Rabu, 12 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Keenam



 “Mi... apa itu shoplen”, tanya si sulung.
“Hm shoplen. Apa itu ya?” tanyaku kembali karena bingung dengan apa yang dimaksud oleh si sulung.
“Itu lho mi yang ditaruh dimata.” Jawabnya
“Oh itu softlens bukan shoplen kak. Itu untuk mata sebagai pengganti kacamata.” Jawabku
“Ayok mi kita periksa mata. Kata kawan kakak dia periksa trus pake softlens. Nanti matanya bisa macam-macam warnanya.” Lanjutnya
“Softlens itu bukan untuk gaya-gaya an lo kak. Tidak sembarang memakai softlens. Kalau sembarangan bisa-bisa merusak mata. Kalau mata kita sehat untuk apa pakai begituan. Kan kalau mata kita minus buram-buram gitu baru perlu pakai kacamata atau softlens.” Aku mencoba menerangkan kepadanya perihal softlen.
“O gitu ya mi. Jadi kalau mata kita minus buram-buram tengok tulisan kan. Nah mi mi. Mata kakak kalau tengok tulisan juga kabur lo mi. Agak-agak nggak jelas gitu”, katanya.
“Ah masa iya, mata kakak kabur ya.” Jawabku. Kemudian terlintas ideku untuk menggodanya.
“Kalau kabur ya ditangkap lah. Biar nggak lepas. Biar jangan kabur” Godaku.
Kami tertawa serempak.
“Ih ummi kok tahu. Kakak tadi juga mau ngomong gitu lo.” Katanya sambil tertawa karena ternyata dia hanya ingin membuat joke. Dan sayangnya joke nya secara kebetulan terjawab.

Itulah sepenggal obrolan dengan si sulung. Sampai hari ini saya masih belum menemukan formula yang tepat atau menulis dengan pas apa-apa yang hendak saya ceritakan di tantangan 10 hari game level 1 ini. Dalam 1 jam mungkin saya bisa hafal materinya. Tetapi saat menghadapi realnya, terkadang saya bingung. Eh yang mana satu ya poin yang akan saya kerjakan. Sehingga baru seperti inilah yang bisa saya tulis. Terima kasih kepada Ibu Profesional atas materi-materinya yang luar biasa.


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#institutibuprofesional


Selasa, 11 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Kelima




“Mi, buku kakak dipinjem lo sama kawan.”, lapor si kakak.
“Ya alhamdulillah bisa ngasih pinjem sama kawannya.” Kataku.
“Tapi mi, kakak tak mau lah kasih pinjem lagi soalnya dia balikinnya lama. Masak besok mau ujian tapi bukunya belum dibalikin. Kan kakak juga mau belajar. Dia janji balikin hari itu tapi bohong.”  lanjutnya.

“ Ya kasih tau saja kak, kalau mau minjem mesti tepat janji kapan baliknya. Soalnya kasihan lo, dia itu anak yatim. Tak ada ayahnya. Tak seperti kakak. Entahlah tapi kawan yang lain juga digituin. Jadinya waktu ujian bingung mau belajar pake buku apa.” Kata si kakak

Sepenggal percakapan ini menjadi PR bagi saya untuk memberi pemahaman kepada anak bagaimana cara memberi pinjaman dan membuat kesepakatan agar peminjam maupun orang yang memiliki barang tidak merasa dirugikan.  

#hari  5
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Minggu, 09 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 4

“Kakak minta tolong jaga adik ya?”
Dengan muka masam dan alis yang hampir bersatu, si kakak menjawab, “Kenapa ummi. Adik diajak sajalah.”
“Kak ummi ke batam centre. Ummi jadi MC untuk acara kampus.” Kataku dengan sengaja tidak mengatakan bahwa acara kami di sebuah mall. Karena kalau mendengar kata mall pasti semua minta ikut sementara dalam kegiatan nanti saya belum tahu akan seperti apa kondisinya. Hanya saja biasanya si kecil  selalu ikut kemana-mana sehingga saat saya naik kepanggung pun juga ikutan.
“Kak, ini ya lauknya nanti kalau adik minta makan.” Tambahku.
“Nanti ummi pulang jam berapa?” tanya anakku.
“Ummi pulang nya kalau nggak sore ya malam ya.” jawabku.
Duh, nak sebenarnya ummi ingin mengajak kalian bersama-sama akan tetapi situasi belum memungkinkan. Lain kali akan ummi tebus dengan mengajak kalian ke tempat yang kalian suka. Tapi senangnya saya meski masih ada manyun muka masam si kakak, dia mulai terbuka untuk menceritakan pengalamannya. Ya. Dalam beberapa hari ini setiap kali bercerita saya berusaha untuk menatap matanya.


#hari  4
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Sabtu, 08 September 2018

Bahagianya Emak bersama Komunitas




Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.

#Sepekan Bercerita
#Rulis IP Batam
#Day5

Komunikasi produktif bunda sayang ketiga

Game level 1 Day 3

"Ummi kakak hari ini enggak les sempoa ya. Karena harus ke sekolah lagi mau latihan boleh tanding persahabatan dan habis itu belajar kelompok.", kata si sulung.

Ragu saya hendak memberikan ijin khawatir masih nanti melakukan hal-hal selain itu.

"Kenapa kok enggak sempoa, boleh main volley tapi tetap les ya." jawabku.

"Ah ummi boleh lah kan ini sama Elfa", katanya sambil menunjuk kawannya.

"Ya sudahlah kalo gitu", jawabku.

Mungkin kakak memang sedang semangat semangatnya olahraga bola volley ini. Semoga bisa membantu mengembangkan bakalan.

Jumat, 07 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 2


 
“Kak, minta tolong ya. Hari ini adik pulang sekolah nanti sama kakak karena ummi ada kegiatan di perpustakaan di Batam Center.” Pintaku kepada si sulung.
“Ah ummi. Adik nggak ikut ya.” Jawabnya dengan muka masam.
“Ya Enggak khan adik masih sekolah”, kataku.

Meski wajahnya masih masam tapi mau tak mau hari ini aku memberikan kunci rumah kepada si sulung karena kegiatannya nanti dhuhur baru sampai  rumah.

Terhipnotis oleh TV seperti itulah si sulung . TV gambarnya sudah abu-abu tidak jelas. Tumpukan baju yang belum dijemur. Ditambah tumpukan baju yang sudah kering menunggu untuk dilipat. Piring kotor berserakan. Hup, emosi langsung pecah. Dengan suara yang meninggi saya menegaskan pertanyaan, apakah ummi mesti marah baru kakak mau bantu ummi sekedar lipat baju atau cuci piring?

Astaghfirullah, ketiga anakku langsung terdiam dan tak berapa lama mereka bergantian mencuci piring. Entahlah rasa iri mereka antara satu dengan yang lain begitu tinggi. Sehingga bila mendapat tugas maka saudara yang lain juga harus sama. Tak ayal jumlah piring yang dicuci pun harus dihitung agar adil menurut mereka. Kakak cuci 10 piring/ mangkok maka adikpun juga harus sejumlah itu. Ya Allah hari ini merasa gagal untuk mengendalikan emosi.

#hari  2
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Buku Jungkir Balik Dunia Emak


Bahagianya emak bersama Komunitas

Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.



  SYAIR “SIFATUL HURUF”   JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...