Rabu, 26 Juni 2019

Be Creaative Mom and Kids 3



“Kak, dimana telur yang Ummi beli?”, Tanya Ummi.
“Habis Mi.” jawab si sulung.
“Loh kok habis?”, Huft……..
Terkadang saya sampai heran bila sudah demikian. Sebagai seorang ibu yang tidak setiap hari belanja ke pasar, pada saat-saat terdesak jam makan terkadang ceplok telur atau dadar telur menjadi senjata paling cepat untuk mempersiapkan lauk saat itu.

Tapi ya begitulah kenyataannya. 1 pack telur berisi 10 butir ataupun 1 wadah telur yang berisi 40 butir tetap saja tidak bisa untuk 1 minggu. Bila saya sediakan telur di lemari stok makanan tetap saja akan cepat habisnya. Kenapa? Bukan karena saya masak tetapi karena dimasak oleh anak-anak saya.
Anak saya ada 3 perempuan semuanya. Dan tiga-tiganya bisa menyalakan kompor sendiri dan bisa memasak telur sendiri tanpa saya bantu. Terkadang mereka juga membawa pasukan teman-teman mainnya untuk memasak telur bersama dan makan bersama dirumah. Ya sudah…. Lanjutkan kreatifitasmu nak.

#day3
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 2



“Ummi, mau apa?”, Tanya si sulung.
“Maksudnya mau apa kak?”, jawab Ummi sambil bertanya balik.
“Maksudnya Ummi mau kakak masakin apa?”, Tanya si sulung kembali.
“Oh gitu. Hm…… Ummi mau nasi goreng.” Jawab Ummi.

Yap. Si sulung berlalu dari kamar, tempat Ummi yang sedang mengetik laporan. Saya pikir hanya iseng saja. Ternyata jawaban saya ditanggapi dengan serius. Terdengar bunyi bising-bising di dapur, si sulung bersama adik-adiknya mempersiapkan dan membuat nasi goreng.

“Tarra…… Nih udah jadi Mi.” kata si sulung sambil menyodorkan sepiring nasi goreng yang dicampur dengan telur dan cabe merah yang dipotong-potong. Saya tersenyum, karena secara artistic sih harusnya cabe merahnya dipotong lebih tipis atau memanjang, pilihan lainnya kalau Cuma untuk garnis bisa dibuat mirip bunga. Tapi ya sudahlah, bukankah dengan begitu mereka sudah mulai kreatif untuk membantu menyiapkan makanan? Alhamdulillah.

#day2
#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Be Creative Mom and Kids 1



Saya  suka sekali dengan kata kreatif.  Kreatif menurut saya sebuah kegiatan yang baru atau original sebagai bentuk kreatifitas dan bisa juga diaplikasikan dengan cara memodifikasi sesuatu yang sudah ada. Dan akan lebih keren bila kita bisa berpikir out of box, berpikir tidak seperti kebanyakan orang dan bahkan tidak terlintas dalam pikiran orang lain. Jarang-jarang kan ya……

I feel  I am creative. Really? Yess.
Ratusan bungkus kopi sachet 

Tapi saya masih terkendala dalam mengaplikasikan pikiran-pikiran kreatif saya. Salah satu contohnya sudah lama saya suka mengkonsumsi Kopi Herbal merk HPA Indonesia. Mulai dari Radix sampai sekarang berganti dengan merk Kopi 7 Elemen. Minumnya tidak terlalu rutin sebenarnya. Hanya bila merasa perlu tambahan energy atau bila terasa kurang enak saya konsumsi kopi  tersebut. Eh apa hubungannya?

Bungkus kopi yang saya konsumsi saya kumpulkan dalam satu kantong plastic. Saya pikir bila sudah banyak nanti saya akan buat kotak tisu atau tas atau kerajinan lainnya dari bungkus kopi tersebut. Hari ini sudah terkumpul banyak.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
#BeCreative

Minggu, 07 April 2019

Semua anak adalah bintang 8


Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu karena Abinya yang hendak memakai motor. Rupanya tidak demikian. Ternyata Kak Khana bermaksud untuk memasukkan motor ke garasi karena sudah mau magrib tapi motor masih terparkir di pinggir jalan.

Saya tidak pernah mengajari ananda untuk bisa naik motor dan saya tidak berniat untuk mengajarinya. Umur baru 11 tahun dan belum waktunya untuk itu. Sengaja agar ananda tidak bertindak seenaknya memakai motor meski terlihat sangat antusias. Diam-diam ananda belajar naik motor bersama kawannya.

Akhirnya setiap sore ananda dengan semangat 45 selalu meminta ijin untuk memarkirkan motor. Baiklah untuk urusan parkir saya mengijinkan tapi tidak untuk keluar rumah. Akan ada saat yang tepat Nak.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 10


Mendekati waktu ashar, si bungsu sibuk mandi. Perihal mandi kalau tidak di ingatkan sudah beberapa kali saya memergoki si bungsu bermain sabun cair yang ada di kamar mandi. Se ember air berbusa-busa karena sabun cair yang dituangkannya. Sudah 10 menit di kamar mandi ternyata yang basah baru tangannya saja sambil memainkan busa sabun.

Nah kali ini mandinya malah ekspress cepat selesainya. Bisa saya pastikan sepertinya tidak sikat gigi Karena tidak terdengar orang yang sedang sikat gigi. Sambil mengamati sambil memikirkan tingkah lakunya. Selesai mandi, memakai baju, menyisir rambut dan memakai bedak. Terakhir mendekat kepada saya dan tersenyum, “Ummi, jatah?”, katanya.
“Ehm, kok jatah, untuk apa?”, kata Ummi. Saya memang mengganti kata uang jajan kepada anak dengan kata “jatah”.
“Jajan lah. Khan sudah mandi”, katanya.
“O…. gitu. Ya baiklah”, kata Ummi.
Sambil tersenyum saya mengapresiasi hasil usaha si bungsu untuk mendapatkan “jatah” untuk membeli jajanan di warung.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 9


“Ummi, siapa yang ngambil uang kakak di toples”, Tanya Kak Dina.
“Ummi tak tahu Kak. Emang naruhnya dimana. Disimpan baik-baik nggak toplesnya?”, kata Ummi.
Begitulah pengaduan ananda karena uang nya hilang. Kemungkinannya lupa menyimpan atau diambil oleh adiknya yang belum faham betul bahwa kita tidak boleh mengambil yang bukan hak milik sendiri. Karena dipikir ini berada didalam rumah maka apa yang ada dirumah adalah milik bersama.

Walhasil setelah mengadu mengenai uangnya, ananda pergi bersama teman mainnya ke warung dengan sisa uang saku sekolahnya. Pulang dari warung terlihat memegang bubur ayam instan.
“Ummi, kakak mau bikin bubur tapi adik Anis jangan boleh minta ya”, kata Kak Dina.
“Lho, kok gitu”, kata Ummi.
“Habis uangku diambil. Trus yang kemaren juga”, lanjutnya.

Memang anak-anak masih egosentris, tidak mau saling mengalah. Semua itu memang proses. Setelah menyampaikan isi hatinya, ananda pergi ke dapur dan memasak air untuk membuat bubur ayam instan yang sudah dibelinya. Lagi-lagi perihal memasak ini rupanya mereka sangat bersemangat dan berbinar untuk melakukannya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua anak adalah bintang 7


“Kak, tolong cuci piringnya.” Pinta Ummi kepada anak sulung.
“Ya adik lah Mi. Kemaren kakak khan sudah nyuci piring.” Jawab Kak Khana.
“Ah mana ada ya. Aku sudah pernah kok nyuci piring”. Timpal adiknya.
“Aku juga sudah kemaren.” Kata Kak Khana.
“Ya sudah, aku juga sudah nyuci piring”, kata Dik Dina.

Lagi-lagi, …….
Perihal mencuci piring ini memang butuh ekstra sabar dan rayuan maut agar ananda mau mencuci piring. Akhirnya mereka terlihat saling membagi jumlah cucian piringnya. Setiap 1 orang mencuci piring dan alat masak lainnya sebanyak 10 item.  Saya terdiam melihat bagaimana mereka saling membagi cucian piring. Setelah 10 item yang dicuci barulah bergantian.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


  SYAIR “SIFATUL HURUF”   JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...