Minggu, 07 April 2019

Semua anak adalah bintang 3


Anakku berbinar kala masak sendiri. Untuk anak yang pertama bisa masak apa? Masak yang instan lah ya. Masak nasi goreng memakai bumbu instan nasi goreng. Kemudian masak ceplok telur atau dadar telur. Membuat sambal yang diblender. Dan masakan sederhana lainnya.

Awalnya saya tidak tahu kalau anak-anak saya suka menggoreng telur sendiri. Bahkan pernah pada suatu hari saat saya pergi kuliah dan suami juga kerja di luar, anak-anak sedang memasak yang mengakibatkan rumah hampir saja terbakar. Ketika saya pulang, anak-anak sudah ketakutan karena kawatir saya marah. Saya hanya menarik nafas. Alhamdulillah hanya gorden penutup jendela yang terbakar.

 Ternyata setelah saya bertanya kepada Kak Khana menceritakan bahwa wajan yang sudah diberi minyak goreng diletakkan diatas kompor yang menyala apinya. Makin lama tentu makin panas wajan dan minyaknya. Kemudian ada kawannya mengetok pintu dan hendak meminjam jilbab. Karena ngobrol dan hendak mencarikan jilbab yang mau dipinjam akhirnya ananda lupa dengan wajan nya di dapur.

Otomatis karena wajan yang berisi minyak tadi saking panasnya akhirnya wajan terbakar. Wajan yang terbakar disiram air maka apinya semakin membumbung tinggi dan menyambar kain gorden di jendela dekat kompor. Anak-anak panik dan berteriak-teriak hingga ke jalan. “Kebakaran, kebakaran, kebakaran”. Saya bisa pastikan pasti anak-anak panik, takut, menangis tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa terhadap mereka.

Mendengar teriakan anak-anak, tetangga yang kebetulan lewat segera masuk ke rumah dan berusaha memadamkan api. Yang terbakar hanya kain gorden dan sendok penggoreng yang terbuat dari kayu.

Setelah saya pulang kuliah, pastilah saya kaget dan terdiam. Sambil bersyukur dalam hati karena tidak terjadi apa-apa pada mereka. Selama 3 hari saya tidak mengijinkan mereka untuk menyalakan kompor sendiri. Dan setelah kejadian itu saya tekankan kepada ananda untuk lebih berhati-hati dalam menyalakan kompor. Dan di hari keempat saya mengajak mereka untuk masak bersama. Saya yang menyalakan kompornya kemudian mereka masak seperti biasa. Hari berikutnya ananda saya berikan kesempatan untuk menyalakan dan mematikan kompor sendiri dengan saya ada disampingnya untuk mengawasi. Karena jangan sampai mereka berterusan trauma terhadap kompor dan api. Kalau trauma apa yang terjadi kelak dewasa nanti. Mau tak mau pasti akan membutuhkan kompor dan api.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 2


Tantangan dari level 7 Kuliah Bunda Sayang yaitu mengamati aktivitas anak yang membuat matanya berbinar-binar dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang membuat semua anak-anak saya berbinar adalah kegiatan memasak. Mereka memasak sendiri dan bereksperimen. Bila saya membeli sepapan telor, hamper tiap hari ada saja jenis masakan yang mereka buat. Bahkan kadang-kadang sambil membawa temannya.

Alhamdulillah karena mendapat rejeki 2 kantong mangga dari tetangga, saat jam 21.00 malam iseng-iseng saya berkata kepada Kakak Khana.
“Kak, Ummi pengen bikin manisan mangga lho. Tapi besok sajalah ya.” Kata Ummi. Sengaja meskipun hari sudah malam saya tetap menyampaikan hal itu untuk mengetahui seberapa tertariknya mereka.
“Ah ayo Mi, sekarang saja bikinnya”, jawab Kakak Khana.
“Mau mau Mi, sekarang ajalah”, kata adiknya menimpali.
“Tak usahlah kak. Khan sekarang sudah malam. Besok kakak juga sekolah”. kata Ummi.
“Gak papa kok Mi, belum ngantuk. Kakak yang bikin kalo gitu”, tegas Kakak Khana.

Walhasil, mereka tahan menahan kantuknya dan sangat bersemangat membuat manisan. Mulai dari mencuci, mengupas, mengiris dan mengulek cabe di cobek. Mereka tanpa merasa terbebani melakukan hal itu. Berbeda jauh ketika saya meminta tolong untuk menjemur pakaian, wajahnya langsung ditekuk. Yap, besok masak apa lagi ya?


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga



Semua anak adalah bintang 1



Saya adalah seorang ibu hasil didikan masa lampau yang menyamakan anak harus rata-rata kepandaian dan kepintarannya. Saya contohkan ketika di sekolah yang terpenting semua anak mendapatkan nilai di atas nilai 6. Ketika dirumah saya memang tidak ditekan untuk menjadi juara, tapi ayah saya pernah berkata “Nilai pelajaran itu yang penting tidak ada nilai merahnya ya sudah cukup”. Bahasa yang kalem seperti itu meski tidak menekan tapi tentu saja membuat saya kala itu belajar agar tidak mendapat nilai merah.

Akhirnya ketika memiliki anak pertama yang waktu itu sekolah tingkat SD kelas 1 & 2, saya juga masih mengharapkan anak saya tidak mendapatkan nilai merah. Ketika melihat nilai merah saya terpancing emosi sehingga membuat saya bekerja keras bagaimana caranya anak mau belajar lebih keras lagi.

Akhirnya alih-alih mencari buku cara meningkatkan kecerdasan anak, saya malah menemukan sebuah artikel yang menohok sekali.

“Semua anak cerdas!! Mereka lahir dengan kecerdasan masing-masing. Cerdas itu bukan hanya sebatas akademik saja. Kecerdasan itu ada banyak jenisnya.”

Yes. Baiklah tenang……
Anggapan saya selama ini salah. Target saya agar anak pintar dalam hal akademik saja itu salah besar. Anggapan saya bahwa anak cerdas adalah anak yang mendapatkan juara dikelas itu juga salah. Alhamdulillah seiring pemahaman saya mengenai kecerdasan anak, sekarang ini bila anak mendapatkan nilai kecil dari ujian di sekolahnya saya hanya tersenyum dan bertanya “Kakak, kakak bahagia nggak dapat nilai segini?”. Kalau jawabannya  bahagia, maka saya juga akan berkata “Ya, sudah yang penting kakak bahagia”. Bila jawabannya tidak, biasanya saya akan menasehati “Ya, lain kali belajar lagi trus lebih teliti dalam menjawab soal ujian ya”.
Mereka adalah bintang dimanapun mereka berada. Mereka adalah bintang bagi orang tuanya. Mereka adalah bintang bagi orang-orang disekitarnya. Pada materi kuliah bunda sayang kali ini mendapatkan penguatan bahwa “Semua Anak adalah Bintang”. Lagi-lagi cetar selalu untuk materi yang disajikan oleh Institut Ibu Profesional yang sudah berhasil membuka mata semua orang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


SEMUA ANAK ADALAH BINTANG 1


Saya adalah seorang ibu hasil didikan masa lampau yang menyamakan anak harus rata-rata kepandaian dan kepintarannya. Saya contohkan ketika di sekolah yang terpenting semua anak mendapatkan nilai di atas nilai 6. Ketika dirumah saya memang tidak ditekan untuk menjadi juara, tapi ayah saya pernah berkata “Nilai pelajaran itu yang penting tidak ada nilai merahnya ya sudah cukup”. Bahasa yang kalem seperti itu meski tidak menekan tapi tentu saja membuat saya kala itu belajar agar tidak mendapat nilai merah.

Akhirnya ketika memiliki anak pertama yang waktu itu sekolah tingkat SD kelas 1 & 2, saya juga masih mengharapkan anak saya tidak mendapatkan nilai merah. Ketika melihat nilai merah saya terpancing emosi sehingga membuat saya bekerja keras bagaimana caranya anak mau belajar lebih keras lagi.

Akhirnya alih-alih mencari buku cara meningkatkan kecerdasan anak, saya malah menemukan sebuah artikel yang menohok sekali.

“Semua anak cerdas!! Mereka lahir dengan kecerdasan masing-masing. Cerdas itu bukan hanya sebatas akademik saja. Kecerdasan itu ada banyak jenisnya.”

Yes. Baiklah tenang……
Anggapan saya selama ini salah. Target saya agar anak pintar dalam hal akademik saja itu salah besar. Anggapan saya bahwa anak cerdas adalah anak yang mendapatkan juara dikelas itu juga salah. Alhamdulillah seiring pemahaman saya mengenai kecerdasan anak, sekarang ini bila anak mendapatkan nilai kecil dari ujian di sekolahnya saya hanya tersenyum dan bertanya “Kakak, kakak bahagia nggak dapat nilai segini?”. Kalau jawabannya  bahagia, maka saya juga akan berkata “Ya, sudah yang penting kakak bahagia”. Bila jawabannya tidak, biasanya saya akan menasehati “Ya, lain kali belajar lagi trus lebih teliti dalam menjawab soal ujian ya”.
Mereka adalah bintang dimanapun mereka berada. Mereka adalah bintang bagi orang tuanya. Mereka adalah bintang bagi orang-orang disekitarnya. Pada materi kuliah bunda sayang kali ini mendapatkan penguatan bahwa “Semua Anak adalah Bintang”. Lagi-lagi cetar selalu untuk materi yang disajikan oleh Institut Ibu Profesional yang sudah berhasil membuka mata semua orang.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Senin, 18 Maret 2019

gunakan hak pilih dengan bijak


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


Gunakan hak pilihmu


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


Gunakan hak pilihmu


Aroma politik yang semakin panas di Indonesia semakin terasa di setiap lini kehidupan masyarakat. Kolaborasi pasangan capres dan cawapres tentu memiliki strategi tersendiri agar bisa memikat rakyat. Di satu sisi semakin berkobar semangat rakyat untuk mempertahankan yang sudah ada dan di sisi lain rakyat juga semangat menginginkan perubahan.

Pemilu sudah menjadi sebuah pesta yang penuh trik dan intrik yang tak dapat dihindari. Tapi apa pun itu semoga semuanya bisa sportif dalam bersaing secara sehat. Dengan niat yang baik memajukan bangsa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan taraf kehidupan rakyat yang lebih baik.

Ayo semuanya jangan ragu-ragu untuk menggunakan hak pilihmu. Ingat bahwa satu suara saja akan sangat berarti. Pilihan rakyat akan berdampak 5 tahun ke depan. Ingat 17 April 2019 gunakan hak pilihmu. Mari tentukan pilihan!!!!! Jangan golput. Jadilah warga Negara yang baik. Yang selalu bisa memilih yang terbaik.

#Tantangan 5 kata : Kolaborasi, semangat, pemilu, maju, Indonesia
#Challenge ketiga


“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...