Selasa, 06 Februari 2018

5 Penyebab Pikiran “Blank”

            Keringat dingin, tangan basah, kepala yang tidak gatal tapi tetap digaruk, meremas-remas tangan, membetulkan posisi kacamata, jantung berdetak kencang tak beraturan, waktu serasa berjalan sangat pelan. Pernah merasakan hal ini? Ya pasti pernah, entah ketika menghadapi sebuah ujian kuliah, wawancara pekerjaan, memberi sambutan didepan ratusan atau ribuan audience, saat menghadapi detik-detik pernikahan,  dan lain-lain.

            “Blank” tidak tahu mau berbicara apa. Seolah semua perbendaharaan kata menghilang tanpa jejak. Apalagi bila disuruh berbicara di depan umum, berada didepan audience sebuah forum, tak ada satupun yang keluar,  tercekat. Pernah nggak sich seperti itu, saya ingin berbicara tapi kok blank?

            Anehnya sebelum tampil sudah berlatih dirumah baik-baik saja, tapi ketika sudah berdiri didepan forum, kenapa tiba-tiba blank. Blank atau gelap pikiran ketika berbicara adalah tanda masih adanya pola pikir yang salah atau pola pikir yang kacau.
Penyebab pikiran “blank” antara lain:

1.      Sombong
Bila seseorang membohongi dirinya sendiri,  berani tampil didepan umum sebagaimana bukan layaknya dirinya.

2.      Malpikir ingin sukses
Kesalahan dalam berpikir, dia ingin sukses berbicara didepan umum. Sekedar sukseskah? Apa ukuran sukses? Tepuk tangan yang  meriah atau suasana yang semarak ? Sebelum berbicara tapi sudah berpikir yang demikian justru akan membebani pikiran anda sendiri yang pada akhirnya membuat blank. Mulailah ketika sebelum berbicara, posisikanlah, “saya berbicara untuk menyampaikan sesuatu/ sharing”, “saya berbicara di depan umum untuk menghibur audience”, dan lain-lain. Berpikirlah anda berdiri didepan bukan karena anda hebat, tapi karena anda ingin sharing.

3.      Takut diuji audience
Ketakutan ini pertanda bahwa anda tidak banyak memiliki alternatif jawaban. Sebagai contoh ketika anda menyampaikan perihal  “workshop photoshop”. Tentu secara garis besar anda tahu mengenai photoshop. Ketika ditanya perihal photoshop bisa menjawab. Tapi ketika pertanyaan audience sudah melenceng dari materi, dan anda tidak tahu jawabannya anda bisa sampaikan untuk jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita bahas dilain waktu dan sekarang kita fokus ke pembahasan materi photoshop. Cukup elegan.

4.      Malu
Ketika maju didepan sebuah forum tentu banyak mata memandang Anda. Malulah dilihat banyak orang. Loh kok malu.  Jadi maunya apa? Apakah Anda mau berbicara di depan tapi tidak ada satupun yang memandang dan memperhatikan? Kalo gitu ngomong saja didepan cermin, jangan didepan banyak orang. Namanya mirror speaking bukan public speaking. Ingatlah ketika banyak audience yang melihat  berarti mereka mau tahu, penasaran, anda disukai dan diperhatikan.

5.      Pola pikir yang salah mengenai posisi
Wah audience  ada pak kepala sekolah, keringetan, wah ada pak wali kota, gemeteran, wah ada pak presiden, pingsan. Ketika diantara audience itu ada orang-orang yang pintar atau lebih hebat dari kita, sesungguhnya itu adalah titik aman bagi kita. Sehingga ketika menyampaikan kok ada kesalahan, ya wajar sampaikanlah permintaan maaf karena yang berbicara didepan ini tidak lebih hebat daripada audience. Tapi bayangkan bila anda bisa berbicara “se-level” dengan mereka orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya. Bukankah itu menakjubkan?
Tapi dari pada memikirkan pangkat, kedudukan, pendidikan, kasta dan lain sebagainya lebih baik anda mulai berpikir dengan tenang, “saya disini hanya sekedar sharing, saya disini hanya menjalankan amanah, dan seterusnya”

Dari kelima penyebab “blank”, tentu anda perlu banyak latihan dan pembiasaan. Seiring dengan bertambahnya jam terbang/ seringnya tampil didepan public membuat anda lebih cepat menyembuhkan penyakit “blank”.

Referensi:
“The secret of PUBLIC SPEAKING Era Konseptual” Tubagus Wahyudi, ST., Msi., MCHt., CHI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar