Kamis, 10 Mei 2018

Dunia baru bagi seorang ibu, suka atau duka?


Review Blog si Ibuk

                Ide menulis artikel bisa berasal dari mana saja seperti artikel kali ini berasal dari ide brillian si Ibuk Desy Oktafia. Hm jangan salah sebut ya....... Oktafia bukan oktafiani. Ibu muda yang satu ini baru memiliki satu putra (Khalid) dan sebentar lagi launching anak yang kedua. Tidak mudah bagi seorang wanita karir kemudian memutuskan untuk resign dan fokus ke urusan domestik rumah tangga. Yang awalnya di dunia kerja dengan segala rutinitasnya  kini berpindah ke sebuah dunia baru bagi seorang ibu, banyak sukanya atau dukanya ya?

Apakah Anda pernah mengalaminya?

                Menjadi seorang ibu yang tidak ada sekolahnya tentu tidak mudah ya. Hayo siapa bilang mudah. Apa pasal? Ya karena sewaktu sekolah kan juga tidak diajari bagaimana seorang ibu yang baik dan benar. Adanya pelajaran ini pelajaran itu dan mata kuliah ini mata kuliah itu. Bekal menjadi seorang ibu justru kebanyakan di dapatkan melalui pengalaman, contohnya dengan melihat ibu kita sendiri, belajar dari referensi buku, bertanya kepada ibu mertua ya kan buk?

                Hal-hal yang dialami oleh ibu-ibu jaman now bisa jadi berbeda dengan ibu-ibu jaman old. Seperti memutuskan resign dari pekerjaan si Ibuk di sebuah bank bukanlah sebuah keputusan yang mudah diambil.  Kehadiran buah hati membawa kebahagiaan tersendiri. Ketika sedang mengandung berasa capeknya, makan tak enak, tidur tak nyenyak tapi beratnya dan sakitnya ketika melahirkan hilang seketika saat mendengar tangisan pertama si buah hati. Terharu antara suka dan duka, menjadi ibu itu luar biasa rasanya.

                Sang buah hati merupakan anugerah dari Allah sekaligus ujian. Satu paket ya komplit. Ada saatnya kita sangat bahagia. Ada saatnya kita harus sabar mengelus dada, ambil nafas yang puanjang, tahan tahan tahan..... jangan lupa dilepaskan. Biar tidak sesak menghadapi ujian. Bagaimana si kecil bisa membuat kita tersenyum, tertawa dan garuk garuk kepala atau bahkan ingin mencakar-cakar tembok (ssstttt ini pernyataan si Ibuk ya).

Bagaimana dunia baru bagi seorang ibu ini bisa dibaca di blog www.desyoktafia.com

                Saya sendiri tertarik dengan tema cakap mamak nya si Ibuk. Ada beberapa tema yang sudah di angkat yang  menceritakan bagaimana keseruan menjadi seorang ibu, antara lain:
1.       Mamakku aturanku (Mantap makk, karena beda anak beda penanganannya, beda masalah beda solusinya)
2.       Kisah resep gagal (Awal-awal resep gagal, eh belakangan malah puinter walau tetap menghindari masakan yang biasa dimasak mertua, bukan gak mau tapi takut kalah saing ding! Wkwkwk)
3.       Bahagia menjadi ibu (iya mak bahagia... walau ada kejadian yang beti beti sama ai... biasa warna-warni dunia ibu dan anak)
4.       Hal tak terduga bersama khalid (saat membaca artikel ini mau ketawa juga bawaannya, hm kok ada yang sama ya, lah kok bisa ya ixixixi)
5.       7 Ide bermain dirumah ala khalid (bisa nih dipraktekin di rumah kite)
  
                Dari sekian banyak artikelnya di blog ini tema yang paling sering di angkat yaitu cerita khalid dan parenting.  Memang si Ibuk ini excited  perihal dunia ibu ya sesuai dengan tagarnya. Antara tema cerita khalid dengan parenting kan hampir sama tak jauh-jauh dari cerita anak dan orang tua.  Keseruan dengan anak ternyata bisa jadi cerita dan artikel yang bermanfaat terutama bagi ibu-ibu lainnya. Ngintip di blog si Ibuk ini gaya bahasanya bikin ketawa karena lucu. Banyak artikelnya yang memakai bahasa ngobrol out of KBBI. Tapi justru asyik dibaca. Bisa jadi memang itulah style nya ya, kreasi itu tanpa batas kok yang membatasi cuma rasa malas hehehe. Atau gaya bahasa si Ibuk ini ada  dipengaruhi dari kesukaannya terhadap Raditya Dika. Eits kalau mau tahu intip aja deh blognya biar nggak penasaran. Hati-hati lo penasaran bikin gentanyangan....ea.....

24 komentar:

  1. Makasi mba lumi reviewnya :)
    Aku terharuuuu~

    BalasHapus
  2. Wanita memang luar biasa ya. Mengorbankam karir demi mengurus sang anak. Salut utk para mamak dan ibuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. warr biasanya tu disini ko...demi anak. tapi kalo karir ayah yang di korbankan bisa gawat nanti

      Hapus
  3. Hai partner ngoding hehehee.. Saya dah follow nih blognya Desy, usul, mbak Lumi juga bikin button follow dong.. jadi saya bisa follow blognya juga.

    BalasHapus
  4. Salut dengan mbak Desy, kreatif dan smart mom. Kebahagiaan mengurus anak dan mendidiknya sendiri tak akan terbayar oleh apapun. Karena kelak, orangtua lah yang akan memetik hasilnya di dunia dan akhirat. Semangat moms...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. untukmu ibu....
      semua ibu keren ruarrr biasa

      Hapus
  5. Salut deh buat mbak desy.. .. Kapan yah saya di review.. Hahaha wanita wonderwomen

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh juga.... mau pake bahasa digital apa bahasa manusia ya

      Hapus
    2. sebenarnya mau bilang superwoman lah itu.... supermommy de el el

      Hapus
  6. salut sama mbak desy.tetap semangat ya mbak.Review blog yang sangat menginspirasi.

    BalasHapus
  7. Wahh si ibukkkk......

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhhh mbak juli..... saya mau review maryam bolehhhh

      Hapus
  8. Meluncur dlu ya ke blog nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati-hati mbak entar kepleset loh jangan meluncur kencang-kencang

      Hapus
  9. Wah udah mau punya baby lagi ya? Selamat Ibuk Des. Semoga nanti dlnacarkan semuanya.

    BalasHapus
  10. Jadi pengen kenalan dengan so Ibuk in... Isinya parenting semua... Awesome

    BalasHapus
  11. dulu waktu fokus ngurus anak dr bayi sampe usia 3 thn sebelum kerja lagi saya juga kepikiran tuk nulis ttg parenting
    tp karena urus anak sendir..ga ada anggota keluarga lain yg bantu...buka laptop aja udah lelah hahaha
    maklum fokus urus anak...tp klu diingat sekarang banyak hal yg perlu dibagi

    BalasHapus