Minggu, 29 April 2018

cara menyembuhkan phobia


Sembuhkan phobia

            Phobia pada ketinggian, phobia pada kecoa, phobia pada hewan? Pernahkah Anda menemui hal semacam itu. Ya bisa jadi itu dialami oleh orang-orang disekitar Anda atau bahkan justru Anda sendiri yang phobia.

Apa sih phobia?
           
            Phobia merupakan sebuah ketakutan yang tidak wajar dan terkadang menimbulkan reaksi yang berlebihan. Seperti contohnya seorang artis Ruben Onsu yang takut pada ayam. Ayam!!! Aneh kan? Kalau orang takut pada binatang buas sebuah kewajaran, seperti takut pada harimau, singa, gajah liar, ular berbisa, dan lainnya.

            Tapi takut pada ayam? Apa yang aneh dengan ayam? Apakah ayam itu menggigit? Justru ayam kita konsumsi sehari-hari untuk lauk pauk. Rasa takut yang tidak wajar seperti ini merupakan kelainan/ penyakit gangguan mental (Axietas Phobic) disebut phobia.

            Phobia itu sendiri tidak hanya terpaku pada makhluk hidup, ada juga phobia terhadap suatu benda atau sebuah kondisi tanpa sebab. Penyebabnya kemungkinan adalah hal-hal traumatis yang pernah di alami oleh penderita. Contohnya orang phobia dengan laut. Ternyata dia pernah merasakan trauma sebelumnya karena saudaranya meninggal karena tenggelam di laut. Ada orang tidak bisa tidur ketika lampu mati di malam hari, ternyata ketika kecil sering ditakut-takuti bahwa didalam gelap itu ada hantu.
           
            Kalau Anda sendiri pernah merasakan phobia apa? Sampai sekarang masih phobia atau sudah sembuh? Bagaimana proses penyembuhannya? Bagi sebagian orang, phobia terkadang tidak dianggap sebagai penyakit malah dibuat lucu-lucuan. Mind set ini harus kita ubah demi kesembuhan si penderita.

            Saya sendiri pernah phobia terhadap genangan air di jalan. Dulu ketika jalan menuju rumah masih berupa jalan tanah ketika hujan maka akan membentuk genangan air. Suatu ketika melewati jalan tersebut dengan mengendarai motor, saking licinnya akhirnya terpeleset dan jatuh. Walaupun tidak menimbulkan luka yang serius ternyata meninggalkan traumatik.  Setiap kali melihat genangan air di jalan, ada perasaan deg-deg an dan takut. Tangan menjadi tegang. Karena takut terpeleset lagi. Solusinya saya turun dari sepeda motor.

            Sampai-sampai ada satu kejadian pagi itu saya harus mengantar suami berangkat kerja. Karena saat itu motor hanya ada 1 kami bergantian maka saya mengantar dan saat pulang suami berboncengan dengan kawannya. Pergilah kami ke tempat kerja suami dengan berboncengan,  otomatis suami yang di depan dan saya duduk di belakang. Ups, ada jalan yang rusak parah sehingga motor harus melewati tepi jalan yang licin, becek dan tergenang airnya. Saat berangkat dan melewati jalanan tersebut saya tutup mata.

            Masalahnya saat suami sudah sampai di PT maka saya harus pulang naik motor sendirian dan melewati jalan yang kami lalui tadi. Jarak PT dengan jalanan yang bermasalah tadi lumayan jauh. Tarrraaa.........
Saat mendekati jalanan dengan genangan air motor berhenti dan saya tak berani lewat. Dag dig dug haduh bagaimana ini? Cukup lama berhenti. Mau mendorong motor tidak kuat mau jalan juga tidak berani. Sampai akhirnya ada seorang bapak-bapak yang juga hendak lewat jalan tersebut. Kalau saya tidak lewat maka motor bapak itu juga tidak bisa lewat. Akhirnya dengan jujur saya katakan, “Maaf pak saya nggak bisa lewat sini karena takut”. Bapak itu menolong saya dengan menyebrangkan motor melewati genangan dan saya jalan kaki. Alhamdulillah..........

Sembuhkah phobia saya? Belum saat itu. Ada lagi sebuah kejadian yang saya ingat. Seperti biasa hujan merupakan berkah dari Allah. Ketika pulang kerja di malam hari, ada genangan air di jalan. Tidak ada angin tidak ada petir tak ada juga motor atau kendaraan yang lewat selain saya sendiri. E....... tetiba tumbang gubrakkkk. Yassalam...... Motor hanya lecet sedikit dan baju belepotan lumpur. Lagi-lagi kejadian itu hanya berasal dari perasaan saya yang masih phobia.

Sembuhkah phobia saya? Sekarang? Alhamdulillah.... Walaupun belum sembuh 100% tapi saya sudah mulai meminimalisir ketakutan saya. Saya katakan pada diri saya bahwa saya harus berani dengan tetap berhati-hati. Bila dirasa jalan terlalu licin bisa di atasi dengan naik motor dengan mengimbangi kaki yang diturunkan agar tidak oleng. Dan semakin sering saya menemui jalanan seperti itu lama kelamaan makin hilanglah phobia yang pernah saya alami.

Cara ini sering disebut juga self treatment. Sebuah metode yang bisa kita lakukan sendiri secara mandiri dengan menenangkan pikiran, tarik nafas pelan-pelan, tanamkan sugesti positif dan beranikan diri untuk menghadapi hal-hal yang membuat kita phobia. Semakin sering dan semakin terbiasa menghadapi phobia pada akhirnya kita bisa mengontrol reaksi yang tidak perlu.





Semua anak adalah bintang 8

Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu kare...