Jumat, 29 Desember 2017

“Balada Wedang Madu”

            Hidup, mati, jodoh dan rejeki itu kuasa Ilahi. Tak ada yang tau kapan kita akan mati. Tak ada yang bisa meramal  kita akan berjodoh dengan siapa dan tak ada yang bisa mengira hari ini akan mendapat rejeki seberapa. Tugas kita hanya berusaha dan tanpa berhenti berdo’a.
            Berikut ini adalah sepenggal  kisah sepasang suami istri dari suku yang sebenarnya sama. Sama-sama suku Jawa. Walaupun satu suku tapi memiliki perbedaan-perbedaan yang unik. Karena sesungguhnya sebuah ikatan pernikahan adalah menyatukan perbedaan, bukan menyamakan.
            Sepasang suami istri tersebut walaupun sama suku Jawa, sang istri Jawa tulen lahir dan besar di tanah Jawa, sedangkan sang suami termasuk Pujasera singkatan dari putra jawa sumatera. Kelahiran sumatera tetapi nenek moyangnya termasuk suku Jawa yang pindah ke Sumatera.

Apakah suku Jawa memiliki bahasa yang sama persis?
Jawabannya belum tentu.

            Sekalipun dikatakan satu suku, tapi jika sudah beda propinsi, beda kota pasti sedikit atau banyak ada perbedaan kosa kata bahasanya. Bahkan sekalipun masih satu kota jangan harap bisa sama persis bahasanya. Beda kecamatan dan kelurahan saja pasti ada perubahan. Itulah uniknya Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua Bangsa Indonesia.
            Dalam berumah tangga sepasang suami istri ini memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia  dalam kehidupan sehari-hari agar kelak memudahkan anak-anaknya untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Apalagi Batam sebagian besar penduduknya pendatang dari berbagai daerah Jawa, Batak, Papua, Medan, Flores dan lain-lain. Lebih aman memakai bahasa persatuan bahasa Indonesia. Walaupun terkadang masih terselip kosakata bahasa daerah.

“Mi, tolong buatin wedang madu”, pinta suami.
“Iya bi”, jawab sang istri.
Sang istri ke dapur mengambil gelas. Dimasukkan kopi 1 sendok ditambah madu kurang lebih 3 sendok dan memanaskan dispenser. Setelah air dirasa panas, dituang ke gelas yang berisi madu dan kopi hitam.
Tak berapa lama wedang madu pesanan sang suami sudah tersedia dan diletakkan di meja. Sang istri melanjutkan pekerjaannya beres-beres rumah.
Sumber: TX Travel Pusat, Wisata Kopi
“Mi, mana wedang madunya.”, tanya suami.
“Itu Bi, di meja”, jawab istri.
“Dimana.... nggak ada ni”, tanya suami.
“Masya Allah, ini lho bi, tengoklah ni”, sang istri datang menghampiri suaminya sambil mendekatkan gelas berisi wedang madu ke suaminya.
Sang suami terheran berkerut alisnya, “Ini apaan”
“Ya, wedang madu lah. Tengok ni”
“Khan Abi minta wedang madu kok dibikinin kopi”, kata suami.
“Loh iya, minta wedang madu khan. Ini tadi dah ummi kasih kopi sama madu” jelas sang istri.
“Masak wedang madu kayak gini. Wedang madu itu air panas ya air wedang dikasih madu. Bukan dikasih kopi.” Kata suami.
“Ya enggaklah, namanya wedang itu ya kopi. Trus abi minta dikasih madu, tadi udah ummi tambahin madunya. Dah bener khan?” kata istri.

Deg. Astagfirullah, Barulah sang istri ingat ibu mertuanya pernah menyebut air panas dengan kata “wedang”. Di tempat tinggal salah satu sahabatnya sewaktu SMA mereka mengatakan air panas itu juga dengan sebutan “wedang”. Sedangkan di daerah tempat kelahiran sang istri artinya sedikit berbeda  “wedang artinya air kopi”.


Apa mau dikata, kopi sudah dicampur dengan madu, diminumlah itu dulu.......hihihi

Thanks Mbak Vidi Tampi yang sudah menentukan tema kali ini.

Sabtu, 23 Desember 2017

Merajut & Menikmati ZAPIN, Oleh-oleh Khas Batam

Pagi-pagi semangat pagiiiiii........
Alhamdulillah hari ini ada apa ya.......

                Dari rumah dengan semangat 45 menuju lokasi kegiatan hari ini di Perumahan Baloi dekat BCS Mall. Ada sebabnya hari itu semangat, yang pertama karena ini adalah kegiatan rumbel (rumah belajar) Craft yang dikomandoi oleh mbak Annisa yang akrab dipanggil mbak Icha. Kopdar untuk pertama kalinya. Rumbel Craft apa aja kegiatannya ya. Macam-macam kegiatan yang akan kita laksanakan, tapi untuk kali ini sepakat untuk belajar merajut.

                Apa alasannya ikut rumbel craft. Yang pertama saya sangat suka kegiatan yang mendorong daya kreatifitas. Apa saja jenis ketrampilan unik-unik dan juga daur ulang merupakan sesuatu yang menarik. Banyak ide-ide terlintas dipikiran tapi banyak yang belum di eksekusi. Seperti contoh, lihat kardus bekas jadi ingin membuat mainan untuk anak, lihat kaleng dikumpulkan inginnya dibuat   celengan, tempat pensil, dll. Lihat baju sudah tak terpakai, inginnya dibuat baju kecil, lap, tas, perca-perca unik, dan masih banyak lagi. Akhirnya karena banyak ide, terkumpullah banyak barang untuk di daur ulang atau dibuat kerajinan. Akan tetapi karena masih ada pekerjaan yang lain, barang-barang tersebut menumpuk tak beraturan makin lama makin banyak, makin berantakan dan terakhir dengan berat hati harus dibuang.

                Alasan kedua, birrul walidain. Yakin? Yakin ini jawabannya? Yes I am sure. Kenapa birrul walidain. Sebenarnya mami tercinta pandai membuat rajutan. Mulai dari topi, hiasan gorden, hiasan bantal, dan lain-lain. Satu hari saya disuruh untuk mencoba merajut. Tapi karena nyangkut-nyangkut tidak bisa membuat rantai jadi putus asa dan tidak ingin mencoba lagi. Dengan adanya kegiatan rumbel craft ini, jadi terpikir alangkah senangnya hati orang tua, bila tahu sang anak bisa mewarisi ketrampilannya. Walaupun belajar nya dengan orang lain. Yup, saya ingin membahagiakan ibu saya. That’s the second reason.
               
                Alasan ketiga, keempat dan seterusnya sangat banyak. Karena terkadang tak perlu banyak alasan untuk melakukan sesuatu yang terpenting adalah niat. Kalau sudah niat, maka apapun itu 1001 alasan bisa disampaikan. Begitu juga bila tidak ada niat, maka juga akan banyak alasan untuk mengatakan tidak.
Alat Merajut
                Untuk persiapan kegiatan ini, perlu kita persiapkan hanya 2 item. Benang sama alat rajutnya. Baiklah kita mulai ya merajutnya. Eits.... bentar. Ada satu kejadian yang membuat saya deg-deg an.  Beberapa kali melewati perempatan Baloi, tapi motor yang saya kendarai dari arah Tiban biasanya selalu belok kiri karena tempat yang saya tuju adalah Kampus Karya Anak Bangsa di Komplek Orchid sebelah Hotel GGI. Ketika pulang dari kampus, biasanya lewat perempatan yang sama dari arah Jalan Duyung lurus ke arah BCS Mall atau belok kanan kearah Tiban. Selama ini hanya arah itu yang saya lewati.

                Khusus hari  itu saya bersama si kecil naik motor dari arah Tiban. Berjalan, berjalan.....oke lampu lalu lintas nya warna hijau. Tancap gas, dari arah Tiban di perempatan Baloi belok kanan ke arah BCS Mall. Sempat terfikir kok cuman saya aja yang belok kanan ya....... Lampu hijau. Tapi beberapa meter dari arah berlawanan ada truk warna kuning yang tetap berjalan lurus. Gasspoolll, tancap....... Dan sempat  melirik melihat sekilas ke arah pos polisi yang saat itu banyak disana kurang lebih ada 5 atau 6 polisi sepertinya.
               
                Aduh.... kok polisinya tadi melihat saya seperti keheranan ya apa mau nangkap pelaku pelanggaran lalin. Ada apa ya. Jangan-jangan saya tadi salah lihat lampu/ ketika lewat lampu sudah berwarna merah.  Terus tancap motor dengan kecepatan agar sampai, deg-deg an jangan-jangan dikejar polisi. Masya Allah. Dag-dig-dug kuatir. Ketika sampai di rumah tempat kopdar, alhamdulillah belum terlambat. Baru beberapa orang yang hadir, sambil duduk menenangkan diri dan berpikir “Apa saya tadi salah lihat lampu ya?” atau “Kenapa pak polisi tadi sepertinya melihat keheranan?”  ah pak polisi bikin deg-deg an aja. Sebentar deh, sepertinya di sebelah lampu lalu lintas tadi saya melihat tanda belok kanan trus disilang. Apa tak boleh di perempatan itu belok kanan? Mungkin ..... Saya harus banyak belajar mengenali peta seluk-beluk batam dan dunia per-lalulintas-an.
Rumbel Craft IIP Batam
                Baiklah kita mulai lagi ya... kopdar nya. Oiya ada satu yang ketinggalan. Kopdar kali ini selain dihadiri oleh member rumbel craft juga dihadiri oleh member rumbel Menulis ya. Jadi bekerja sama antara 2 rumbel. Yang satunya merajut yang satu lagi meliput. Good Job.  Sssstttt acara dimulai. Kegiatan dibuka oleh mbak Annisa sebagai tuan rumah serta perkenalan antar ibu-ibu. Kemudian dilanjutkan dengan belajar merajut yang dimentori oleh mbak Ovi. Pengenalan alat-alat rajut dan berbagai jenis benang. Langkah awal dalam merajut adalah membuat simpul dan membuat rantai. Yuks mari kita bikin sama-sama.

                Tak berapa lama, datanglah seorang wanita cantik membawa sesuatu yang berbentuk kotak. Semua mata memandang “sesuatu” itu. Penasaran yah. Kotak yang bertuliskan ZAPIN. Selama ini yang saya ketahui zapin adalah sebuah  judul lagu melayu. Kotak diletakkan ditengah-tengah. Otomatis untuk sementara tangan berhenti merajut karena penasaran. Baiklah kita bongkar muatan dulu ya dan kepoin si kotak ZAPIN.  Kotak bertuliskan ZAPIN dibuka dan masih ada lagi isinya. Yuuuu keluarin satu per satu.....banyak ya. Apa sih isinya..... Alhamdulillah dibukalah kotak-kotak kecilnya, wuiiihhh..... cake menggoda selera.

               
                Ternyata cake ini adalah cake EnakAliWak ZAPIN yang dimiliki oleh artis ibukota Andhika Pratama dan Ussy. Tidak sah kalau cake cuma dipandangi saja harus di iris dan dicicipi. Kebetulan si kecil juga sudah tak sabar ingin mencoba. Tapi berhubung saat itu banyak wartawati (member rumbel menulis) maka sebelum dinikmati si ZAPIN di buka, di iris, ditaruh dan difoto. Memang pupu Andhika dan mbak Ussy itu artis yang top banget. Ini cake nya pun ikut nge-top juga seperti model yang difoto cekrak-cekrek dari berbagai sisi dan sudut. Padahal si kecil sudah sibuk merajuk, meminta “Makkkkk mau kuehnya......” Hihihi. Emak-emak malah sibuk foto.


                It’s okey. Enough. Cukup ya foto-fotonya yuuuk mari dinikmati. Hm.... seiris dulu ya, ini makan pisang apa makan cake? Oh ternyata cake rasa banana si pisang. Berasa banget pisangnya. Nggak afdhol kalau tidak mencoba semua varian rasanya. Ada satu varian yang menarik dan nyuss, kriuk, eh ada kriuk kriuknya ternyata itu rasa crunchy. Enak banget varian ini, si kecil pun ternyata suka pake bingit. Yups...... olala ternyata varian cake rasa crunchy miss u ini cake favorit keluarga ownernya pupuw Andhika dan Mbak Ussy. Alhamdulillah hari itu menikmati cake ZAPIN yang enak kali wak pas dengan jargon ZAPIN EnakAliWak. Dengan berbagai macam varian dan rasa yang unik, cake ini menjadi pilihan oleh-oleh khas Batam.

Oleh-oleh khas batam yang enak ini, bisa didapatkan di 3 outlet yaitu :
Store I
Nagoya Hill Superblok Blok D No. 4&5 Batam
Store II
Komplek Ruko King Business Centre (KBC) Jln. Raja Isa Blok B1.1 Batam Centre
Store III
Jl.Teuku Umar Komp. Ruko Lumbung Rezeki Blok C No. 1&2

Untuk varian rasa yang bisa dan harga :
Heaven Caramel                harga Rp. 55.000,-
Chocopucino                      harga Rp. 55.000,-
Crunchy Miss U               harga Rp. 55.000,-
Copa Banana                       harga Rp. 55.000,-
Cheese Me Up                   harga Rp. 59.000,-
Bluberry More                   harga Rp. 65.000,-

Okey... tetap sambil menikmati cake ZAPIN .......yuk lanjut merajut lagi.

                Merajut, merajut, bikin rantai, bikin rantai ternyata bisa ya. Walaupun jari-jari terasa pegel  huft..... semangat. Harus banyak olahraga jari nih agar terlatih dan terbiasa akhirnya bisa. Alhamdulillah ternyata sekarang saya bisa walaupun baru membuat dasarnya saja. Hari ini mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan yang luar biasa, antara lain:
1.       Niat
2.       Belajar mengenali peta Batam
3.       Belajar lagi tanda-tanda lalu lintas
4.       Merajut itu mudah (kata motivasi dari mbak Ovi)
5.       Tempat beli oleh-oleh khas Batam yang rasanya enak
6.       Learning and sharing

Terima kasih untuk mentor mbak Ovi, PJ Rumbel Craft mbak Annisa, PJ Rumbel Menulis mbak Unna, Kepala suku IIP Batam mbak Erli dan teman-teman semuanya yang terus bersinergi untuk sama-sama menjadi ibu rumah tangga yang profesional di Rumah.



Senin, 18 Desember 2017

“Siapa sih Allah itu”

Allah wujud, qidam, baqa......
Mukhalafatu lil hawaditsi......
Qiyamuhuu binafsihi..... wahdaniyah qudrat iradat ilmu hayat
Sama’, bashor, kalam, qadiroon, muridaan, aliman, hayyan, sami’an, bashiron, muttakalliman

         Selesai adzan syair-syair ini sering diperdengarkan di mushola dan masjid dekat rumah. Sampai-sampai tanpa teks kami hafal diluar kepala. Bukan karena gak hafal ya, tapi karena saking hafalnya. Kini ketika sudah intensif belajar tentang agama Islam barulah faham, bahwa isi syair-syair itu ternyata adalah sifat-sifat wajib bagi Allah yang berjumlah 20. Makin belajar, makin banyak yang belum kita ketahui dan fahami.

                Pun demikian ketika terjun dan berkecimpung dalam dunia anak-anak, ada saja pertanyaan anak-anak yang kadang-kadang terlihat biasa aja. Tapi seperti permainan catur, SKAK MAT.  Terdiam beberapa saat, antara berpikir mencari jawaban yang tepat, biarkan saja, mengalihkan ke hal-hal lainnya agar si anak lupa dengan pertanyaannya, menyuruhnya berhenti agar bertanya lagi, atau bahkan mungkin kita malah marah. Huft....tarik nafas. Pertanyaan anak-anak yang biasa, sederhana tapi ternyata kritis yang membuat kita sering berfikir ribuan kali untuk menjawab dengan jawaban yang tepat sesuai umur mereka.
 
Siapa sih Allah?
Ketika anak balita bertanya, “Siapa sih Allah itu?”,
Jika pertanyaan itu ditujukan kepada Anda pembaca, apa jawaban Anda? Silahkan isi dikolom komentar................................
               
                Salah satu jawaban yang kita sampaikan bisa jadi, “Allah yang menciptakan kita nak. Yang menciptakan abi, ummi, kakek, nenek. Yang menciptakan bulan, matahari, pepohonan, binatang-binatang. Semua itu Allahlah yang menciptakan”.

                Pertanyaan lanjutan, “O, jadi yang menciptakan kita Allah ya, kakak, Abi, Ummi yang ciptakan juga Allah.Tapi itu dedek kok keluar dari perut Ummi. Berarti Ummi yang ciptain dedek ya. Trus  Allah siapa yang menciptakan?
Subhanallah....banyak yang belum kita ketahui...... menjawab pertanyaan yang sederhana ini pun kita belum pandai. Jika tak tahu jawaban yang tepat, jangan pura-pura tahu dan jangan gengsi bila kita memang belum tahu, jujurlah pada diri sendiri dan juga pada anak. Dikhawatirkan nanti timbul statement yang menyesatkan. Alternatifnya ajaklah sikecil untuk mencari jawabannya bersama-sama, bisa dengan mencari referensi buku-buku, melalui internet, sosmed, google, bisa juga dengan mengajak si kecil mengaji dan bertanya kepada yang lebih ahli.

“Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS. Al Isra:36)

Seorang anak balita cara berpikirnya jelas berbeda dengan anak remaja dan orang dewasa. Bila ada pertanyaan yang demikian, “Kenapa ya kita harus menyembah Allah?”

Bila yang menanyakan hal ini adalah anak remaja atau orang dewasa, kita bisa menjawabnya berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadist.
Kita menyembah Allah karena ada dasar Al Qur’an dan Hadisnya antara lain:
 “Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (QS. Al Fatihah:5)
“Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. An Nisa:36)
“Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Sudah disini bahwa kita hanya boleh menyembah Allah saja, karena Allah dan Rasulnya pun telah menyampaikan agar kita jangan mempersekutukannya.

Kembali ke pertanyaan, “Kenapa ya kita harus menyembah Allah?”. Jika yang bertanya adalah seorang anak balita, jawaban berupa dalil Al Qur’an dan Hadist kurang tepat karena daya pikir mereka belum bisa menalar hal ini. Jawaban saya ini mungkin bisa jadi alternatif.
“Adik pernah lihat nggak orang sakit yang dirumah sakit itu? Sakitnya macam-macam loh. Ada yang batuk, pilek, kepalanya sakit, perutnya sakit, dan lain lain. Ada yang harus disuntik, dikasih obat, ada juga yang dioperasi. Sekarang lihat kita ni dik. Alhamdulillah kita tidak sakit. Bersyukurlah karena kesehatan ini pemberian dari Allah. Bayangkan kalo kita sakit, kita harus bayar mahal agar sehat. Obatnya beli, nginap dirumah sakit harus bayar, disuntik apalagi dioperasi musti bayar mahal loh. Kita menyembah Allah bukan karena Allah butuh kita. Tapi karena kitalah yang membutuhkan Allah.”

Betapapun banyak teori bagaimana cara mengenalkan Allah kepada putra putri kita, terkadang juga menemui tantangan yang tidak sedikit baik itu berupa perkembangan teknologi yang memaparkan hal-hal yang berlawanan dengan konsep Ketuhanan maupun  lingkungan yang kurang kondusif. Terkadang kita sendiripun secara sadar maupun tak sadar pernah mengalaminya.

Pernahkah mendengarkan kalimat-kalimat seperti di bawah ini:
“E......  Kok suka berantem. Coba akur. Diam ya. Mau kena marah sama Allah.”, salah satu perkataan seorang ibu.
“Ayo..ayo...duduk yang rapi. Siapa yang tidak rapi itu tandanya tidak sholeh. Anak yang tidak sholeh nanti terkena murka sama ...Allah.”, kata seorang guru.
“Dik....dibilangin kok enggak denger ya dik. Adik mau kena marah sama Allah, gara-gara adik nggak denger kata ibu?”, perkataan seorang ibu kepada anaknya.
“Hm, jangan kayak gitu ntar kena azab Alloh lo!”

Astaghfirullah ...... pernahkah kita mendengar kata-kata seperti ini?
Pernah atau sering ? Memang maksudnya mengarahkan anak untuk berbuat kebaikan. Agar anak tidak berkelahi,  bisa duduk rapi, mendengarkan perkataan ibunya. Tapi tahukah Ayah Bunda, secara tak sengaja kita mengenalkan nama-nama Allah hanya pada hal-hal yang negatif. Seolah-olah Allah itu selalu marah, selalu murka, bentar-bentar azab, bentar-bentar surga, neraka. Astaghfirullah.......
Bila hal ini sering kita lakukan  jangan sampai berlarut-larut demikian. Jangan sampai mereka tidak tahu nama-nama Allah yang baik. Bahwa Allah itu Arrahman, Arrahiim, Al Malik..... dan seterusnya. Allah yang Maha Pengasih yang mengasihi seluruh makhluknya.

Jangan mereka hanya mengenal Allah dengan hal-hal negatif, sehingga ketika besar mereka ingin jauh dari Allah.
Jangan sampai mereka menentang Allah
Jangan sampai mereka tidak mengenal kebaikan Rabb nya
Jangan sampai mereka tidak mengenali rahmat dan rahiimnya Allah
Jangan sampai mereka mengenal Allah hanya ketika terjadi keburukan pada dirinya

                Disinilah kita harus mengimbanginya dengan mengenalkan segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Mengajak mereka bersyukur dengan cara beribadah dengan penuh kelembutan, mengawali setiap perbuatan baik dengan basmalah, lebih sering memperdengarkan bacaan al Qur’an daripada nyanyian, mengenalkan keindahan penciptaan Allah baik berupa apa yang ada pada anggota badan maupun alam sekitar yang luas terbentang.

Pemaparan ini ibarat sebutir pasir di padang gurun.
Terima kasih  Mbak Ulfa yang sudah  menentukan temanya kali ini.


Minggu, 03 Desember 2017


Trik Bangun Pagi si Kakak

Menciptakan sebuah rumah layaknya surga.........
Bukan perkara mudah bukan?......

Baiti Jannati. Sering kita dengar kata-kata indah ini harapan bagi semua orang. Memang, itu bagian dari do’a-do’a kita sehari-hari walaupun dalam prosesnya selalu ada kerikil-kerikil yang membuat kita tersandung. Terkadang jatuh sakit karena sandungan. Dibalik ujian ada hikmah yang luar biasa. Ujian membuat kita semakin pintar, semakin cerdas dan semakin bersemangat untuk terus menimba ilmu tiada kenal waktu.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. As-Syarh 94:6)

Alhamdulillah......  Yang sering kita dengar ceramah/ tausiah dari alim ulama, kondisi surga nikmatnya tak terbayangkan oleh kita. Seenak-enaknya di dunia, lebih enak disurga. Sedikit gambaran kehidupan surga, tak ada kata-kata yang kotor, tak ada teriakan, tak ada pertengkaran, tempatnya bersih, suci, sesama penghuni surga saling senyum dan sapa. Apakah itu sudah tercipta di rumah kita.

                Jangan berkecil hati. Kita semua sedang berusaha menciptakannya. Walaupun kondisi rumah tak pernah sepi dari teriakan si kecil rebutan mainan dengan kakaknya, atau kakaknya sengaja menggoda si adik. Rumah rapi hanya bertahan 10 menit kemudian berantakan lagi. Tak bertahan lama karena  mainan dikeluarkan dari kotaknya,  ekspresi ide-ide kreatif si kecil yang tiba-tiba muncul. Belum tumpukan baju yang kadang suka ditaruh sembarangan. Sisa makanan yang berserakan. Huft...... Menambah panjang daftar pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Bila seorang ibu sendirian yang mengerjakan mau sampai kapan itu akan kita lakukan. Maka sudah saatnya kita mengajak seluruh anggota keluarga untuk mengerjakan bersama-sama. Bantuan kecil mereka sangat bermakna dan bagi si kecil itu merupakan langkah awal dari latihan skill kemandirian.

                Bagi saya dengan 3 anak gadis kecil, latihan-latihan kemandirian itu sedikit demi sedikit saya terapkan. Walaupun terkadang dalam beberapa hari bisa berjalan dengan lancar, tapi di hari berikutnya sudah tidak konsisten lagi. Memang perlu keistiqomahan.

               
                Ada salah satu hal unik ketika melatih kemandirian mereka. Ini terjadi pada anak kedua saya  yang berumur 7 tahun. Dina panggilannya. Bila saya membangunkan dengan cara yang biasa, ekspresi mukanya bisa cemungut manyun dan ditambah lagi lama...... baru bangun pagi. Dan alhamdulillah saya menemukan cara untuk membangunkan si kakak dengan cara yang membuatnya tidak manyun lagi dan juga lebih cepat dari biasanya.

                Ketika di kamar saya akan menyentuh pelan-pelan tangannya, sambil memanggil dengan pelan, “Kakak Di...na..... Kak....ayuuk.... yuk bangun. Mau barengan sholat subuh nggak?” Ucapan disertai senyum. Panggilan ini biasanya diulang 2-3 kali. Panggilan pertama membuatnya membuka mata, kemudian uniknya di panggilan ke-2 barulah si kakak mau bangun tapi selalu minta tangan di tarik sampai  posisi badannya duduk atau berdiri.  Biasanya selalu saya katakan duduk dulu baca do’a setelah beberapa menit baru berdiri.

                Bila saya terlupa menarik tangannya seperti posisi menolong orang untuk duduk atau berdiri, pagi-pagi si kakak jadi bad mood. Yang mengakibatkan rengekan/ tangisannya. Subhanallah ternyata hal sederhana menurut saya, tapi penting untuk si kakak.

                 Apakah cara ini bisa diterapkan untuk kedua anak saya yang lain. Ternyata tidak karena setiap anak punya keunikan sendiri untuk mengungkapkan keinginannya untuk diperlakukan seperti apa. Cara unik membangunkan si kakak ini bisa saya katakan sebagai salah bahasa kasih di antara kami. Dan masih banyak sekali bahasa-bahasa kasih yang bisa kita ciptakan dan terapkan. Jujur kami pun masih harus banyak belajar dan bertanya kepada ibu-ibu yang sudah lebih banyak pengalamannya daripada kami yang masih harus banyak-banyak instrospeksi diri ini. Semoga kita sebagai ibu bisa mendorong terciptanya “Rumahku Surgaku”.


Note :
Terima kasih untuk kepala suku Institut Ibu Profesional Batam Mbak Erli, yang sering berbagi ilmu-ilmu dan mantra-mantra kasihnya dalam keluarga. Untuk ilmu dan mantra yang lain, Click here https://mamakrucilsblog.wordpress.com

Kamis, 30 November 2017


Untuk Ketiga Gadis Kecilku


Wanita menjadi salah satu unsur kekuatan muslim. Betapa tinggi derajat seorang wanita. Ketika di jaman sebelum datangnya Islam, wanita dianggap sebagai aib keluarga. Sungguh yang menganggap demikian telah betul-betul lupa bahwa dia terlahir dari rahim seorang wanita. Saking malunya bila lahir anak perempuan, tak berpikir lama akan dikuburkan hidup-hidup. Betapa biadabnya.

Alhamdulillah, Islam datang sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang mengangkat derajat wanita dan menempatkan sesuai porsinya. Istimewanya di dalam kalam Allah diantara 114 surat yang ada salah satu surat bernama “An Nisa” yang artinya wanita. Yang laki-laki jangan ngiri ya, Insya Allah kedudukan kami sesuai dengan sepatutnya. Karena walaupun “surga di telapak kaki ibu, tapi surga seorang istri tetaplah pada suami”.

Anakku........

Musuh Islam tahu bahwa wanita adalah aset yang berharga, madrasah pertama bagi anaknya. Mereka tahu bila ingin merusak generasi masa depan, terlebih dahulu rusaklah wanita calon ibu para generasi masa depan. Karena itu nak kokohkanlah keimananmu. Jadilah wanita muslimah yang tangguh, punya kontribusi besar untuk umat ini. Mereka membuat slogan-slogan yang menyesatkan. Mereka katakan jilbab itu bentuk diskriminasi perempuan. Mengarahkan wanita untuk bergaul bebas tanpa batas. Menghempaskan para wanita ke lembah kenistaan. Wanita di tunjukkan, diperlombakan, dipertontonkan untuk dinilai dan dikomentari.

Hati-hatilah nak......

Jangan kembali ke masa lalu. Dalam peradapan Yunani, Romawi, Yahudi maupun Arab jahiliyah, wanita hanya dipandang sebagai kuman.  Bahkan di jaman now, ketika banyak orang diluaran sana mengagung-agungkan budaya Barat yang katanya modern. Nak, itu hanya sementara. Ketika muda , masih cantik dan menarik kau akan dijadikan komoditas dipuji dan dipuja, tapi ketika sudah tua renta tak berdaya kau hanya akan dipandang sebelah mata. Bahkan takkan dianggap.

Logikanya.....

Tubuh ini nak, seharusnya ditutup yang rapi. Ya menutup aurat. Ibaratnya permen, bila permen itu dijual dalam kondisi terbungkus rapi, banyak orang ingin membeli. Tapi ketika permen tidak terbungkus, jangankan membeli. Mungkin dikasih gratispun orang tak ingin mencicipi.
Nak maafkan keinginan ibumu yang terlalu tinggi.......

Karena kadang-kadang ibumu ini ingin kalian menjadi seperti :

Khadijah binti Khuwailid

Wanita pertama yang mendukung dakwah Rasululloh dengan seluruh jiwa raga dan hartanya. Yang membenarkan risalah beliau disaat semua orang mendustakannya.  Khadijah yang bergelar Ath Thahirah (wanita yang suci) berpikiran matang, cerdas dan terpandang. Ummul Mukminin wanita teragung sejagat raya sekaligus istri dari manusia paling agung sepanjang jaman.

Wanita seperti Saudah binti Zam’ah....

Seorang wanita yang selalu berusaha meringankan beban penderitaan Nabi Muhammad.  Yang ingin menyenangkan hati Nabi walaupun dengan mengorbankan kesenangan pribadinya. Wanita yang dermawan dan murah hati. Tak pernah tergoda oleh kemewahan dan kesenangan dunia. Setiap kali mendapat harta, maka ia akan mengutamakan orang-orang yang ada disekitarnya karena lebih mendambakan kenikmatan abadi di sisi Allah yang tidak akan sirna dan musnah. Wanita yang tetap berpegang teguh ajaran dan wasiat yang ditinggalkan oleh Rasulullah.  Ia tetap beribadah, suka berpuasa dan shalat malam karena Allah.

Wanita seperti Aisyah binti Abu Bakar

Wanita cerdas yang kesuciannya diumumkan dari tujuh lapis langit dan seorang istri Nabi di dunia dan akhirat. Wanita yang hidup dilingkungan keluarga Abu Bakar Siddiq, yang selalu belajar kezuhudan dari sang ayah yang mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah dan hatinya tidak pernah sedikitpun terpaut dengan materi dunia yang pasti akan sirna. Wanita muslimah yang sangat mengerti dengan segala perintah Allah. Ia merenungkan hakikat kehidupan dunia dan perjalanannya menuju alam akhirat. Hal ini yang membuatnya merasa takut terjerumus dalam godaan dunia, sehingga berusaha menjauhkan tubuhnya dari tempat tidur, membersihkan hatinya dari ketamakan, dan hasratnya untuk membumbung tinggi meninggalkan hal-hal yang remeh. Rajin berpuasa dan tekun beribadah dengan mata sembab karena sering menangis han hati yang rindu kepada-Nya.

Nak jadilah wanita yang mencontoh Rasulullah dan bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari para shahabiyah yang menimba ilmu langsung dari beliau. Shahabiyah Hafshah binti Umar seorang ahli puasa dan shalat, Ummu Salamah yang kesabaran dan ketabahannya membuahkan balasan agung, Zainab binti Jahsy yang pernikahanya di atur dari Tujuh lapis langit, Juwairiyah binti Al Harits wanita paling berkah bagi kaumnya dan masih banyak lagi shahabiyah-shahabiyah lainnya.

Untuk Ketiga Gadis Kecilku, Ibu hanya bisa berusaha dan berdo’a semoga Allah senantiasa menjadikan kalian menjadi penebar kebaikan, selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.


Terima kasih buat mbak Juli yang udah bikin tema tentang curhatan untuk si buah hati. Kepoin juga yuk curhatan mbak Juli, klik di https://yastirefrides.blogspot.co.id





Senin, 20 November 2017


Waktu Luang Vs Waktu Terbuang?


Artinya:
Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(3)

Allah bersumpah demi masa/ waktu tentu ada maksud dan hikmah yang luar biasa didalamnya. Surah Al ‘Ashr menjelaskan bahwa manusia akan sangat merugi bila tidak bisa memaksimalkan waktu yang telah diberikan oleh Allah. Kecuali orang-orang yang beriman yang mengisi hari-harinya dengan perbuatan yang positif dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Banyak manusia terlena dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dan bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Ada juga yang beribadah secara terus menerus sampai lupa bahwa kakinya masih menapak di bumi.
“Bekerjalah seolah-olah kau hidup didunia selamanya, dan beribadahlah seolah-olah esok kau tiada.”
Setiap jantung kita berdetak, detakannya seolah menjadi penghitung setiap langkah berjalan menuju takdir kematian. Setiap tarikan nafas tak terasa akan mengikis jumlah stok oksigen yang harus kita hirup. Seandainya kita berhenti di tempat tanpa melakukan apa-apa, waktu tetap berjalan. Tak bisa kita meminta putaran waktu ini untuk berhenti barang sesaat saja.
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)memajukannya. (Al ‘Araf 34)

Banyak kata-kata mutiara yang muncul berkaitan dengan waktu, seperti:
-          Menunggu adalah membuang-buang waktu
-          Kita hidup didunia hanya sementara, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya
-          Hidup didunia seperti orang yang minum sejenak karena kehausan
-          Dunia ini fana, akhirat abadi selamanya
-          Waktu adalah uang
-          Dan masih banyak lagi

Bila manusia tahu kapan waktunya  ia meninggal, ketika waktunya masih lama ia akan berleha-leha berbuat sesuka hati dan ketika mendekati hari kematiannya ia akan beribadah  sampai tak sempat lagi beristirahat. Itulah kenapa Allah rahasiakan kapan waktu seseorang akan meninggal dunia. Agar sepanjang waktu, manusia selalu bersiap menghadapi hari itu (kematian).
Kita hidup hanya sementara.  Barangsiapa yang memperbanyak amal maka tak akan menyesal, tapi barangsiapa selalu berbuat keburukan yang ada hanya penyesalan. Ketika manusia telah selesai mengerjakan satu pekerjaan, maka ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.

Orang Islam sesungguhnya telah diajari secara langsung  oleh Allah dan Rasulnya untuk bisa mengatur waktunya dengan sebaik-baiknya melalui shalat 5 waktu. Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta. Hal ini bisa dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian dibidang kesehatan. Dan yang luar biasa selain kesehatan secara jasmani juga secara rohani.

Sekarang pertanyaannya, masih adakah waktu luang? apakah waktu luang itu harus dihabiskan atau kita manfaatkan? Apakah justru terbuang?......

Waktu adalah hal yang paling berharga yang kita punya tanpa meminta. Semua manusia memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam sehari dengan jatah umur yang berbeda-beda sesuai takdir dari Allah. Ada manusia yang hidup sampai tua, beranak cucu sampai memutih uban rambutnya. Ada yang tutup usia ketika dewasa, ketika remaja, bahkan ada bayi yang meninggal sebelum terlahir ke dunia. Waktu yang kita miliki ini hanya modal untuk berusaha memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar kita kembali kekampung halaman. Kampung akhirat dimana nenek moyang kita Adam dan Hawa diciptakan dan tinggal disana saat awal-awal kehidupan. Atau kita termasuk manusia yang menyia-nyiakan modal usia ini. Saking sibuknya manusia bekerja dan berusaha, banyak yang terlupa untuk apa dia diciptakan.

Disinilah timbul istilah “waktu luang”. Karena seolah-olah semua pekerjaannya selesai dan dia tidak tau mau mengerjakan apa setelah itu. Bila tidak segera disadari akan terjadi kemungkinan membiarkan waktu itu berlalu begitu saja, tanpa melakukan kegiatan apa-apa. Atau bisa jadi “waktu luang” ini sengaja di ciptakan karena capek dan bosan dengan rutinitas pekerjaannya sehari-hari, sehingga butuh waktu untuk membangun mood dan semangat untuk kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Ketika kita berada dalam tahap ini, ingatlah manusia diciptakan bukan tanpa alasan.
1.     Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah
Sebagaimana tercantum dalam surat Adh Dhariyat ayat 56 yang artinya, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
2.    Manusia diciptakan sebagai khalifah.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS. Al Baqarah ayat 30).
Apakah Rasulullah punya waktu yang luang? Rasulullah sudah dijamin masuk surga. Istilahnya sudah pasti ada garansinya masuk surga. Tapi apa kemudian Beliau  santai-santai saja tanpa bekerja dan beribadah di dunia. Ternyata tidak!!! Walaupun beliau dijamin dengan surganya Allah, sebagai rasa syukurnya beliau tetap beribadah dengan tekun sampai bengkak-bengkak kakinya. Melakukan pekerjaan layaknya manusia yang lainnya. Menggembala, berdagang, berkeluarga dan berdakwah. Bangun pagi sebelum masuk waktu subuh untuk shalat lail dan memperbanyak ibadah-ibadah lainnya sampai ketika matahari sepenggalah, kemudian bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Ketika tiba shalat 5 waktu ditinggalkannya urusan dunia, untuk  menghadap bermunajat kepada Allah Sang Pencipta. Shalat rawatib dikerjakan sebagai pelengkap shalat wajib. Memimpin umat, membangun negara, membimbing keluarga sampai urusan rumah tangga tetap beliau jalankan. Selesai shalat isya tidak perlu begadang tanpa ada keperluan agar bisa bangun lebih awal, menyambut fajar pagi dengan mengingat syukur nikmat dari Ilahi. Sungguh bila kita merasa ada waktu luang tanpa tahu apa yang akan dikerjakan, ketahuilah setiap tarikan nafas kita bisa menjadi dzikir pengingat kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Kita sama-sama manusia, betul? Punya interval waktu yang sama “24 jam sehari”, tapi kenapa prestasinya berbeda?
-          Rasulullah membangun peradaban Islam hanya dalam waktu 23 tahun
-          Imam Bukhari membukukan hadist dari para penghafal hadist, yang karyanya bisa kita pelajari sampai sekarang ini Kitab Shahih Bukhari
-          Imam Abu Daud menulis 500 ribu lalu menapisnya menjadi 4,800 hadis yang kemudian dijadikan isi kitab.
-          Musa (Tahfidz Indonesia) usia 6 tahun sudah khatam tahfidz 30 juz
-          Ahmad dan Kamil di  usia belia juga sudah hafal Al Qur’an berikut letak posisi tulisan halaman dan barisnya
-           Sedangkan saya , apa prestasi yang sudah saya capai?.......
Salah satu rahasia dari para pengukir prestasi tersebut adalah dalam segi management waktu. Sangat menjaga waktu. Tak ada istilah waktu luang yang  terbuang. Semua dipenuhi dengan kegiatan yang bermanfaat. Selesai satu pekerjaan, cukup istirahat sejenak bukan untuk bersantai-santai melepas penat tapi justru mempersiapkan amunisi untuk melakukan pekerjaan yang lain. Beberapa cara mengatur waktu yang efektif antara lain:
1.     Kurangi  jam tidur. Siapa bilang manusia harus tidur 8 jam lamanya. Nabi Muhammad tidur setelah shalat isya. Setidaknya jam 21.00, kemudian bangun di 2/3 malam. Untuk beribadah kepada Allah. Bila ingin menghafal Al Qur’an, inilah saat yang paling tepat. Sebagaimana  tercantum dalam surat Al Muzzamil ayat 6 yang artinya:
“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan diwaktu itu) lebih berkesan.” (QS. Al Muzzamil ayat 6)
2.    Maksimalkan waktu perjalanan Anda dengan sesuatu yang bermanfaat. Sambil jadi sopir bisa berdzikir, bila jadi  penumpang kendaraan roda empat bisa sambil baca Al Qur’an dan buku pengetahuan. Tak hanya dengan melamun, berbincang tanpa arah tujuan hanya karena mengalihkan perhatian atau bahkan tidur sepanjang perjalanan.
3.    Satu waktu dua/ tiga kegiatan. Dalam hal ini yang paling lihai adalah seorang ibu. Sambil menggendong si kecil bisa masak merebus air, cuci baju di mesin cuci sambil berjalan mencuci piring sekaligus menyampaikan “kultum” untuk anaknya yang lain belepotan makan nasi yang berserak di lantai.

Semoga kita termasuk orang-orang yang sadar akan jatah waktu yang hanya sementara didunia, digunakan secara maksimal untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

“Waktu adalah ilmu, waktu adalah ibadah, waktu adalah penambah berkah”
Carilah ilmu, maka Anda akan semakin tahu, ilmu mu hanya seujung kuku

Yuuuk intip cerita serunya mbak Ovie
https://novitapuspariniblog.wordpress.com

Aplikasi catatan keuangan di Android                           Aplikasi sed...