Minggu, 07 April 2019

Semua anak adalah bintang 8


Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu karena Abinya yang hendak memakai motor. Rupanya tidak demikian. Ternyata Kak Khana bermaksud untuk memasukkan motor ke garasi karena sudah mau magrib tapi motor masih terparkir di pinggir jalan.

Saya tidak pernah mengajari ananda untuk bisa naik motor dan saya tidak berniat untuk mengajarinya. Umur baru 11 tahun dan belum waktunya untuk itu. Sengaja agar ananda tidak bertindak seenaknya memakai motor meski terlihat sangat antusias. Diam-diam ananda belajar naik motor bersama kawannya.

Akhirnya setiap sore ananda dengan semangat 45 selalu meminta ijin untuk memarkirkan motor. Baiklah untuk urusan parkir saya mengijinkan tapi tidak untuk keluar rumah. Akan ada saat yang tepat Nak.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 10


Mendekati waktu ashar, si bungsu sibuk mandi. Perihal mandi kalau tidak di ingatkan sudah beberapa kali saya memergoki si bungsu bermain sabun cair yang ada di kamar mandi. Se ember air berbusa-busa karena sabun cair yang dituangkannya. Sudah 10 menit di kamar mandi ternyata yang basah baru tangannya saja sambil memainkan busa sabun.

Nah kali ini mandinya malah ekspress cepat selesainya. Bisa saya pastikan sepertinya tidak sikat gigi Karena tidak terdengar orang yang sedang sikat gigi. Sambil mengamati sambil memikirkan tingkah lakunya. Selesai mandi, memakai baju, menyisir rambut dan memakai bedak. Terakhir mendekat kepada saya dan tersenyum, “Ummi, jatah?”, katanya.
“Ehm, kok jatah, untuk apa?”, kata Ummi. Saya memang mengganti kata uang jajan kepada anak dengan kata “jatah”.
“Jajan lah. Khan sudah mandi”, katanya.
“O…. gitu. Ya baiklah”, kata Ummi.
Sambil tersenyum saya mengapresiasi hasil usaha si bungsu untuk mendapatkan “jatah” untuk membeli jajanan di warung.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 9


“Ummi, siapa yang ngambil uang kakak di toples”, Tanya Kak Dina.
“Ummi tak tahu Kak. Emang naruhnya dimana. Disimpan baik-baik nggak toplesnya?”, kata Ummi.
Begitulah pengaduan ananda karena uang nya hilang. Kemungkinannya lupa menyimpan atau diambil oleh adiknya yang belum faham betul bahwa kita tidak boleh mengambil yang bukan hak milik sendiri. Karena dipikir ini berada didalam rumah maka apa yang ada dirumah adalah milik bersama.

Walhasil setelah mengadu mengenai uangnya, ananda pergi bersama teman mainnya ke warung dengan sisa uang saku sekolahnya. Pulang dari warung terlihat memegang bubur ayam instan.
“Ummi, kakak mau bikin bubur tapi adik Anis jangan boleh minta ya”, kata Kak Dina.
“Lho, kok gitu”, kata Ummi.
“Habis uangku diambil. Trus yang kemaren juga”, lanjutnya.

Memang anak-anak masih egosentris, tidak mau saling mengalah. Semua itu memang proses. Setelah menyampaikan isi hatinya, ananda pergi ke dapur dan memasak air untuk membuat bubur ayam instan yang sudah dibelinya. Lagi-lagi perihal memasak ini rupanya mereka sangat bersemangat dan berbinar untuk melakukannya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 7


“Kak, tolong cuci piringnya.” Pinta Ummi kepada anak sulung.
“Ya adik lah Mi. Kemaren kakak khan sudah nyuci piring.” Jawab Kak Khana.
“Ah mana ada ya. Aku sudah pernah kok nyuci piring”. Timpal adiknya.
“Aku juga sudah kemaren.” Kata Kak Khana.
“Ya sudah, aku juga sudah nyuci piring”, kata Dik Dina.

Lagi-lagi, …….
Perihal mencuci piring ini memang butuh ekstra sabar dan rayuan maut agar ananda mau mencuci piring. Akhirnya mereka terlihat saling membagi jumlah cucian piringnya. Setiap 1 orang mencuci piring dan alat masak lainnya sebanyak 10 item.  Saya terdiam melihat bagaimana mereka saling membagi cucian piring. Setelah 10 item yang dicuci barulah bergantian.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 6


“Kak, tolong cuci piringnya.” Pinta Ummi kepada anak sulung.
“Ya adik lah Mi. Kemaren kakak khan sudah nyuci piring.” Jawab Kak Khana.
“Ah mana ada ya. Aku sudah pernah kok nyuci piring”. Timpal adiknya.
“Aku juga sudah kemaren.” Kata Kak Khana.
“Ya sudah, aku juga sudah nyuci piring”, kata Dik Dina.

Lagi-lagi, …….
Perihal mencuci piring ini memang butuh ekstra sabar dan rayuan maut agar ananda mau mencuci piring. Akhirnya mereka terlihat saling membagi jumlah cucian piringnya. Setiap 1 orang mencuci piring dan alat masak lainnya sebanyak 10 item.  Saya terdiam melihat bagaimana mereka saling membagi cucian piring. Setelah 10 item yang dicuci barulah bergantian.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 5


“Kak, tolong bantu jemur baju?”, pinta Ummi.
Belum lagi menjawab apa yang saya pinta, dari mukanya sudah kelihatan sekali bila ananda tidak menyukai urusan laundry baju. Terkadang karena hal ini saya mesti berdebat terlebih dahulu dengan mereka. Belum lagi kalau mesin cuci sedang rusak atau air ATB sedang mati.

Ehm….wusssss harus banyak-banyak menghirup udara segar agar tidak stress. Yap, dari reaksi yang ananda berikan mereka belum merasa happy dengan urusan laundry. Mereka belum faham tentang perlunya mencuci, menjemur dan melipat baju. Harus diberi tahu dan disuruh terlebih dahulu, barulah baju kotor itu mulai dicuci. Sudah dicuci terkadang tidak langsung dijemur. Sudah dijemur pun, dikasih tahu terlebih dahulu barulah mau angkat baju. Baju yang sudah kering sudah diangkat, belum tentu langsung dilipat. Yang ada dibolak balik seperti orang yang sedang membakar ikan. Akhirnya baju tadi makin lama makin bergulung dan makin lecek kusut.

Walau tak suka tapi setidaknya mereka punya ketrampilan di bidang laundry. Why not?

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 4


Kebiasaan anak pertama yang suka menggoreng telur sendiri akhirnya menular juga kepada adiknya. Efeknya telur satu papan yang saya beli biasanya lama habisnya, karena hobby mereka  jadi cepat habis stock telur yang ada. Telur digoreng dengan bermacam-macam variasi. Mulai telur mata sapi, telur dadar, telur kecap, telur campur nasi dan suka-suka mereka masaknya.

Terkadang sambil mengajak kawan bermainnya di ajak masak bareng-bareng. Dari sekedar goreng telur akhirnya ke menu yang lain. Seperti mi goreng, mi kuah, nasi goreng. Mereka masak sendiri dengan porsi untuk dirinya sendiri. Saya hanya bisa mengawasi sambil tetap mengingatkan untuk berhati-hati karena urusan api kompor ini.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 8

Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu kare...