Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2020

Aliran Rasa Kelas Telur-telur



Belum sempurna.
Terus berproses.
Perkuliahan di kelas Matrikulasi dan Bunda Sayang telah selesai. Kini sampai pada kelas Bunda Cekatan. Pada tahapan telur-telur pun usai. Telur hijau, telur merah dan telur oranye sudah didapatkan. Yeiyyyy pecah telur pada jurnal ke-4. Tapi saya tetap merasa harus dan harus banyak belajar lagi dan lagi. Masih jauh dari keinginan dan harapan. Welcome to the jungle knowledge. Semoga Allah senantiasa menjadikan semua ibu menjadi ibu terbaik bagi putra-putri mereka. Semoga Allah berkenan.

#janganlupabahagia
#aliranrasatahaptelurtelur
#bundacekatanbatch1
#institutibuprofesional

Minggu, 12 Januari 2020

Mind Mapping Bunda Cekatan



                 Saatnya menulis atau menggambarkan apa yang Anda inginkan. Dalam jurnal ke-empat ini mari belajar membuat mind mapping agar apa yang kita rencanakan bisa terlaksana dengan baik dan kita punya dokumentasinya.
Pedoman dalam membuat mind mapping kali ini adalah :
1. Telur hijau, suka dan bisa
2. Telur merah, ketrampilan
3. Telur orange, tahu cara belajar
               
                Sehingga saat ilmu dan pengetahuan kita di telur orange bertambah maka anak meningkatkan kebahagiaan. Contoh oret-oretan sederhana yang saya buat adalah sebagai berikut:


 #janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Minggu, 05 Januari 2020

Temukan cara belajarmu



Tahapan berikutnya dikelas telur-telur adalah telur oranye. Disini kita harus lebih menggali lebih dalam, apa alasan yang mendasari kita ingin belajar sesuatu, ilmu apa yang ingin benar-benar dipelajari, kemudian ingin belajar seperti apa. Terakhir temukan cara belajar yang gue bangets...


#janganlupabahagia
#buncekbatch1
#kelastelur
#ibuprofesional

Minggu, 22 Desember 2019

Temukan trampilmu

Wohoooo....
Tantangan kedua setelah melacak kekuatan kita sebelumnya. Di kelas telur-telur kali ini (unik ya namanya), maka kita akan dituntun untuk menemukan beberapa ketrampilan yang patut kita tingkatkan atau tambahkan agar kita semakin bahagia.

How....
Let's fill diagram seperti dibawah ini.

Setelah mengisi atau membuat oret-oretan seperti diatas maka seperti biasa lakukan step selanjutnya....
Go...

Makin asyik ternyata games di kelas telur-telur, materi Bunda Cekatan.

#janganlupabahagia
#jurnalmingguke2
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Senin, 16 Desember 2019

Bunda Cekatan 1 Temukan Bakatmu

Uniknya belajar di Institut Ibu Profesional adalah materi dan tantangan nya bervariasi. Di kelas perdana bunda Cekatan Batch 1 kali ini tantangan tahap awal yaitu menemukan bakat dan minat ibu.



Isi 4 hal yg ada di dalam gambar ya. Keempat hal tersebut adalah:
1. Bisa dan suka
2. Bisa dan tidak suka
3. Tidak bisa dan suka
4. Tidak bisa dan tidak suka

Nah setelah terisi dan menjumpai bakat dan minat mu, maka tahap berikutnya yaitu tulis 5 hal yang ada di kolom "bisa dan suka".

That's you
That's your power
Maksimalkan bakat dan minatmu.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional


Selasa, 23 Januari 2018

Belajar, Belajar dan Belajar


     Dari sejak kecil hingga kini rasanya tak lelah untuk terus belajar. Bila ada umur panjang pun ingin rasanya terus belajar dimanapun dan kapanpun. Miris, mendengar anak-anak jaman sekarang ada yang sekolah ogah-ogahan, diajari malah ganti ngajari,  kuliah sudah dibiayai orang tua masih juga disalahgunakan bahkan tidak serius dalam belajar. Sudah tak sekolah, belajar yang diluar sekolah juga tidak. Jadi bagaimana bisa meng-upgrade diri. Ilmu tidak hanya kita peroleh dibangku sekolah, bahkan diluar sekolah pun banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Asalkan ada kemauan, selalu ada jalan.


    Banyak sekali yang ingin saya pelajari. Tak bosan rasanya mempelajari hal-hal yang baru. Diantara banyak ilmu-ilmu yang ingin saya pelajari ada 2 ilmu yang menjadi prioritas utama. Yang pertama ilmu al Qur’an dan yang kedua ilmu menjadi ibu terbaik untuk anak-anak.  Jujur perihal Al Qur’an ini semakin kita pelajari , entah kenapa justru semakin banyak yang belum kita ketahui. Ketertarikan mempelajari ilmu ini karena dari ke-TIDAKBISA-an.

-          Ya teringat ketika kelas 3 SD saya harus berdiri di belakang papan tulis blackboard karena saya belum hafal surat Al Fatihah. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan hingga kini, rasa malu yang membuatku terus berpacu untuk menjadi lebih baik lagi.

-          Kejadian berikutnya adalah saya ditunjuk untuk mewakili MTQ di kelurahan karena menggantikan peserta lain yang seharusnya tampil tapi tidak bisa karena sakit. Entah apa sebabnya waktu itu guru agama SD kami pak Masruchin menunjuk saya, padahal ketika itu saya belum lagi selesai belajar buku IQRO. Walhasil, membuka al qur’an juz berapa, surat apa, halaman berapa saya tidak tahu. Dan asal membuka Al Qur’an entah halaman berapa dan membacanya dengan terbata-bata, padahal itu adalah perlombaan.

-          Pengalaman ketika SMP, setiap murid dipanggil maju kedepan dan ditest membaca salah satu surat Al Qur’an yang ada dibuku PAI. Karena belum pandai membaca al Qur’an, otomatis saya harus mencari akal bagaimana caranya agar bisa membaca dengan lancar. Dan yang saya lakukan, termasuk tindakan curang (jangan ditiru ya). Dibawah tulisan arabnya saya tulis tipis-tipis dengan pensil , sambil deg-deg an saya membacanya. Entah apa yang ada dipikiran guru saya, duh maafkan kami pak, kami memang harus banyak belajar.

-          Masa-masa di sekolah SMK, ditempat kost kami yang paling indah dan nyaman Jalan Lawu no. 60 dengan segala kehebohannya di pagi hari dan obrolan nya di sore hari serta riewehnya pengaturan jadwal mandi, masak, bersih-bersih dan lain-lain. Lagi-lagi maafkan daku yang dulu sering bising membunyikan bacaan IQRO dengan kencang-kencang. Terima kasih untuk teman kost mbak Dewi Les yang tidak bosan-bosan menjadi guru untuk saya. Karena setiap kali saya tidak paham cara pengucapan hurufnya, disitulah banyak pertanyaan.

-          Ketika bekerja, pernah satu ketika mampir ke tempat budhe dan ikut khataman Al Qur’an. Khataman yang dimaksud adalah beberapa orang membaca secara bergantian dan yang lainnya menyimak sampai selesai. Giliran saya membaca di awal surat terdapat huruf ha dan mim. Saya baca “ha.......ma......”. Kemudian dibetulkan oleh jama’ah yang lain, “mbak itu bacanya haa.....miiiiiiiim. Duh malu kan ya

-          Dan masih banyak kejadian-kejadian lain yang membuat saya merasa malu dan dendam. Malu dan dendam pada diri sendiri karena ini lho Al Qur’an, inilah kita suci umat Islam. Bagaimana kamu bisa menjadikan ia sebagai pedoman hidup sedangkan membacanya saja tidak bisa. Artinya pun tidak tahu. Jadi apa pedomanmu saat ini?

                Selain karena alasan Al Qur’an merupakan pedoman hidup, juga karena kejadian-kejadian yang membuat saya terkesan sehingga menjadi dendam positif juga dikarenakan ketika kita mau berbagi ilmu khususnya Al Qur’an insya Allah pahalanya mengalir (termasuk ilmu yang bermanfaat) bahkan ketika kita sudah tak lagi berjalan dimuka bumi ini. Termasuk 3 amalan yang tetap mengalir pahalanya walaupun kita sudah meninggal. Dan satu hadist lagi yang menguatkan saya:

“Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

                Alhamdulillah dalam proses belajar Al Qur’an ternyata Allah memberikan jalan kemudahan bagi saya untuk belajar Al Qur’an dengan cara mengajar.  Ternyata belajar yang paling efektif adalah dengan cara mengajar. Walaupun tetap harus hati-hati karena jangan sampai kita menyampaikan hal-hal / pemahaman yang salah, sebab yang kita sampaikan adalah Al Qur’an. Otomatis sebelum menyampaikan kepada orang lain, saya sendiri “harus faham terlebih dahulu”, rumus inilah yang kemudian membuat ingatan dan pemahaman saya bertambah.
              
    Untuk selanjutnya kembali ke hadist di atas, “Mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”.  Walaupun sudah mengajar kita harus tetap belajar kepada yang lebih ahli.

     Yang perlu di ingat adalah bahwa setiap guru punya cara tersendiri dalam menyampaikan ilmunya, maka ikhlaslah terhadap apa yang beliau sampaikan baik itu ilmu, kritikan maupun saran. Berlakulah seperti gelas kosong yang siap di isi dan jangan sampai kita seperti gelas dipenuhi oleh air. Ini perlu kita lakukan ketika sedang belajar. Ketika berhadapan dengan guru, saat sedang belajar letakkan semua titel dan jabatan anda diluaran sana. Seperti gelas kosong yang siap di isi oleh air ilmu pengetahuan. Jangan seperti gelas yang kepenuhan, ketika diisi air malah tumpah. Jangan merasa lebih pintar daripada sang guru, karena merasa sudah berilmu akhirnya ketika dihadapan guru kita hanya membandingkan dan mendebat sang guru. Ilmu tidak akan masuk hanya berceceran tiada guna. Insya Allah dengan bersungguh-sungguh dalam belajar dari sekian banyak guru kita akan menemukan titik temu  ilmu yang disampaikan oleh para guru-guru kita.

     Bila kita hanya berguru pada satu guru, biasanya cenderung saklak/ kaku kepada aturan dari guru tersebut. Sehingga pernyataan apapun yang disampaikan oleh guru itu hanya itulah yang menurut dia benar dan yang lain tak sesuai karena tak sepaham atau tak sama dengan yang disampaikan oleh gurunya. Dalam hal ini marilah kita banyak belajar dari banyak guru yang ahli, tidak cukup hanya 1 saja. Karena bila ada kekurangan dalam guru menyampaikan hal itu wajar karena guru juga seorang manusia. Dan bila ada kekurangan dalam menyampaikan bukan gurunya yang salah tapi andalah yang belajar belum selesai tapi sudah menamatkan diri.

    Jurusan ilmu berikutnya yang ingin sya pelajari di universitas kehidupan ini adalah menjadi seorang ibu yang terbaik bagi anak-anak. Seorang ibu yang harus banyak belajar menghadapi anak-anak yang berbeda-beda sifat dan perilakunya dengan keunikannya masing2. Menjadi seorang ibu tidak akan habis untuk diceritakan meskipun berlembar2 kertas sudah dihabiskan.

     Bagaimana seorang ibu mengatur keperluan keluarganya, menghadapi anak-anaknya dengan beragam keunikan. Ketika sudah bisa menemukan solusi untuk mengatasi satu permasalahan, belum tentu solusi tersebut juga bisa kita terapkan bila dikemudian hari berjumpa dengan permasalahan yang sama. Seorang ibu yang pada saat yang sama harus menjadi pendidik yang berkompeten bagi generasi penerusnya.
Semangat menjadi ibu profesional.

#Ibu Profesional
#NHW_1
#KuliahMatrikulasiBatch5
#AdabMenuntutIlmu

  SYAIR “SIFATUL HURUF”   JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...