Selasa, 30 Juni 2020

Mengarsipkan dokumen keluarga versi digital



 Yang penting happy......

Eits apa an ni......
Jadi mak emak, ceritanya di jurnal 6 ini awalnya dah berniat buat beralih dari beberes buku dan kertas ke beberes baju. Tapiiiiiii...... rencana itu berbelok. Karena saya berpikir, ah sekalian deh tuntasin dan clear-kan ini masalah beberes buku dan kertas. Jangan nanggung, mumpung mood nya masih tinggi ...ye kaannnnn


So, apa yang saya lakukan?...
Mungkin ini karena mentor saya yang slow, kalem, loss.... megang tali layangannya ya, xixixixi. Jadi saya juga slow enggak dikejar deadline harus begini dan begono. Dan iyes, saya juga hanya butuh teman diskusi something like that lah.....

Apa yang saya lakukan setelah di part sebelumnya setelah false celebration dan evaluasi, yaitu meng-arsipkan dokumen keluarga baik secara fisik maupun digital. Berikut step by stepnya:
1 1. Pisahkan antara dokumen asli dengan fotokopian
2 2. Dokumen asli dipilah-pilah dan dikelompokkan berdasarkan personal anggota keluarga. Contoh Arsip ayah, ibu, anak pertama, anak kedua dan anak ketiga. Ditempatkan di map/foldernya masing-masing
3 3.  Dokumen fotokopian yang sudah terkumpul menjadi satu, juga dipilah-pilah berdasarkan anggota keluarga. Kertas fotokopi-an yang sudah usang atau expired karena sudah tidak berlaku lagi sebaiknya dibuang. Kerta fotokopi-an yang dibuang, sebaiknya dibakar atau di daur ulang. Why? Karena kita harus hati-hati jangan sampai dokumen kita disalahgunakan oleh orang lain.
4 4. Terakhir meng-arsipkan berupa file digital. Jaman sekarang sudah banyak fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk meng-antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Contoh dokumen kita dimakan rayap, basah terkena air, terbakar ataupun hilang. Sehingga mau tak mau kita juga harus mempunyai data berupa file digital. Dengan cara:
a. Scan dokumen yang dimiliki baik akte, ijazah, sertifikat, dan lain lain yang dianggap perlu
b. Simpan file-file hasil scan ke folder masing-masing anggota keluarga
c. Selain disimpan ke dalam file di laptop/ computer, juga simpan ke Google Drive. Agar lebih mudah di akses ketika kita tidak sedang  di depan laptop





                So..... itulah yang bisa Anda lakukan juga untuk mengarsipkan dokumen keluarga. Dan bagaimana tanggapan keluarga ketika hal tersebut sudah saya lakukan......
Happy..... enggak pusing lagi kalau sedang nyari arsip. Iyakah? Beneran loh......

                Sudah beberapa kali pak KK (kepala keluarga ;-)), bertanya : Mi, dimana fotokopi KK? Saya jawab: Itu disitu..... Dan ketemulah fotokopian KK yang dicari.
Next, pak KK bertanya: Mi, dimana surat rumah? Saya jawab: Ituloh yang dibungkusan plastik bening....... Dan ketemulah apa yang dicari.

                Alhamdulillah... padahal sebelum-sebelumnya ketika pak KK bertanya dokumen ini dan itu, saya harus mengerutkan kening karena dokumen masih tersebar disana sini. Dan ketika dicari itupun  belum tentu ketemu.


                So....... sile dicube ya mak emak...kakak-kakak..... semoga Anda semakin happy seperti saya saat ini.


#jurnal6
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari




Sabtu, 27 Juni 2020

Puisi tentang hujan

Hujan........

Rintikmu syahdu menabuh rindu
Aroma bercampur tanah melambungkan masa lalu
Menenangkan kalbu

Membangkitkan gairah gapai impian
Datang tanpa mendung dan peringatan
Tak lagi petir penyibak jalan

Meleleh air mata
Mengingat suatu masa
Dikala sedang berduka
Kau penutup segala
Melebur tangis dan air mata
Hati yang terluka

Hujan
Ada kalanya
Di iringi tawa membahana
Hujan pembawa baki bahagia
Ada sebuah masa
Penuh suka cita

Bukan hujan yang salah
Tetesannya melukai
Angin badai menyertai
Petir melecutkan tali
Air tak terbendung lagi

Namun ....
Seberapa kuat kau menerima hujan
Akankah hujan membuat mu
Yang lemah menjadi kuat
Atau yang kuat menjadi lemah

Bukan karna hujan
Tapi... Itu hatimu
Akankah hujan hanya berlalu
Bermanfaat bagimu
Atau menghancurkan dirimu

Batam, 28 Juni 2020
Alumi Ulum

Minggu, 21 Juni 2020

Merapikan buku dan dokumen part 4


Kebahagiaan itu adalah salah satunya saat mencari buku atau kertas dokumen yang kamu inginkan, kamu tahu dimana tempatnya dan tak ada 5 menit buku atau kertas nya sudah ditemukan. Iya khan.... Ngaku nggak?

Yap itulah yang saya rasakan. Dikarenakan sebelum-sebelumnya ketika memerlukan fotokopian KTP, KK atau akte, saya harus berpikir terlebih dahulu dimana saya harus mencari? Setelah dicari-cari dengan membongkar sana bongkar sini, berkeringatan belum tentu ketemu. Huft......


Alhamdulillah I am more happy now, tak dipusingkan lagi soal buku dan kertas. Melakukannya tanpa terpaksa dan pelan-pelan tanpa terburu-buru deadline. Meski kesannya jadi lamaaa..... tapi tak apa. Hihihi.... Satu masalah terselesaikan.

Besok-besok barulah nak beranjak ke beberes baju, peralatan dapur, file dan folder di komputer, dan beberes yang lainnya.....
Cus...

#jurnal5
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari



Selasa, 16 Juni 2020

Merapikan Buku Part 3

Ow... Hari ini dicolek sama mentor. Apa progres nya mbak? Apa masih tata menata buku.... Iyup.


Saya masih ngumplek sama kertas. Karena 2 benda yang memang mendominasi dan harus harus bangettttt... Ditata... disortir... Yaitu adalah kertas/ buku dan baju. Yang lain mah gak terlalu bikin pusing kepala.

Ya .... Alhamdulillah sejauh ini soal buku dan kertas lebih mudah mencarinya bila diperlukan. Lebih tertata dan tidak berserak seperti sebelumnya.

Hanya tinggal sisa sisanya yaitu menata dan arsip kertas dokumen pribadi, susun buku perpustakaan sesuai jenis bukunya dan sortir buku-buku catatan pribadi.

Kali ini saya fokus di arsip dokumen yaaaa

Step one by one... Yang penting ai HEPI.. tidak terlalu ngoyo.... Tapi selesai dah kerjaan nya.

Pertama: arsip dipisahkan berdasarkan personal anggota keluarga. Sedangkan arsip bersama dijadikan satu. Tidak digabung dengan arsip personal.

Kedua: buang fotokopian  dokumen yang tidak diperlukan. Jika itu akte kelahiran, maka tidak akan berubah, jadi bisa kita sediakan 2-5 lembar fotokopi an nya tidak apa-apa sewaktu waktu diperlukan. Tapi kalau Surat Kartu keluarga sebenarnya cukup 1-2 lembar saja. Kenapa? Karena ke depan nya kartu keluarga bisa saja berubah sesuai dengan perubahan jumlah anggota keluarga.

Dan kenapa jangan terlalu banyak menyiapkan copy an? Bikin pusing kepala.... Lebih bagus jaman digital seperti ini cukup scan saja, arsipkan berupa file. Sehingga sewaktu waktu diperlukan tinggal print dirumah, bila tak sempat pergi ke tempat fotokopian.

Semangatttt.... Terus tata menata ....
Beres beberes....

Senin, 08 Juni 2020

Merapikan Buku Part 2



Masih berbicara topik mengenai beberes buku. Kalau sebelumnya saya hanya mengawali dengan merapikan 1 lemari buku, kemudian saya berpikir apa tujuan dan rencana untuk mencapai goal yang saya inginkan?
  • 1.   Menyusun buku-buku dengan rapi, dipisahkan antara buku perpustakaan keluarga maupun buku pribadi masing-masing.
  • 2.    Menyimpan buku dalam 1 tempat, tidak terpisah-pisah

Kalau tahap sebelumnya saya hanya sempat merapikan 1 lemari, maka di tahap kali ini jurnal ketiga beberapa hal yang saya lakukan adalah:
  • 1.      Mengumpulkan semua buku (di lemari kaca, lemari kayu, lemari dekat baju, di kamar, didapur, dan disudut2 rumah yang ada buku/ kertas-kertas)
  • 2.    Memisahkan buku-buku perpustakaan, buku pribadi masing-masing terutama buku pelajaran, buku/ dokumen keluarga, buku/dokumen lembaga TPQ, dokumen lembaga BMG, dll
  • 3.    Memastikan dan mengawasi penggunaan lemari  buku. Karena saya lihat beberapa hari dirapikan, terkadang ada saja benda-benda yang tidak semestinya, ikut-ikutan nebeng di lemari buku. Contohnya gelas minum, jilbab, topi, mainan, dan lain-lain. Siapa pelakunya?
  • 4.    Mengembalikan buku/ dokumen ke tempat yang seharusnya. Contoh buku/dokumen lembaga TPQ saya taruh di kantor TPQ, tidak lagi dirumah
  • 5.    Menyimpan buku-buku paket pelajaran yang masih akan digunakan, dikelompokkan berdasarkan kelasnya. Dan menyingkirkan buku-buku LKS untuk diberikan kepada tukang loak buku.



Rencana berikutnya yang akan saya lakukan:
  • 1. Mem-file kertas dokumen (arsip). Untuk dokumen akan dipisahkan berdasarkan 2 hal. Yaitu dokumen keluarga dan dokumen personal. Dokumen keluarga contohnya surat tanah, surat BPKB motor, surat kartu keluarga. Sedangkan dokumen personal, dipisah berdasarkan perorangan sejumlah anggota keluarga. Contohnya file ayah terdiri: akte, ijazah, ktp, dll
  • 2.  Merapikan buku pribadi, mana-mana buku yang sudah tidak dipakai maupun yang masih bisa dipakai.
  • 3.  Merapikan kembali buku-buku di lemari perpustakaan keluarga, dipisahkan sesuai kategori buku seperti buku-buku agama, teknologi, pengetahuan umum, majalah, parenting, dll

#jurnal3
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari

Kenapa mau ikut kuliah bunda produktif

 Jujur...... Saat ini saya sedang menanti jadwal perkuliahan di IIP, Bunda Produktif 2. Kalau menanti enaknya gak ada tugas ya ..... Duh kee...