Selasa, 13 Februari 2018

Objek Wisata Paling Terkenal di Kota Nganjuk Jawa Timur

Anjuk Ladang sebutan untuk kota Nganjuk daerah sejuk nyaman, bersih indah aman dan tentram.  kota kecil di Jawa Timur ini. Belum sah rasanya bila di kota Nganjuk tapi belum mampir ke tempat wisata yang satu ini. Karena bila membahas perihal objek wisata yang ada di Nganjuk, posisinya selalu ditempatkan di nomer urut yang pertama. “Air Terjun Sedudo”





Kondisi beberapa tahun yang lalu sumber: https://3.bp.blogspot.com

Kurang lebih berjarak 32km dari pusat kota Nganjuk dengan jalan yang berliku-liku menuju Desa Ngliman, kec. Sawahan. Air terjun sedudo ini berada dilereng gunung Pegunungan Wilis. Yang berbatasan dengan Kota Kediri, Trenggalek dan Madiun.

Bila ingin pergi ke objek Wisata Air Terjun Sedudo, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan. Bisa naik angkutan umum jurusan Sawahan kemudian naik ojek hingga ke tempat wisata. Bisa juga naik travel. Lebih murah bila naik kendaraan sendiri asalkan tetap hati-hati karena jalanan yang berkelok-kelok dan tegak dengan kemiringan mencapai 45%.

Dari Terminal Baru –Nganjuk bisa menempuh perjalanan melalui pusat kota Nganjuk yaitu Jl. A. Yani lurus ke arah Loceret. Dari simpang tiga Loceret belok ke kanan, ke arah Desa Berbek (Pasar Berbek). Setelah pasar Berbek ke arah puskesmas Berbek, di lampu lalu lintas berikutnya belok kiri lurus. Menyusuri setiap meter jalanan aspal berikutnya Anda akan menjumpai persimpangan Jembatan Kuncir, silahkan belok kanan.  Dari sini perjalanan akan semakin mengasyikkan karena pemandangan di sepanjang jalan, sungai yang memanjang dengan bebatuan khas sungai yang berwarna hitam, sawah-sawah yang luas, jalanan aspal yang berliku-liku terkadang terdapat tikungan yang tajam, saya sarankan kurangi kecepatan kendaraan. Lumayan jauh berkilo-kilo meter.

Setelah sampai di terminal Sawahan, persiapkan diri dengan :

1. Mengecek kendaraan
Kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4 pastikan kondisinya serta bahan bakarnya serta sopir yang mumpuni. Perjalanan selanjutnya tidak hanya disuguhi pemandangan yang lebih indah tapi juga andrenalin yang semakin meningkat. Jalanan berliku plus tanjakan yang tajam. Perhatikan notice dari petugas tiket yang akan Anda jumpai di desa Ngliman, apakah tempat wisata sedang dibuka atau tidak, saat itu kondisinya berbahaya atau tidak. Waktu yang tepat untuk main ke sana adalah musim kemarau. Disaat musim hujan, masih sering terjadi longsor batu. Tapi bila sekaligus ingin melihat “Prosesi Siraman Air Terjun Sedudo” datanglah pada tanggal 01 Suro (01 Muharram) pada penanggalan Jawa. Di bulan Suro, pengunjung Wisata ini biasanya membludak. Dengan pengunjung yang berbondong-bondong datang kesana, beramai-ramai naik bus.

2. Membekali diri dengan makanan dan minuman serta baju hangat/ jaket serta baju ganti bila Anda berniat mandi di air terjun nanti.
Suhu di area wisata sangat dingin, penting bagi pengunjung  yang tidak tahan dengan suhu yang dingin agar mempersiapkan baju hangat atau jaket. Makanan dan minuman memang tersedia banyak dijual oleh para pedagang di sekitar area wisata. Tapi karena jaraknya jauh dengan pemukiman penduduk otomatis harganya lebih mahal daripada biasanya.

3.  Bekal uang
Tidak banyak-banyak tapi cukuplah untuk membeli sesuatu yang “enak” di area wisata ini. Makanan enak yang dimakan dalam kondisi suhu yang super dingin.

Mengecek kendaraan, bekal makanan, minuman serta baju hangat berjalan perlahan ke arah desa Ngliman langsung Anda temui perjalanan yang menanjak naik. Kemudian menurun lagi sampai di Jembatan, menanjak lagi dengan tikungan yang tajam. Disini bagi orang-orang yang tidak biasa melewatinya silahkan super hati-hati. Dan untuk perjalanan berikutnya kondisi jalanan nya relatif sama. 

Pemandangan di kanan kiri perjalanan Anda akan melihat banyaknya sawah dan ladang penduduk, yang ditumbuhi berbagai macam tanaman baik itu padi maupun tanaman tumpangsari. Ada juga tanaman bunga mawar, yang ketika bulan Ramadhan harganya lumayan mahal. Banyak terdapat pohon cengkeh yang merupakan komoditas penduduk di Kecamatan Sawahan. Pohon cengkeh banyak diambil manfaatnya dari batang, daun maupun bunganya bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Di kecamatan Sawahan sendiri terdapat beberapa pabrik penyulingan minyak cengkeh yang dihasilkan dari daun cengkeh yang rontok (baik daun hijau maupun daun yang sudah kering).
Selain pemandangan berupa sawah ladang para penduduk, terdapat pemandangan yang mendominasi yaitu pegunungan Wilis yang tinggi menjulang dihiasi oleh pohon pinus. Ya.... dimana-mana ada pohon minus. Khususnya di area hutan. Pohon-pohon ini adalah milik Perhutani yang bisa diberdayakan oleh para penduduk dengan cara, para penduduk bisa merawat pohon dan areal sekitar hutan dengan ditanami tanaman lain seperti jagung, jahe, dilem, dan lainnya serta menyadap pohon pinus yang hasil sadapan getahnya dijual ke Perhutani. 

Mendekati  areal tempat wisata Air Terjun Sedudo, sudah mulai terdengar gemuruh suara air terjun. Di kejauhan kita juga sudah bisa merasakan rintik-rintik gerimis dari air terjun. Hawa dingin mulai menggigit tulang. Dari areal parkir kita sudah bisa mengintip pemandangan air terjun ini. Semakin melangkah mendekati, di pinggiran pagar areal parkir motor kita bisa melihat pemandangan air terjun ini secara utuh. Untuk mencapai air terjunnya silahkan pelan-pelan sambil menyiapkan kamera, menuruni anak tangga yang dikanan kirinya terdapat para penjual makanan dan minuman. Dingin-dingin minum kopi, makan jagung bakar plus gorengan....... wahhh nikmatnya. Tidak itu saja, teruskan perjalanan Anda sampai di dekat kolam air terjun ini. BRRRRRR dingin yang semakin menusuk tulang. Kalau tadi dinginnya menggigit tulang sekarang serasa ditusuk oleh dinginnya suhu air terjun.

Dingin. Dingin. Sensasi yang lebih lagi bila Anda turun ke kolam atau mandi langsung di bawah terpaan air terjun Sedudo. Silahkan acungkan jari bila tahan selama 30 menit berdiam dibawahnya. Saya jamin bibir berwarna biru-biru, jari-jari tangan menjadi “kisut” mengkerut, saking dinginnya. Tapi tenanglah bila tidak membawa baju ganti, disana banyak orang berjualan baju bertuliskan “Air Terjun Sedudo” yang bisa jadi oleh-oleh sekaligus kenang-kenangan.
Nasi jagung khas Sedudo

Lapar-lapar. Jangan lupa yang satu ini. Makanan mie rebus atau mie goreng instan yang biasa dibuat ketika tanggal tua, kenikmatannya tiada tara dan terasa berbeda ketika dimakan setelah mandi di wisata ini. Tapi bukan itu referensi saya, karena mie instan bisa dimakan dirumah. 

Rasakan, cobalah, cicipi dan nikmati makanan yang  satu ini. Disebuah pondokkan didekat kolam air terjun beberapa pedagang makanan ini berjejer dengan bungkus daun pisang atau daun jati. Makanan yang mengandung karbohidrat “Nasi Jagung”. Nasi jagung yang terbuat dari jagung yang ditumbuk halus menjadi tepung kemudian di masak sedemikian rupa hingga menjadi nasi jagung. Rasa nasi jagung cenderung tawar, tidak pulen seperti nasi dari beras. Lauk nasi jagung ini yang khas adalah urap daun kemiri dan lamtoro/ petai cina, ikan asin goreng, rempeyek. Tapi banyak juga pilihan lauk nya yang lain, jangan lupa air minum. Jangan sampai makanan nyangkut di tenggorokan atau di dada. Makan saja pelan-pelan, nikmati, sambil merasakan dinginnya hawa areal wisata Air Terjun Sedudo.

Come here.

Sabtu, 10 Februari 2018

Film “Cinta Suci Zahrana”
               
Novel karya Kang Abik, selalu menjadi best seller bagi para pembaca. Dan banyak novel-novel karya beliau yang digarap serius menjadi sebuah film termasuk “Cinta Suci Zahrana” .
Al kisah, seorang gadis yang sudah mapan secara karier sebagai dosen berprestasi di sebuah universitas serta mendapatkan penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Namun hal itu bukanlah sesuatu yang membanggakan, bukan kebanggaan khas “orang desa” seperti kedua orang tua Zahrana.

                Lingkungan tempat tinggal Zahrana adalah sebuah daerah yang bisa dikatakan tidak semuanya berpikiran sama. Bagi sebagian orang adalah aib bila ada gadis yang sudah berumur 30 tahun lebih tapi belum menikah. Hhhhh.... apalagi bila daerah yang kolot, bila sudah umur 7 tahun atau lulus SMA pilihannya hanya ada 2 yaitu bekerja atau menikah. Umur 20 tahun keatas sudah mulai banyak pertanyaan,  “Kapan nikah..kapan nikah”. Lewat umur 25 tahun seperti lampu kuning lalu lintas... ayo ayo cari jodoh. Lewat umur 30 tahun,  orang tua mulai mengurut dada sambil menjawab pertanyaan para tetangga. Anaknya kok belum nikah, hati-hati lo nanti perawan tua.

                Rana, demikian panggilan untuk gadis semata wayang pak Munadjat yang sukses. Ketika lulus dari dengan predikat terbaik dari UGM dan langsung mendapat tawaran sebagai dosen, Rana ternyata mendapat pilihan  untuk mengajar di dekat lingkungan tempat tinggalnya yaitu di Universitas Mangun Karsa agar ia juga tak jauh dari orang tuanya. Menjadi dosen dengan modal S1, membuatnya bertekad untuk menyelesaikan S2.

                Jodoh. Orang tuanya sudah ingin menjodohkannya dengan laki-laki pilihan mereka, tapi apa daya ada hal lain yang membuat itu belum terlaksana. Bahkan sahabatnya Lina pernah menjodohkannya dengan Mas Andi kenalannya, tapi namanya belum jodoh malah Lina sendiri yang menikah dengan Mas Andi, karena Rana merasa belum sreg dan masih disibukkan dengan kuliahnya serta kariernya.

                Lika-liku perjalanan seorang gadis yang disisi lain gemilang dalam karier, di satu sisi ada tuntutan dari orang tua untuk segera menemukan jodohnya. Mulai dari dilamar dekan nya yang seorang  playboy yang “nakal” yang dibalas dengan penolakan lewat email yang berujung pada pengunduran dirinya dari universitas tersebut, kemudian penolakan terhadap seorang kepala keamanan yang tidak bisa membaca Al Qur’an, belum lagi penolakan terhadap wali mantan murid lesnya.
                Sejatinya gadis mana yang tidak sedih karena belum menemukan tambatan hatinya. Sedih. Apalagi melihat kenyataan bahwa sang ayah menderita penyakit jantung yang serius. Belum lagi bisikan tetangga, ejekan dekan nya yang ditolak dengan lantang menyebutnya “perawan tua”. Duh gusti tidak muluk-muluk, kriteria jodohnya. Yang bisa menjadi imam dalam rumah tangga. Lulusan apa dan pekerjaan apa tidak masalah baginya. Tapi bila jodoh belum datang, hanya ikhtiar, berdo’a dan berusahalah yang bisa dilakukan.

                Mundur dari universitas Mangunkarsa, kemudian membuka les bimbel dan akhirnya diterima di sebuah STM Al Fattah di lingkungan pondok pesantren Al Fattah dengan harapan disana dia bisa menemukan jodohnya. Berkat bantuan sahabatnya Lina, mereka menemui bu Nyai untuk dicarikan jodoh terbaik. Akhirnya jodoh itu datang, seorang pemuda lulusan MAN pilihan bu Nyai, yang berprofesi sebagai penjual krupuk. Tanpa banyak pertanyaan jodoh itu diterimanya dengan lapang dada, berlangsunglah lamaran dan persiapan pernikahan. Kebahagiaan menyelimuti keluarga pak Munadjat karena pernikahan yang akan diselenggarakan keesokan harinya.
               
                Jodoh tak dapat diundang , malang tak dapat ditolak. Tepat malam hari sebelum pernikahan, kabar buruk itu datang. Calon penganten laki-laki meninggal tertabrak kereta api. Jodoh, rezeki, hidup dan mati sudah menjadi suratan Ilahi. Pada hari yang sama, pak Munadjat juga menghembuskan nafas terakhirnya. Sedih. Pilu. Shock. Bercampur aduk menjadi satu, penantiannya selama ini untuk membahagiakan kedua orang tuanya belum terlaksana. Butuh waktu yang lama untuk menetralisir kesedihan yang mendalam bagi Zahrana. Setidaknya ia membuktikan bahwa ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan usahanya sudah tinggal beberapa saat hanya terhalang oleh maut menghampiri sang calon mempelai laki-laki.

                Ketika terkapar tak berdaya dirumah sakit, dengan kesedihan yang mendalam, ibunya terus memberikan support begitu juga sahabatnya dan dokter dokter dirumah sakit yang salah satunya adalah bu Zulaikha yang ternyata adalah ibu Hasan, mahasiswa yang sempat dibawah bimbingannya dalam penyusunan skripsi.

                Lambat laun, senyum itu semakin berkembang dan mulai membangkitkan semangat Zahrana. Walaupun ia terpuruk, hancur lebur tapi ia sadar bahwa semua itu harus di delete sampai bersih. Dan yang tertinggal hanya bekas-bekasnya tapi siap untuk ditulis dengan hal-hal yang lebih baik lagi. Dengan semangatnya yang baru, senyum yang cerah ia bersiap menyongsong masa depan.
Janganlah berputus asa!!
                Alhamdulillah tak disangka-sangka, kedatangan bu dokter bu Zulaikha ke rumahnya adalah melamarnya untuk Hasan. Kaget. Bersyukur. Khawatir. Kejadian yang telah lalu masih membayanginya. Maka untuk menegaskan keseriusan Hasan dan ketakutannya akan pengulangan kejadian masa lalu yang tidak diinginkannya, Zahrana langsung meminta keseriusan lamaran itu berupa akad nikah hari itu juga selepas isya. Dan........

Alhamdulillah....Jodoh, rezeki, hidup dan mati...... Allah yang mengatur. Tugas kita adalah ikhtiar dan berdo’a serta tawakkal atas ketentuanya.

Selasa, 06 Februari 2018

5 Penyebab Pikiran “Blank”

            Keringat dingin, tangan basah, kepala yang tidak gatal tapi tetap digaruk, meremas-remas tangan, membetulkan posisi kacamata, jantung berdetak kencang tak beraturan, waktu serasa berjalan sangat pelan. Pernah merasakan hal ini? Ya pasti pernah, entah ketika menghadapi sebuah ujian kuliah, wawancara pekerjaan, memberi sambutan didepan ratusan atau ribuan audience, saat menghadapi detik-detik pernikahan,  dan lain-lain.

            “Blank” tidak tahu mau berbicara apa. Seolah semua perbendaharaan kata menghilang tanpa jejak. Apalagi bila disuruh berbicara di depan umum, berada didepan audience sebuah forum, tak ada satupun yang keluar,  tercekat. Pernah nggak sich seperti itu, saya ingin berbicara tapi kok blank?

            Anehnya sebelum tampil sudah berlatih dirumah baik-baik saja, tapi ketika sudah berdiri didepan forum, kenapa tiba-tiba blank. Blank atau gelap pikiran ketika berbicara adalah tanda masih adanya pola pikir yang salah atau pola pikir yang kacau.
Penyebab pikiran “blank” antara lain:

1.      Sombong
Bila seseorang membohongi dirinya sendiri,  berani tampil didepan umum sebagaimana bukan layaknya dirinya.

2.      Malpikir ingin sukses
Kesalahan dalam berpikir, dia ingin sukses berbicara didepan umum. Sekedar sukseskah? Apa ukuran sukses? Tepuk tangan yang  meriah atau suasana yang semarak ? Sebelum berbicara tapi sudah berpikir yang demikian justru akan membebani pikiran anda sendiri yang pada akhirnya membuat blank. Mulailah ketika sebelum berbicara, posisikanlah, “saya berbicara untuk menyampaikan sesuatu/ sharing”, “saya berbicara di depan umum untuk menghibur audience”, dan lain-lain. Berpikirlah anda berdiri didepan bukan karena anda hebat, tapi karena anda ingin sharing.

3.      Takut diuji audience
Ketakutan ini pertanda bahwa anda tidak banyak memiliki alternatif jawaban. Sebagai contoh ketika anda menyampaikan perihal  “workshop photoshop”. Tentu secara garis besar anda tahu mengenai photoshop. Ketika ditanya perihal photoshop bisa menjawab. Tapi ketika pertanyaan audience sudah melenceng dari materi, dan anda tidak tahu jawabannya anda bisa sampaikan untuk jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita bahas dilain waktu dan sekarang kita fokus ke pembahasan materi photoshop. Cukup elegan.

4.      Malu
Ketika maju didepan sebuah forum tentu banyak mata memandang Anda. Malulah dilihat banyak orang. Loh kok malu.  Jadi maunya apa? Apakah Anda mau berbicara di depan tapi tidak ada satupun yang memandang dan memperhatikan? Kalo gitu ngomong saja didepan cermin, jangan didepan banyak orang. Namanya mirror speaking bukan public speaking. Ingatlah ketika banyak audience yang melihat  berarti mereka mau tahu, penasaran, anda disukai dan diperhatikan.

5.      Pola pikir yang salah mengenai posisi
Wah audience  ada pak kepala sekolah, keringetan, wah ada pak wali kota, gemeteran, wah ada pak presiden, pingsan. Ketika diantara audience itu ada orang-orang yang pintar atau lebih hebat dari kita, sesungguhnya itu adalah titik aman bagi kita. Sehingga ketika menyampaikan kok ada kesalahan, ya wajar sampaikanlah permintaan maaf karena yang berbicara didepan ini tidak lebih hebat daripada audience. Tapi bayangkan bila anda bisa berbicara “se-level” dengan mereka orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya. Bukankah itu menakjubkan?
Tapi dari pada memikirkan pangkat, kedudukan, pendidikan, kasta dan lain sebagainya lebih baik anda mulai berpikir dengan tenang, “saya disini hanya sekedar sharing, saya disini hanya menjalankan amanah, dan seterusnya”

Dari kelima penyebab “blank”, tentu anda perlu banyak latihan dan pembiasaan. Seiring dengan bertambahnya jam terbang/ seringnya tampil didepan public membuat anda lebih cepat menyembuhkan penyakit “blank”.

Referensi:
“The secret of PUBLIC SPEAKING Era Konseptual” Tubagus Wahyudi, ST., Msi., MCHt., CHI


Selasa, 30 Januari 2018

Peci lebih kuat daripada helm

Cara membagikan informasi baik secara perorangan maupun kelembagaan, masing-masing memiliki cara yang unik dalam menyebarkan informasi/ edukasi kepada masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Kepolisian yang meng-edukasi masyarakat melalui video yang lucu. Terkadang cara seperti lebih mengena daripada banyak-banyak kata yang membuat orang bukannya faham, malah bosan

Lihat videonya...... https://youtu.be/xsTyQfynXxU

Dari video tersebut terlihat seorang pengendara sepeda motor (orang madura, tergambar dari baju dan cara bicaranya) yang berkendara tanpa mengenakan helm. Padahal seorang warga negara yang baik haruslah mematuhi tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Ketika sang pengendara di stop oleh polisi, ternyata sang pengendara ini bukannya tak tahu aturan. Malah faham betul mengenai dasar Undang-undang yang mengatur peraturan tersebut. Sejatinya setiap aturan bukan hanya untuk diketahui dan dihafalkan, tapi yang lebih penting lagi yaitu di praktekkan. Karena aturan tersebut dulunya dibuat juga sering terjadinya kecelakaan lakalantas.
Pada pasal 57 Ayat (2) dan pasal 106 Ayat (8) mengatur tentang penggunaan Helm SNI bukan jenis helm lain,bagi pengendara dan juga yang membonceng wajib menggunakan juga. Sanksi bagi pelanggar pasal ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (pasal 291)
Kelengkapan kendaraan
Hal ini merupakan persyaratan yang harus dilaksanakan oleh pengendara,untuk kendaraan yang layak jalan meliputi kaca spion,klakson,lampu utama,lampu rem,lampu penunjuk arah,spidometer,knalpot sesuai standar,kedalaman alur ban. Untuk modifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan telah diatur dalam pasal 106 Ayat (3) dengan sanksi terhadap pelanggaran tersebut,pada pasal 285 Ayat (1) ancaman hukuman pidana kurungan paling lama satu bulan atau tenda paling banyak Rp 250.000


Sekali dua kali melanggar peraturan dan tidak terjadi apa-apa/ kecelakaan kadang membuat seseorang bilang “ah gak papa kok”. Aneh ya...... menaati tata tertib lalu lintas hanya agar tidak terkena tilang. Ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan barulah menyesal. Tidak sadar bahwa menaati tata tertib juga demi keselamatan Anda. Semoga kita semoga SADARKUM...sadar hukum.

Sabtu, 27 Januari 2018

Rumah Belajar Binaan IIP Batam

Komunitas Ibu Professional yang dirintis oleh ibu Septi Peni Wulandani, senantiasa berbagi dan menularkan ilmu-ilmunya yang bermanfaat agar perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitasnya sebagai seorang ibu, istri dan juga sebagai dirinya sendiri. Yang pada akhirnya ilmunya juga ditularkan secara online ke berbagai kota. Salah satu diantaranya kota Batam, yang kepengurusannya di ketuai oleh mbak Erli.


Dalam kontribusinya  meningkatkan kualitas seorang perempuan menjadi lebih unggul dan profesional, pembelajaran yang ada di IIP Batam tidak hanya secara online tetapi juga secara offline.
Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan kopdar untuk setiap rumah belajar dibawah binaan IIP Batam  yang secara resmi  launching pada tanggal 21 Januari 2018 di Tea Box – Khazanah Plasa, Sukajadi. Tapi jangan salah karena rumbelnya selama ini sudah aktif melakukan kegiatan secara offline maupun online. Contohnya seperti rumbel menulis yang sudah menghasilkan beberapa artikel, kemudian rumbel Al qur’an yang sudah aktif belajar tahsin, rumbel Craft yang sudah melakukan kegiatan pelatihan  merajut dan kegiatan rumbel yang lain.

Kegiatan launching kali ini di sertai dengan tausiah oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc dan belajar Workshop foto oleh mbak Yayuk Wulan W.
Belajar di Komunitas Ibu Profesional itu menyenangkan, tidak menyita waktu,  bisa sambil main dengan anak,  pembelajaran  materi secara online, pemberian tantangan nice homework (NHW) dan ada kegiatan offline yang  memfasilitasi ibu-ibu  untuk bisa belajar sesuai dengan passionnya masing-masing. Anggaplah sesuai dengan bakat dan minat masing-masing mau ikut belajar yang mana.
Yang menarik bagi saya dalam kegiatan launching kali ini adalah  suasananya. Umumnya kegiatan resmi, biasanya anak-anak “diamankan”.  Tapi yang saya lihat kebanyakan ibu-ibu yang hadir membawa serta anak-anak, begitu juga saya. Melihat banyak anak-anak usia balita, saya jadi teringat suasana kegiatan posyandu. Untungnya semua yang ada disitu adalah calon ibu dan ibu yang paham betul bagaimana tingkah polah anak-anak. Anak-anak yang menangis, menjerit, berebut mainan, seliweran di depan pemateri, bermain suara microphone, memainkan bayangannya didepan proyektor, dan masih banyak lagi. Namun demikian tidak menyurutkan niat para ibu-ibu hebat untuk belajar menjadi ibu terbaik bagi mereka.




Kegiatan launching kali ini meresmikan Rumah belajar (Rumbel) yang ada di IIP Batam ada 7. Rumbel nya  antara lain:
Rumah Belajar by Passion:
1.      Rumbel  Craft :  PJ Annisa IstiQamah
2.      Rumbel  Menulis : PJ Lubnah Lukman
3.      Memasak : PJ Safriani
4.      Bisnis : PJ Evi Krisnawati
5.      Menjahit :  PJ Meylisa Eka Putri

Rumah Belajar (Rumbel) by Necessity:
6.      Qur'an Learning Centre IP Batam : PJ Resha Nesia
7.      Homeschooling

Rumbel by passion adalah rumbel resmi  dari pusat IIP,  tempat belajar bagi calon ibu dan ibu yang telah resmi bergabung dan mengikuti pembelajaran di IIP Batam
Sedangkan rumbel by necessity adalah rumbel yang timbul karena kebutuhan ibu atau anak, bukan passion. Bisa jadi antar IIP satu kota dengan IIP Kota lain berbeda.

Sebelum adanya CoC (Code of Conduct) semacam kode etik yang ada di Ibu Profesioanal  tidak ada batasan dalam mengikuti rumbel. Namun setelah adanya materi CoC, maka ada ketentuan  batas maksimal 2 rumbel. Untuk rule yang lain adalah sebagai berikut:

1.      Rumbel ini GRATIS
2.      Rumbel sifatnya tidak wajib
3.      Setiap pengurus dan member hanya boleh mengikuti rumbel by passion maksimal 2 rumbel
4.      Setiap pengurus dan member boleh mengikuti 2 rumbel by necessity, meskipun sudah ikut 2 rumbel by passion

Alhamdulillah banyak tambahan ilmu melalui kegiatan ini antara lain dari materi Ustazah Afifah yang menerangkan bagaimana istri-istri Rosulullah juga mampu mengembangkan potensinya masing-masing. Sedangkan workshop basic photography dengan pemateri mbak Yayuk Wulan, belajar bagaimana cara mengambil foto dari berbagai angle, pengaturan cahaya agar foto terkesan nature, penambahan pernak-pernik foto, dan lain-lain. Juga bisa berkenalan dan bersilaturahmi dengan ibu-ibu hebat yang sama-sama belajar menjadi lebih baik. Semua guru semua murid.

Hasilnya seperti foto dibawah ini yang saya sertakan untuk dinilai dalam perlombaan


Foto untuk lomba
                                                                                                       
foto untuk lomba

Selasa, 23 Januari 2018


Belajar, Belajar dan Belajar

     Dari sejak kecil hingga kini rasanya tak lelah untuk terus belajar. Bila ada umur panjang pun ingin rasanya terus belajar dimanapun dan kapanpun. Miris, mendengar anak-anak jaman sekarang ada yang sekolah ogah-ogahan, diajari malah ganti ngajari,  kuliah sudah dibiayai orang tua masih juga disalahgunakan bahkan tidak serius dalam belajar. Sudah tak sekolah, belajar yang diluar sekolah juga tidak. Jadi bagaimana bisa meng-upgrade diri. Ilmu tidak hanya kita peroleh dibangku sekolah, bahkan diluar sekolah pun banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Asalkan ada kemauan, selalu ada jalan.


    Banyak sekali yang ingin saya pelajari. Tak bosan rasanya mempelajari hal-hal yang baru. Diantara banyak ilmu-ilmu yang ingin saya pelajari ada 2 ilmu yang menjadi prioritas utama. Yang pertama ilmu al Qur’an dan yang kedua ilmu menjadi ibu terbaik untuk anak-anak.  Jujur perihal Al Qur’an ini semakin kita pelajari , entah kenapa justru semakin banyak yang belum kita ketahui. Ketertarikan mempelajari ilmu ini karena dari ke-TIDAKBISA-an.

-          Ya teringat ketika kelas 3 SD saya harus berdiri di belakang papan tulis blackboard karena saya belum hafal surat Al Fatihah. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan hingga kini, rasa malu yang membuatku terus berpacu untuk menjadi lebih baik lagi.

-          Kejadian berikutnya adalah saya ditunjuk untuk mewakili MTQ di kelurahan karena menggantikan peserta lain yang seharusnya tampil tapi tidak bisa karena sakit. Entah apa sebabnya waktu itu guru agama SD kami pak Masruchin menunjuk saya, padahal ketika itu saya belum lagi selesai belajar buku IQRO. Walhasil, membuka al qur’an juz berapa, surat apa, halaman berapa saya tidak tahu. Dan asal membuka Al Qur’an entah halaman berapa dan membacanya dengan terbata-bata, padahal itu adalah perlombaan.

-          Pengalaman ketika SMP, setiap murid dipanggil maju kedepan dan ditest membaca salah satu surat Al Qur’an yang ada dibuku PAI. Karena belum pandai membaca al Qur’an, otomatis saya harus mencari akal bagaimana caranya agar bisa membaca dengan lancar. Dan yang saya lakukan, termasuk tindakan curang (jangan ditiru ya). Dibawah tulisan arabnya saya tulis tipis-tipis dengan pensil , sambil deg-deg an saya membacanya. Entah apa yang ada dipikiran guru saya, duh maafkan kami pak, kami memang harus banyak belajar.

-          Masa-masa di sekolah SMK, ditempat kost kami yang paling indah dan nyaman Jalan Lawu no. 60 dengan segala kehebohannya di pagi hari dan obrolan nya di sore hari serta riewehnya pengaturan jadwal mandi, masak, bersih-bersih dan lain-lain. Lagi-lagi maafkan daku yang dulu sering bising membunyikan bacaan IQRO dengan kencang-kencang. Terima kasih untuk teman kost mbak Dewi Les yang tidak bosan-bosan menjadi guru untuk saya. Karena setiap kali saya tidak paham cara pengucapan hurufnya, disitulah banyak pertanyaan.

-          Ketika bekerja, pernah satu ketika mampir ke tempat budhe dan ikut khataman Al Qur’an. Khataman yang dimaksud adalah beberapa orang membaca secara bergantian dan yang lainnya menyimak sampai selesai. Giliran saya membaca di awal surat terdapat huruf ha dan mim. Saya baca “ha.......ma......”. Kemudian dibetulkan oleh jama’ah yang lain, “mbak itu bacanya haa.....miiiiiiiim. Duh malu kan ya

-          Dan masih banyak kejadian-kejadian lain yang membuat saya merasa malu dan dendam. Malu dan dendam pada diri sendiri karena ini lho Al Qur’an, inilah kita suci umat Islam. Bagaimana kamu bisa menjadikan ia sebagai pedoman hidup sedangkan membacanya saja tidak bisa. Artinya pun tidak tahu. Jadi apa pedomanmu saat ini?

                Selain karena alasan Al Qur’an merupakan pedoman hidup, juga karena kejadian-kejadian yang membuat saya terkesan sehingga menjadi dendam positif juga dikarenakan ketika kita mau berbagi ilmu khususnya Al Qur’an insya Allah pahalanya mengalir (termasuk ilmu yang bermanfaat) bahkan ketika kita sudah tak lagi berjalan dimuka bumi ini. Termasuk 3 amalan yang tetap mengalir pahalanya walaupun kita sudah meninggal. Dan satu hadist lagi yang menguatkan saya:

“Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

                Alhamdulillah dalam proses belajar Al Qur’an ternyata Allah memberikan jalan kemudahan bagi saya untuk belajar Al Qur’an dengan cara mengajar.  Ternyata belajar yang paling efektif adalah dengan cara mengajar. Walaupun tetap harus hati-hati karena jangan sampai kita menyampaikan hal-hal / pemahaman yang salah, sebab yang kita sampaikan adalah Al Qur’an. Otomatis sebelum menyampaikan kepada orang lain, saya sendiri “harus faham terlebih dahulu”, rumus inilah yang kemudian membuat ingatan dan pemahaman saya bertambah.
              
    Untuk selanjutnya kembali ke hadist di atas, “Mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”.  Walaupun sudah mengajar kita harus tetap belajar kepada yang lebih ahli.

     Yang perlu di ingat adalah bahwa setiap guru punya cara tersendiri dalam menyampaikan ilmunya, maka ikhlaslah terhadap apa yang beliau sampaikan baik itu ilmu, kritikan maupun saran. Berlakulah seperti gelas kosong yang siap di isi dan jangan sampai kita seperti gelas dipenuhi oleh air. Ini perlu kita lakukan ketika sedang belajar. Ketika berhadapan dengan guru, saat sedang belajar letakkan semua titel dan jabatan anda diluaran sana. Seperti gelas kosong yang siap di isi oleh air ilmu pengetahuan. Jangan seperti gelas yang kepenuhan, ketika diisi air malah tumpah. Jangan merasa lebih pintar daripada sang guru, karena merasa sudah berilmu akhirnya ketika dihadapan guru kita hanya membandingkan dan mendebat sang guru. Ilmu tidak akan masuk hanya berceceran tiada guna. Insya Allah dengan bersungguh-sungguh dalam belajar dari sekian banyak guru kita akan menemukan titik temu  ilmu yang disampaikan oleh para guru-guru kita.

     Bila kita hanya berguru pada satu guru, biasanya cenderung saklak/ kaku kepada aturan dari guru tersebut. Sehingga pernyataan apapun yang disampaikan oleh guru itu hanya itulah yang menurut dia benar dan yang lain tak sesuai karena tak sepaham atau tak sama dengan yang disampaikan oleh gurunya. Dalam hal ini marilah kita banyak belajar dari banyak guru yang ahli, tidak cukup hanya 1 saja. Karena bila ada kekurangan dalam guru menyampaikan hal itu wajar karena guru juga seorang manusia. Dan bila ada kekurangan dalam menyampaikan bukan gurunya yang salah tapi andalah yang belajar belum selesai tapi sudah menamatkan diri.

    Jurusan ilmu berikutnya yang ingin sya pelajari di universitas kehidupan ini adalah menjadi seorang ibu yang terbaik bagi anak-anak. Seorang ibu yang harus banyak belajar menghadapi anak-anak yang berbeda-beda sifat dan perilakunya dengan keunikannya masing2. Menjadi seorang ibu tidak akan habis untuk diceritakan meskipun berlembar2 kertas sudah dihabiskan.

     Bagaimana seorang ibu mengatur keperluan keluarganya, menghadapi anak-anaknya dengan beragam keunikan. Ketika sudah bisa menemukan solusi untuk mengatasi satu permasalahan, belum tentu solusi tersebut juga bisa kita terapkan bila dikemudian hari berjumpa dengan permasalahan yang sama. Seorang ibu yang pada saat yang sama harus menjadi pendidik yang berkompeten bagi generasi penerusnya.
Semangat menjadi ibu profesional.

#Ibu Profesional
#NHW_1
#KuliahMatrikulasiBatch5
#AdabMenuntutIlmu

Senin, 22 Januari 2018

Cara Cepat Menemukan halaman tiap Juz dalam Al Qur’an

Di bolak-balik sampai berulang kali tapi tak juga menemukan halaman Juz sekian di halaman berapa.....?
Pernah dong merasakan pengalaman itu,..... seperti saya dulu. Tapi Subhanallah, Al Qur’an memang sempurna, tiada tandingannya, diciptakan sedemikian rupa agar mudah dipelajari, dihafalkan dan pada akhirnya bisa diamalkan dalam kehidupan. Al Qur’an sangat menakjubkan dari segi isi, tata bahasa, susunan dll. Salah satu diantaranya ketika Al Qur’an sudah dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang sekarang ini bisa kita pelajari, Subhanallah........ Allah meng-ilhamkan sedemikian rupa susunan/ tata letak di dalam mushaf sehingga yang di tiap-tiap halaman baik itu letak ayat, surat maupun juz tidak ada perbedaan dari dulu (masa Kekhalifahan Utsman bin Affan) hingga sekarang. Yang perlu diperhatikan khususnya di Indonesia, ada 2 jenis mushaf, yaitu mushaf Rasm Utsmany dan mushaf standar Indonesia.

Untuk mushaf Rasm Utsmany sama dengan yang dipakai di 2 kota suci Mekkah dan Madinah, dan di pakai di hampir seluruh umat Islam di dunia. Sedangkan untuk mushaf standar Indonesia ada beberapa macam di antaranya Standar Indonesia versi Depag, ada juga versi Menara Kudus, dll. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah pada penggunaan tanda baca dan alif mati. Untuk lebih detailnya mengenai perbedaan mushaf Rasm Utsmany dan mushaf standar Indonesia akan di bahas penulis di artikel lain.

Salah satu keunikan mushaf Rasm Utsmany mudahnya mengetahui halaman tiap juz dengan cepat.
Rumusnya adalah :




 Contoh pertama 
Mau tau juz 7 di halaman ke berapa?



Contoh kedua :
Anda ingin mengetahui Juz 11 di halaman keberapa?





 Coba soalan berikut ini....
Juz 24 ada di halaman ke berapa? ...............

Coba lagi....
Juz 15 ada di halaman ke berapa? ...............
Juz 27 ada di halaman ke berapa? ...............
Juz 29 ada di halaman ke berapa? ...............


Selamat mencoba & silahkan share bila bermanfaat. Semoga jadi amal jariyah kita.
Alhamdulillah....