Selasa, 13 Februari 2018

Objek Wisata Paling Terkenal di Kota Nganjuk Jawa Timur

Anjuk Ladang sebutan untuk kota Nganjuk daerah sejuk nyaman, bersih indah aman dan tentram.  kota kecil di Jawa Timur ini. Belum sah rasanya bila di kota Nganjuk tapi belum mampir ke tempat wisata yang satu ini. Karena bila membahas perihal objek wisata yang ada di Nganjuk, posisinya selalu ditempatkan di nomer urut yang pertama. “Air Terjun Sedudo”





Kondisi beberapa tahun yang lalu sumber: https://3.bp.blogspot.com

Kurang lebih berjarak 32km dari pusat kota Nganjuk dengan jalan yang berliku-liku menuju Desa Ngliman, kec. Sawahan. Air terjun sedudo ini berada dilereng gunung Pegunungan Wilis. Yang berbatasan dengan Kota Kediri, Trenggalek dan Madiun.

Bila ingin pergi ke objek Wisata Air Terjun Sedudo, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan. Bisa naik angkutan umum jurusan Sawahan kemudian naik ojek hingga ke tempat wisata. Bisa juga naik travel. Lebih murah bila naik kendaraan sendiri asalkan tetap hati-hati karena jalanan yang berkelok-kelok dan tegak dengan kemiringan mencapai 45%.

Dari Terminal Baru –Nganjuk bisa menempuh perjalanan melalui pusat kota Nganjuk yaitu Jl. A. Yani lurus ke arah Loceret. Dari simpang tiga Loceret belok ke kanan, ke arah Desa Berbek (Pasar Berbek). Setelah pasar Berbek ke arah puskesmas Berbek, di lampu lalu lintas berikutnya belok kiri lurus. Menyusuri setiap meter jalanan aspal berikutnya Anda akan menjumpai persimpangan Jembatan Kuncir, silahkan belok kanan.  Dari sini perjalanan akan semakin mengasyikkan karena pemandangan di sepanjang jalan, sungai yang memanjang dengan bebatuan khas sungai yang berwarna hitam, sawah-sawah yang luas, jalanan aspal yang berliku-liku terkadang terdapat tikungan yang tajam, saya sarankan kurangi kecepatan kendaraan. Lumayan jauh berkilo-kilo meter.

Setelah sampai di terminal Sawahan, persiapkan diri dengan :

1. Mengecek kendaraan
Kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4 pastikan kondisinya serta bahan bakarnya serta sopir yang mumpuni. Perjalanan selanjutnya tidak hanya disuguhi pemandangan yang lebih indah tapi juga andrenalin yang semakin meningkat. Jalanan berliku plus tanjakan yang tajam. Perhatikan notice dari petugas tiket yang akan Anda jumpai di desa Ngliman, apakah tempat wisata sedang dibuka atau tidak, saat itu kondisinya berbahaya atau tidak. Waktu yang tepat untuk main ke sana adalah musim kemarau. Disaat musim hujan, masih sering terjadi longsor batu. Tapi bila sekaligus ingin melihat “Prosesi Siraman Air Terjun Sedudo” datanglah pada tanggal 01 Suro (01 Muharram) pada penanggalan Jawa. Di bulan Suro, pengunjung Wisata ini biasanya membludak. Dengan pengunjung yang berbondong-bondong datang kesana, beramai-ramai naik bus.

2. Membekali diri dengan makanan dan minuman serta baju hangat/ jaket serta baju ganti bila Anda berniat mandi di air terjun nanti.
Suhu di area wisata sangat dingin, penting bagi pengunjung  yang tidak tahan dengan suhu yang dingin agar mempersiapkan baju hangat atau jaket. Makanan dan minuman memang tersedia banyak dijual oleh para pedagang di sekitar area wisata. Tapi karena jaraknya jauh dengan pemukiman penduduk otomatis harganya lebih mahal daripada biasanya.

3.  Bekal uang
Tidak banyak-banyak tapi cukuplah untuk membeli sesuatu yang “enak” di area wisata ini. Makanan enak yang dimakan dalam kondisi suhu yang super dingin.

Mengecek kendaraan, bekal makanan, minuman serta baju hangat berjalan perlahan ke arah desa Ngliman langsung Anda temui perjalanan yang menanjak naik. Kemudian menurun lagi sampai di Jembatan, menanjak lagi dengan tikungan yang tajam. Disini bagi orang-orang yang tidak biasa melewatinya silahkan super hati-hati. Dan untuk perjalanan berikutnya kondisi jalanan nya relatif sama. 

Pemandangan di kanan kiri perjalanan Anda akan melihat banyaknya sawah dan ladang penduduk, yang ditumbuhi berbagai macam tanaman baik itu padi maupun tanaman tumpangsari. Ada juga tanaman bunga mawar, yang ketika bulan Ramadhan harganya lumayan mahal. Banyak terdapat pohon cengkeh yang merupakan komoditas penduduk di Kecamatan Sawahan. Pohon cengkeh banyak diambil manfaatnya dari batang, daun maupun bunganya bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Di kecamatan Sawahan sendiri terdapat beberapa pabrik penyulingan minyak cengkeh yang dihasilkan dari daun cengkeh yang rontok (baik daun hijau maupun daun yang sudah kering).
Selain pemandangan berupa sawah ladang para penduduk, terdapat pemandangan yang mendominasi yaitu pegunungan Wilis yang tinggi menjulang dihiasi oleh pohon pinus. Ya.... dimana-mana ada pohon minus. Khususnya di area hutan. Pohon-pohon ini adalah milik Perhutani yang bisa diberdayakan oleh para penduduk dengan cara, para penduduk bisa merawat pohon dan areal sekitar hutan dengan ditanami tanaman lain seperti jagung, jahe, dilem, dan lainnya serta menyadap pohon pinus yang hasil sadapan getahnya dijual ke Perhutani. 

Mendekati  areal tempat wisata Air Terjun Sedudo, sudah mulai terdengar gemuruh suara air terjun. Di kejauhan kita juga sudah bisa merasakan rintik-rintik gerimis dari air terjun. Hawa dingin mulai menggigit tulang. Dari areal parkir kita sudah bisa mengintip pemandangan air terjun ini. Semakin melangkah mendekati, di pinggiran pagar areal parkir motor kita bisa melihat pemandangan air terjun ini secara utuh. Untuk mencapai air terjunnya silahkan pelan-pelan sambil menyiapkan kamera, menuruni anak tangga yang dikanan kirinya terdapat para penjual makanan dan minuman. Dingin-dingin minum kopi, makan jagung bakar plus gorengan....... wahhh nikmatnya. Tidak itu saja, teruskan perjalanan Anda sampai di dekat kolam air terjun ini. BRRRRRR dingin yang semakin menusuk tulang. Kalau tadi dinginnya menggigit tulang sekarang serasa ditusuk oleh dinginnya suhu air terjun.

Dingin. Dingin. Sensasi yang lebih lagi bila Anda turun ke kolam atau mandi langsung di bawah terpaan air terjun Sedudo. Silahkan acungkan jari bila tahan selama 30 menit berdiam dibawahnya. Saya jamin bibir berwarna biru-biru, jari-jari tangan menjadi “kisut” mengkerut, saking dinginnya. Tapi tenanglah bila tidak membawa baju ganti, disana banyak orang berjualan baju bertuliskan “Air Terjun Sedudo” yang bisa jadi oleh-oleh sekaligus kenang-kenangan.
Nasi jagung khas Sedudo

Lapar-lapar. Jangan lupa yang satu ini. Makanan mie rebus atau mie goreng instan yang biasa dibuat ketika tanggal tua, kenikmatannya tiada tara dan terasa berbeda ketika dimakan setelah mandi di wisata ini. Tapi bukan itu referensi saya, karena mie instan bisa dimakan dirumah. 

Rasakan, cobalah, cicipi dan nikmati makanan yang  satu ini. Disebuah pondokkan didekat kolam air terjun beberapa pedagang makanan ini berjejer dengan bungkus daun pisang atau daun jati. Makanan yang mengandung karbohidrat “Nasi Jagung”. Nasi jagung yang terbuat dari jagung yang ditumbuk halus menjadi tepung kemudian di masak sedemikian rupa hingga menjadi nasi jagung. Rasa nasi jagung cenderung tawar, tidak pulen seperti nasi dari beras. Lauk nasi jagung ini yang khas adalah urap daun kemiri dan lamtoro/ petai cina, ikan asin goreng, rempeyek. Tapi banyak juga pilihan lauk nya yang lain, jangan lupa air minum. Jangan sampai makanan nyangkut di tenggorokan atau di dada. Makan saja pelan-pelan, nikmati, sambil merasakan dinginnya hawa areal wisata Air Terjun Sedudo.

Come here.

1 komentar:

  1. Keren air terjun Sedudo ya,kak ...
    Cakep buat foto-foto dipinggir air terjunnya.

    Aku juga suka lihat tampilan saluran airnya ☺

    BalasHapus