Jumat, 28 September 2018

Aliran rasa materi Komunikasi Produktif



Apa yang dipikirkan bisa menjadi perkataan. Perkataan bisa menjadi perbuatan. Perbuatan bisa menjadi nasib kita. Memang lidah ini tak bertulang tapi apa yang keluar bisa bagai pedang. Bisa digunakan sesuai maunya yang punya lidah. Tajam bagai pedang. Saking tajamnya bisa membunuh seseorang. Bisa memastikan secara fisik maupun secara batin.
Hati-hati...
Iya hati-hatilah dalam berkata-kata. Mulailah atur pikiran menjadi pikiran yang positif. Agar apa yang keluar juga positif.
Anak bisa jadi cermin yang sempurna. Didikan dari berbagai karakter manusia disekitarnya. Terutama keluarga. Alhamdulillah dalam materi komunikasi produktif ini dengan gamenya berkomunikasi dengan salah satu anak, membuat saya lebih melihat dan menganalisa serta koreksi diri kekurangan seorang ibu. Banyak sekali yang saya rasakan.
Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya

Saya mulai istiqomah untuk mengganti kata “masalah” dengan kata “tantangan”.  Karena saya tipe orang yang belajar sedikit praktekkan, bisa nya sedikit demi sedikit satu kata saya istiqomahkan. Bila sudah terbiasa baru ditambah dengan kata-kata yang lain.
KOMUNIKASI PRODUKTIF

Senin, 17 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesebelas




Alhamdulillah lagi lagi saya berterima kasih ke Ibu Profesional yang sudah berbagi ilmu yang tak ternilai harganya. Hari ini walau hari ke sebelas, lewat dari tantangan 10 hari saya masih ingin tetap mengabadikan komunikasi produktif ku dengan si kakak. Saya ingin mengevaluasi adakah saya sudah melakukan yang terbaik atau belum.

Dan hasilnya sayalah memang yang harus banyak belajar. Apalagi sebagai seorang ibu, sayalah yang menjadi awal mula tonggak pendidikan itu. 

#hari11
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Minggu, 16 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesepuluh




Hari ini saya mengantarkan anak-anak untuk les sempoa. Harusnya jam 9 sudah ready untuk belajar. Akan tetapi berhubung si adik main entah kemana dan harus dicariin terlebih dahulu jadilah agak molor jadwalnya.
“Ummi nanti jemput jam 11 ya?” kata si kakak. Saya agak ragu menjawabnya karena jam 11 bisa dipastikan saya masih dikampus. Kalaupun kegiatan kampus sudah selesai maka jam segitu saya masih di perjalanan. Karena jarak rumah dan kampus lumayan jauh. Sementara saya harus ke kampus sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai ketua BEM dikarenakan hari ini kampus mendapatkan musibah yaitu kebanjiran dan kemalingan.
“Ummi bener lo ya nanti jemput jam 11.” Tegas si kakak meminta kepastian dari saya. Dan saya tetap tidak menjawabnya. Akhirnya saya pun tidak memberitahukan kepada si kakak bahwa hari ini saya akan pergi ke kampus. Karena bila itu saya lakukan, akan mengubah mood nya untuk belajar. Belum lagi melihat alisnya yang makin berkerut.
Jam 11 lebih ada WA dari guru les nya. Dan saya minta tolong kepada guru les nya untuk mengantarkan ke rumah. Dulu biasanya si kakak pergi les mau dengan naik sepeda sendiri. Tapi sekarang mau nya di antar oleh umminya.
Sepertinya si kakak kecewa dengan saya karena suaranya hari ini agak tinggi dibanding biasanya. Dan saya harus berbicara dari hati ke hati agar hal ini tidak terulang lagi.


#hari9
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Jumat, 14 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesembilan




“Adik anis bangun, adik bangun, itu ada upin ipin lewat di depan rumah kita lho.” Kata si sulung.
Si kecil langsung terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Langsung keluar rumah membuka pintu. Dan dia bertanya dimana upin ipin.
Sebenarnya saya ingin tertawa dengan cara kakaknya membangunkan si adik, akan tetapi saya tidak melakukan itu karena apa yang dilakukan kakak adalah sebuah kebohongan. Saya khawatir nanti adiknya tidak akan percaya kepada sang kakak dan kakak juga menjadi terbiasa bohong, meski tujuannya hanya sekedar membangunkan adik yang memang agak susah bangun pagi.
“Tak ada dik. Masak ada upin ipin diluar. Upin ipin adanya ya di tipi lah.” Kata si kakak.
“Aaaahhh, kakak bohong bohonglah.” Sahut si adik sambil tertawa karena termakan perkataan si kakak.
“Kakak kok bohongin adik. Mana boleh seperti itu.” Kata Ummi.
“Habisnya adik tak mau bangun, padahal mesti bangun ntar sekolah terlambat” jawab si kakak.

Ok. Sepertinya saya akan membahas masalah ini dalam forum family nanti malam.

#hari9
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Komunikasi Produktif Hari Kedelapan




Tak ada benar dan salah dalam mengerjakan Nice Homework yang ada di Perkuliahan Ibu Profesional. Yang ada adalah proses dalam mengerjakan NHW dan menceritakan hasilnya. Sesudah dijalani kemudian diceritakan kembali agar ada evaluasi dan perenungan. Kemudian perubahan ke arah yang lebih baik.

 Hari ini saya meminta tolong kepada si sulung untuk memasak dengan panduan dari saya. Si sulung tidak mau makan lauk ikan dan daging, maunya ayam. Baiklah kita masak bareng ya..... lebih tepatnya saya hanya memberi komando apa-apa yang harus disiapkan dan dilakukan. Si sulung yang mengerjakan dan dengan rasa bahagia dia makan hasil karyanya. Tarraaa...ayam kecap.

Saya berusaha memberikan kepercayaan terhadap si sulung untuk melakukan sesuatu yang menunjukkan “ini loh kamu bisa”.


#hari8
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Kamis, 13 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Ketujuh



“Ummi bukalah semangkanya. Adik mau semangkanya.” Rengek an si kecil karena melihat ada semangka yang saya taruh di meja makan.
Alhamdulillah tadi  ada wali murid yang memberikan semangka 1 biji.
“Iya boleh, ambillah piring besar dan pisaunya.” Kata saya.
“Iya dik ambil bawa sini, kakak yang bukain” kata si sulung.
Tak berapa lama si kecil semangat pergi ke dapur untuk mengambil piring dan pisau. Tapi ternyata yang diambil malah sebuah mangkok.
“Yah adik. Bukan itulah. Ambilnya piring.” Kata si sulung.
Si kecil tertawa dan menyahut “O, piring. “ sambil memegang dahinya pura-pura lupa.
Akhirnya kami semua tertawa kecuali abinya yang masih berada di Mushola.
Si sulung sudah terampil memegang pisau dan membelah semangka menjadi 2 bagian. Di sisakan setengah untuk dimakan besoknya. Sambil menunggu semangka selesai dibelah, saya menelepon neneknya di kampung. Mendengar suara neneknya di HP mereka semuanya tersenyum dan tertawa sambil memanggil nama neneknya dan kakeknya. Sebenarnya sudah lama mereka meminta untuk menelepon, akan tetapi saat bisa menelepon ternyata sinyal di kampung timbul tenggelam sehingga tidak bisa tersambung. Lain waktu sekalinya saya bisa menelepon eh, anak2 lagi main di luar rumah sehingga tidak bisa ngobrol dengan neneknya.

Alhamdulillah
Berkumpul dan tertawa bersama mereka adalah sebuah kebahagiaan yang sangat berharga.

#hari 7
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Rabu, 12 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Keenam



 “Mi... apa itu shoplen”, tanya si sulung.
“Hm shoplen. Apa itu ya?” tanyaku kembali karena bingung dengan apa yang dimaksud oleh si sulung.
“Itu lho mi yang ditaruh dimata.” Jawabnya
“Oh itu softlens bukan shoplen kak. Itu untuk mata sebagai pengganti kacamata.” Jawabku
“Ayok mi kita periksa mata. Kata kawan kakak dia periksa trus pake softlens. Nanti matanya bisa macam-macam warnanya.” Lanjutnya
“Softlens itu bukan untuk gaya-gaya an lo kak. Tidak sembarang memakai softlens. Kalau sembarangan bisa-bisa merusak mata. Kalau mata kita sehat untuk apa pakai begituan. Kan kalau mata kita minus buram-buram gitu baru perlu pakai kacamata atau softlens.” Aku mencoba menerangkan kepadanya perihal softlen.
“O gitu ya mi. Jadi kalau mata kita minus buram-buram tengok tulisan kan. Nah mi mi. Mata kakak kalau tengok tulisan juga kabur lo mi. Agak-agak nggak jelas gitu”, katanya.
“Ah masa iya, mata kakak kabur ya.” Jawabku. Kemudian terlintas ideku untuk menggodanya.
“Kalau kabur ya ditangkap lah. Biar nggak lepas. Biar jangan kabur” Godaku.
Kami tertawa serempak.
“Ih ummi kok tahu. Kakak tadi juga mau ngomong gitu lo.” Katanya sambil tertawa karena ternyata dia hanya ingin membuat joke. Dan sayangnya joke nya secara kebetulan terjawab.

Itulah sepenggal obrolan dengan si sulung. Sampai hari ini saya masih belum menemukan formula yang tepat atau menulis dengan pas apa-apa yang hendak saya ceritakan di tantangan 10 hari game level 1 ini. Dalam 1 jam mungkin saya bisa hafal materinya. Tetapi saat menghadapi realnya, terkadang saya bingung. Eh yang mana satu ya poin yang akan saya kerjakan. Sehingga baru seperti inilah yang bisa saya tulis. Terima kasih kepada Ibu Profesional atas materi-materinya yang luar biasa.


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#institutibuprofesional


Selasa, 11 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Kelima




“Mi, buku kakak dipinjem lo sama kawan.”, lapor si kakak.
“Ya alhamdulillah bisa ngasih pinjem sama kawannya.” Kataku.
“Tapi mi, kakak tak mau lah kasih pinjem lagi soalnya dia balikinnya lama. Masak besok mau ujian tapi bukunya belum dibalikin. Kan kakak juga mau belajar. Dia janji balikin hari itu tapi bohong.”  lanjutnya.

“ Ya kasih tau saja kak, kalau mau minjem mesti tepat janji kapan baliknya. Soalnya kasihan lo, dia itu anak yatim. Tak ada ayahnya. Tak seperti kakak. Entahlah tapi kawan yang lain juga digituin. Jadinya waktu ujian bingung mau belajar pake buku apa.” Kata si kakak

Sepenggal percakapan ini menjadi PR bagi saya untuk memberi pemahaman kepada anak bagaimana cara memberi pinjaman dan membuat kesepakatan agar peminjam maupun orang yang memiliki barang tidak merasa dirugikan.  

#hari  5
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Minggu, 09 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 4

“Kakak minta tolong jaga adik ya?”
Dengan muka masam dan alis yang hampir bersatu, si kakak menjawab, “Kenapa ummi. Adik diajak sajalah.”
“Kak ummi ke batam centre. Ummi jadi MC untuk acara kampus.” Kataku dengan sengaja tidak mengatakan bahwa acara kami di sebuah mall. Karena kalau mendengar kata mall pasti semua minta ikut sementara dalam kegiatan nanti saya belum tahu akan seperti apa kondisinya. Hanya saja biasanya si kecil  selalu ikut kemana-mana sehingga saat saya naik kepanggung pun juga ikutan.
“Kak, ini ya lauknya nanti kalau adik minta makan.” Tambahku.
“Nanti ummi pulang jam berapa?” tanya anakku.
“Ummi pulang nya kalau nggak sore ya malam ya.” jawabku.
Duh, nak sebenarnya ummi ingin mengajak kalian bersama-sama akan tetapi situasi belum memungkinkan. Lain kali akan ummi tebus dengan mengajak kalian ke tempat yang kalian suka. Tapi senangnya saya meski masih ada manyun muka masam si kakak, dia mulai terbuka untuk menceritakan pengalamannya. Ya. Dalam beberapa hari ini setiap kali bercerita saya berusaha untuk menatap matanya.


#hari  4
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Sabtu, 08 September 2018

Bahagianya Emak bersama Komunitas




Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.

#Sepekan Bercerita
#Rulis IP Batam
#Day5

Komunikasi produktif bunda sayang ketiga

Game level 1 Day 3

"Ummi kakak hari ini enggak les sempoa ya. Karena harus ke sekolah lagi mau latihan boleh tanding persahabatan dan habis itu belajar kelompok.", kata si sulung.

Ragu saya hendak memberikan ijin khawatir masih nanti melakukan hal-hal selain itu.

"Kenapa kok enggak sempoa, boleh main volley tapi tetap les ya." jawabku.

"Ah ummi boleh lah kan ini sama Elfa", katanya sambil menunjuk kawannya.

"Ya sudahlah kalo gitu", jawabku.

Mungkin kakak memang sedang semangat semangatnya olahraga bola volley ini. Semoga bisa membantu mengembangkan bakalan.

Jumat, 07 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 2


 
“Kak, minta tolong ya. Hari ini adik pulang sekolah nanti sama kakak karena ummi ada kegiatan di perpustakaan di Batam Center.” Pintaku kepada si sulung.
“Ah ummi. Adik nggak ikut ya.” Jawabnya dengan muka masam.
“Ya Enggak khan adik masih sekolah”, kataku.

Meski wajahnya masih masam tapi mau tak mau hari ini aku memberikan kunci rumah kepada si sulung karena kegiatannya nanti dhuhur baru sampai  rumah.

Terhipnotis oleh TV seperti itulah si sulung . TV gambarnya sudah abu-abu tidak jelas. Tumpukan baju yang belum dijemur. Ditambah tumpukan baju yang sudah kering menunggu untuk dilipat. Piring kotor berserakan. Hup, emosi langsung pecah. Dengan suara yang meninggi saya menegaskan pertanyaan, apakah ummi mesti marah baru kakak mau bantu ummi sekedar lipat baju atau cuci piring?

Astaghfirullah, ketiga anakku langsung terdiam dan tak berapa lama mereka bergantian mencuci piring. Entahlah rasa iri mereka antara satu dengan yang lain begitu tinggi. Sehingga bila mendapat tugas maka saudara yang lain juga harus sama. Tak ayal jumlah piring yang dicuci pun harus dihitung agar adil menurut mereka. Kakak cuci 10 piring/ mangkok maka adikpun juga harus sejumlah itu. Ya Allah hari ini merasa gagal untuk mengendalikan emosi.

#hari  2
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Buku Jungkir Balik Dunia Emak


Bahagianya emak bersama Komunitas

Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.



Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Pertama




“Ummi, kakak tadi selesai sholat magrib di mushola kan keluar mi. Terus kakak beli jajan tempat nenek flores. Ya ampun mi, kakak baru nyadar kalau kakak nggak pake cadar. Itu gimana mi. Boleh ya kayak gitu”, kata si sulung.
“Oh iya. Ya kakak benar-benar lupa kan. Ya gak papa lah. Kan namanya aja orang lupa. Ya tak ada hukumnya. Gak papa kok” begitu jawabku.

Ya ternyata si kakak lupa tidak memakai cadarnya setelah sholat magrib. Dan menanyakan bolehkah hal seperti itu terjadi? Hm senangnya karena kakak bisa menceritakan apa yang dialaminya hari ini.

#hari  1
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Kamis, 06 September 2018

Pekerjaan yang paling membuat Ibu bahagia

Apa sih pekerjaan seorang ibu? Ibu yang mana satu nih. Ibu karier yang bekerja di ranah publik atau domestik? Yang mana aja gak masalah ya. Umumnya pekerjaan yang dikerjakan seorang ibu hampir sama dan mirip satu dengan yang lainnya. Kalau yang dimaksud itu pekerjaan rumah tak jauh-jauh dari memasak, mencuci baju, jemur baju, menyapu, setrika, memandikan anak, membimbing anak belajar, mengepel, dan lain-lain. Rasanya tidak cukup satu kertas untuk menulis daftar pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ibu. Itu baru ibu dengan pekerjaannya secara umum. Belum lagi kalau ibu juga aktif di kegiatan yang lain tentu daftar pekerjaannya juga akan bertambah panjang, sehingga terkadang 24 jam tidak  cukup untuk menyelesaikan.

Ada seorang ibu yang suka sekali memasak, ada yang suka membuat handycraft, ada yang suka bersih-bersih, dan lain-lain. Dan boleh dong kalau ada seorang ibu yang suka banget baca buku hingga lupa waktu. Deuh mesti pasang rem cakram atau pasang alarm sebelum membaca buku. Saking asyiknya membaca kalau belum selesai satu buku rasanya belum ingin mengalihkan pandangannya ke pekerjaan yang lain. Hehehe itu pekerjaan atau hobby sih.

Hm..... pekerjaan apa yang membuat saya bahagia? Membersihkan dan mengubah sebuah ruangan. Seperti piring berserakan, kemudian cuci bersih, susun dan lap sampai kinclong. Nah disitu tu bahagianya. Karena merasa puas sudah mengubah dari yang tadinya kotor berserakan kini menjadi bersih dan tersusun rapi. Bahagianya tu disini.....

Rabu, 05 September 2018

waktu tepat untuk curhat ke suami

Waktu yang tepat untuk curhat ke suami

Bahasanya curhat nih, curahan hati. Paling top untuk emak-emak karena emak perlu pelampiasan untuk mengeluarkan kata-kata yang ada didalam pikirannya agar tetap waras. Tapi kata-kata yang positif dan  bermanfaat ya.

Emak kadang curhat bukan minta solusi, tapi hanya ingin didengarkan dah lega. Semacam bisul yang harus dipencet baru sembuh sakitnya. Iya kah? Yang tidak sepakat tidak apa-apa. Tapi walau diluar rumah kelihatan pendiam, emak-emak itu aslinya kalau didalam rumah gak bisa diam. Kata-katanya bisa panjang dan lebar. Kalau dibukukan bisa jadi novel atau cerita bersambung yang tidak ada endingnya. Menurut survey kecil-kecilan, kalau ditanya siapa yang paling cerewet dirumahmu? Kira-kira apa jawabannya. Emak.

Tapi emak jangan sembarangan asal curhat bae tanpa lihat waktu ya. Deuh suami baru pulang kerja lagi capek langsung dicurhatin ntar yang ada suami bakalan tambah capek. Kalaupun curhatannya yang nyenengin terkadang suami Cuma iya-iya seperti formalitas gitu. Ah capek dan bete kan jadinya.

Sssstttt rahasia ya. Salah satu waktu curhat yang paling tepat adalah saat makan bersama tanpa anak-anak. Kalau ada anak-anak biasanya rempong ngurusin si Adik yang minta lauk. Si kakak yang rebutan paha ayam. Hm kapan curhatnya ama suami. Kebetulan di sebelum dhuhur anak-anak masih disekolah semuanya dan saat itulah makan bersama suami. Dah asyik tu sambil makan mau curhat apa enak banget diomonginnya. Deu....... besok curhat 

Selasa, 04 September 2018

kegiatan bersama anak dan ibu bahagia


Kegiatan bersama anak dan ibu bahagia

Bahagia itu tidak harus mahal. Tak perlu banyak biaya dan tenaga. Ketika memasak saya termasuk orang yang tidak suka digangguin. Tapi ketika dibiasakan anak-anak membantu ternyata enak juga ya. Bersama anak-anak karena semuanya 3 putri, otomatis semuanya diangkut ke dapur untuk membantu. Yang paling besar bertugas mengiris bawang merah dan putih serta cabe. Anak ke 2 menggoreng ikan dan yang paling kecil membantu mengupas bawang putih plus celoteh nya.

Untuk hari-hari biasanya saat saya ada kegiatan diluar, asalkan ada telur di lemari stok bahan makanan pasti bakal ada kompor yang menyala. Entah si kakak yang goreng nasi plus telur, kemudian adiknya nomer 2 mengajak kawannya ke rumah kemudian bikin ceplok telur dikasih kecap. Biasanya 1 papan telur dalam jangka 10 hari sudah ludes.



Kesukaan anak-anak untuk memasak ini berawal dari rasa penasaran mereka saat coba-coba memasak. Apalagi waktu itu juga pernah ikut kegiatan cooking class yang diadakan oleh rumbel home schooling Ibu Profesional Batam. Sebelum berangkat ada saja dramanya. Saat di tempat acara masih malu-malu untuk ikut nimbrung bersama kawannya. Nah begitu pizza nya keluar (saat cooking class memberi topping pizza) mulai lah senyuman mereka mengembang. Apalagi saat melihat hasil kreasi pizza miliknya sudah masak. Tidak habis-habis cerita itu ingin dilanjutkan. Baiklah akan kita lanjutkan kok cooking class nya dirumah kita. 

Minggu, 02 September 2018

sepekan bercerita me time

Me Time

Awalnya saya berpikir me time itu adalah waktu dimana saya tidak diganggu oleh siapapun dan saya bisa melakukan hobby saya. Yaitu membaca buku. Tapi kalau isi bukunya lagi seru bisa kebablasan. Banyak orang ngantuk saat baru sebentar membaca buku. Tapi buat saya kalau membaca novel yang tipis bisa sekali kelar. Untuk buku ayat-ayat cinta 2 yang tuebel banget itu 3 hari kelar. Tapi ujung-ujungnya itu bukan me time, tapi kebablasan nggak tahu waktu. Harusnya waktu bisa untuk mengerjakan tugas rumah malah terbengkalai semua. Apalagi kalau bukunya karya kang Abik.......
Duh kang bikin buku bagus banget yakkk, bisa ngikut ruh saya masuk ke cerita novelnya, bisa mewek-mewek di bikinnya. Dasyat.....

Berjalannya waktu akhirnya saya harus mengakhiri cerita me time yang tidak bermutu dan mengganggu stabilitas negara “saya”. Membaca buku itu bagus, tapi tentu di waktu yang tidak mengganggu pekerjaan lain. Alhamdulillah saya tempatkan hobby membaca hanya di waktu-waktu senggang dan berusaha menahan diri untuk tidak kebablasan. (Tetap hobby baca buku forever dah)
Me Time versi baru nya adalah “saat ide-ide itu berhamburan keluar dari kepala”. Kapan?
1.      Saat di kamar mandi merupakan waktu perenungan yang cetar. Tapi mesti hati-hati jangan kebablasan karena lama-lama di kamar mandi itu tak baik.
2.      Saat sholat, kalau terlupa mencari kunci kemudian sholat eh tiba-tiba jadi teringat kunci dimana
3.      Saat mencuci piring. Bisa sambil nyanyi, hafalin materi, wah keren emak-emak.
4.      Saat naik motor. Sudah 3 tahun pulang pergi kuliah dari rumah ke area Batu Ampar alhamdulillah saat naik motor saya bisa menghalang teks, puisi, dzikir, ceramah, pidato apalagi kalo pake masker kan tidak kelihatan mulutnya ngoceh-ngoceh. Jadi tidak di anggap orang gila karena nggak ada yang dengerin. Kecuali kalo lagi boncengin orang jangan sambil ceramah ya....

Dan kamu...... kapan “me time” ? 



Be Kreatif Mom and Kids 10

S enangnya melihat meja belajar terlihat rapi. Ada 2 meja belajar dirumah dan setiap meja disampingnya ada lemari tempat bukunya. Satu mej...