Selasa, 07 Juli 2020

Merapikan baju part 1

Waktunya beberes baju.......

Setelah sekian lama berkutat pada agenda beberes buku dan kertas, kini saatnya saya beralih ke benda yang bernama "baju".

Kok bisa....

Iya karena ini tergantung situasi dan kondisi yang membuat saya mendahulukan beberes buku, baru kemudian baju.

Untuk step awal saya kumpulkan semua baju-baju yang ada didalam lemari. Owh... Setelah itu berasa pusingnya. Kok banyak ya ternyata harta karunku ( baca: baju).

Baju-baju yang juga menumpuk karena efek tunda setelah diangkat dari jemuran. Baju-baju bercampur milik seluruh anggota keluarga.

Wuihhh... Biar agak terurai rasa pusing kepala, akhirnya saya mengerahkan pasukan gadis-gadis dirumah (anak-anak) untuk memisahkan antara baju Abi, ummi, kakak dan adik.

Setelah dipisahkan barulah saya lipat semua baju- baju tersebut.

Baru kemudian di sortir, mana yang mau dipakai, disimpan, disumbangkan.

Pasti ada yang tanya kenapa dilipat baru disortir? Karena saya pusing melihat baju bertumpuk berantakan...

Begitu lah... Semampunya...sebisanya... Sesuai dengan mood kita saja ya...
Asyik tuh beberes Ala Sing Penting Mari ini, terima kasih banget ya buat mbak mentorku mbak Ratna... Lupyu..



#Jurnal7
#buncekbatch1
#ipbatam
#ibuprofesional

Selasa, 30 Juni 2020

Mengarsipkan dokumen keluarga versi digital



 Yang penting happy......

Eits apa an ni......
Jadi mak emak, ceritanya di jurnal 6 ini awalnya dah berniat buat beralih dari beberes buku dan kertas ke beberes baju. Tapiiiiiii...... rencana itu berbelok. Karena saya berpikir, ah sekalian deh tuntasin dan clear-kan ini masalah beberes buku dan kertas. Jangan nanggung, mumpung mood nya masih tinggi ...ye kaannnnn


So, apa yang saya lakukan?...
Mungkin ini karena mentor saya yang slow, kalem, loss.... megang tali layangannya ya, xixixixi. Jadi saya juga slow enggak dikejar deadline harus begini dan begono. Dan iyes, saya juga hanya butuh teman diskusi something like that lah.....

Apa yang saya lakukan setelah di part sebelumnya setelah false celebration dan evaluasi, yaitu meng-arsipkan dokumen keluarga baik secara fisik maupun digital. Berikut step by stepnya:
1 1. Pisahkan antara dokumen asli dengan fotokopian
2 2. Dokumen asli dipilah-pilah dan dikelompokkan berdasarkan personal anggota keluarga. Contoh Arsip ayah, ibu, anak pertama, anak kedua dan anak ketiga. Ditempatkan di map/foldernya masing-masing
3 3.  Dokumen fotokopian yang sudah terkumpul menjadi satu, juga dipilah-pilah berdasarkan anggota keluarga. Kertas fotokopi-an yang sudah usang atau expired karena sudah tidak berlaku lagi sebaiknya dibuang. Kerta fotokopi-an yang dibuang, sebaiknya dibakar atau di daur ulang. Why? Karena kita harus hati-hati jangan sampai dokumen kita disalahgunakan oleh orang lain.
4 4. Terakhir meng-arsipkan berupa file digital. Jaman sekarang sudah banyak fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk meng-antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Contoh dokumen kita dimakan rayap, basah terkena air, terbakar ataupun hilang. Sehingga mau tak mau kita juga harus mempunyai data berupa file digital. Dengan cara:
a. Scan dokumen yang dimiliki baik akte, ijazah, sertifikat, dan lain lain yang dianggap perlu
b. Simpan file-file hasil scan ke folder masing-masing anggota keluarga
c. Selain disimpan ke dalam file di laptop/ computer, juga simpan ke Google Drive. Agar lebih mudah di akses ketika kita tidak sedang  di depan laptop





                So..... itulah yang bisa Anda lakukan juga untuk mengarsipkan dokumen keluarga. Dan bagaimana tanggapan keluarga ketika hal tersebut sudah saya lakukan......
Happy..... enggak pusing lagi kalau sedang nyari arsip. Iyakah? Beneran loh......

                Sudah beberapa kali pak KK (kepala keluarga ;-)), bertanya : Mi, dimana fotokopi KK? Saya jawab: Itu disitu..... Dan ketemulah fotokopian KK yang dicari.
Next, pak KK bertanya: Mi, dimana surat rumah? Saya jawab: Ituloh yang dibungkusan plastik bening....... Dan ketemulah apa yang dicari.

                Alhamdulillah... padahal sebelum-sebelumnya ketika pak KK bertanya dokumen ini dan itu, saya harus mengerutkan kening karena dokumen masih tersebar disana sini. Dan ketika dicari itupun  belum tentu ketemu.


                So....... sile dicube ya mak emak...kakak-kakak..... semoga Anda semakin happy seperti saya saat ini.


#jurnal6
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari




Sabtu, 27 Juni 2020

Puisi tentang hujan

Hujan........

Rintikmu syahdu menabuh rindu
Aroma bercampur tanah melambungkan masa lalu
Menenangkan kalbu

Membangkitkan gairah gapai impian
Datang tanpa mendung dan peringatan
Tak lagi petir penyibak jalan

Meleleh air mata
Mengingat suatu masa
Dikala sedang berduka
Kau penutup segala
Melebur tangis dan air mata
Hati yang terluka

Hujan
Ada kalanya
Di iringi tawa membahana
Hujan pembawa baki bahagia
Ada sebuah masa
Penuh suka cita

Bukan hujan yang salah
Tetesannya melukai
Angin badai menyertai
Petir melecutkan tali
Air tak terbendung lagi

Namun ....
Seberapa kuat kau menerima hujan
Akankah hujan membuat mu
Yang lemah menjadi kuat
Atau yang kuat menjadi lemah

Bukan karna hujan
Tapi... Itu hatimu
Akankah hujan hanya berlalu
Bermanfaat bagimu
Atau menghancurkan dirimu

Batam, 28 Juni 2020
Alumi Ulum

Minggu, 21 Juni 2020

Merapikan buku dan dokumen part 4


Kebahagiaan itu adalah salah satunya saat mencari buku atau kertas dokumen yang kamu inginkan, kamu tahu dimana tempatnya dan tak ada 5 menit buku atau kertas nya sudah ditemukan. Iya khan.... Ngaku nggak?

Yap itulah yang saya rasakan. Dikarenakan sebelum-sebelumnya ketika memerlukan fotokopian KTP, KK atau akte, saya harus berpikir terlebih dahulu dimana saya harus mencari? Setelah dicari-cari dengan membongkar sana bongkar sini, berkeringatan belum tentu ketemu. Huft......


Alhamdulillah I am more happy now, tak dipusingkan lagi soal buku dan kertas. Melakukannya tanpa terpaksa dan pelan-pelan tanpa terburu-buru deadline. Meski kesannya jadi lamaaa..... tapi tak apa. Hihihi.... Satu masalah terselesaikan.

Besok-besok barulah nak beranjak ke beberes baju, peralatan dapur, file dan folder di komputer, dan beberes yang lainnya.....
Cus...

#jurnal5
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari



Selasa, 16 Juni 2020

Merapikan Buku Part 3

Ow... Hari ini dicolek sama mentor. Apa progres nya mbak? Apa masih tata menata buku.... Iyup.


Saya masih ngumplek sama kertas. Karena 2 benda yang memang mendominasi dan harus harus bangettttt... Ditata... disortir... Yaitu adalah kertas/ buku dan baju. Yang lain mah gak terlalu bikin pusing kepala.

Ya .... Alhamdulillah sejauh ini soal buku dan kertas lebih mudah mencarinya bila diperlukan. Lebih tertata dan tidak berserak seperti sebelumnya.

Hanya tinggal sisa sisanya yaitu menata dan arsip kertas dokumen pribadi, susun buku perpustakaan sesuai jenis bukunya dan sortir buku-buku catatan pribadi.

Kali ini saya fokus di arsip dokumen yaaaa

Step one by one... Yang penting ai HEPI.. tidak terlalu ngoyo.... Tapi selesai dah kerjaan nya.

Pertama: arsip dipisahkan berdasarkan personal anggota keluarga. Sedangkan arsip bersama dijadikan satu. Tidak digabung dengan arsip personal.

Kedua: buang fotokopian  dokumen yang tidak diperlukan. Jika itu akte kelahiran, maka tidak akan berubah, jadi bisa kita sediakan 2-5 lembar fotokopi an nya tidak apa-apa sewaktu waktu diperlukan. Tapi kalau Surat Kartu keluarga sebenarnya cukup 1-2 lembar saja. Kenapa? Karena ke depan nya kartu keluarga bisa saja berubah sesuai dengan perubahan jumlah anggota keluarga.

Dan kenapa jangan terlalu banyak menyiapkan copy an? Bikin pusing kepala.... Lebih bagus jaman digital seperti ini cukup scan saja, arsipkan berupa file. Sehingga sewaktu waktu diperlukan tinggal print dirumah, bila tak sempat pergi ke tempat fotokopian.

Semangatttt.... Terus tata menata ....
Beres beberes....

Senin, 08 Juni 2020

Merapikan Buku Part 2



Masih berbicara topik mengenai beberes buku. Kalau sebelumnya saya hanya mengawali dengan merapikan 1 lemari buku, kemudian saya berpikir apa tujuan dan rencana untuk mencapai goal yang saya inginkan?
  • 1.   Menyusun buku-buku dengan rapi, dipisahkan antara buku perpustakaan keluarga maupun buku pribadi masing-masing.
  • 2.    Menyimpan buku dalam 1 tempat, tidak terpisah-pisah

Kalau tahap sebelumnya saya hanya sempat merapikan 1 lemari, maka di tahap kali ini jurnal ketiga beberapa hal yang saya lakukan adalah:
  • 1.      Mengumpulkan semua buku (di lemari kaca, lemari kayu, lemari dekat baju, di kamar, didapur, dan disudut2 rumah yang ada buku/ kertas-kertas)
  • 2.    Memisahkan buku-buku perpustakaan, buku pribadi masing-masing terutama buku pelajaran, buku/ dokumen keluarga, buku/dokumen lembaga TPQ, dokumen lembaga BMG, dll
  • 3.    Memastikan dan mengawasi penggunaan lemari  buku. Karena saya lihat beberapa hari dirapikan, terkadang ada saja benda-benda yang tidak semestinya, ikut-ikutan nebeng di lemari buku. Contohnya gelas minum, jilbab, topi, mainan, dan lain-lain. Siapa pelakunya?
  • 4.    Mengembalikan buku/ dokumen ke tempat yang seharusnya. Contoh buku/dokumen lembaga TPQ saya taruh di kantor TPQ, tidak lagi dirumah
  • 5.    Menyimpan buku-buku paket pelajaran yang masih akan digunakan, dikelompokkan berdasarkan kelasnya. Dan menyingkirkan buku-buku LKS untuk diberikan kepada tukang loak buku.



Rencana berikutnya yang akan saya lakukan:
  • 1. Mem-file kertas dokumen (arsip). Untuk dokumen akan dipisahkan berdasarkan 2 hal. Yaitu dokumen keluarga dan dokumen personal. Dokumen keluarga contohnya surat tanah, surat BPKB motor, surat kartu keluarga. Sedangkan dokumen personal, dipisah berdasarkan perorangan sejumlah anggota keluarga. Contohnya file ayah terdiri: akte, ijazah, ktp, dll
  • 2.  Merapikan buku pribadi, mana-mana buku yang sudah tidak dipakai maupun yang masih bisa dipakai.
  • 3.  Merapikan kembali buku-buku di lemari perpustakaan keluarga, dipisahkan sesuai kategori buku seperti buku-buku agama, teknologi, pengetahuan umum, majalah, parenting, dll

#jurnal3
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari

Kamis, 14 Mei 2020

Merapikan buku


Bukuku ada dimana?

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah “dimana-mana”. Dalam sesi mentoring metode bebersih “sing penting mari” kali ini mentor privat saya…cie… mendiskusikan apa goal untuk jurnal kedua kali ini. Bingunglah saya sebenarnya hendak memulai dari mana. Karena semua ingin dibereskan, tetapi tangan saya hanya dua dan kaki saya juga dua.


Akhirnya saya putuskan, dengan senang dan ringan sesuai dengan kemampuan saya ditengah-tengah kesibukan yang mendera, maka saya memutuskan untuk memulai dari buku. Seperti pertanyaan pembuka pada jurnal kedua kali ini, bukuku ada dimana? Jawabannya dimana-mana. Iya, buku saya tersebar hampir diseluruh sudut rumah. Lemari buku ada 4, masih ditambah kotak-kotak bekas buah yang difungsikan untuk menampung buku, belum lagi kardus dan plastik juga berisi buku.

Hei… kenapa begitu banyak bukuku? Sebagian memang koleksi buku pribadi, buku bacaan, buku parenting, buku islami, namun yang membuatnya kelihatan bertambah banyak yaitu buku-buku bekas pelajaran anak-anak yang juga saya simpan. Kenapa disimpan? Karena berharap buku-buk u pelajaran tersebut bisa dipakai turun temurun dari anak pertama ke anak kedua dan seterusnya. Padahal….. Terkadang buku itu juga tidak bermanfaat, tapi saya begitu sayang untuk membuangnya.

Kenapa buku saya terlihat banyak? Penyebab lainnya juga adalah ada beberapa buku dan dokumentasi lembaga keorganisasian yang saya ikuti bercampur dengan buku pribadi saya. Fix… inilah mungkin hal-hal yang harus saya cermati dan atasi agar buku-buku bisa ditaruh ditempatnya dan saya juga makin happy melihat buku yang tertata rapi. Karena saya pecinta buku.

Dalam proses beberes kali ini saya belum sanggup untuk mengumpulkan seluruh buku dan mensortirnya. Target kali ini yaitu merapikan satu lemari khusus buku. Kenapa harus saya rapikan? Karena memang kondisi bukunya berantakan. Ditambah lagi beberapa kebiasaan anggota keluarga lain yang memperparah penampilan isi lemari. Diantaranya anak yang suka meletakkan tas, mainan, jilbab di tempat lemari buku. Hallo…..? Ini lemari buku ya. Bukan lemari pernak-pernik. Saya juga menulis pengingat untuk diri saya sendiri dan juga orang lain agar memposisikan lemari ini memang khusus lemari buku, bukan lemari doraemon.
sebelum dirapikan

Harap dimaklumi ini memang hanya merapikan. Karena sejatinya buku-bukunya masih amburadul untuk pengelompokkannya. Sebenarnya lemari ini sudah pernah saya rapikan dan disusun berdasarkan kelompok bukunya. Ada buku agama, buku pengetahuan umum, buku parenting, buku majalah, dan lain sebagainya. Qodarullah, dikarenakan renovasi rumah yang mengakibatkan debu beterbangan dimana-mana, saya meminta anak-anak untuk membersihkan debunya.

Yang dilakukan oleh anak-anak yaitu mengambil buku-buku tersebut, mengumpulkannya menjadi satu dan langsung merapikan sesuai “ukuran” dan bukan  berdasarkan tipe atau jenis buku. So, ambyar sudah …..

#jurnal2
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari

Selasa, 17 Maret 2020

Aliran Rasa Kelas Ulat

Buncek Batch 1

Siap menuju proses perubahan ke arah yang lebih baik.

Selayaknya telur yang berubah menjadi ulat. Ulat dengan rakusnya memakan dedaunan "ilmu".

 Dan kini ulat berubah menjadi kepompong, kemudian harus "bertapa" berdiam diri untuk bersiap menjadi kupu-kupu yang cantik. Berdiam diri untuk merenung lebih dalam terhadap makanan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan selama menjadi ulat sebelumnya.

Perubahan ini tentu tidak mudah karena melalui perbagai tantangan.

Bahagia tetap. Jangan lupa bahagia.


#bundacekatan
#ibuprofesional
#kelasulat
#aliranrasakelasulat

Senin, 09 Maret 2020

Aliran rasa kelas Ulat-ulat Buncek


Aliran rasa kelas Ulat-ulat Buncek

            Terus belajar meski tertatih. Dimateri buncek ini sebenarnya ada hal yang menjadi tantangan bagi saya karena masih belum bisa menyimak materi yang disajikan melalui grup facebook dan masuk kelas manajemen emosi dengan menu spesial nya ”healing” di aplikasi telegram. Secara teori masih terus mencoba meresapi dan jujur secara praktek masih jauh dari harapan.

            Untuk di kelas healing sendiri saya masih stay di kelas tersebut dari awal sampai sekarang karena merasa masih perlu banyak belajar dari sini.
Saya suka belajar dan terkadang perlu rambu-rambu untuk tetap terus semangat belajar. Itulah kepada saya juga mengikatkan diri dengan menjadi salah satu pengurus manajer operasional HIMA, agar saya tertular semangat teman-teman yang tetap istiqomah.

HOW WITH MY BUDDY?
            Salah satu sahabat buddy saya mbak Rika mengatakan dirinya masih seperti tong kosong dan masih minder. Huhuhu .....sama....loh dengan diriku.
            Tapi semangatnya buat HIJRAH untuk selalu memperbaiki diri ..... patut saya contek. Tapi hebatnya buddy saya sudah jalan-jalan ke berbagai kelas. Antara lain kelas ruhiyah, ibadah dan cooking. Saya baru ngiri mau masuk kelas tersebut. Ujung dari segala tantangan yang paling berat  adalah komitmen dan konsisten. Iyaaaa ...... saya juga gitu...

BEKAL UNTUK MY BUDDY
Duh malu sebenarnya, mau kasih-kasih bekal. Kuatir tidak cocok dan terkesan menggurui. Maafkan diriku sebelumnya ya my buddy.....mbak Rika...... Semoga bekal yang saya berikan bermanfaat .....





#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional




Senin, 24 Februari 2020

Tips manajemen waktu

Masih lanjutan dari camping kemaren setelah berkenalan dengan orang yang benar-benar baru, maka saya menyiapkan makanan terbaik bagi bunda cekatan yang memilih kelas manajemen waktu.
Ada 3 orang yang kebetulan sama-sama memilih kelas manajemen waktu, yaitu bunda Zulvi, bunda Laeli dan bunda Yulita.

Tips tersebut saya rangkum dari artikel "8 Tips Efektif untuk Manajemen Waktu yang lebih efektif" karya Mutia Isni Rahayu. Lebih detailnya bisa lihat di sini


#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Minggu, 16 Februari 2020

Camping Bunda Cekatan


Kenalan dengan orang yang benar-benar baru, butuh waktu dan bahasa yang pas. Untuk berkenalan saat camping bunda cekatan saya memilih 2 metode. Yang pertama lewat Facebook dan yang kedua lewat WhatsApp.
1. By Facebook
Untuk Facebook saya meng-add pertemanan bunda-bunda yang menggunakan profil buncek. Dan dari 7 orang yang saya add, ketujuhnya menyukai kelas yang berbeda.

2. By WhatsApp
Untuk add perkenalan by WA saya memilih anggota grup Manajer Operasional Himpunan Mahasiswa (ManOp HIMA) karena memang saya tak banyak mengenal mereka. Harapannya bisa saling sharing dan akrab juga sesama ManOp. Ternyata dari 6 orang, kelas favoritnya adalah sebagai berikut:

Kelas Manajemen Waktu masih menjadi favorit bagi para ManOp yang ketje-ketje ini, karena memang harus bisa mengendalikan diri kapan online dan kapan offline.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Senin, 10 Februari 2020

Self Healing dengan Ilmu Tehnik Sadar Nafas



     Didalam keluarga Manajemen Emosi “ Inside Out Family” ada beberapa menu yang bisa dinikmati. Salah satunya Belajar Self Healing. Salah satu tehnik self healing yang bisa kita pelajari yaitu Tehnik Sadar Nafas.
    




Mari Kita Berkenalan dengan TEHNIK SADAR NAFAS.

Step 1 Cobalah tenang sebentar
Step 2 Ambil napas melalui hidung dengan mulut tertutup. Masukkan udara kedalam perut hingga perut mengembung. Kemudian hembuskan melalui hidung lagi dan mulut tetap tertutup.
Step 3 Tetap rileks dan atur nafasnya
Step 4 Lakukan 5x putaran sadar nafas kemudian tanyakan pada diri ”Hai (sebut nama) apa yang kamu ingin aku lakukan agar kita menjadi lebih baik.”
Step 5 Kemudian hening dengan tetap mengatur nafas secara lembut teratur.


Dalam kondisi yang cukup hening akan ada petunjuk dari dalam diri. Nanti akan dimunculkan emosi apakah yang masih tersisa. Terkadang muncul sebuah gambaran slide sebuah peristiwa yang tanpa kita duga.

Cobalah untuk berdialog dengan diri sendiri, karena didalam diri kita ada cahaya kebenaran  yang datangnya dari Allah. Self Healing ini bermanfaat antara lain:

1. Tehnik mengenali diri, memahami diri, memyadari diri untuk kemudian bisa menerima dan berdamai dg diri.
2. Bisa menyelaraskan antara fisik dan emosi.
3. Bisa sebagai penyembuhan diri dan melibatkan obat-obatan.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional



Minggu, 02 Februari 2020

Belajar Bersama Keluarga Manajemen Emosi di Pohon Apel


Ada beberapa hal yang ingin saya pelajari seperti tentang computer, literasi, al Qur’an, manajemen waktu dan manajemen emosi. Pilihan saya awalnya adalah manajemen waktu. Namun  kemudian saya berbelok ke manajemen emosi dan manajemen qolbu.
Semoga saya banyak belajar dari Keluarga Manajemen Emosi di bawah rindangnya pohon apel milik Institut Ibu Profesional.

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Minggu, 19 Januari 2020

Proyek E-Book : Keluarga Cinta Literasi



Membaca buku, membuka cakrawala, membuka jendela dunia. Baca buku gudang ilmu pengetahuan. 
Apapun yang  ada hubungannya dengan buku, saya pasti suka. Membeli, menulis, membaca, mengoleksi dan lain sebagainya. Maka hobby positif ini tentu bisa dan harus ditularkan kepada anggota keluarga yang lainnya.
So ……

Bila ada pertanyaan “Bagaimana Anda menanamkan kebiasaan membaca dan menulis di keluarga dan diri sendiri?”
  • 1.       Membuat perpustakaan keluarga
  • 2.       Ketika kita sering terlihat membaca maka anakpun akan mencontohnya. Perbuatan lebih efektif daripada perkataan.
Cara-cara apa saja yang telah Anda lakukan?
  • 1.       Memberikan hadiah buku kepada anak
  • 2.       Menyusun buku sedemikian rupa agar menarik  di lemari perpustakaan keluarga
  • 3.       Menyediakan buku-buku yang disukai oleh anggota keluarga, contohnya anak-anak disediakan majalah anak-anak “Adzkia”, untuk ayah disediakan buku “Khotbah Jum’at”, dan lain-lain
  • 4.       Membuat pohon literasi bisa menjadi penyemangat bagi anggota keluarga
Adakah hal menarik yang Anda temui dalam proses tersebut?
  • 1.       Anak mengajak kawan-kawannya kerumah untuk membaca buku di perpustakaan
  • 2.       Ayah menanyakan buku untuk materi tertentu yang ingin diketahui
  • 3.       Tetangga juga sering meminjam buku
Apa kendala yang Anda temui?
  • 1.       Menjaga buku agar tetap rapi dan tidak terlipat-lipat
  • 2.       Pengembalian buku tidak pada tempatnya
  • 3.       Terlalu banyak buku dan sayang membuang buku yang sudah jelek
  • 4.       Buku susah ditemukan
Apa solusinya?
  • 1.       Pendataan buku
  • 2.       Penomoran dan penempatan buku sesuai kategori
  • 3.       Buku bagi pemimjam buku perpustakaan
Well, salam literasi. Semangat mengenalkan buku bagi generasi masa depan. Hari ini minat membaca memang tinggi, tapi daya baca harus ditingkatkan lagi.

#RumbelMenulisBatam
#proyekebookrumbelmenulisbatam

Belajar Konmari


#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Kamis, 16 Januari 2020

Aliran Rasa Kelas Telur-telur



Belum sempurna.
Terus berproses.
Perkuliahan di kelas Matrikulasi dan Bunda Sayang telah selesai. Kini sampai pada kelas Bunda Cekatan. Pada tahapan telur-telur pun usai. Telur hijau, telur merah dan telur oranye sudah didapatkan. Yeiyyyy pecah telur pada jurnal ke-4. Tapi saya tetap merasa harus dan harus banyak belajar lagi dan lagi. Masih jauh dari keinginan dan harapan. Welcome to the jungle knowledge. Semoga Allah senantiasa menjadikan semua ibu menjadi ibu terbaik bagi putra-putri mereka. Semoga Allah berkenan.

#janganlupabahagia
#aliranrasatahaptelurtelur
#bundacekatanbatch1
#institutibuprofesional

Selasa, 14 Januari 2020

Cara Agar Otak Mengeluarkan Ide


"Aduh, ideku lagi mampet," kata fulan.
"Blank...bener-bener blank," kata fulanah.
"Aih buntu sudah pikiranku," sahut yang lainnya.

Pernahkah Anda mengalami hal-hal seperti diatas. Pada saat menghadapi sebuah permasalahan, otak seperti komputer heng. Merasa otak tak lagi bisa diajak untuk berpikir. 
Dikejar deadline tulisan, terburu-buru tetap saja ide tak terbersit di pikiran.

Apa yang kamu lakukan bila menghadapi hal seperti ini?

Banyak cara sebenarnya tergantung tiap-tiap orang. Namun saya contohkan 3 aktivitas yang bisa kamu coba agar pikiran yang sedang buntu bisa terbuka lagi. Ide yang mampet bisa lancar kembali. Caranya yaitu:

1. Sholat. Pada saat sholat, otak dalam kondisi tenang. Dalam kondisi seperti ini ide banyak bermunculan dan berkelebatan.
2. Bilik perenungan, saat ketika Anda buang air besar (BAB). Tak jarang orang yang kehilangan kunci, jadi teringat dimana letak kunci saat BAB. 
3. Naik motor, orang yang sedang menyetir baik roda 2 maupun roda 4 perhatiannya akan fokus pada 1 titik yaitu jalan raya. Maka jangan heran pada saat fokus seperti ini ide-ide briliyan akan bermunculan tergantung pada apa  yang Anda pikirkan saat itu.

Well semoga tak ada lagi permasalahan mampet ide, buntu dan lainnya. Selamat mencoba.

Minggu, 12 Januari 2020

Mind Mapping Bunda Cekatan



                 Saatnya menulis atau menggambarkan apa yang Anda inginkan. Dalam jurnal ke-empat ini mari belajar membuat mind mapping agar apa yang kita rencanakan bisa terlaksana dengan baik dan kita punya dokumentasinya.
Pedoman dalam membuat mind mapping kali ini adalah :
1. Telur hijau, suka dan bisa
2. Telur merah, ketrampilan
3. Telur orange, tahu cara belajar
               
                Sehingga saat ilmu dan pengetahuan kita di telur orange bertambah maka anak meningkatkan kebahagiaan. Contoh oret-oretan sederhana yang saya buat adalah sebagai berikut:


 #janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Minggu, 05 Januari 2020

Temukan cara belajarmu



Tahapan berikutnya dikelas telur-telur adalah telur oranye. Disini kita harus lebih menggali lebih dalam, apa alasan yang mendasari kita ingin belajar sesuatu, ilmu apa yang ingin benar-benar dipelajari, kemudian ingin belajar seperti apa. Terakhir temukan cara belajar yang gue bangets...


#janganlupabahagia
#buncekbatch1
#kelastelur
#ibuprofesional

Merapikan baju part 1

Waktunya beberes baju....... Setelah sekian lama berkutat pada agenda beberes buku dan kertas, kini saatnya saya beralih ke benda yang ber...