Kamis, 18 Januari 2018

Pelatihan Gratis “Workshop Photoshop”
BKPRMI Kec. Sagulung

            Akhir tahun Masehi identik dengan perayaan hura-hura, tiup terompet, pesta-pesta barbeque, konvoi dan lain-lain yang disudut belahan bumi Indonesia hal ini lazim dilakukan. Mau jadi apa negeri ini bila akhlak para remaja/ pemudanya seperti itu. Dimanakah warisan sikap patriotik dan agamis para pendiri serta penggerak yang mampu merebut kemerdekaan Indonesia ini. Dulu Indonesia merdeka karena kekuatan para generasi muda. Kini dalam mengisi pembangunan Indonesia seharusnya para pemudalah  yang turun menyingsingkan lengan baju.  Hal inilah salah satu yang mendasari berkumpulnya beberapa orang yang tergabung dalam kepengurusan BKPRMI Kec. Sagulung untuk mendorong dan membangun karakteristik para pemuda remaja agar menjadi generasi yang kuat, amanat dan cerdas secara intelektual serta tetap dalam koridor Islam.

            Disaat remaja-remaja lain melakukan hal-hal yang tak tentu arah kegiatannya, maka berbeda dengan yang dilakukan oleh remaja masjid dan mushola yang dimotori oleh BKPRMI Kec. Sagulung  Kota Batam.
            Di moment akhir tahun  2017, BKPRMI mengadakan kegiatan pelatihan gratis Workshop Photoshop. BKPRMI Kec. Sagulung yang diketuai oleh Bapak Saptono, SH  didukung dengan pengurus-pengurus yang memang sudah banyak berpengalaman ini banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat. Organisasi BKPRMI khususnya di daerah Sagulung setelah vakum sekian lama, memang belum lama terbentuk tetapi sepak terjangnya patut diperhitungkan. Melalui pengurus bidang IPTEK yaitu Pak Zulferi berkolaborasi dengan Pak  Siyam, terlaksanalah kegiatan pelatihan Photoshop.
Kegiatan BKPRMI Kec. Sagulung
            Kenapa kegiatan Workshop Photoshop? Kok bukan kajian-kajian atau kegiatan yang lain? Latar belakang kenapa diadakan pelatihan Photoshop adalah agar para remaja bisa mengimbangi perkembangan teknologi. Dijaman yang serba canggih ini kepintaran otak lebih diperlukan daripada kekuatan otot. Hal ini juga merupakan aplikasi dari surat Al Maidah ayat 9 :
وَلْيَخْشَالَّذِينَلَوْتَرَكُوامِنْخَلْفِهِمْذُرِّيَّةًضِعَافًاخَافُواعَلَيْهِمْفَلْيَتَّقُوااللَّهَوَلْيَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا
Artinya :
“Hendaklah takut (kepada Allah) orang yang, bila (wafat dan) meninggalkan keturunan tiada berdaya, kuatir akan nasib mereka. Hendaklah mereka bertakwa kapada Allah, dan mengatakan kata-kata yang benar. “

Seperti nasihat Rasululllah Saw. kepada Sa’ad bin Abi Waqas, agar merasa takut jika meninggalkan ahli warisnya dalam keadaan lemah. Hadist nabi:
انكانتذرورثتكاغنياءخيرمنأنتذرهمعالةيتكففونالناس

Artinya:
“Sesungguhnya apabila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan mampu itu lebih baik daripada meninggalkannya dalam keadaan lemah tiada berdaya, sehingga menggantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain.”

            Dijaman perkembangan  teknologi apa jadinya bila remaja hanya menjadi user setiap aplikasi sosial media. Banyak remaja pandai memainkan komputer, laptop atau gadget hanya untuk chat-chat sosmed yang terkadang banyak mudharatnya. Belum lagi remaja yang hanya berkutat pada game-game online pada akhirnya mematikan perkembangan otak, membuat ketagihan, akhirnya menimbulkan kejahatan di masyarakat.  Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta bisa :
-          Memiliki skill komputer program Photoshop
-          Menggunakan teknologi dengan hal-hal yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan
-          Mendukung dakwah di jaman yang semakin canggih
-          Mengokohkan persatuan dan menyatakan diri sebagai remaja yang siap memakmurkan masjid/ mushola
-          Membuat spanduk, backdrop, brosur dan lain-lain hasil karyanya sendiri, bisa mendorong timbulnya satu bentuk usaha kecil
            Alhamdulillah, pada hari Ahad, 31 Desember 2017 diselingi dengan hujan yang tak kunjung reda kegiatan ini bertempat di aula Masjid Raudhatul Jannah, Perumahan Griya Permai. Kegiatan ini dimulai jam 09.00 WIB mundur dari jadwal semula jam 08.00 dikarenakan cuaca hujan sehingga peserta datang agak lambat dan juga kendala teknis ada beberapa laptop peserta yang belum dilengkapi/ install dengan aplikasi Photoshop.
            Diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian Mars BKPRMI dan sambutan oleh Ketua BKPRMI Kec. Sagulung, Saptono,SH yang berharap kegiatan ini terus berkesinambungan, dan diikuti kegiatan-kegiatan yang lainnya. Karena di BKPRMI ada kepengurusan yang membidangi  beberapa bagian/ divisi.

            Sambutan selanjutnya oleh pengurus BKPRMI Kota Batam dalam hal ini diwakili Bapak Salman Al Farisi, M.Pd yang menyampaikan sebuah kutipan hadist tentang menuntut ilmu yang artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan.” Beliau juga menyatakan bahwa dari 12 kecamatan yang ada baru kali ini lah ada kegiatan pelatihan gratis Workshop Photoshop yang diadakan oleh BKPRMI. Semoga ini bisa dipertahankan dan menjadi contoh bagi yang lain. Aamiin.

            Pelatihan yang dihadiri oleh kurang lebih 40 orang, dengan narasumber Bapak Muryanto seorang direktur salah satu Rumah Kreatif dan  beliau memang sudah banyak berkiprah di bidangnya. Apakah yang datang ikut pelatihan hanya remaja-remaja saja? Tidak. Yang datang tidak hanya remaja jaman now, tapi juga remaja jaman old. Ada yang memang tadinya mengantar anaknya saja, ada yang mengantar anak sekaligus membimbing dan ada emak-emak  memang mendaftarkan diri sebagai peserta.

            Pelatihan kali ini bukan hanya secara teori tapi langsung praktek. Setiap peserta diwajibkan membawa laptop yang sudah terinstall aplikasi Photoshop. Peserta diberikan file untuk bahan latihan dan tentu saja di akhir kegiatan diberikan apresiasi berupa piagam sebagai peserta pelatihan tepat ketika adzan dhuhur berkumandang.
            Testimoni salah satu peserta, “Alhamdulillah, saya bisa ikut pelatihan ini. Dulu saya ingin bisa meng-edit gambar-gambar seperti ini tapi qodarulloh belum terlaksana. Saya pernah bertanya ke sebuah tempat kursus untuk belajar komputer dengan program Photoshop biayanya lumayan mahal. Ini untuk pertama kalinya saya belajar program ini, sudahlah gratis bermanfaat lagi. Harapan saya kegiatan positif ini bisa dilanjutkan.”

Pada akhirnya tak bisa dipungkiri di era modern ini,  science is power. Bahkan  rasulullah SAW bersabda:  “Keutamaan orang berilmu dengan orang yang papa pengetahuan laksana rembulan yang meredupkan jutaan kemilaunya bintang-gemintang di angkasa luar.”

            Adanya respon positif dari berbagai kalangan memang sangat diharapkan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini akan secara kontinyu diagendakan. Pola pikir remaja yang menganggap bahwa kegiatan di masjid dan mushola hanya duduk mendengarkan ceramah, pelan-pelan bisa kita rubah. Bahwa kegiatan remaja masjid dan mushola bisa mereka adakan dengan kegiatan yang unik dan kreatif tapi tetap dalam koridor dakwah dan untuk berdakwah. Semakin lama mereka diharapkan semakin mencintai dan memakmurkan masjid dan mushola sehingga tanpa disuruh/ diperintah, sudah dengan sendirinya mereka akan terus meng-upgrade diri untuk mengaji dan menambah pengetahuan agama Islam. Inilah bibit-bibit generasi Qur’ani.
 Pengurus dan penggerak remaja masjid/ mushola adalah mereka para remaja yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan dan menggantikan generasi pemimpin saat ini yang semakin menua dimakan usia. Membangun generasi remaja yang cerdas baik di bidang intelektual maupun moral, merupakan hal yang mendasar tak dapat ditawar-tawar,  upaya mewujudkan remaja masjid/ mushola yang sholeh dan sholehah, menjadi generasi qur’ani di masa yang akan datang. Allahu Akbar.






Belajar Menulis bersama IIP Batam
     
Sebuah cerita bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan. Cerita yang disampaikan secara lisan membutuhkan kata-kata yang menarik disertai ekspresi, mimik dan gaya agar cerita bisa dipahami pendengar. Lihatlah ekspresi orang yang mendengarkan, ada yang datar, ada yang terbawa suasana seolah-olah masuk kedalam cerita, ada yang outfocus, cuek dan lain-lain. Dipengaruhi oleh gaya dari orang yang menyampaikan cerita, kondisi saat itu dan suasana hati dari pendengar itu sendiri.

            Saya sendiri sangat suka membaca buku cerita baik fiksi maupun kisah nyata. Dari usia SD setiap buku cerita apapun habis saya lahab. Ketika SMP sering duduk manis di perpustakaan. Lanjut di SMK sering berhenti didepan mading membaca cerpen hasil karya teman-teman yang lain. Ketika kuliah dan kerja selalu mencari tahu dimana ada perpustakaan. Trus tulisanmu sendiri kapan dibaca orang?

            Iya kapan. Ketika sekolah saya tidak pandai membuat karangan. Tidak pandai berkata-kata apalagi bercerita. Mungkin karena itu saya hanya menjadi pembaca setia. Maka ketika di sebuah grup Foundi IIP Batam ada woro-woro tentang rumbel (rumah belajar) saya ikut rumbel menulis.  

            Ya... menulis. Asyiknya bisa menulis.  Bisa menuangkan ide, bisa berbagi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dan alhamdulillah dengan bergabung di rumbel Menulis IIP Batam, saya bisa menuangkan ide-ide ke sebuah blog  www.alumistory.com . Ide atau gagasan yang selama ini hanya mengendap di perasaan dan berada dipikiran.  Menghasilkan sebuah tulisan itu rasanya sesuatu banget. Bertemu dengan orang-orang dengan passion yang sama. Menyelesaikan setiap tantangannya dan saling berbagi ilmu serta informasi. Semoga setiap tulisan saya bermanfaat bagi para pembaca.


Semua anak adalah bintang 8

Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu kare...