Rabu, 05 September 2018

waktu tepat untuk curhat ke suami

Waktu yang tepat untuk curhat ke suami

Bahasanya curhat nih, curahan hati. Paling top untuk emak-emak karena emak perlu pelampiasan untuk mengeluarkan kata-kata yang ada didalam pikirannya agar tetap waras. Tapi kata-kata yang positif dan  bermanfaat ya.

Emak kadang curhat bukan minta solusi, tapi hanya ingin didengarkan dah lega. Semacam bisul yang harus dipencet baru sembuh sakitnya. Iya kah? Yang tidak sepakat tidak apa-apa. Tapi walau diluar rumah kelihatan pendiam, emak-emak itu aslinya kalau didalam rumah gak bisa diam. Kata-katanya bisa panjang dan lebar. Kalau dibukukan bisa jadi novel atau cerita bersambung yang tidak ada endingnya. Menurut survey kecil-kecilan, kalau ditanya siapa yang paling cerewet dirumahmu? Kira-kira apa jawabannya. Emak.

Tapi emak jangan sembarangan asal curhat bae tanpa lihat waktu ya. Deuh suami baru pulang kerja lagi capek langsung dicurhatin ntar yang ada suami bakalan tambah capek. Kalaupun curhatannya yang nyenengin terkadang suami Cuma iya-iya seperti formalitas gitu. Ah capek dan bete kan jadinya.

Sssstttt rahasia ya. Salah satu waktu curhat yang paling tepat adalah saat makan bersama tanpa anak-anak. Kalau ada anak-anak biasanya rempong ngurusin si Adik yang minta lauk. Si kakak yang rebutan paha ayam. Hm kapan curhatnya ama suami. Kebetulan di sebelum dhuhur anak-anak masih disekolah semuanya dan saat itulah makan bersama suami. Dah asyik tu sambil makan mau curhat apa enak banget diomonginnya. Deu....... besok curhat 

Selasa, 04 September 2018

kegiatan bersama anak dan ibu bahagia


Kegiatan bersama anak dan ibu bahagia

Bahagia itu tidak harus mahal. Tak perlu banyak biaya dan tenaga. Ketika memasak saya termasuk orang yang tidak suka digangguin. Tapi ketika dibiasakan anak-anak membantu ternyata enak juga ya. Bersama anak-anak karena semuanya 3 putri, otomatis semuanya diangkut ke dapur untuk membantu. Yang paling besar bertugas mengiris bawang merah dan putih serta cabe. Anak ke 2 menggoreng ikan dan yang paling kecil membantu mengupas bawang putih plus celoteh nya.

Untuk hari-hari biasanya saat saya ada kegiatan diluar, asalkan ada telur di lemari stok bahan makanan pasti bakal ada kompor yang menyala. Entah si kakak yang goreng nasi plus telur, kemudian adiknya nomer 2 mengajak kawannya ke rumah kemudian bikin ceplok telur dikasih kecap. Biasanya 1 papan telur dalam jangka 10 hari sudah ludes.



Kesukaan anak-anak untuk memasak ini berawal dari rasa penasaran mereka saat coba-coba memasak. Apalagi waktu itu juga pernah ikut kegiatan cooking class yang diadakan oleh rumbel home schooling Ibu Profesional Batam. Sebelum berangkat ada saja dramanya. Saat di tempat acara masih malu-malu untuk ikut nimbrung bersama kawannya. Nah begitu pizza nya keluar (saat cooking class memberi topping pizza) mulai lah senyuman mereka mengembang. Apalagi saat melihat hasil kreasi pizza miliknya sudah masak. Tidak habis-habis cerita itu ingin dilanjutkan. Baiklah akan kita lanjutkan kok cooking class nya dirumah kita. 

Minggu, 02 September 2018

sepekan bercerita me time

Me Time

Awalnya saya berpikir me time itu adalah waktu dimana saya tidak diganggu oleh siapapun dan saya bisa melakukan hobby saya. Yaitu membaca buku. Tapi kalau isi bukunya lagi seru bisa kebablasan. Banyak orang ngantuk saat baru sebentar membaca buku. Tapi buat saya kalau membaca novel yang tipis bisa sekali kelar. Untuk buku ayat-ayat cinta 2 yang tuebel banget itu 3 hari kelar. Tapi ujung-ujungnya itu bukan me time, tapi kebablasan nggak tahu waktu. Harusnya waktu bisa untuk mengerjakan tugas rumah malah terbengkalai semua. Apalagi kalau bukunya karya kang Abik.......
Duh kang bikin buku bagus banget yakkk, bisa ngikut ruh saya masuk ke cerita novelnya, bisa mewek-mewek di bikinnya. Dasyat.....

Berjalannya waktu akhirnya saya harus mengakhiri cerita me time yang tidak bermutu dan mengganggu stabilitas negara “saya”. Membaca buku itu bagus, tapi tentu di waktu yang tidak mengganggu pekerjaan lain. Alhamdulillah saya tempatkan hobby membaca hanya di waktu-waktu senggang dan berusaha menahan diri untuk tidak kebablasan. (Tetap hobby baca buku forever dah)
Me Time versi baru nya adalah “saat ide-ide itu berhamburan keluar dari kepala”. Kapan?
1.      Saat di kamar mandi merupakan waktu perenungan yang cetar. Tapi mesti hati-hati jangan kebablasan karena lama-lama di kamar mandi itu tak baik.
2.      Saat sholat, kalau terlupa mencari kunci kemudian sholat eh tiba-tiba jadi teringat kunci dimana
3.      Saat mencuci piring. Bisa sambil nyanyi, hafalin materi, wah keren emak-emak.
4.      Saat naik motor. Sudah 3 tahun pulang pergi kuliah dari rumah ke area Batu Ampar alhamdulillah saat naik motor saya bisa menghalang teks, puisi, dzikir, ceramah, pidato apalagi kalo pake masker kan tidak kelihatan mulutnya ngoceh-ngoceh. Jadi tidak di anggap orang gila karena nggak ada yang dengerin. Kecuali kalo lagi boncengin orang jangan sambil ceramah ya....

Dan kamu...... kapan “me time” ? 



Kamis, 09 Agustus 2018

Permainan Seru di bulan Agustus



Hai hai ini bulan Agustus loh.  Mau tau moment apa ini? Ayolah coba tebak. Bisa khan? Yap bulan ini adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Wuih alhamdulillah ya sudah 73 tahun yang lalu. Semoga Indonesia semakin jaya dan rakyat Indonesia bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

Ungkapan rasa gembira dan syukur atas kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Sangat amat banyak kegiatannya. Ada yang mengadakan perlombaan tingkat RT, RW, kelurahan, tingkat nasional. Mulai dari lomba yang bersifat serius sampai yang seru-seru-an. Ada lomba pidato, puisi, menulis artikel, menghias kampung atau permainan-permainan yang fun.  Khas banget kalau agustus-an selalu ada panjat pinang. Permainan kelereng di sendok, makan krupuk, balap karung, sepakbola daster, dandan emak-emak dan banyak sekali permainan yang dilombakan serta dimodifikasi dengan syarat-syarat yang kadang-kadang tidak masuk akal tapi disitulah serunya.

Seperti video yang saya lihat beberapa hari yang lalu, ada lomba makan krupuk untuk bapak-bapak.  Cara perlombaannya yaitu semua peserta duduk dengan kondisi tangan di belakang. Barulah mereka makan krupuk. Berbeda dengan video versi satu lagi yaitu peserta bapak-bapak duduk di kursi kecil. Kemudian krupuk di ikatkan di tali sedangkan ujung tali lainnya bukan di ikat pada tali jemuran melainkan diikat pada jempol kaki masing-masing peserta. Ha ha ha melihat tingkah peserta pasti Anda akan tertawa.

“Ummi, beli krupuklah”, kata si Sulung.
“Untuk apa?”, tanyaku.
“Kakak mau latihan lomba makan krupuk” jawab si Sulung.

Ada-ada saja, entah dari mana idenya tiba-tiba hari itu si Sulung minta dibelikan krupuk. Padahal permainan ini tidak membutuhkan latihan sebagaimana layaknya perlombaan-perlombaan yang lain. Tapi tak apa memang baguslah itu, sebagai persiapan untuk mencapai hal yang terbaik memang harus dan perlu persiapan. Uang 10 ribu saya berikan untuk dibelikan krupuk di warung ternyata tidak ada krupuk yang dimaksud. Akhirnya saya memesan kepada salah seorang kawan yang biasa membeli krupuk tersebut. Alhamdulillah ada dan harganya sangat terjangkau. Setengah kilo Cuma 15 ribu saja sudah dapat banyak krupuk.

lomba makan krupuk

Dengan perlengkapan krupuk dan tali rafia yang di ikatkan pada jendela dan gagang pintu kami mengadakan lomba kecil-kecilan makan krupuk. Anak-anak semuanya tidak tersenyum tapi tertawa bahagia saking senangnya. Subhanallah ternyata bahagia itu tidak mahal ya nak.


Jumat, 27 Juli 2018

Rumah Belajar Menulis IP Batam


Rumah Belajar Menulis IP Batam

Tulisan ini sebagai rasa terima kasihku kepada ketua rumah belajar menulis mbak Unna. Awal mengikuti rumbel menulis di bawah naungan IP (Ibu Profesional) Batam saya jadi inget artikel yang sebelumnya pernah saya tulis.


Ketika IP Batam membagikan informasi tentang beberapa rumbel, saya tertantang untuk ikut rumbel menulis. Apakah saya bisa menulis? Modal nekad biar saja waktu yang menjawab apakah saya bisa atau tidak. Dan ini menjawab keinginan waktu SMK melihat beberapa cerpen yang mejeng di mading sekolah jadi ingin bisa seperti itu juga.

Dengan komandan mbak Unna pada pertemuan pertama kami mengadakan pertemuan di halaman Masjid Raya Batam dengan agenda perkenalan. Disusul pertemuan kedua di rumah ketua rumbel di Sukajadi, kami belajar membuat blog. Blog bisa menjadi media untuk share tulisan yang dibuat. Itu adalah pertama kalinya saya membuat blog dan itu adalah sebuah pengalaman yang amat sangat berkesan sampai saat ini.

Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Dikarenakan kewajiban sebagai istri yang sholehah dengan mengikuti kemanapun suami bertugas, begitu juga mbak Unna kini pindah ke kota Surabaya.

Dengan programnya yang berkualitas salah satunya keroyokan buku antalogi dan arisan rumbel menulis, memaksa kami untuk produktif menulis dan diharapkan bisa menjadi kebiasaan. Saya tidak menyangka ternyata bisa menulis. Ayo menulis dan menulis. Sebenarnya masih banyak yang harus saya pelajari dari beliau. Insya Allah bisa tetap bisa belajar walau jarak memisahkan apalagi di jaman teknologi canggih belajarpun bisa dilakukan dengan online. Mbak Unna jangan bosan-bosan ya, suatu saat saya akan bersua di Surabaya......





Jumat, 08 Juni 2018

hape jaman dulu dan kini



Saat ini adalah tahun 2018. Soal teknologi perkembangannya sangat  jauh dengan 10 tahun yang lalu. It’s really terutama handphone. Apa indikasinya? Tanya sama anak jaman now, mereka kenal  nggak sama Hp merk nokia? Sony Ericson? Blackberry? Lewatttt.......
Kalah sama pamor Oppo, xiomi, de el el.

30 tahun yang lalu........
Tahun 1988 Televisi yang paling populer hanya ada 2 yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia) dan TPI (Televisi Pendidikan Indonesia).  Hanya segelintir orang yang memiliki TV, kalaupun ada TV nya juga memakai tenaga accu  bukan PLN. Untuk komunikasi jarak jauh menggunakan surat lewat pos.

20 tahun yang lalu....
Tahun 1998 Perkembangan teknologi tidak terlalu signifikan. Surat menyurat masih menjadi favorit sampai-sampai dalam sebuah majalah ada kolom sahabat pena. Berkenalan dan bertukar informasi  dengan teman-teman sebaya yang berada dikota atau di pulau nun jauh disana. Kuis-kuis produk dengan cara mengirim kartu pos juga marak.

Tahun 2000 saya masih sempat belajar mengetik menggunakan mesin tik ala-ala jaman perang dengan bunyinya yang khas. Jek-jek-jek jrek sret....... Kemudian berkembang komputer dengan program DOS. Disket penyimpanan program waktu ini masih berbentuk kotak. Dan untuk komputer ini semakin berkembang dengan berbagai program aplikasi yang kemudian mencetuskan ide para penyedia layanan rental komputer. Banyak berdiri usaha wartel (warung telepon). Waktu itu juga masih ada telepon koin/ telepon umum yang berdiri di pinggir-pinggir jalan besar. Kalaupun ada yang punya handphone itu sangat sedikit dan termasuk barang mewah. Hp saat itu jangan ditanya ya,  lebih mirip HT (handy talkie). Istilahnya bisa untuk melempar anak anjing (bahasa Jawa nggebuk kirik).

Tahun 2004 tak berapa lama Hp sudah makin banyak dan makin beragam ukuran dan aplikasinya. Dari yang tadinya hanya sms (short message) dan telepon, kemudian ada yang bisa merekam, lagu-lagu, kamera.
10 tahun yang lalu....
Tahun 2008 handphone dengan berbagai merk antara lain Nokia, Sony, Samsung, dll.  Secara kualitas saya pribadi saat itu sangat percaya dan menyukai hp merk nokia. Gak kebayang kan Hp nokia sudah berapa kali jatuh tetap tahan banting yang penting bisa sms dan telepon. Suaranya juga bening.

Tahun 2010 sampai kini....2018
Jual beli handphone sudah seperti jual beli kacang goreng. Memang sekarang ini sudah sudah menemukan perangkat HP dengan onderdil yang bagus seperti awal-awal kemunculannya. Yang ada hape bagus bisa ini itu tetapi secara fisik tergores sedikit saja atau jatuh gampang rusak. Sekalinya rusak biaya service nya agak mahal, jadi kalau rusak ya beli baru. Antara biaya servis dengan hape baru harganya beda-beda tipis.

 Tahun ini 2018......
Jangan ditanya lagi. Anak kecil saja tahu. Dari anak kecil, remaja, dewasa bahkan kakek nenek yang sudah tua renta hampir semuanya punya hape bahkan ada yang sampai kecanduan. Belum lagi godaan sosial media yang ...........
Godaan sosmed yang kadang susah di tolak. Perkembangannya tidak menunggu tahun. Dalam hitungan bulan, minggu, hari bahkan mungkin hitungan jam atau detik, sebuah teknologi dengan merk ternama bisa tergusur dengan hadirnya teknologi baru. Dulu siapa yang tidak mengenal kamera Kodak. Sekarang nama itu sudah tenggelam karena hampir setiap orang sudah punya kamera di tangannya sendiri-sendiri yaitu handphone dengan kamera sebagai fiturnya.

Wabilkhusus di Indonesia sebagai user terbanyak. Aplikasi apa saja  laku disini mulai facebook, whatsapp, bbm, line, telegram, instagram, tik tok, smule, dan lainnya. Tapi ingat BBM yang awalnya booming kini mulai tergeser dengan aplikasi yang lebih canggih.

Dunia bergerak semakin cepat.
Dan Anda di titik kecepatan yang mana?
Bagi saya sendiri awalnya hape hanya untuk sms dan telepon. Namun dalam perkembangannya untuk mendukung mobilitas dan kelancaran komunikasi serta menambah ilmu pengetahuan saya memakai hape dengan aplikasi standar yang bisa untuk whatsapp. Untuk aplikasi yang lain sementara skip dulu. Nanti bila diperlukan baru digunakan.

Kalau Anda?

Rabu, 30 Mei 2018

Olahraga versi emak-emak



Ayo mak olahraga.
“Walah-walah olahraga apa. Ini aja ngerjain kerjaan rumah nggak selesai-selesai udah lebih itu dari olahraga. Ini  aja mondar-mandir ke dapur ke kamar mandi ke kamar tidur kalau mau dihitung berapa kilo meter perjalanan ini. Udah lebih dari pada marathon. Belum lagi nyuci, nyapu, nyikat, gosok baju, gendong anak. Udahlah mubadzir saya tak ada waktu untuk yang begitu-begituan.”

Pernah dengar kata-kata seperti itu nggak ya. Itu makna olahraga versi emak-emak.
Olahraga sangat beragam maknanya. Pada dasarnya olahraga adalah sebuah aktivitas yang melibatkan anggota tubuh baik jasmani maupun rohani seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Olahraga tidak hanya aktivitas fisik bukan? Contohnya catur, tidak membutuhkan aktivitas fisik tetapi juga termasuk cabang olahraga. Olahraga hampir sama dengan olah jiwa.


Nah kalau emak-emak apa ya olahraga yang cocok. Tidak ada teori yang absolut bahwa seorang emak-emak (ibu rumah tangga) bahwa olahraga yang cocok dilakukannya harus begini dan begitu. Flashback sejenak dengan olahraga yang pernah dilakukan sebelum jadi emak-emak. Pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu antara lain:

1. Dulu sewaktu sekolah tingkat SD, SMP dan SMA olahraga apa yang sering kamu lakukan dan yang kamu sukai? Boleh lebih dari satu bila realnya seperti itu.
2. Setelah lulus SMA olahraga apa yang pernah kamu tekuni?
3. Pernahkah kamu mengikuti sebuah event olahraga? Jenis olahraga apa?
4. Pernahkah kamu menjuarai sebuah pertandingan olahraga?
5. Siapa atlit olahraga yang kamu sukai? Alasannya....

Dengan sedikit flashback dari pengalaman masa lalu bisa jadi akan membangkitkan lagi semangatmu untuk olahraga dan menentukan jenis olahraga yang cocok. Ada yang berbedakah aktivitas olahraga sebelum dan sesudah berganti profesi menjadi ibu rumah tangga? Beda jauh? Tenanglah engkau tidak sendiri. Tidak beda jauh dengan saya.

Sewaktu SD suka olahraga senam SKJ pernah ikut lomba tapi tak juara, pernah ikut lomba kasti dan kalah lagi, setiap hari jalan kaki naik turun gunung, mendapat tugas memanjat pohon petai cina untuk makan kambing dan suka bergelantungan di palang bambu dengan posisi kaki di atas dan kepala dibawah. Wuiiihhh.... waktu kecil seperti punya ilmu meringankan tubuh.

Sekolah SMP setiap hari berjalan kaki dengan jarak yang lebih jauh daripada sekolah SD. Lebih baik jalan kaki daripada naik angkutan karena bisa hemat uang jajan. Paling jago olahraga berjalan kayang dan hand stand atau apa ya istilahnya. Posisi kepala di bawah kemudian kaki di pegang oleh kawan atau disandarkan ke tembok.

Ketika SMA pilihan olahraga makin banyak. Ikut kegiatan ekstra Volley putri dan basket serta senam. Saking seringnya ikut olahraga bila jeda seminggu atau 2 minggu tidak melakukannya badan malah terasa pegal-pegal. Setelah lulus SMA mulailah jarang sekali berolahraga. Ketika kuliah dan kerja waktu habis untuk belajar dan hal-hal yang lainnya. Tidak lagi fokus olahraga seperti ketika SMA. Dan ketika berumah tangga plus memiliki anak waktu sepertinya tercurah untuk anak dan rumah.

Anehnya ketika sebelum berumah tangga saya termasuk orang yang rawan gemuk. Berat badan naik turun dari 50-60 kg. Semenjak hamil anak pertama berat badan saya cenderung turun. Normalnya 55 kg, ketika hamil malah 45 kg. Orang bilang karena faktor genetik. Dan sampai sekarang ini beberapa waktu yang lalu saya mencoba menambah berat badan dengan menabrak pantangan orang diet, seperti memperbanyak makan malam tapi berat badan masih juga seperti biasanya, di bawah 50 kg. Akhirnya..... ah tidak usah gemuk-gemuk lah. Mau kurus atau gemuk yang penting sehat dan lakukan gaya hidup sehat ya...... Kalau gemuk nanti juga susah bawa badan serta berpotensi terkena berbagai macam penyakit.

Dan alhamdulillah kali ini ada ide kreatif dari salah satu sahabat untuk menulis perihal olahraga.
Baca profil emak-emak yang kreatif dan kece badai ini di liliesher.com

Pesan buat emak-emak boleh juga buat bapak-bapak yang  lemaknya sudah bertumpuk di mana-mana,  dan buat Anda yang peduli kesehatan,  jangan malas olahraga!!!!!

Berikut adalah tips praktis berolahraga spesial untuk emak-emak dan untuk orang-orang yang peduli kesehatan pada umumnya.

1. Olahraga tidak harus di waktu-waktu tertentu, tapi kapan sempat yukk luangkan. Disela-sela kerja maupun aktivitas lain 5 menit atau 10 menit lakukan gerakan-gerakan ringan yang bisa memperlancar peredaran darah dan mengurangi stress.
2. Bila melakukan olahraga yang berat seperti senam, bulu tangkis, volley, dll jangan lupa pemanasan.
3. Perhatikan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan umur. Ini penting agar tidak terjadi cedera yang serius. Makin berumur tulang makin rapuh. Bila terjadi cedera tulang maka akan memerlukan waktu yang lebih lama dalam penyembuhan dibandingkan dengan anak kecil.
4. Manfaatkan apa yang ada. Tak ada barbel sebagai penggantinya anak juga bisa dipakai sebagai pengganti barbel ya......
5. Olahraga tidak harus di sebuah tempat khusus. Tapi bisa dilakukan di rumah, di tempat kerja, di jalan, di mall, dll. Di mall? Iya mak.... jalan-jalan di mall itu juga olahraga loh apalagi sambil gendong anak. Lebih enak lagi kalau bawa ATM berjalan (baca: suami) yang siap bayarin belanjaan. Hehe....



“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...