Kamis, 30 November 2017


Untuk Ketiga Gadis Kecilku


Wanita menjadi salah satu unsur kekuatan muslim. Betapa tinggi derajat seorang wanita. Ketika di jaman sebelum datangnya Islam, wanita dianggap sebagai aib keluarga. Sungguh yang menganggap demikian telah betul-betul lupa bahwa dia terlahir dari rahim seorang wanita. Saking malunya bila lahir anak perempuan, tak berpikir lama akan dikuburkan hidup-hidup. Betapa biadabnya.

Alhamdulillah, Islam datang sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang mengangkat derajat wanita dan menempatkan sesuai porsinya. Istimewanya di dalam kalam Allah diantara 114 surat yang ada salah satu surat bernama “An Nisa” yang artinya wanita. Yang laki-laki jangan ngiri ya, Insya Allah kedudukan kami sesuai dengan sepatutnya. Karena walaupun “surga di telapak kaki ibu, tapi surga seorang istri tetaplah pada suami”.

Anakku........

Musuh Islam tahu bahwa wanita adalah aset yang berharga, madrasah pertama bagi anaknya. Mereka tahu bila ingin merusak generasi masa depan, terlebih dahulu rusaklah wanita calon ibu para generasi masa depan. Karena itu nak kokohkanlah keimananmu. Jadilah wanita muslimah yang tangguh, punya kontribusi besar untuk umat ini. Mereka membuat slogan-slogan yang menyesatkan. Mereka katakan jilbab itu bentuk diskriminasi perempuan. Mengarahkan wanita untuk bergaul bebas tanpa batas. Menghempaskan para wanita ke lembah kenistaan. Wanita di tunjukkan, diperlombakan, dipertontonkan untuk dinilai dan dikomentari.

Hati-hatilah nak......

Jangan kembali ke masa lalu. Dalam peradapan Yunani, Romawi, Yahudi maupun Arab jahiliyah, wanita hanya dipandang sebagai kuman.  Bahkan di jaman now, ketika banyak orang diluaran sana mengagung-agungkan budaya Barat yang katanya modern. Nak, itu hanya sementara. Ketika muda , masih cantik dan menarik kau akan dijadikan komoditas dipuji dan dipuja, tapi ketika sudah tua renta tak berdaya kau hanya akan dipandang sebelah mata. Bahkan takkan dianggap.

Logikanya.....

Tubuh ini nak, seharusnya ditutup yang rapi. Ya menutup aurat. Ibaratnya permen, bila permen itu dijual dalam kondisi terbungkus rapi, banyak orang ingin membeli. Tapi ketika permen tidak terbungkus, jangankan membeli. Mungkin dikasih gratispun orang tak ingin mencicipi.
Nak maafkan keinginan ibumu yang terlalu tinggi.......

Karena kadang-kadang ibumu ini ingin kalian menjadi seperti :

Khadijah binti Khuwailid

Wanita pertama yang mendukung dakwah Rasululloh dengan seluruh jiwa raga dan hartanya. Yang membenarkan risalah beliau disaat semua orang mendustakannya.  Khadijah yang bergelar Ath Thahirah (wanita yang suci) berpikiran matang, cerdas dan terpandang. Ummul Mukminin wanita teragung sejagat raya sekaligus istri dari manusia paling agung sepanjang jaman.

Wanita seperti Saudah binti Zam’ah....

Seorang wanita yang selalu berusaha meringankan beban penderitaan Nabi Muhammad.  Yang ingin menyenangkan hati Nabi walaupun dengan mengorbankan kesenangan pribadinya. Wanita yang dermawan dan murah hati. Tak pernah tergoda oleh kemewahan dan kesenangan dunia. Setiap kali mendapat harta, maka ia akan mengutamakan orang-orang yang ada disekitarnya karena lebih mendambakan kenikmatan abadi di sisi Allah yang tidak akan sirna dan musnah. Wanita yang tetap berpegang teguh ajaran dan wasiat yang ditinggalkan oleh Rasulullah.  Ia tetap beribadah, suka berpuasa dan shalat malam karena Allah.

Wanita seperti Aisyah binti Abu Bakar

Wanita cerdas yang kesuciannya diumumkan dari tujuh lapis langit dan seorang istri Nabi di dunia dan akhirat. Wanita yang hidup dilingkungan keluarga Abu Bakar Siddiq, yang selalu belajar kezuhudan dari sang ayah yang mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah dan hatinya tidak pernah sedikitpun terpaut dengan materi dunia yang pasti akan sirna. Wanita muslimah yang sangat mengerti dengan segala perintah Allah. Ia merenungkan hakikat kehidupan dunia dan perjalanannya menuju alam akhirat. Hal ini yang membuatnya merasa takut terjerumus dalam godaan dunia, sehingga berusaha menjauhkan tubuhnya dari tempat tidur, membersihkan hatinya dari ketamakan, dan hasratnya untuk membumbung tinggi meninggalkan hal-hal yang remeh. Rajin berpuasa dan tekun beribadah dengan mata sembab karena sering menangis han hati yang rindu kepada-Nya.

Nak jadilah wanita yang mencontoh Rasulullah dan bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari para shahabiyah yang menimba ilmu langsung dari beliau. Shahabiyah Hafshah binti Umar seorang ahli puasa dan shalat, Ummu Salamah yang kesabaran dan ketabahannya membuahkan balasan agung, Zainab binti Jahsy yang pernikahanya di atur dari Tujuh lapis langit, Juwairiyah binti Al Harits wanita paling berkah bagi kaumnya dan masih banyak lagi shahabiyah-shahabiyah lainnya.

Untuk Ketiga Gadis Kecilku, Ibu hanya bisa berusaha dan berdo’a semoga Allah senantiasa menjadikan kalian menjadi penebar kebaikan, selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.


Terima kasih buat mbak Juli yang udah bikin tema tentang curhatan untuk si buah hati. Kepoin juga yuk curhatan mbak Juli, klik di https://yastirefrides.blogspot.co.id





2 komentar:

  1. Duh senangnya banyak putri cantik dirumah untuk menemani ibunya dan bisa menjadi teman juga

    BalasHapus
  2. Ungkapan hatinya mba mengingatkan daku juga mba sebagai seorang putri Dr bunda. Makasih mbaak😘
    Salam untuk kakak2 cantik Sholehah dirumah😘😘😘

    BalasHapus