Rabu, 26 Juni 2019

Be Creative Mom and Kids 8



 “Nak ini mainanmu atau mainan ibu?”



#day8
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 7



Apa yang Anda pikirkan bila melihat foto dibawah ini? Sebuah LCD computer yang penuh dengan tempelan notes. Sebenarnya LCD computer ini masih bisa digunakan tapi saya sangat jarang menggunakannya. Karena saya lebih sering menggunakan notebook. Kebetulan juga CPU komputernya sedang error.

LCD Komputer


Akhirnya beginilah fungsi layar LCD computer yang tidak terpakai bisa digunakan untuk papan tempelan notes.

#day7
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 6



Sebelum membuang barang yang tidak kami gunakan, saya termasuk orang yang tidak mudah membuang barang. Yahhh, efeknya bisa dibayangkan ya. Pada akhirnya terjadi penumpukan barang dimana-mana.

Kertas bekas bisa dimanfaatkan 


Kenapa saya tidak mudah membuang “sampah” pada tempatnya (pembuangan akhir)? Karena saya berpikir, eh barang ini masih bisa kok dipake untuk ini, untuk itu. Contohnya kertas salah print. Bila di satu sisi kertas tersebut masih kosong maka saya menempatkan kertas pada satu kardus, sehingga kertas tersebut masih bisa digunakan untuk coret-coret atau hal lainnya.

#day6
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 4



Sering Handphone (HP) yang sedang di charge terjatuh karena di senggol. Kadang tidak apa-apa dan pernah juga layar Hp jadi retak. Posisi colokan listrik tidak diatas meja persis, sehingga potensi Hp terjatuh karena kabelnya kecantol lebih sering terjadi.

Tempat hape dari botol bekas air mineral 


Akhirnya botol bekas air kemasan ukuran 1,5 liter saya potong menyerong, kemudian ditempel di tembok dengan paku. Alhamdulillah Hp yang di charge lebih aman dari potensi terjatuh karena kabel tersenggol.

#day4
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 5



“Ummi, mau?”, Tanya si sulung sambil menyodorkan telur dadar yang berbentuk bulat-bulat kecil dioles dengan kecap. Hhhh…. Saya kurang suka rasa kecap. Saya tertarik mencoba.

“Kakak beli atau bikin sendiri”, Tanya Ummi.

“Bikin sendiri.” Jawab si sulung.

“Kok bisa bentuknya bulat-bulat kecil begini? Wah ini keasinan rasanya”, Tanya Ummi sambil memakan telur yang disodorkan tadi.

“Iya Mi. Kakak kebanyakan ngasih garamnya.” Sahut adiknya.

“Kakak bisa kan Mi. Ini tadi kami masak pake kaleng. Kaleng bekas soya.” Jawab si sulung.

Wow…. Rupanya eh rupanya. Rame-rame bising di teras mainan api. Inilah hasilnya. Telur dadar berbentuk bulat.

#day5
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creaative Mom and Kids 3



“Kak, dimana telur yang Ummi beli?”, Tanya Ummi.
“Habis Mi.” jawab si sulung.
“Loh kok habis?”, Huft……..
Terkadang saya sampai heran bila sudah demikian. Sebagai seorang ibu yang tidak setiap hari belanja ke pasar, pada saat-saat terdesak jam makan terkadang ceplok telur atau dadar telur menjadi senjata paling cepat untuk mempersiapkan lauk saat itu.

Tapi ya begitulah kenyataannya. 1 pack telur berisi 10 butir ataupun 1 wadah telur yang berisi 40 butir tetap saja tidak bisa untuk 1 minggu. Bila saya sediakan telur di lemari stok makanan tetap saja akan cepat habisnya. Kenapa? Bukan karena saya masak tetapi karena dimasak oleh anak-anak saya.
Anak saya ada 3 perempuan semuanya. Dan tiga-tiganya bisa menyalakan kompor sendiri dan bisa memasak telur sendiri tanpa saya bantu. Terkadang mereka juga membawa pasukan teman-teman mainnya untuk memasak telur bersama dan makan bersama dirumah. Ya sudah…. Lanjutkan kreatifitasmu nak.

#day3
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 2



“Ummi, mau apa?”, Tanya si sulung.
“Maksudnya mau apa kak?”, jawab Ummi sambil bertanya balik.
“Maksudnya Ummi mau kakak masakin apa?”, Tanya si sulung kembali.
“Oh gitu. Hm…… Ummi mau nasi goreng.” Jawab Ummi.

Yap. Si sulung berlalu dari kamar, tempat Ummi yang sedang mengetik laporan. Saya pikir hanya iseng saja. Ternyata jawaban saya ditanggapi dengan serius. Terdengar bunyi bising-bising di dapur, si sulung bersama adik-adiknya mempersiapkan dan membuat nasi goreng.

“Tarra…… Nih udah jadi Mi.” kata si sulung sambil menyodorkan sepiring nasi goreng yang dicampur dengan telur dan cabe merah yang dipotong-potong. Saya tersenyum, karena secara artistic sih harusnya cabe merahnya dipotong lebih tipis atau memanjang, pilihan lainnya kalau Cuma untuk garnis bisa dibuat mirip bunga. Tapi ya sudahlah, bukankah dengan begitu mereka sudah mulai kreatif untuk membantu menyiapkan makanan? Alhamdulillah.

#day2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 1



Saya  suka sekali dengan kata kreatif.  Kreatif menurut saya sebuah kegiatan yang baru atau original sebagai bentuk kreatifitas dan bisa juga diaplikasikan dengan cara memodifikasi sesuatu yang sudah ada. Dan akan lebih keren bila kita bisa berpikir out of box, berpikir tidak seperti kebanyakan orang dan bahkan tidak terlintas dalam pikiran orang lain. Jarang-jarang kan ya……

I feel  I am creative. Really? Yess.
Ratusan bungkus kopi sachet 

Tapi saya masih terkendala dalam mengaplikasikan pikiran-pikiran kreatif saya. Salah satu contohnya sudah lama saya suka mengkonsumsi Kopi Herbal merk HPA Indonesia. Mulai dari Radix sampai sekarang berganti dengan merk Kopi 7 Elemen. Minumnya tidak terlalu rutin sebenarnya. Hanya bila merasa perlu tambahan energy atau bila terasa kurang enak saya konsumsi kopi  tersebut. Eh apa hubungannya?

Bungkus kopi yang saya konsumsi saya kumpulkan dalam satu kantong plastic. Saya pikir bila sudah banyak nanti saya akan buat kotak tisu atau tas atau kerajinan lainnya dari bungkus kopi tersebut. Hari ini sudah terkumpul banyak.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Resensi buku ”Hanya Cinta-Nya”

 Karya Riawani Elyta & Risa Mutia Buku "Hanya Cinta-Nya"             Akhir-akhir ini daya baca masyarakat memang m...