Selasa, 15 Januari 2019

Stimulasi Anak Membaca 3


"Ummi, tolong bacain ini ya.”, pinta si bungsu yang masih sekolah Roudhotul Athfal (setingkat TK).
“Oke-oke ambil buku ya. Yang tipis saja dulu. Ini buku kisah-kisah Nabi”, jawabku semangat.
Setelah selesai membacakan buku si kecil saya mengambilkannya selembar daun literasi, kemudian menuliskan judul, pengarangnya, nama pembaca dan tanggal membaca. Kemudian kertas daun literasi saya tempelkan di dahan bagian si bungsu.

 Iya saya sengaja membacakan buku untuk si bungsu agar tetap mau bersahabat dengan buku meki belum bisa membacanya. Tapi untuk namanya sendiri si bungsu sudah bisa dan hafal cara menulis nama panggilannya.

Materi perkuliahan – Institute Ibu Profesional mengatakan bahwa sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasanya.
Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Keterampilan mendengarkan (listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara (speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca (reading skills)
d. Ketrampilan Menulis (writing skills)

Alhamdulillah. Khusus si bungsu karena belum bisa membaca maka saya akan melakukan tahapan pertama yaitu keterampilan mendengarkan. Luangkan waktu untuk membacakan cerita atau dongeng untuknya.

#Hariketiga
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst


Stimulasi Anak Membaca 2


“Ummi, ummi bikin apa?”, tanya anak-anak berulang-ulang kepada saya saat melihat saya sibuk mengunting-gunting kertas origami. Kertas tersebut digunting dan di tempelkan ke pintu kaca. Sengaja saya memilih media kaca agar saya mudah menempel “daun literasi”.

“Alhamdulillah sudah selesai. Ummi membuat pohon. Pohon Literasi namanya. Ini sudah ada bagiannya masing-masing ya. Jadi....... bagi yang sudah membaca satu buku, nanti silahkan ambil daun literasi kemudian tulis di daunnya judul buku dan pengarangnya. Kalau bisa lengkapi dengan nama kita trussss ditambah tanggalnya. Yokkk lomba siapa daunnya yang paling rimbun, paling banyak.....”, kata saya menjelaskan perihal pohon literasi.
Pohon Literasi
“Keluarga Sakinah”
Catatan untuk semua anggota keluarga:
1.  Semua wajib membaca buku, boleh sehari 1 buku atau seminggu 1 buku.
2.Bagi yang sudah selesai 1 judul buku silahkan mengambil daun, tulis judul buku yang sudah selesai dibaca isinya dan tempel di cabang pohon literasi
3.Yukk rimbunkan daun pohon literasi

Kemaren dihari pertama anak-anak begitu semangat. Semuanya memegang buku. Yang paling semangat yaitu anak kedua (Kakak Dina). Terlihat tekun dia memilih dan membaca buku. Sedangkan saya sendiri sedang menhabiskan buku novel islami dengan judul “Tajwid Cinta” karangan Lebah Ratih.


#Harikedua
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst


Kamis, 10 Januari 2019

Stimulasi Anak Membaca 1

Membaca. Wah itu adalah hobby saya. Saya paling tidak bisa jauh dari buku. Maka ketika mendapatkan tantangan untuk menstimulasi anak membaca (materi kelas bunsay kali ini), alhamdulillah makin semangat saya mengerjakannya. Tahap awal saya membuat pohon literasi. Berhubung kami keluarga besar ada 5 anggota keluarga maka saya cukup membuat satu pohon saja. Tadinya setiap anggota keluarga akan dibedakan berdasar warna daun. Daun hijau untuk ummi, daun kuning untuk abi, daun merah, biru, coklat untuk anak-anak. Tapi rasanya kurang cantik nanti.......

Pohon Literasi 


Akhirnya rencana berubah. Jumlah pohon tetap satu, kemudian cabangnya dibuat 5, masing-masing cabang sudah ada nama pemiliknya, sedangkan warna daun semuanya hijau. Yang membedakan daun satu dengan yang lainnya adalah tulisannya. Tulisan di daun literasi, judul buku yang sudah dibaca dan nama pengarangnya ditambah nama pemilik daun plus tanggal membaca.

#GameLevel5

#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst


Selasa, 20 November 2018

Aliran rasa materi meningkatkan kecerdasan anak


Alhamdulillah. Di Materi dan tantangan meningkatkan kecerdasan anak ini, saya semakin menyadari bahwa memang kecerdasan itu tidak terpaku nilai akademik. Cerdas dalam menghadapi jungkir baliknya kehidupan ini adalah kecerdasan yang paling dibutuhkan dan diperlukan.

Meski di project kali ini saya merasa belum berhasil. Gagal adalah awal kesuksesan. Gagal adalah sukses yang tertunda. Siapa yang tak pernah gagal. Alhamdulillah memang di game level 3 kali ini saya merasa belum mencapai target. Akan tetapi saya mengambil begitu banyak hikmah dan pelajaran agar kedepan lebih baik lagi. Bahasa jelasnya adalah gagal.

Tidak ada yang salah dengan kata gagal. Karena kata gagal menjadi pemicu agar anda bisa sukses. Gagal yang sebenarnya adalah saat Anda gagal dan Anda tidak bisa mengambil hikmah apapun dari kegagalan itu sendiri. Akan tetapi saat Anda bisa mengambil hikmah dari kegagalan, maka apa yang Anda dapatkan berikutnya adalah kesuksesan.


#AliranRasa
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

                                                                                                                              

Sabtu, 17 November 2018

Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 10


Teruslah berusaha....
Teruslah berdoa.....
Tugas kita sebagai hamba adalah Usaha dan Doa. Jangan mulai menentukan hasil. Saat kita mulai menentukan hasilnya harus seperti ini dan ini maka bersiap-siaplah kecewa saat hasil tak seperti yang diharapkan.

Alhamdulillah... masih banyak PR untuk saya didalam proses meningkatkan kecerdasan anak. Yang pasti cerdas tidak harus diukur dari seberrapa pintar saat mengerjakan tugas di sekolah. Tapi justru pada saat proses menuju ujian sekolah, saat mengerjakan ujian sekolah dan bagaimana reaksi ketika mengetahui hasil ujian sekolah.

Pun demikian dengan project game level ke 3 di Kelas Bunda Sayang ini. Tidak masalah ketika anak tidak hafal bagaimana adab-adab yang diajarkan dalam islam. Tetapi anak sudah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak masalah saat anak tidak hafal teorinya, yang penting prakteknya.

#Hari10          
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam


Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 9


Siapa yang menentukan seseorang menjadi baik? Diri sendiri dan Allah. Dan siapa yang yang menentukan orang lain menjadi baik? Siapa yang menentukan anak kita menjadi baik dan cerdas? Diri mereka sendiri dan Allah. Tapi sebagai orang tua kita bisa berikhtiar dengan berusaha dan berdo’a kemudian kita tawakal dengan ketentuan yang Allah berikkan.

Saya bisa berusaha memberikan pengajaran sesuai dengan kemampuan. Namun semua itu atas izin dari Allah. Soal anak paham atau tidak biarlah Allah yang menentukan setelah kita usahakan. Apapun hasilnya itulah yang terbaik dari Allah.

Project kali ini mengajarkan adab saya lakukan dengan diskusi kecil-kecilan dan menulis note tentang adab tersebut agar saat mereka lupa, mereka bisa membaca note/ catatan tersebut.

Indahnya Islam. Islam adalah agama yang mulia yang didalamnya mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari hal paling sederhana hingga sampai hal yang besar seperti mengurus sebuah pemerintahan / Negara. Oleh karena itu, jangan sampai kita memisahkan Islam dari kehidupan kita. Termasuk ketika kita ke kamar mandi, ada doa dan adab-adab yang harus kita penuhi sebagai seorang mukmin, bila ingin mendapatkan ridha Allah ketika beraktivitas didalam kamar mandi tersebut, entah mandi, buang hajat atau mencuci baju, dll.


#Hari9            
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam


Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak 8


Master Mind
1.      Pengalaman apa yang didapat selama menjalankan project?
2.      Apa yang sudah baik?
3.      Hal baik apa yang akan dilakukan pekan depan?

Membaca kembali pertanyaan di tantangan game level 3. Kembali saya menarik nafas dan mengumpulkan memori-memori sebelumnya. Pertanyaan yang mungkin biasa tapi sungguh dalam jawabannya.

Pengalaman apa yang didapat selama menjalankan project? Pertama kali adalah pikiran bingung. Bingung dalam menentukan project apa yang akan dilakukan kemudian dengan tujuan apa dilakukan. Menjabarkan sebuah tujuan ternyata tidak gampang. Yang kedua adalah ujian konsistensi. Plan + no action = gagal. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan pengalaman ini. Setidaknya meski saat ini merasa gagal, tapi bisa belajar dari kegagalan itu sendiri.

Apa yang sudah baik? Alhamdulillah anak-anak sudah tahu bagaimana mencuci baju, memasak nasi dan menggoreng telor.

Hal baik apa yang akan dilakukan pekan depan? Apa lagi ya..... kali ini malah bingung menentukan saking banyaknya perihal yang berseliweran.


#Hari8
#KuliahBundaSayang 
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam


“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...