Senin, 17 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesebelas




Alhamdulillah lagi lagi saya berterima kasih ke Ibu Profesional yang sudah berbagi ilmu yang tak ternilai harganya. Hari ini walau hari ke sebelas, lewat dari tantangan 10 hari saya masih ingin tetap mengabadikan komunikasi produktif ku dengan si kakak. Saya ingin mengevaluasi adakah saya sudah melakukan yang terbaik atau belum.

Dan hasilnya sayalah memang yang harus banyak belajar. Apalagi sebagai seorang ibu, sayalah yang menjadi awal mula tonggak pendidikan itu. 

#hari11
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Minggu, 16 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesepuluh




Hari ini saya mengantarkan anak-anak untuk les sempoa. Harusnya jam 9 sudah ready untuk belajar. Akan tetapi berhubung si adik main entah kemana dan harus dicariin terlebih dahulu jadilah agak molor jadwalnya.
“Ummi nanti jemput jam 11 ya?” kata si kakak. Saya agak ragu menjawabnya karena jam 11 bisa dipastikan saya masih dikampus. Kalaupun kegiatan kampus sudah selesai maka jam segitu saya masih di perjalanan. Karena jarak rumah dan kampus lumayan jauh. Sementara saya harus ke kampus sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai ketua BEM dikarenakan hari ini kampus mendapatkan musibah yaitu kebanjiran dan kemalingan.
“Ummi bener lo ya nanti jemput jam 11.” Tegas si kakak meminta kepastian dari saya. Dan saya tetap tidak menjawabnya. Akhirnya saya pun tidak memberitahukan kepada si kakak bahwa hari ini saya akan pergi ke kampus. Karena bila itu saya lakukan, akan mengubah mood nya untuk belajar. Belum lagi melihat alisnya yang makin berkerut.
Jam 11 lebih ada WA dari guru les nya. Dan saya minta tolong kepada guru les nya untuk mengantarkan ke rumah. Dulu biasanya si kakak pergi les mau dengan naik sepeda sendiri. Tapi sekarang mau nya di antar oleh umminya.
Sepertinya si kakak kecewa dengan saya karena suaranya hari ini agak tinggi dibanding biasanya. Dan saya harus berbicara dari hati ke hati agar hal ini tidak terulang lagi.


#hari9
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Jumat, 14 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Kesembilan




“Adik anis bangun, adik bangun, itu ada upin ipin lewat di depan rumah kita lho.” Kata si sulung.
Si kecil langsung terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Langsung keluar rumah membuka pintu. Dan dia bertanya dimana upin ipin.
Sebenarnya saya ingin tertawa dengan cara kakaknya membangunkan si adik, akan tetapi saya tidak melakukan itu karena apa yang dilakukan kakak adalah sebuah kebohongan. Saya khawatir nanti adiknya tidak akan percaya kepada sang kakak dan kakak juga menjadi terbiasa bohong, meski tujuannya hanya sekedar membangunkan adik yang memang agak susah bangun pagi.
“Tak ada dik. Masak ada upin ipin diluar. Upin ipin adanya ya di tipi lah.” Kata si kakak.
“Aaaahhh, kakak bohong bohonglah.” Sahut si adik sambil tertawa karena termakan perkataan si kakak.
“Kakak kok bohongin adik. Mana boleh seperti itu.” Kata Ummi.
“Habisnya adik tak mau bangun, padahal mesti bangun ntar sekolah terlambat” jawab si kakak.

Ok. Sepertinya saya akan membahas masalah ini dalam forum family nanti malam.

#hari9
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Komunikasi Produktif Hari Kedelapan




Tak ada benar dan salah dalam mengerjakan Nice Homework yang ada di Perkuliahan Ibu Profesional. Yang ada adalah proses dalam mengerjakan NHW dan menceritakan hasilnya. Sesudah dijalani kemudian diceritakan kembali agar ada evaluasi dan perenungan. Kemudian perubahan ke arah yang lebih baik.

 Hari ini saya meminta tolong kepada si sulung untuk memasak dengan panduan dari saya. Si sulung tidak mau makan lauk ikan dan daging, maunya ayam. Baiklah kita masak bareng ya..... lebih tepatnya saya hanya memberi komando apa-apa yang harus disiapkan dan dilakukan. Si sulung yang mengerjakan dan dengan rasa bahagia dia makan hasil karyanya. Tarraaa...ayam kecap.

Saya berusaha memberikan kepercayaan terhadap si sulung untuk melakukan sesuatu yang menunjukkan “ini loh kamu bisa”.


#hari8
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Kamis, 13 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Ketujuh



“Ummi bukalah semangkanya. Adik mau semangkanya.” Rengek an si kecil karena melihat ada semangka yang saya taruh di meja makan.
Alhamdulillah tadi  ada wali murid yang memberikan semangka 1 biji.
“Iya boleh, ambillah piring besar dan pisaunya.” Kata saya.
“Iya dik ambil bawa sini, kakak yang bukain” kata si sulung.
Tak berapa lama si kecil semangat pergi ke dapur untuk mengambil piring dan pisau. Tapi ternyata yang diambil malah sebuah mangkok.
“Yah adik. Bukan itulah. Ambilnya piring.” Kata si sulung.
Si kecil tertawa dan menyahut “O, piring. “ sambil memegang dahinya pura-pura lupa.
Akhirnya kami semua tertawa kecuali abinya yang masih berada di Mushola.
Si sulung sudah terampil memegang pisau dan membelah semangka menjadi 2 bagian. Di sisakan setengah untuk dimakan besoknya. Sambil menunggu semangka selesai dibelah, saya menelepon neneknya di kampung. Mendengar suara neneknya di HP mereka semuanya tersenyum dan tertawa sambil memanggil nama neneknya dan kakeknya. Sebenarnya sudah lama mereka meminta untuk menelepon, akan tetapi saat bisa menelepon ternyata sinyal di kampung timbul tenggelam sehingga tidak bisa tersambung. Lain waktu sekalinya saya bisa menelepon eh, anak2 lagi main di luar rumah sehingga tidak bisa ngobrol dengan neneknya.

Alhamdulillah
Berkumpul dan tertawa bersama mereka adalah sebuah kebahagiaan yang sangat berharga.

#hari 7
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Rabu, 12 September 2018

Komunikasi Produktif Hari Keenam



 “Mi... apa itu shoplen”, tanya si sulung.
“Hm shoplen. Apa itu ya?” tanyaku kembali karena bingung dengan apa yang dimaksud oleh si sulung.
“Itu lho mi yang ditaruh dimata.” Jawabnya
“Oh itu softlens bukan shoplen kak. Itu untuk mata sebagai pengganti kacamata.” Jawabku
“Ayok mi kita periksa mata. Kata kawan kakak dia periksa trus pake softlens. Nanti matanya bisa macam-macam warnanya.” Lanjutnya
“Softlens itu bukan untuk gaya-gaya an lo kak. Tidak sembarang memakai softlens. Kalau sembarangan bisa-bisa merusak mata. Kalau mata kita sehat untuk apa pakai begituan. Kan kalau mata kita minus buram-buram gitu baru perlu pakai kacamata atau softlens.” Aku mencoba menerangkan kepadanya perihal softlen.
“O gitu ya mi. Jadi kalau mata kita minus buram-buram tengok tulisan kan. Nah mi mi. Mata kakak kalau tengok tulisan juga kabur lo mi. Agak-agak nggak jelas gitu”, katanya.
“Ah masa iya, mata kakak kabur ya.” Jawabku. Kemudian terlintas ideku untuk menggodanya.
“Kalau kabur ya ditangkap lah. Biar nggak lepas. Biar jangan kabur” Godaku.
Kami tertawa serempak.
“Ih ummi kok tahu. Kakak tadi juga mau ngomong gitu lo.” Katanya sambil tertawa karena ternyata dia hanya ingin membuat joke. Dan sayangnya joke nya secara kebetulan terjawab.

Itulah sepenggal obrolan dengan si sulung. Sampai hari ini saya masih belum menemukan formula yang tepat atau menulis dengan pas apa-apa yang hendak saya ceritakan di tantangan 10 hari game level 1 ini. Dalam 1 jam mungkin saya bisa hafal materinya. Tetapi saat menghadapi realnya, terkadang saya bingung. Eh yang mana satu ya poin yang akan saya kerjakan. Sehingga baru seperti inilah yang bisa saya tulis. Terima kasih kepada Ibu Profesional atas materi-materinya yang luar biasa.


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#institutibuprofesional


Selasa, 11 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Kelima




“Mi, buku kakak dipinjem lo sama kawan.”, lapor si kakak.
“Ya alhamdulillah bisa ngasih pinjem sama kawannya.” Kataku.
“Tapi mi, kakak tak mau lah kasih pinjem lagi soalnya dia balikinnya lama. Masak besok mau ujian tapi bukunya belum dibalikin. Kan kakak juga mau belajar. Dia janji balikin hari itu tapi bohong.”  lanjutnya.

“ Ya kasih tau saja kak, kalau mau minjem mesti tepat janji kapan baliknya. Soalnya kasihan lo, dia itu anak yatim. Tak ada ayahnya. Tak seperti kakak. Entahlah tapi kawan yang lain juga digituin. Jadinya waktu ujian bingung mau belajar pake buku apa.” Kata si kakak

Sepenggal percakapan ini menjadi PR bagi saya untuk memberi pemahaman kepada anak bagaimana cara memberi pinjaman dan membuat kesepakatan agar peminjam maupun orang yang memiliki barang tidak merasa dirugikan.  

#hari  5
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Minggu, 09 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 4

“Kakak minta tolong jaga adik ya?”
Dengan muka masam dan alis yang hampir bersatu, si kakak menjawab, “Kenapa ummi. Adik diajak sajalah.”
“Kak ummi ke batam centre. Ummi jadi MC untuk acara kampus.” Kataku dengan sengaja tidak mengatakan bahwa acara kami di sebuah mall. Karena kalau mendengar kata mall pasti semua minta ikut sementara dalam kegiatan nanti saya belum tahu akan seperti apa kondisinya. Hanya saja biasanya si kecil  selalu ikut kemana-mana sehingga saat saya naik kepanggung pun juga ikutan.
“Kak, ini ya lauknya nanti kalau adik minta makan.” Tambahku.
“Nanti ummi pulang jam berapa?” tanya anakku.
“Ummi pulang nya kalau nggak sore ya malam ya.” jawabku.
Duh, nak sebenarnya ummi ingin mengajak kalian bersama-sama akan tetapi situasi belum memungkinkan. Lain kali akan ummi tebus dengan mengajak kalian ke tempat yang kalian suka. Tapi senangnya saya meski masih ada manyun muka masam si kakak, dia mulai terbuka untuk menceritakan pengalamannya. Ya. Dalam beberapa hari ini setiap kali bercerita saya berusaha untuk menatap matanya.


#hari  4
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Sabtu, 08 September 2018

Bahagianya Emak bersama Komunitas




Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.

#Sepekan Bercerita
#Rulis IP Batam
#Day5

Komunikasi produktif bunda sayang ketiga

Game level 1 Day 3

"Ummi kakak hari ini enggak les sempoa ya. Karena harus ke sekolah lagi mau latihan boleh tanding persahabatan dan habis itu belajar kelompok.", kata si sulung.

Ragu saya hendak memberikan ijin khawatir masih nanti melakukan hal-hal selain itu.

"Kenapa kok enggak sempoa, boleh main volley tapi tetap les ya." jawabku.

"Ah ummi boleh lah kan ini sama Elfa", katanya sambil menunjuk kawannya.

"Ya sudahlah kalo gitu", jawabku.

Mungkin kakak memang sedang semangat semangatnya olahraga bola volley ini. Semoga bisa membantu mengembangkan bakalan.

Jumat, 07 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang 2


 
“Kak, minta tolong ya. Hari ini adik pulang sekolah nanti sama kakak karena ummi ada kegiatan di perpustakaan di Batam Center.” Pintaku kepada si sulung.
“Ah ummi. Adik nggak ikut ya.” Jawabnya dengan muka masam.
“Ya Enggak khan adik masih sekolah”, kataku.

Meski wajahnya masih masam tapi mau tak mau hari ini aku memberikan kunci rumah kepada si sulung karena kegiatannya nanti dhuhur baru sampai  rumah.

Terhipnotis oleh TV seperti itulah si sulung . TV gambarnya sudah abu-abu tidak jelas. Tumpukan baju yang belum dijemur. Ditambah tumpukan baju yang sudah kering menunggu untuk dilipat. Piring kotor berserakan. Hup, emosi langsung pecah. Dengan suara yang meninggi saya menegaskan pertanyaan, apakah ummi mesti marah baru kakak mau bantu ummi sekedar lipat baju atau cuci piring?

Astaghfirullah, ketiga anakku langsung terdiam dan tak berapa lama mereka bergantian mencuci piring. Entahlah rasa iri mereka antara satu dengan yang lain begitu tinggi. Sehingga bila mendapat tugas maka saudara yang lain juga harus sama. Tak ayal jumlah piring yang dicuci pun harus dihitung agar adil menurut mereka. Kakak cuci 10 piring/ mangkok maka adikpun juga harus sejumlah itu. Ya Allah hari ini merasa gagal untuk mengendalikan emosi.

#hari  2
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Buku Jungkir Balik Dunia Emak


Bahagianya emak bersama Komunitas

Alhamdulillah kami hari ini bersama 19 penulis Buku "Jungkir Balik Dunia Emak"mengadakan launching buku dan mini talkshow yang juga di isi dengan materi dari Bu Choiriyah selaku ketua FLP Batam (forum lingkar pena). Dan juga di isi oleh mbak Heni Lestari selaku Co Founder KWI (kopi write indonesia). 
Kegiatan di laksanakan di aula perpustakaan daerah Kepulauan Riau yang berada di area perumahan KDA (Kurnia Djaya Alam) Batam Centre.

Tidak disangka ternyata ada perpustakaan daerah yang juga menyediakan tempat bermain anak. Ini dia salah satunya kebahagiaan nimbrung di kegiatan Ibu Profesional Batam  bisa tahu tempat-tempat yang sangat ramah anak tetapi juga bagus untuk kita belajar.

Setelah jatuh bangun emak-emak 19 orang yang tergabung dalam rumbel Menulis sudah bisa menerbitkan dan melaunchingkan Buku JBDE. Amazing tidak pernah terlintas untuk bisa membuat buku seperti ini. Tapi kemustahilan itu justru menjadi kenyataan yang luar biasa.

Selanjutnya bikin buku apa lagi ya? Ups kita nulis dulu deh......
Yukk semangat menulis.



Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Pertama




“Ummi, kakak tadi selesai sholat magrib di mushola kan keluar mi. Terus kakak beli jajan tempat nenek flores. Ya ampun mi, kakak baru nyadar kalau kakak nggak pake cadar. Itu gimana mi. Boleh ya kayak gitu”, kata si sulung.
“Oh iya. Ya kakak benar-benar lupa kan. Ya gak papa lah. Kan namanya aja orang lupa. Ya tak ada hukumnya. Gak papa kok” begitu jawabku.

Ya ternyata si kakak lupa tidak memakai cadarnya setelah sholat magrib. Dan menanyakan bolehkah hal seperti itu terjadi? Hm senangnya karena kakak bisa menceritakan apa yang dialaminya hari ini.

#hari  1
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Kamis, 06 September 2018

Pekerjaan yang paling membuat Ibu bahagia

Apa sih pekerjaan seorang ibu? Ibu yang mana satu nih. Ibu karier yang bekerja di ranah publik atau domestik? Yang mana aja gak masalah ya. Umumnya pekerjaan yang dikerjakan seorang ibu hampir sama dan mirip satu dengan yang lainnya. Kalau yang dimaksud itu pekerjaan rumah tak jauh-jauh dari memasak, mencuci baju, jemur baju, menyapu, setrika, memandikan anak, membimbing anak belajar, mengepel, dan lain-lain. Rasanya tidak cukup satu kertas untuk menulis daftar pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ibu. Itu baru ibu dengan pekerjaannya secara umum. Belum lagi kalau ibu juga aktif di kegiatan yang lain tentu daftar pekerjaannya juga akan bertambah panjang, sehingga terkadang 24 jam tidak  cukup untuk menyelesaikan.

Ada seorang ibu yang suka sekali memasak, ada yang suka membuat handycraft, ada yang suka bersih-bersih, dan lain-lain. Dan boleh dong kalau ada seorang ibu yang suka banget baca buku hingga lupa waktu. Deuh mesti pasang rem cakram atau pasang alarm sebelum membaca buku. Saking asyiknya membaca kalau belum selesai satu buku rasanya belum ingin mengalihkan pandangannya ke pekerjaan yang lain. Hehehe itu pekerjaan atau hobby sih.

Hm..... pekerjaan apa yang membuat saya bahagia? Membersihkan dan mengubah sebuah ruangan. Seperti piring berserakan, kemudian cuci bersih, susun dan lap sampai kinclong. Nah disitu tu bahagianya. Karena merasa puas sudah mengubah dari yang tadinya kotor berserakan kini menjadi bersih dan tersusun rapi. Bahagianya tu disini.....

Rabu, 05 September 2018

waktu tepat untuk curhat ke suami

Waktu yang tepat untuk curhat ke suami

Bahasanya curhat nih, curahan hati. Paling top untuk emak-emak karena emak perlu pelampiasan untuk mengeluarkan kata-kata yang ada didalam pikirannya agar tetap waras. Tapi kata-kata yang positif dan  bermanfaat ya.

Emak kadang curhat bukan minta solusi, tapi hanya ingin didengarkan dah lega. Semacam bisul yang harus dipencet baru sembuh sakitnya. Iya kah? Yang tidak sepakat tidak apa-apa. Tapi walau diluar rumah kelihatan pendiam, emak-emak itu aslinya kalau didalam rumah gak bisa diam. Kata-katanya bisa panjang dan lebar. Kalau dibukukan bisa jadi novel atau cerita bersambung yang tidak ada endingnya. Menurut survey kecil-kecilan, kalau ditanya siapa yang paling cerewet dirumahmu? Kira-kira apa jawabannya. Emak.

Tapi emak jangan sembarangan asal curhat bae tanpa lihat waktu ya. Deuh suami baru pulang kerja lagi capek langsung dicurhatin ntar yang ada suami bakalan tambah capek. Kalaupun curhatannya yang nyenengin terkadang suami Cuma iya-iya seperti formalitas gitu. Ah capek dan bete kan jadinya.

Sssstttt rahasia ya. Salah satu waktu curhat yang paling tepat adalah saat makan bersama tanpa anak-anak. Kalau ada anak-anak biasanya rempong ngurusin si Adik yang minta lauk. Si kakak yang rebutan paha ayam. Hm kapan curhatnya ama suami. Kebetulan di sebelum dhuhur anak-anak masih disekolah semuanya dan saat itulah makan bersama suami. Dah asyik tu sambil makan mau curhat apa enak banget diomonginnya. Deu....... besok curhat 

Selasa, 04 September 2018

kegiatan bersama anak dan ibu bahagia


Kegiatan bersama anak dan ibu bahagia

Bahagia itu tidak harus mahal. Tak perlu banyak biaya dan tenaga. Ketika memasak saya termasuk orang yang tidak suka digangguin. Tapi ketika dibiasakan anak-anak membantu ternyata enak juga ya. Bersama anak-anak karena semuanya 3 putri, otomatis semuanya diangkut ke dapur untuk membantu. Yang paling besar bertugas mengiris bawang merah dan putih serta cabe. Anak ke 2 menggoreng ikan dan yang paling kecil membantu mengupas bawang putih plus celoteh nya.

Untuk hari-hari biasanya saat saya ada kegiatan diluar, asalkan ada telur di lemari stok bahan makanan pasti bakal ada kompor yang menyala. Entah si kakak yang goreng nasi plus telur, kemudian adiknya nomer 2 mengajak kawannya ke rumah kemudian bikin ceplok telur dikasih kecap. Biasanya 1 papan telur dalam jangka 10 hari sudah ludes.



Kesukaan anak-anak untuk memasak ini berawal dari rasa penasaran mereka saat coba-coba memasak. Apalagi waktu itu juga pernah ikut kegiatan cooking class yang diadakan oleh rumbel home schooling Ibu Profesional Batam. Sebelum berangkat ada saja dramanya. Saat di tempat acara masih malu-malu untuk ikut nimbrung bersama kawannya. Nah begitu pizza nya keluar (saat cooking class memberi topping pizza) mulai lah senyuman mereka mengembang. Apalagi saat melihat hasil kreasi pizza miliknya sudah masak. Tidak habis-habis cerita itu ingin dilanjutkan. Baiklah akan kita lanjutkan kok cooking class nya dirumah kita. 

Minggu, 02 September 2018

sepekan bercerita me time

Me Time

Awalnya saya berpikir me time itu adalah waktu dimana saya tidak diganggu oleh siapapun dan saya bisa melakukan hobby saya. Yaitu membaca buku. Tapi kalau isi bukunya lagi seru bisa kebablasan. Banyak orang ngantuk saat baru sebentar membaca buku. Tapi buat saya kalau membaca novel yang tipis bisa sekali kelar. Untuk buku ayat-ayat cinta 2 yang tuebel banget itu 3 hari kelar. Tapi ujung-ujungnya itu bukan me time, tapi kebablasan nggak tahu waktu. Harusnya waktu bisa untuk mengerjakan tugas rumah malah terbengkalai semua. Apalagi kalau bukunya karya kang Abik.......
Duh kang bikin buku bagus banget yakkk, bisa ngikut ruh saya masuk ke cerita novelnya, bisa mewek-mewek di bikinnya. Dasyat.....

Berjalannya waktu akhirnya saya harus mengakhiri cerita me time yang tidak bermutu dan mengganggu stabilitas negara “saya”. Membaca buku itu bagus, tapi tentu di waktu yang tidak mengganggu pekerjaan lain. Alhamdulillah saya tempatkan hobby membaca hanya di waktu-waktu senggang dan berusaha menahan diri untuk tidak kebablasan. (Tetap hobby baca buku forever dah)
Me Time versi baru nya adalah “saat ide-ide itu berhamburan keluar dari kepala”. Kapan?
1.      Saat di kamar mandi merupakan waktu perenungan yang cetar. Tapi mesti hati-hati jangan kebablasan karena lama-lama di kamar mandi itu tak baik.
2.      Saat sholat, kalau terlupa mencari kunci kemudian sholat eh tiba-tiba jadi teringat kunci dimana
3.      Saat mencuci piring. Bisa sambil nyanyi, hafalin materi, wah keren emak-emak.
4.      Saat naik motor. Sudah 3 tahun pulang pergi kuliah dari rumah ke area Batu Ampar alhamdulillah saat naik motor saya bisa menghalang teks, puisi, dzikir, ceramah, pidato apalagi kalo pake masker kan tidak kelihatan mulutnya ngoceh-ngoceh. Jadi tidak di anggap orang gila karena nggak ada yang dengerin. Kecuali kalo lagi boncengin orang jangan sambil ceramah ya....

Dan kamu...... kapan “me time” ? 



Kamis, 09 Agustus 2018

Permainan Seru di bulan Agustus



Hai hai ini bulan Agustus loh.  Mau tau moment apa ini? Ayolah coba tebak. Bisa khan? Yap bulan ini adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Wuih alhamdulillah ya sudah 73 tahun yang lalu. Semoga Indonesia semakin jaya dan rakyat Indonesia bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

Ungkapan rasa gembira dan syukur atas kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Sangat amat banyak kegiatannya. Ada yang mengadakan perlombaan tingkat RT, RW, kelurahan, tingkat nasional. Mulai dari lomba yang bersifat serius sampai yang seru-seru-an. Ada lomba pidato, puisi, menulis artikel, menghias kampung atau permainan-permainan yang fun.  Khas banget kalau agustus-an selalu ada panjat pinang. Permainan kelereng di sendok, makan krupuk, balap karung, sepakbola daster, dandan emak-emak dan banyak sekali permainan yang dilombakan serta dimodifikasi dengan syarat-syarat yang kadang-kadang tidak masuk akal tapi disitulah serunya.

Seperti video yang saya lihat beberapa hari yang lalu, ada lomba makan krupuk untuk bapak-bapak.  Cara perlombaannya yaitu semua peserta duduk dengan kondisi tangan di belakang. Barulah mereka makan krupuk. Berbeda dengan video versi satu lagi yaitu peserta bapak-bapak duduk di kursi kecil. Kemudian krupuk di ikatkan di tali sedangkan ujung tali lainnya bukan di ikat pada tali jemuran melainkan diikat pada jempol kaki masing-masing peserta. Ha ha ha melihat tingkah peserta pasti Anda akan tertawa.

“Ummi, beli krupuklah”, kata si Sulung.
“Untuk apa?”, tanyaku.
“Kakak mau latihan lomba makan krupuk” jawab si Sulung.

Ada-ada saja, entah dari mana idenya tiba-tiba hari itu si Sulung minta dibelikan krupuk. Padahal permainan ini tidak membutuhkan latihan sebagaimana layaknya perlombaan-perlombaan yang lain. Tapi tak apa memang baguslah itu, sebagai persiapan untuk mencapai hal yang terbaik memang harus dan perlu persiapan. Uang 10 ribu saya berikan untuk dibelikan krupuk di warung ternyata tidak ada krupuk yang dimaksud. Akhirnya saya memesan kepada salah seorang kawan yang biasa membeli krupuk tersebut. Alhamdulillah ada dan harganya sangat terjangkau. Setengah kilo Cuma 15 ribu saja sudah dapat banyak krupuk.

lomba makan krupuk

Dengan perlengkapan krupuk dan tali rafia yang di ikatkan pada jendela dan gagang pintu kami mengadakan lomba kecil-kecilan makan krupuk. Anak-anak semuanya tidak tersenyum tapi tertawa bahagia saking senangnya. Subhanallah ternyata bahagia itu tidak mahal ya nak.


Jumat, 27 Juli 2018

Rumah Belajar Menulis IP Batam


Rumah Belajar Menulis IP Batam

Tulisan ini sebagai rasa terima kasihku kepada ketua rumah belajar menulis mbak Unna. Awal mengikuti rumbel menulis di bawah naungan IP (Ibu Profesional) Batam saya jadi inget artikel yang sebelumnya pernah saya tulis.


Ketika IP Batam membagikan informasi tentang beberapa rumbel, saya tertantang untuk ikut rumbel menulis. Apakah saya bisa menulis? Modal nekad biar saja waktu yang menjawab apakah saya bisa atau tidak. Dan ini menjawab keinginan waktu SMK melihat beberapa cerpen yang mejeng di mading sekolah jadi ingin bisa seperti itu juga.

Dengan komandan mbak Unna pada pertemuan pertama kami mengadakan pertemuan di halaman Masjid Raya Batam dengan agenda perkenalan. Disusul pertemuan kedua di rumah ketua rumbel di Sukajadi, kami belajar membuat blog. Blog bisa menjadi media untuk share tulisan yang dibuat. Itu adalah pertama kalinya saya membuat blog dan itu adalah sebuah pengalaman yang amat sangat berkesan sampai saat ini.

Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Dikarenakan kewajiban sebagai istri yang sholehah dengan mengikuti kemanapun suami bertugas, begitu juga mbak Unna kini pindah ke kota Surabaya.

Dengan programnya yang berkualitas salah satunya keroyokan buku antalogi dan arisan rumbel menulis, memaksa kami untuk produktif menulis dan diharapkan bisa menjadi kebiasaan. Saya tidak menyangka ternyata bisa menulis. Ayo menulis dan menulis. Sebenarnya masih banyak yang harus saya pelajari dari beliau. Insya Allah bisa tetap bisa belajar walau jarak memisahkan apalagi di jaman teknologi canggih belajarpun bisa dilakukan dengan online. Mbak Unna jangan bosan-bosan ya, suatu saat saya akan bersua di Surabaya......





Jumat, 08 Juni 2018

hape jaman dulu dan kini



Saat ini adalah tahun 2018. Soal teknologi perkembangannya sangat  jauh dengan 10 tahun yang lalu. It’s really terutama handphone. Apa indikasinya? Tanya sama anak jaman now, mereka kenal  nggak sama Hp merk nokia? Sony Ericson? Blackberry? Lewatttt.......
Kalah sama pamor Oppo, xiomi, de el el.

30 tahun yang lalu........
Tahun 1988 Televisi yang paling populer hanya ada 2 yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) dan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia).  Hanya segelintir orang yang memiliki TV, kalaupun ada TV nya juga memakai tenaga accu  bukan PLN. Untuk komunikasi jarak jauh menggunakan surat lewat pos.

20 tahun yang lalu....
Tahun 1998 Perkembangan teknologi tidak terlalu signifikan. Surat menyurat masih menjadi favorit sampai-sampai dalam sebuah majalah ada kolom sahabat pena. Berkenalan dan bertukar informasi  dengan teman-teman sebaya yang berada dikota atau di pulau nun jauh disana. Kuis-kuis produk dengan cara mengirim kartu pos juga marak.

Tahun 2000 saya masih sempat belajar mengetik menggunakan mesin tik ala-ala jaman perang dengan bunyinya yang khas. Jek-jek-jek jrek sret....... Kemudian berkembang komputer dengan program DOS. Disket penyimpanan program waktu ini masih berbentuk kotak. Dan untuk komputer ini semakin berkembang dengan berbagai program aplikasi yang kemudian mencetuskan ide para penyedia layanan rental komputer. Banyak berdiri usaha wartel (warung telepon). Waktu itu juga masih ada telepon koin/ telepon umum yang berdiri di pinggir-pinggir jalan besar. Kalaupun ada yang punya handphone itu sangat sedikit dan termasuk barang mewah. Hp saat itu jangan ditanya ya,  lebih mirip HT (handy talkie). Istilahnya bisa untuk melempar anak anjing (bahasa Jawa nggebuk kirik).

Tahun 2004 tak berapa lama Hp sudah makin banyak dan makin beragam ukuran dan aplikasinya. Dari yang tadinya hanya sms (short message) dan telepon, kemudian ada yang bisa merekam, lagu-lagu, kamera.
10 tahun yang lalu....
Tahun 2008 handphone dengan berbagai merk antara lain Nokia, Sony, Samsung, dll.  Secara kualitas saya pribadi saat itu sangat percaya dan menyukai hp merk nokia. Gak kebayang kan Hp nokia sudah berapa kali jatuh tetap tahan banting yang penting bisa sms dan telepon. Suaranya juga bening.

Tahun 2010 sampai kini....2018
Jual beli handphone sudah seperti jual beli kacang goreng. Memang sekarang ini sudah sudah menemukan perangkat HP dengan onderdil yang bagus seperti awal-awal kemunculannya. Yang ada hape bagus bisa ini itu tetapi secara fisik tergores sedikit saja atau jatuh gampang rusak. Sekalinya rusak biaya service nya agak mahal, jadi kalau rusak ya beli baru. Antara biaya servis dengan hape baru harganya beda-beda tipis.

 Tahun ini 2018......
Jangan ditanya lagi. Anak kecil saja tahu. Dari anak kecil, remaja, dewasa bahkan kakek nenek yang sudah tua renta hampir semuanya punya hape bahkan ada yang sampai kecanduan. Belum lagi godaan sosial media yang ...........
Godaan sosmed yang kadang susah di tolak. Perkembangannya tidak menunggu tahun. Dalam hitungan bulan, minggu, hari bahkan mungkin hitungan jam atau detik, sebuah teknologi dengan merk ternama bisa tergusur dengan hadirnya teknologi baru. Dulu siapa yang tidak mengenal kamera Kodak. Sekarang nama itu sudah tenggelam karena hampir setiap orang sudah punya kamera di tangannya sendiri-sendiri yaitu handphone dengan kamera sebagai fiturnya.

Wabilkhusus di Indonesia sebagai user terbanyak. Aplikasi apa saja  laku disini mulai facebook, whatsapp, bbm, line, telegram, instagram, tik tok, smule, dan lainnya. Tapi ingat BBM yang awalnya booming kini mulai tergeser dengan aplikasi yang lebih canggih.

Dunia bergerak semakin cepat.
Dan Anda di titik kecepatan yang mana?
Bagi saya sendiri awalnya hape hanya untuk sms dan telepon. Namun dalam perkembangannya untuk mendukung mobilitas dan kelancaran komunikasi serta menambah ilmu pengetahuan saya memakai hape dengan aplikasi standar yang bisa untuk whatsapp. Untuk aplikasi yang lain sementara skip dulu. Nanti bila diperlukan baru digunakan.

Kalau Anda?

Rabu, 30 Mei 2018

Olahraga versi emak-emak



Ayo mak olahraga.
“Walah-walah olahraga apa. Ini aja ngerjain kerjaan rumah nggak selesai-selesai udah lebih itu dari olahraga. Ini  aja mondar-mandir ke dapur ke kamar mandi ke kamar tidur kalau mau dihitung berapa kilo meter perjalanan ini. Udah lebih dari pada marathon. Belum lagi nyuci, nyapu, nyikat, gosok baju, gendong anak. Udahlah mubadzir saya tak ada waktu untuk yang begitu-begituan.”

Pernah dengar kata-kata seperti itu nggak ya. Itu makna olahraga versi emak-emak.
Olahraga sangat beragam maknanya. Pada dasarnya olahraga adalah sebuah aktivitas yang melibatkan anggota tubuh baik jasmani maupun rohani seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Olahraga tidak hanya aktivitas fisik bukan? Contohnya catur, tidak membutuhkan aktivitas fisik tetapi juga termasuk cabang olahraga. Olahraga hampir sama dengan olah jiwa.


Nah kalau emak-emak apa ya olahraga yang cocok. Tidak ada teori yang absolut bahwa seorang emak-emak (ibu rumah tangga) bahwa olahraga yang cocok dilakukannya harus begini dan begitu. Flashback sejenak dengan olahraga yang pernah dilakukan sebelum jadi emak-emak. Pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu antara lain:

1. Dulu sewaktu sekolah tingkat SD, SMP dan SMA olahraga apa yang sering kamu lakukan dan yang kamu sukai? Boleh lebih dari satu bila realnya seperti itu.
2. Setelah lulus SMA olahraga apa yang pernah kamu tekuni?
3. Pernahkah kamu mengikuti sebuah event olahraga? Jenis olahraga apa?
4. Pernahkah kamu menjuarai sebuah pertandingan olahraga?
5. Siapa atlit olahraga yang kamu sukai? Alasannya....

Dengan sedikit flashback dari pengalaman masa lalu bisa jadi akan membangkitkan lagi semangatmu untuk olahraga dan menentukan jenis olahraga yang cocok. Ada yang berbedakah aktivitas olahraga sebelum dan sesudah berganti profesi menjadi ibu rumah tangga? Beda jauh? Tenanglah engkau tidak sendiri. Tidak beda jauh dengan saya.

Sewaktu SD suka olahraga senam SKJ pernah ikut lomba tapi tak juara, pernah ikut lomba kasti dan kalah lagi, setiap hari jalan kaki naik turun gunung, mendapat tugas memanjat pohon petai cina untuk makan kambing dan suka bergelantungan di palang bambu dengan posisi kaki di atas dan kepala dibawah. Wuiiihhh.... waktu kecil seperti punya ilmu meringankan tubuh.

Sekolah SMP setiap hari berjalan kaki dengan jarak yang lebih jauh daripada sekolah SD. Lebih baik jalan kaki daripada naik angkutan karena bisa hemat uang jajan. Paling jago olahraga berjalan kayang dan hand stand atau apa ya istilahnya. Posisi kepala di bawah kemudian kaki di pegang oleh kawan atau disandarkan ke tembok.

Ketika SMA pilihan olahraga makin banyak. Ikut kegiatan ekstra Volley putri dan basket serta senam. Saking seringnya ikut olahraga bila jeda seminggu atau 2 minggu tidak melakukannya badan malah terasa pegal-pegal. Setelah lulus SMA mulailah jarang sekali berolahraga. Ketika kuliah dan kerja waktu habis untuk belajar dan hal-hal yang lainnya. Tidak lagi fokus olahraga seperti ketika SMA. Dan ketika berumah tangga plus memiliki anak waktu sepertinya tercurah untuk anak dan rumah.

Anehnya ketika sebelum berumah tangga saya termasuk orang yang rawan gemuk. Berat badan naik turun dari 50-60 kg. Semenjak hamil anak pertama berat badan saya cenderung turun. Normalnya 55 kg, ketika hamil malah 45 kg. Orang bilang karena faktor genetik. Dan sampai sekarang ini beberapa waktu yang lalu saya mencoba menambah berat badan dengan menabrak pantangan orang diet, seperti memperbanyak makan malam tapi berat badan masih juga seperti biasanya, di bawah 50 kg. Akhirnya..... ah tidak usah gemuk-gemuk lah. Mau kurus atau gemuk yang penting sehat dan lakukan gaya hidup sehat ya...... Kalau gemuk nanti juga susah bawa badan serta berpotensi terkena berbagai macam penyakit.

Dan alhamdulillah kali ini ada ide kreatif dari salah satu sahabat untuk menulis perihal olahraga.
Baca profil emak-emak yang kreatif dan kece badai ini di liliesher.com

Pesan buat emak-emak boleh juga buat bapak-bapak yang  lemaknya sudah bertumpuk di mana-mana,  dan buat Anda yang peduli kesehatan,  jangan malas olahraga!!!!!

Berikut adalah tips praktis berolahraga spesial untuk emak-emak dan untuk orang-orang yang peduli kesehatan pada umumnya.

1. Olahraga tidak harus di waktu-waktu tertentu, tapi kapan sempat yukk luangkan. Disela-sela kerja maupun aktivitas lain 5 menit atau 10 menit lakukan gerakan-gerakan ringan yang bisa memperlancar peredaran darah dan mengurangi stress.
2. Bila melakukan olahraga yang berat seperti senam, bulu tangkis, volley, dll jangan lupa pemanasan.
3. Perhatikan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan umur. Ini penting agar tidak terjadi cedera yang serius. Makin berumur tulang makin rapuh. Bila terjadi cedera tulang maka akan memerlukan waktu yang lebih lama dalam penyembuhan dibandingkan dengan anak kecil.
4. Manfaatkan apa yang ada. Tak ada barbel sebagai penggantinya anak juga bisa dipakai sebagai pengganti barbel ya......
5. Olahraga tidak harus di sebuah tempat khusus. Tapi bisa dilakukan di rumah, di tempat kerja, di jalan, di mall, dll. Di mall? Iya mak.... jalan-jalan di mall itu juga olahraga loh apalagi sambil gendong anak. Lebih enak lagi kalau bawa ATM berjalan (baca: suami) yang siap bayarin belanjaan. Hehe....



Minggu, 20 Mei 2018

Coding Mum Batam 2018 Part 2


                Pertemuan pra pelatihan diadakan pada hari Jum’at tanggal 27 April 2018. Bertempat di Universitas Universal. Setelah berkali-kali melihat lokasi yang ada di google map dan bertanya kepada teman-teman akhirnya ada gambaran. Mohon di maklumi karena saya jarang melewati atau pergi ke area tersebut.

Universitas Universal
Jl. Raja H. Fisabilillah No.38, Sungai Panas, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444
(0778) 473399
                                                
                Dengan persiapan laptop, cus .... berangkat tanpa tahu sebenarnya jalan menuju kesana. Tahunya hanya ketika sudah sampai masjid Raya Batam belok kiri terus dan sampai Hotel Sahid (beberapa hari sebelumnya pernah ke sebuah acara di hotel ini jadi sudah tau lokasinya walau belum hafal sekali). Dan ah...pokoknya lanjut terus kemudian belok dulu ke minimarket. Ngapain di minimarket? Yap beli cemilan plus air mineral dan yang paling penting adalah bertanya kepada kasirnya dimana letak Universitas Universal.

“Mbak, maaf mau nanya. Mbak tau nggak dimana itu Universitas Universal.” Tanyaku.
“Ehm Universitas Universal? E mana ya.” Jawab kasir.
“Ini mbak alamatnya di Vihara Maitreya”, kataku.
“O, Vihara. Ini mbak terus aja sedikit nanti putar balik ke kanan. Setelah itu belok kiri masuk sedikit saja nanti sudah sampai,” jawab kasir.
“Hm, yang itu ya. Oh, apa yang puncak bangunannya yang ada profil-profilnya itu ya. Oke-oke terima kasih ya mbak.” Lanjutku

                Setelah keluar dari minimarket  melanjutkan perjalanan dan menyebrang ke kanan dan putar balik. Kemudian belok kiri terbaca di situ Ruko Kintamani. Entahlah sepertinya saya pernah membaca alamat ini sebelumnya. Di kejauhan terdapat tulisan Universitas Universal. Alhamdulillah..... Awalnya bingung mau masuk lewat gerbang yang mana. Tapi mumpung ada pak satpam langsung saja masuk di gerbang dan bertanya,
 “Maaf pak, mau bertanya tempat pelatihan untuk Coding Mum di Universitas Universal”.
“Oiya ibu masuk saja ke belakang sana, itu gedungnya. Nanti parkir di sebelah kiri ya.” Kata Pak satpam.
“Baik pak terima kasih”, kataku sambil berlalu dari situ.
 
Universitas Universal
                Bangunan lokasi ini yang paling depan adalah Vihara dan di belakangnya ada bangunan Sekolah Maitreya. Kemudian ada lagi gedung bertingkat 5 lantai yaitu Universitas Universal. Setelah memarkir sepeda motor bergegas masuk ke gedung yang di maksud. Kanan kiri terlihat banyak orang-orang keturunan Chinese. “O ini sekolahan nya orang Cina mungkin” hatiku bergumam.
“Wah nanti saya di anggap aneh apa tidak ya?”, pikiranku mengembara kemana-mana.
Kemana-mana modal bertanya, sebelum ke ruangan yang dimaksud tanya lagi dengan orang yang didekat loker.  Kemudian menuju ke ruangan yang dimaksud dengan naik tangga. Tidak ada lift untuk naik ke atas. Hosh hosh....lumayan juga ya kalau setiap hari naik turun begini. Sehat karena olahraga naik turun tangga. Memang unik ya. Bukan karena tak ada uang pastinya untuk membuat lift tapi tentu ada filosofi  dan maksud tersendiri.

                Naik tangga...lantai 2....lantai 3.....Baiklah satu lagi ke lantai 4 dan mencari ruangan 415. Ini bacaannya 411, ehm bukan...lanjut lagi 412, jalan lagi 413  terus jalan 414 ayo terus cari 415. Mana ya kok adanya kamar mandi. Hei, lihat itu ada tulisan spanduk kecil Coding Mum, nah itu dia Alhamdulillah ketemu juga ruangannya. Eh diketuk apa tidak ya. Sepertinya dari luar sepi-sepi saja. Apa sudah masuk semua ya. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan tarik nafas wush-wush sepertinya saya terlambat. Dengan ragu buka pintu ruangan pelan-pelan karena takut mengganggu tarrra.......... Sudah ada orang di dalam ruangan. Dikatakan banyak orang tidak tapi dikatakan sedikit juga tidak. Yang pasti banyak yang belum saya kenal. Disusul dengan kedatangan peserta-peserta yang lain dan ada 5 orang yang sudah saya kenal sebelumnya di komunitas Ibu Profesional dan Blogger Kepri.

                Tak berapa lama acara dimulai dengan perkenalan dari Bekraf dan Kolla. Dan dilanjutkan acara yang kedua simulasi pelatihan oleh mbak Gita Cita Puspita (hm...masih muda banget ternyata). Sebelum masuk materi mbak Gita memperkenalkan para calon mentor yang akan membimbing kami dalam belajar. Ada kurang lebih 10 orang  calon mentor. Banyak ya. “Apa mereka nanti akan di jadwalkan per shift ya. Atau mungkin hari ini beberapa orang dan besoknya bergantian. “ pikiran saya asal menebak.


                Dari beberapa calon mentor  cuma ada satu bidadari. Namanya Titi Arimbi atau Titi Arimba ya? Aish bolehlah ternyata bidadari pun ada yang bisa dan ahli di bidang ini. Setelah perkenalan para mentor dilanjutkan dengan perkenalan seluruh peserta satu per satu. Para peserta mengenalkan diri dengan disertai mengapa dan apa motivasi mereka ingin ikut kegiatan ini.

Jreng-jreng acara inti nya dibukalah lesson 1 dengan judul “Internet dan Web Developer” . Saya sudah bersiap-siap bila otak ini tidak mampu menampung materi pada hari itu.

Akhirnya.....lihat kelanjutannya di Part 3