Kamis, 18 Januari 2018

Belajar Menulis bersama IIP Batam
     
Sebuah cerita bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan. Cerita yang disampaikan secara lisan membutuhkan kata-kata yang menarik disertai ekspresi, mimik dan gaya agar cerita bisa dipahami pendengar. Lihatlah ekspresi orang yang mendengarkan, ada yang datar, ada yang terbawa suasana seolah-olah masuk kedalam cerita, ada yang outfocus, cuek dan lain-lain. Dipengaruhi oleh gaya dari orang yang menyampaikan cerita, kondisi saat itu dan suasana hati dari pendengar itu sendiri.

            Saya sendiri sangat suka membaca buku cerita baik fiksi maupun kisah nyata. Dari usia SD setiap buku cerita apapun habis saya lahab. Ketika SMP sering duduk manis di perpustakaan. Lanjut di SMK sering berhenti didepan mading membaca cerpen hasil karya teman-teman yang lain. Ketika kuliah dan kerja selalu mencari tahu dimana ada perpustakaan. Trus tulisanmu sendiri kapan dibaca orang?

            Iya kapan. Ketika sekolah saya tidak pandai membuat karangan. Tidak pandai berkata-kata apalagi bercerita. Mungkin karena itu saya hanya menjadi pembaca setia. Maka ketika di sebuah grup Foundi IIP Batam ada woro-woro tentang rumbel (rumah belajar) saya ikut rumbel menulis.  

            Ya... menulis. Asyiknya bisa menulis.  Bisa menuangkan ide, bisa berbagi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dan alhamdulillah dengan bergabung di rumbel Menulis IIP Batam, saya bisa menuangkan ide-ide ke sebuah blog  www.alumistory.com . Ide atau gagasan yang selama ini hanya mengendap di perasaan dan berada dipikiran.  Menghasilkan sebuah tulisan itu rasanya sesuatu banget. Bertemu dengan orang-orang dengan passion yang sama. Menyelesaikan setiap tantangannya dan saling berbagi ilmu serta informasi. Semoga setiap tulisan saya bermanfaat bagi para pembaca.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar