Minggu, 07 April 2019

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG 1


Saya adalah seorang ibu hasil didikan masa lampau yang menyamakan anak harus rata-rata kepandaian dan kepintarannya. Saya contohkan ketika di sekolah yang terpenting semua anak mendapatkan nilai di atas nilai 6. Ketika dirumah saya memang tidak ditekan untuk menjadi juara, tapi ayah saya pernah berkata “Nilai pelajaran itu yang penting tidak ada nilai merahnya ya sudah cukup”. Bahasa yang kalem seperti itu meski tidak menekan tapi tentu saja membuat saya kala itu belajar agar tidak mendapat nilai merah.

Akhirnya ketika memiliki anak pertama yang waktu itu sekolah tingkat SD kelas 1 & 2, saya juga masih mengharapkan anak saya tidak mendapatkan nilai merah. Ketika melihat nilai merah saya terpancing emosi sehingga membuat saya bekerja keras bagaimana caranya anak mau belajar lebih keras lagi.

Akhirnya alih-alih mencari buku cara meningkatkan kecerdasan anak, saya malah menemukan sebuah artikel yang menohok sekali.

“Semua anak cerdas!! Mereka lahir dengan kecerdasan masing-masing. Cerdas itu bukan hanya sebatas akademik saja. Kecerdasan itu ada banyak jenisnya.”

Yes. Baiklah tenang……
Anggapan saya selama ini salah. Target saya agar anak pintar dalam hal akademik saja itu salah besar. Anggapan saya bahwa anak cerdas adalah anak yang mendapatkan juara dikelas itu juga salah. Alhamdulillah seiring pemahaman saya mengenai kecerdasan anak, sekarang ini bila anak mendapatkan nilai kecil dari ujian di sekolahnya saya hanya tersenyum dan bertanya “Kakak, kakak bahagia nggak dapat nilai segini?”. Kalau jawabannya  bahagia, maka saya juga akan berkata “Ya, sudah yang penting kakak bahagia”. Bila jawabannya tidak, biasanya saya akan menasehati “Ya, lain kali belajar lagi trus lebih teliti dalam menjawab soal ujian ya”.
Mereka adalah bintang dimanapun mereka berada. Mereka adalah bintang bagi orang tuanya. Mereka adalah bintang bagi orang-orang disekitarnya. Pada materi kuliah bunda sayang kali ini mendapatkan penguatan bahwa “Semua Anak adalah Bintang”. Lagi-lagi cetar selalu untuk materi yang disajikan oleh Institut Ibu Profesional yang sudah berhasil membuka mata semua orang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Senin, 18 Maret 2019

gunakan hak pilih dengan bijak


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


Gunakan hak pilihmu


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


Gunakan hak pilihmu


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


Kamis, 28 Februari 2019

Aliran Rasa Tantangan Stimulus Matematika Logic


Mata pelajaran matematika terkenal menjadi momok bagi sebagian besar pelajar. Tidak percaya silahkan tanyakan kepada para pelajar. Saya ingat ketika sekolah di tingkat SMA, diantara sekian pelajaran yang di-Ujian Nasional-kan nilai yang sangat susah digapai adalah matematika. Dan hampir rata-rata pelajar mendapatkan nilai matematika di bawah standar. Mau tau berapa nilainya? Nilai 4, 3 bahkan nilai 2 juga banyak. Padahal untuk mata pelajaran yang lainnya masih bisa dicapai dengan nilai 7 atau 8. Maka kalau nilai UN dapat angka 5 atau 6 itu sudah lumayan ya. Hal ini merupakan indikasi bahwa matematika merupakan mapel yang tidak mudah bagi mereka.

Bisa belum tentu senang. Senang bisa membuat bisa!
Terpikirkah kita bagaimana cara membuat anak-anak senang dengan matematika tanpa harus terbebani dengan bermacam-macam rumus? Andaikan mereka sudah merasa senang dengan matematika, saat duduk di bangku sekolah tentu lebih enjoy dalam mempelajarinya. Sehingga tidak merasa terpaksa hanya sekedar bisa tanpa menikmati dan happy.

Keren .....
Tantangan di kelas Bunda Sayang selalu keren. Karena membuat emak-emak jadi lebih membuka mata dan hatinya untuk menambah wawasan lebih luas

Sabtu, 23 Februari 2019

Stimulus Matematika Logis 10


Siang yang panas hari ini. Kipas terus berputar dengan sambil terkantuk-kantuk saya berusaha untuk membuka mata. Karena saya harus bangun dan menghadiri undangan salah satu kawan yang menikah.
“Eh, dik Anis. Jumlah jari kaki kanan Ummi ada berapa?” tanya Ummi mengingat masih ada tantangan yang tersisa dari game level 6 di kelas bunsay. Yes, saya mendapat ide untuk menstimulus matematika logis dengan cara menanyakan jumlah jari kaki kepada si bungsu.
“Ada 10 Mi.” Jawab si Bungsu.
“Loh kok 10, ini lho jari kaki Ummi yang kanan ada berapa?”, tanya Ummi.
“Ada 10 Ummi.” Jawabnya.
“Bener nich ada 10.” Kata Ummi.
“Iya 10 lah jari kaki.” Katanya.
“Tapi Ummi kan Cuma tanya yang kaki kanan. Kaki kirinya enggak.” Kata Ummi.
“Eh ada 5.” Katanya.
“Nah yang jari kaki kanan ada berapa?” tanya Ummi.
“Ada 5”, jawabnya.
“Kalo yang jari kaki kiri ada berapa?” tanya Ummi.
“5 juga”, jawabnya.
“Nah sekarang kalo Ummi tanya jari kanan ditambah jari kaki kiri berapa semuanya?” tanya Ummi.
“Sepuluhhhhhh”, jawabnya sambil tersenyum.
Tumben banget pertanyaan kali ini dijawab salah awalnya. Mungkin karena pertanyaan saya kurang pas. Karena membedakan ini kaki kanan dan satu lagi kaki kiri.


#Harike10
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic






Stimulus Matematika Logis 9


“Ummi gimana ini. Bantuin lah jawab soal try out.” Pinta anak pertama saya.
“Soal apa kak?” tanya Ummi.
“Soal matematika Mi. Soal pecahan. Cuman satu ini yang kakak belum bisa.” Katanya.
“Duh, Ummi lupa.” Kata Ummi.
“Tapi kan Ummi dulu juara 1 terus. Masak nggak bisa.” Lanjutnya.
“Ya, sudah lupa mau diapain. Kan Ummi juaranya sudah belasan tahun yang lalu...hehehe.” Kata Ummi.
Itu sekilas dialog saya dengan si kakak. Sebagai orang tua saya tetap berusaha dengan cara memfasilitasi agar mereka bisa belajar dengan baik. Meskipun untuk pelajaran tertentu saya tidak bisa mengajarkan sendiri. Dan saya juga tidak memasang target kepada mereka harus mendapat nilai sekian-sekian. Tinggi atau rendahnya nilai yang mereka dapatnya yang penting mereka sudah berusaha dan harus bisa legowo menerima apapun hasilnya.            


#Harike9
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic






“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...