Senin, 24 Agustus 2020

Tutorial membuat logo


Punya sebuah usaha dan bingung bagaimana cara membuat logo? Mau minta tolong orang lain harus membayar mahal? Saya kurang kreatif orangnya, jadi tidak bisa membuat logo yang cantik?

Pernah berpikir seperti itu?

 

Siapapun pernah ya. Tapi di jaman teknologi seperti ini semua sudah tersedia di depan mata. Tinggal kita mau belajar atau tidak. Anda bukan orang yang jago desain bukan lagi menjadi alasan tidak bisa membuat logo sendiri. Membuat logo tidak perlu bayar mahal. Emang bisa? Ya bisa dong......

 

Caranya bagaimana? Kali ini saya akan sharing tutorial cara membuat logo sendiri. Ada beberapa aplikasi yang tersedia untuk membuat logo diantaranya aplikasi canva, postermywal, dan masih banyak lagi. Namun kali ini saya akan memberikan tutorial dengan menggunakan aplikasi postermywall.com. Menurut saya hasilnya lebih bagus dan lebih bervariasi. Karena itu saya merekomendasikan aplikasi ini.

 

Step by stepnya adalah sebagai berikut:

1. Klik https://id.postermywall.com/ atau (versi English)https://www.postermywall.com/

2. Klik tombol buat desain

3. Kemudian pilih tombol ”logos”. Karena kita akan membuat logo berupa gambar maka klik ”gambar”. Maka tampilah ribuan gambar logo yang bisa Anda pilih dan Anda edit sesuai dengan keinginan. Mana logo yang ingin dibuat klik saja dan selanjutnya edit.

4. Anda bisa mengganti gambar, ukuran, warna, jenis huruf dan lainnya

5. Setelah selesai editing , tinggal unduh saja. Yap cukup simple kan

 

Selamat mencoba….

 



 









#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Hujan membatalkan rapat?

 

Hujan merupakan anugrah dari Allah yang patut kita syukuri. Walau terkadang hujan membuat kita membatalkan sebuah kegiatan. Meski di daerah lain, hujan membuat banjir yang tidak diharapkan. Sesungguhnya itu juga refleksi alam terhadap perbuatan manusia itu sendiri. Namun hujan tetaplah hujan. Apa arti hujan hanya kita yang bisa menilai dan memandang apa arti dan makna hujan tersebut.

 

”Aduh masih hujan. Kira-kira rapatnya jadi nggak ya?”, begitulah salah satu isi chat seseorang yang sedang mengonfirmasi keterlambatannya dalam rapat.

Iya terkadang hujan dipakai oleh seseorang untuk membatalkan kehadirannya dalam rapat atau konfirmasi terlambat rapat karena hujan. Lihatlah.......  bisa saja itu terjadi pada diri anda dan orang-orang di sekitar Anda bukan?

 

Informasi kapan akan dilaksanakan rapat tentu tidak akan pernah disertakan sebuah note : ”Bila hujan maka rapat cancel”, atau sebuah note : ”Kalau hujan boleh datang lambat saat rapat”. Terutama bila rapat dilaksanakan di sebuah ruangan. Tentu tidak ada pengaruhnya dengan cuaca. Hujan ataupun panas rapat tentu bisa dilaksanakan. Kalau hujan bagaimana? Ya.... bisa memakai mantel saat naik motor, bisa pakai payung saat jalan kaki? Apa lagi masalahnya? Biasanya yang menjadi masalah adalah Anda tidak punya mantel ataupun payung. Benar?

 

Akan berbeda ketika rapat dilaksanakan outdoor. Hujan tentu mempengaruhi situasi rapat akan dilaksanakan atau tidak.

  

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Awkward Moment

 

Istilah awkward moment diterjemahkan sebagai situasi yang bikin kamu canggung banget. Salah satunya yang pernah membuat saya canggung saat berjumpa dengan seseorang yang kita kenal, kita sudah senyum manis tapi tidak terbalas. Owh.....

 Beberapa kejadian seperti itu saya mengganggapnya ”aih sombongnya dia”, ”awas ya lain kali enggak lagi deh gue senyumin”, dan lain-lain. Intinya pikiran saya masih negatif bila terjadi hal seperti itu. Namun lama-kelamaan saya mencoba menetralisir dengan berpikir ”ah dia sibuk makanya gak sempat senyum”, ”ah orang itu mungkin gak ngeh sama kita”, ”mungkin dia sedang sakit gigi jadi tak bisa senyum”, dan akhirnya saya cuek.

 Bila saya merasa kenal atau pernah berjumpa saya akan tetap tersenyum manis. Soal dibalas atau tidak senyuman itu, saya tidak peduli lagi.

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Saya pikir akan mati

Pernah punya pengalaman yang dekat sekali dengan kematian? (Near death experience). Iya saya pernah. Ini terjadi masih di tahun 2019. Waktu itu kami pergi ke pantai 6 Barelang, pantai paling ujung bersama keluarga dan kawan suami. Pantainya sederhana tidak ada uang karcis saat masuk kesana.

Dengan membawa bekal seadanya makan nasi plus lauknya ditambah jagung sekarung. Niatnya sebenarnya ingin sekalian memancing tapi sayang umpan pancing tidak dapat. Akhirnya mandi laut dan bakar jagung lah jadinya.

 

Kondisi ombaknya lumayan deras, agak curam dan dalam. So tidak rekomended jika kita membawa banyak anak karena sangat berbahaya bila tanpa pengawasan orang tua. Pantainya tidaklah landai seperti pantai melayu.

 

Saya ikut berendam di air, bermain dengan ban bekas dan belajar mengambang. Yes saya berhasil mengambang tapi belum bisa berenang dan menahan nafas di air. Tak apalah yang pasti itu sebuah kemajuan untuk saya yang memang tidak pandai berenang.

 

Pelan-pelan saya agak menjauh dari bibir pantai dan ketinggian air sudah sampai seleher. Entah kenapa ombak memang terasa deras dan saya tidak bisa menyeimbangkan badan. Akhirnya saya menyerah dan tidak bisa teriak. Hanya tangan yang bisa melambai-lambai dan seluruh badan saya sudah tenggelam. Saat itu yang saya pikirkan ”Ya ampun, saya akan mati karena tenggelam”. Tapi alhamdulillahnya tangan kawan suami berusaha menggapai tangan dan menarik ke tepi pantai. Suami pun juga berlari menghampiri. Hanya beberapa detik kejadian itu sehingga saya hanya sedikit tersedak air laut.

 

Ya Allah alhamdulillah saya masih selamat.......

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Kenapa betah di Komunitas Ibu Profesional Batam


Saat ada pertanyaan : Apa yang membuatmu bertahan di Komunitas Ibu Profesional Batam (IP Batam)? Banyak sekali yang membuat bertahan. Diantaranya di komunitas ini banyak belajar ilmu-ilmu yang saya inginkan dan belajar berkomunitas dengan baik. Bahkan saya masih memiliki satu grup yang benar-benar nyaman buat ngobrol sampai sekarang. Memang jarang sekali jumpa offline dengan anggota grup tersebut akan tetapi sangat bermanfaat buat obrolan ala emak-emak yang jauh dari gosip, rumpi dan ghibah.  Lebih banyak sharing ilmu yang bermanfaat.

 

Saya memiliki beberapa grup komunitas lain. Dari pengamatan di beberapa grup terkadang grup tersebut kurang aktif dan kalaupun aktif terkadang peraturannya rancu kemudian ada juga yang kurang beradab. Tidak ada peraturan yang jelas. Sedangkan di komunitas IIP selalu di ingatkan yang namanya adab, contoh simpel nya bagaimana seseorang itu masuk dan keluar grup tidak asal keluar begitu saja tanpa adanya konfirmasi dan alasan yang jelas. Pengurusnya begitu care.

 

Untuk ketegasan peraturan grup juga demikian. Karena memang ini adalah komunitas IP Batam, maka info-info diluar agenda ibu profesional harus di konfirmasikan terlebih dahulu apakah boleh di share atau pun tidak agar tidak mengganggu kenyamanan anggota grup karena iklan-iklan lewat.

 

Di grup IP batam saya memilih mengikuti rumbel (rumah belajar) juga. Hampir semua rumbel ingin ikut tapi berdasarkan peraturan ada pembatasan jumlah rumbel yang diikuti. Ini bagus agar anggota rumbel bisa maksimal dalam mengikuti kurikulum yang ada di rumbel tersebut.

 

Saat ini saya mengikuti rumbel menulis dan rumbel green. Di rumbel menulis saya tertatih-tatih tapi saya suka. Meski tidak aktif sekali tapi saya tetap pantengin grup ini. Sedangkan grup rumbel green saya suka terhadap tumbuhan hanya kendalanya saya tidak pandai untuk menanam dan tidak telaten merawat tanaman.

Apa lagi yang membuat saya kerasan dan bertahan di IP Batam? ..... Ah banyak lah....

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Harapan

 Harapan

 

Hiduplah selalu dengan harapan karena harapan akan membuatmu terus melaju ke depan. Saya berharap bisa mendidik anak dengan baik. Apalah daya saya bukanlah manusia yang sempurna. Yang bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. Maka saya juga butuh bantuan para guru-guru di sekolah ataupun di pondok untuk membantu membimbing anak-anak saya.

 

Terima kasih bapak ibu guru dari anak-anakku ....

Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dan memudahkan rejeki serta segala urusanmu. Maafkan anak-anak kami bila pernah bertingkah kurang sopan dan kurang adab. Maafkan anak-anak kami yang sengaja maupun tak sengaja telah menyakiti hatimu. Semoga Allah berikan keberkahan dan balasan terbaik atas jasamu.

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Minggu, 09 Agustus 2020

Handphone jadul

Handphone yang pertama kali saya miliki adalah nokia di tahun 2004. Hp yang berkesan pake banget. Nada deringnya masih nit nut nit nut. Pada zaman itu fungsi hape yang penting bisa sms dan telepon. Belum se-wow hape sekarang yang bisa melakukan berbagai fungsinya. 

Warna biru yang saya pilih karena memang sesuai dengan warna favorit saya kala itu. Ketika saya bosan dengan casing hape nya yang polos, saya ganti dengan casing teddy bear warna biru langit. 


Alhamdulillah awet banget pemakaian hape nokia. Berganti hape karena memang pemakaian yang sudah lama. Pernah sekali waktu jatuh tapi masih aman-aman saja. Bila rusak sedikit tinggal servis dan onderdilnya original. Saat sudah tak terselamatkan lagi, saya tetap menggantinya dengan hape dengan merk yang sama NOKIA. Tidak tertarik dengan merk-merk lain seperti sony Ericson, Samsung ataupun lainnya. 

Dan bagi saya gak mudah move on terhadap barang-barang yang dimiliki.  Ya kebetulan juga menu-menu yang ada di hp nokia lebih simple dan tidak ribet. Suaranya juga jelas dan jernih. So clear alias bening suaranya.

Melihat gambarnya saja, berasa masih cintaaa.... begitu sama hp yang satu ini. Akan tetapi untuk menggunakannya sekarang ini sudah tentu jarang karena telepon atau sms seluler jarang. Lebih sering menggunakan message/ call/ video call dengan aplikasi Whatsapp (WA). Sedangkan WA hanya terdapat pada hp android, bukan hape jadul semacam ini. (Alumi Ulum)


#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Kenapa mau ikut kuliah bunda produktif

 Jujur...... Saat ini saya sedang menanti jadwal perkuliahan di IIP, Bunda Produktif 2. Kalau menanti enaknya gak ada tugas ya ..... Duh kee...