oiya ibu masuk saja ke belakang sana, itu gedungnya. Nanti parkir di sebelah kiri ya.” Kata Pak satpam.
“Baik pak terima kasih”, kataku sambil berlalu dari situ.
 
Universitas Universal
                Bangunan lokasi ini yang paling depan adalah Vihara dan di belakangnya ada bangunan Sekolah Maitreya. Kemudian ada lagi gedung bertingkat 5 lantai yaitu Universitas Universal. Setelah memarkir sepeda motor bergegas masuk ke gedung yang di maksud. Kanan kiri terlihat banyak orang-orang keturunan Chinese. “O ini sekolahan nya orang Cina mungkin” hatiku bergumam.
“Wah nanti saya di anggap aneh apa tidak ya?”, pikiranku mengembara kemana-mana.
Kemana-mana modal bertanya, sebelum ke ruangan yang dimaksud tanya lagi dengan orang yang didekat loker.  Kemudian menuju ke ruangan yang dimaksud dengan naik tangga. Tidak ada lift untuk naik ke atas. Hosh hosh....lumayan juga ya kalau setiap hari naik turun begini. Sehat karena olahraga naik turun tangga. Memang unik ya. Bukan karena tak ada uang pastinya untuk membuat lift tapi tentu ada filosofi  dan maksud tersendiri.

                Naik tangga...lantai 2....lantai 3.....Baiklah satu lagi ke lantai 4 dan mencari ruangan 415. Ini bacaannya 411, ehm bukan...lanjut lagi 412, jalan lagi 413  terus jalan 414 ayo terus cari 415. Mana ya kok adanya kamar mandi. Hei, lihat itu ada tulisan spanduk kecil Coding Mum, nah itu dia Alhamdulillah ketemu juga ruangannya. Eh diketuk apa tidak ya. Sepertinya dari luar sepi-sepi saja. Apa sudah masuk semua ya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan tarik nafas wush-wush sepertinya saya terlambat. Dengan ragu buka pintu ruangan pelan-pelan karena takut mengganggu tarrra.......... Sudah ada orang di dalam ruangan. Dikatakan banyak orang tidak tapi dikatakan sedikit juga tidak. Yang pasti banyak yang belum saya kenal. Disusul dengan kedatangan peserta-peserta yang lain dan ada 5 orang yang sudah saya kenal sebelumnya di komunitas Ibu Profesional dan Blogger Kepri.

                Tak berapa lama acara dimulai dengan perkenalan dari Bekraf dan Kolla. Dan dilanjutkan acara yang kedua simulasi pelatihan oleh mbak Gita Cita Puspita (hm...masih muda banget ternyata). Sebelum masuk materi mbak Gita memperkenalkan para calon mentor yang akan membimbing kami dalam belajar. Ada kurang lebih 10 orang  calon mentor. Banyak ya. “Apa mereka nanti akan di jadwalkan per shift ya. Atau mungkin hari ini beberapa orang dan besoknya bergantian. “ pikiran saya asal menebak.


                Dari beberapa calon mentor  cuma ada satu bidadari. Namanya Titi Arimbi atau Titi Arimba ya? Aish bolehlah ternyata bidadari pun ada yang bisa dan ahli di bidang ini. Setelah perkenalan para mentor dilanjutkan dengan perkenalan seluruh peserta satu per satu. Para peserta mengenalkan diri dengan disertai mengapa dan apa motivasi mereka ingin ikut kegiatan ini.

Jreng-jreng acara inti nya dibukalah lesson 1 dengan judul “Internet dan Web Developer” . Saya sudah bersiap-siap bila otak ini tidak mampu menampung materi pada hari itu.

Akhirnya.....lihat kelanjutannya di Part 3

persiapan ramadhan bersama keluarga



Syukur Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan kepada kami sekeluarga untuk berjumpa dengan bulan ramadan 1439 H. Dikarenakan tahun-tahun sebelumnya masih banyak kekurangan dalam melaksanakan ibadah, tahun ini kami lebih maksimal lagi ibadahnya.

Baca juga https://ummza.blogspot.co.id/2018/05/menjadikan-ananda-cinta-ramadhan.html?m=1

Yang menjadi catatan untuk tahun ini adalah:

  • 1.    Tahun ini si bungsu sudah mulai berlatih untuk puasa walau masih setengah hari
  • 2.  Meminimalisir minuman es saat buka puasa karena kurang bagus untuk kesehatan dan alhamdulillah juga didukung dengan anggota keluarga yang lain. Diganti dengan air putih hangat
  • 3.  Waktu buka puasa dan sahur adalah waktu bersama keluarga (quality time)
  • 4.   Saat berbuka puasa usahakan makanan yang biasa di sediakan setiap hari atau menu sederhana karena sejatinya buka puasa jangan sampai seperti ajang balas dendam karena siang tidak makan. (Diawali dengan minum air putih dan kurma)
  • 5.    Saat sahur usahakan walaupun tidak istimewa tetapi yang menggugah selera karena makan saat pagi hari terkadang kurang mood
  • 6.    No-TV karena saat ini terlalu banyak acara TV yang tidak bermanfaat. Seandainya pun ada terkadang iklan nya malah tidak mendidik
  • 7.   Membuat list kegiatan yang akan kami lakukan selama ramadhan, seperti kegiatan sebelum buka puasa dengan tadarus, hafalan, materi akhlak, kegiatan sosial, berbagi, dll
  • 8.   Ramadhan kali ini kami ingin membuat project  “TOPLES SYUKUR”. Sebelum tidur setiap anggota keluarga menulis satu hal yang paling disyukuri hari itu. Kemudian kertas tadi di lipat dan di masukkan toples. Buka toplesnya hanya pada saat Idul Fitri.

Selamat berpuasa. Lakukan persiapan bersama yang kreatif.

Kamis, 17 Mei 2018

Coding Mum Batam 2018 Belajar dari Nol Part 1

Gratis.... Gratis........
Belajar Coding

     Hm, ..... membaca info pelatihan yang gratis-gratis jadi penasaran belajar apa itu. Kalau dari kata-katanya saya mengartikan sendiri  kata “coding” berasal dari bahasa Inggris kata “code + ing”.  Ketika ada yang bertanya apa itu coding ? Tak taulah saya, kayaknya ya itulah kode-kode gitu. Wohhoo..... baru dapat informasinya sekarang.




Untung Alhamdulillah ketika dapat informasi ini melalui grup WhatApp tinggal beberapa hari lagi sudah tutup. Asli dari baca informasi itu, pemahaman saya adalah:
  • 1   Tidak tahu apa itu coding
  • 2.  Pelatihannya selama 8 kali pertemuan (kok lama ya? Kuatir tidak bisa hadir. Udah GR duluan ya kalau bisa masuk seleksi)
  • 3.  Tempat pelatihan tidak tahu dimana tempatnya
  • 4.  Dari syaratnya insya Allah masuk kriteria


      Bismillah, isi formulir pendaftaran. Syukur-syukur bisa masuk karena kegiatan ini di adakan oleh bekraf.go.id dan di Batam hanya di pilih dan diseleksi 20 orang saja. Diskusi dengan teman-teman di grup, ada yang menyampaikan bahwa coding itu belajar membuat website. Iyakah syukur Alhamdulillah kalau seperti itu. That’s one of my dream.

     Tanggal 24 April 2018 tiba-tiba nomer WA dimasukkan ke grup Coding Mum Batam 2018, ada 2 sahabat dari Ibu Profesional dan 4 sahabat Blogger Kepri yang juga masuk ke grup tersebut. Kalau bahasa sahabat saya katanya 4L (empat el) Lo Lagi Lo Lagi. Grup diawali dengan salam perkenalan dari admin:

“Perkenalkan nama saya Gita, saya adalah trainer dan salah satu tim Coding Mum. Kita akan berjumpa saat simulasi kelas mum. Sampai bertemu di Batam ya semua. (smile)”

   Itu artinya Alhamdulillah ternyata saya masuk seleksi. Tapi penasaran juga dengan bahasa perkenalannya mbak Gita. Kok infonya sampai bertemu di Batam, memangnya posisi mbak Gita dimana ya? Ternyata oh ternyata memang tinggalnya di Jakarta. Horayy tepuk tangan yang meriahhh..... Rasa penasaran saya tentang apa itu coding dan apa saja yang akan dipelajari diwakili oleh pertanyaan salah satu peserta yang menanyakan hal tersebut kepada admin.

Berikut adalah hal-hal yang akan dipelajari antara lain:
  • 1. Pertemuan Pertama Berkenalan dengan teknologi pembuatan website, mulai dari orang atau profesi yang terlibat dalam teknologi pembuatan website, software yang digunakan untuk membuat website dan bahasa yang digunakan dalam pembuatan website
  • 2. Pertemuan Ke-2, 3, 4 Belajar bahasa yang digunakan dalam pembuatan web
  • 3. Pertemuan ke-5 Belajar alat bantu untuk memudahkan membuat web
  • 4. Pertemuan ke-6 & 7 mulai membuat web impian
  • 5. Pertemuan ke-8 presentasi


     Sebelum mulai kelas ada simulasi kelas dan pembukaan Coding Mum Batam yang di laksanakan pada hari Jum’at tanggal 27 April 2018.

Sedangkan informasi  jadwal kelasnya dari jam 13.00-16.00 WIB:
  • 1. Senin, 30 April 2018
  • 2. Rabu, 02 Mei 2018
  • 3. Kamis, 03 Mei 2018
  • 4. Jum’at, 04 Mei 2018
  • 5. Senin, 07 Mei 2018
  • 6. Selasa, 08 Mei 2018
  • 7. Rabu, 09 Mei 2018
  • 8. Jumat, 11 Mei 2018


Informasi sudah dari tanggal 24 April dan pelaksanaan mulai tanggal 27 April 2018. Tiga hari lagi..... ah seperti apa ya belajarnya nanti. Bikin sakit kepala apa tidak ya? Pelatihan coding mum yang pertama kali  saya ikuti kali ini benar-benar belajar dari nol.