Selasa, 17 September 2019

Resensi buku ”Hanya Cinta-Nya”



 Karya Riawani Elyta & Risa Mutia
Buku "Hanya Cinta-Nya"

            Akhir-akhir ini daya baca masyarakat memang menurun, why? Padahal mereka kuat berlama-lama membaca komen di facebook atau pun Whatapp...hehehe
            Kenapa pula ya saya bahas hal ini. Bukannya apa, awalnya saya mengira buku ”Hanya Cinta-Nya” akan berisi artikel-artikel yang puanjangggg. Tidak!!!!! Ternyata tidak demikian. Setiap judul hanya berisi 2-3 halaman saja. Cukup singkat isinya dan itu sudah ”daging” semua. Inti dari artikel tersebut. Tidak panjang lebar dan bertele-tele. Tak perlu penjelasan panjang dan lebar tapi isinya sangat mengena.
            Dengan kesukaan saya membaca cerita, maka akan membutuhkan waktu bagi saya untuk membaca artikel seperti di buku ini. Why? Karena isinya ”dalam banget”, jadinya sebentar baca, sebentar merenung, jadi lama kan mak...... Apa mau dikata, memang isinya sangat kita butuhkan dan menyentil kehidupan sehari-hari.
            Setelah mencari-cari di toko buku online, bertanya ke customer service nya, alhamdulillah dapat juga buku ini lewat aplikasi shopee dengan harga mureeeee... 76 rebu.
Penampilan bukunya pinky pinky ala ala unyu. Khas warna cewek seperti pengarangnya kali ya. Padahal cius loh, warna itu tidak bergender. Layout yang menarik, penulisan judul yang tidak membosankan, kata-kata poin yang di tebalkan, huruf yang tidak melulu hitam, dan keren isinya membuat saya semangat, mewek, dan tersentuh. Saya share ya beberapa isi tulisan dan pic daftar isinya. .

Judul Buku: Hanya Cinta-Nya
Penulis: Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2019
Tebal: 234 halaman
Harga buku Pulau Jawa Rp. 95.000,00

Hanya Cinta-Nya
Tujuan Jiwa Ini Terlahir
Kumpulan 99 Motivasi Penggugah Jiwa
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.”
(QS. At-Taubah:129)
Adakah keinginan yang lebih besar daripada meraih cinta-Nya?
Jika cinta-Nya telah tertuju kepada kita, masihkah kita memerlukan dunia dan seisinya?
Sesungguhnya, hanya dengan mencintai Allah, dunia dan seisinya tak lagi berarti.

Kita datang tanpa membawa apa pun dan akan pergi meninggalkan kehidupan juga tanpa bisa membawa apa pun. Semua yang ada pada diri kita hanya titipan. Jadi, manfaatkan titipan itu untuk berbagi agar kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat.

Berharaplah balasan dari-Nya saat melakukan kebaikan, lupakan penghargaan dan balasan dari manusia karena nilainya terbatas, sedangkan kekuasaan-Nya tak terbatas.

Prinsip memberi adalah melupakan. Jangan pernah menghitung pemberian. Cukup lakukan yang harus dilakukan. Dan biarkan Allah membalasnya untuk semua keikhlasanmu berbagi.
Sebuah perlombaan yang memberi kebahagiaan sejati adalah berlomba-lomba dalam kebaikan.
Hati yang bersih adalah tanah yang subur untuk menumbuhkan ilmu.

Tips istiqamah dalam berhijrah:
1.      Ikhlas karena Allah
2.      Mencari lingkungan yang baik dan sahabat yang saleh
3.      Berburu ilmu syariat
4.      Tetap beramal sebagai buah ilmu
5.      Berdoa memohon keistiqomahan

Lima amalan yang dilakukan muslimah yang dicemburui oleh bidadari surga:
1.      Taat menjalankan agama
2.      Menghias diri dengan amal saleh
3.      Baik dalam mendidik anak perempuan
4.      Selalu mencari keridaan suami
5.      Selalu melakukan amar makhruf nahi mungkar

Tiga nasehat malaikat Jibril kepada Rasulullah:
1.      Hiduplah semaumu, tetapi ingatlah, bahwa akhirnya kau akan mati
2.      Cintailah siapa pun, tetapi ingat, pada suatu saat kau akan berpisah dengan yang kau cintai
3.      Berbuatlah sekehendak hatimu, tetapi ingat, kau akan menerima balasannya

Waktu adalah sesuatu yang tak akan pernah kembali. Ambillah pelajaran dari masa lalu untuk membuatmu bijak dalam menjalani kehidupanmu saat ini.

Waktu adalah kehidupan dan modal terbesar dalam kehidupan manusia, tak akan bisa kembali apa pun yang kita lakukan, dia berputar begitu cepat tanpa mampu dicegah.

Waktu adalah kehidupan yang tak bisa dibeli dan ditebus untuk bisa kembali ke kita. Ia adalah anugerah yang harus disyukuri, sebagaimana penghargaan terhadap kehidupan itu sendiri. Waktu luang adalah karunia. Jangan pernah terlena karenanya. Gunakan dengan sebaik mungkin, agar tak ada penyesalan saat jatah usia kita telah berakhir.

Kehidupan dunia ini bisa sangat menggoda, tetapi ia hanya sementara. Tiada kekekalan kecuali amal saleh dan kebaikan yang mampu membawa kepada kebahagiaan abadi di akhirat kelak.

Waktu yang diberikan kepada kita sebenarnya hanya cukup untuk memperbaiki kehidupan kita. Jika kita sibuk mengurusi aib dan cela orang lain, maka berkuranglah waktu tersebut. Kita akan tergolong orang yang merugi. Padahal siapakah yang dapat mengembalikan waktu yang telah pergi?

Kematian dan perpisahan adalah hal yang pasti terjadi. Sandarkanlah segenap jiwa dan ragamu hanya kepada Allah karena sebaik-baik tempat kembali adalah di sisi Allah.
Masalah hadir sebagai tanda kasih sayang Allah kepada makluk-Nya agar terus bersandar kepada-Nya dan mengharap rahmat dan pertolongan-Nya. Berharaplah bahwa dengan hadirnya masalah itu, membuat kita semakin dekat dengan Allah.

Tak selamanya tangisan pertanda kelemahan. Tangisan adalah bentuk pengakuan bahwa dirimu selalu membutuhkan tempat bergantung yakni Allah, Pemilik Seluruh Jagad Raya ini dan rasakan kekuatan mengalir di dirimu saat kau memasrahkan semua masalah dan laramu dengan bergantung kepada-Nya.

Disakiti akan menyisakan luka. Tetapi melupakan dan melepaskan rasa sakit akan membuatmu bahagia. Hidup ini terlalu singkat untuk terus berkutat dengan rasa sakit. Maka relakanlah mereka yang telah menyakitimu.

Masih banyak sekali kata-kata yang sangat inspiratif dan memotivasi kita untuk lebih baik lagi bisa Anda temukan dibuku ini. Yang saya tulis ini baru sebagian kecil saja dan intipin saja bukunya. Cus. (Lumiati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aplikasi catatan keuangan di Android                           Aplikasi sed...