Ow... Hari ini dicolek sama mentor. Apa progres nya mbak? Apa masih tata menata buku.... Iyup.
Saya masih ngumplek sama kertas. Karena 2 benda yang memang mendominasi dan harus harus bangettttt... Ditata... disortir... Yaitu adalah kertas/ buku dan baju. Yang lain mah gak terlalu bikin pusing kepala.
Ya .... Alhamdulillah sejauh ini soal buku dan kertas lebih mudah mencarinya bila diperlukan. Lebih tertata dan tidak berserak seperti sebelumnya.
Hanya tinggal sisa sisanya yaitu menata dan arsip kertas dokumen pribadi, susun buku perpustakaan sesuai jenis bukunya dan sortir buku-buku catatan pribadi.
Kali ini saya fokus di arsip dokumen yaaaa
Step one by one... Yang penting ai HEPI.. tidak terlalu ngoyo.... Tapi selesai dah kerjaan nya.
Pertama: arsip dipisahkan berdasarkan personal anggota keluarga. Sedangkan arsip bersama dijadikan satu. Tidak digabung dengan arsip personal.
Kedua: buang fotokopian dokumen yang tidak diperlukan. Jika itu akte kelahiran, maka tidak akan berubah, jadi bisa kita sediakan 2-5 lembar fotokopi an nya tidak apa-apa sewaktu waktu diperlukan. Tapi kalau Surat Kartu keluarga sebenarnya cukup 1-2 lembar saja. Kenapa? Karena ke depan nya kartu keluarga bisa saja berubah sesuai dengan perubahan jumlah anggota keluarga.
Dan kenapa jangan terlalu banyak menyiapkan copy an? Bikin pusing kepala.... Lebih bagus jaman digital seperti ini cukup scan saja, arsipkan berupa file. Sehingga sewaktu waktu diperlukan tinggal print dirumah, bila tak sempat pergi ke tempat fotokopian.
Semangatttt.... Terus tata menata ....
Beres beberes....
Selasa, 16 Juni 2020
Senin, 08 Juni 2020
Merapikan Buku Part 2
Masih berbicara
topik mengenai beberes buku. Kalau sebelumnya saya hanya mengawali dengan
merapikan 1 lemari buku, kemudian saya berpikir apa tujuan dan rencana untuk
mencapai goal yang saya inginkan?
- 1. Menyusun buku-buku dengan rapi, dipisahkan antara buku perpustakaan keluarga maupun buku pribadi masing-masing.
- 2. Menyimpan buku dalam 1 tempat, tidak
terpisah-pisah
Kalau
tahap sebelumnya saya hanya sempat merapikan 1 lemari, maka di tahap kali ini
jurnal ketiga beberapa hal yang saya lakukan adalah:
- 1. Mengumpulkan semua buku (di lemari kaca, lemari
kayu, lemari dekat baju, di kamar, didapur, dan disudut2 rumah yang ada buku/
kertas-kertas)
- 2. Memisahkan buku-buku perpustakaan, buku pribadi
masing-masing terutama buku pelajaran, buku/ dokumen keluarga, buku/dokumen
lembaga TPQ, dokumen lembaga BMG, dll
- 3. Memastikan dan mengawasi penggunaan lemari buku. Karena saya lihat beberapa hari dirapikan,
terkadang ada saja benda-benda yang tidak semestinya, ikut-ikutan nebeng di
lemari buku. Contohnya gelas minum, jilbab, topi, mainan, dan lain-lain. Siapa
pelakunya?
- 4. Mengembalikan buku/ dokumen ke tempat yang
seharusnya. Contoh buku/dokumen lembaga TPQ saya taruh di kantor TPQ, tidak
lagi dirumah
- 5. Menyimpan buku-buku paket pelajaran yang masih akan
digunakan, dikelompokkan berdasarkan kelasnya. Dan menyingkirkan buku-buku LKS untuk
diberikan kepada tukang loak buku.
Rencana
berikutnya yang akan saya lakukan:
- 1. Mem-file kertas dokumen (arsip). Untuk dokumen akan dipisahkan berdasarkan 2 hal. Yaitu dokumen keluarga dan dokumen personal. Dokumen keluarga contohnya surat tanah, surat BPKB motor, surat kartu keluarga. Sedangkan dokumen personal, dipisah berdasarkan perorangan sejumlah anggota keluarga. Contohnya file ayah terdiri: akte, ijazah, ktp, dll
- 2. Merapikan buku pribadi, mana-mana buku yang sudah tidak dipakai maupun yang masih bisa dipakai.
- 3. Merapikan kembali buku-buku di lemari perpustakaan keluarga, dipisahkan sesuai kategori buku seperti buku-buku agama, teknologi, pengetahuan umum, majalah, parenting, dll
#jurnal3
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari
Kamis, 14 Mei 2020
Merapikan buku
Bukuku ada dimana?
Jawaban atas pertanyaan tersebut
adalah “dimana-mana”. Dalam sesi mentoring metode bebersih “sing penting mari”
kali ini mentor privat saya…cie… mendiskusikan apa goal untuk jurnal kedua kali
ini. Bingunglah saya sebenarnya hendak memulai dari mana. Karena semua ingin
dibereskan, tetapi tangan saya hanya dua dan kaki saya juga dua.
Akhirnya saya putuskan, dengan
senang dan ringan sesuai dengan kemampuan saya ditengah-tengah kesibukan yang
mendera, maka saya memutuskan untuk memulai dari buku. Seperti pertanyaan
pembuka pada jurnal kedua kali ini, bukuku ada dimana? Jawabannya dimana-mana.
Iya, buku saya tersebar hampir diseluruh sudut rumah. Lemari buku ada 4, masih
ditambah kotak-kotak bekas buah yang difungsikan untuk menampung buku, belum
lagi kardus dan plastik juga berisi buku.
Hei… kenapa begitu banyak bukuku?
Sebagian memang koleksi buku pribadi, buku bacaan, buku parenting, buku islami,
namun yang membuatnya kelihatan bertambah banyak yaitu buku-buku bekas
pelajaran anak-anak yang juga saya simpan. Kenapa disimpan? Karena berharap
buku-buk u pelajaran tersebut bisa dipakai turun temurun dari anak pertama ke
anak kedua dan seterusnya. Padahal….. Terkadang buku itu juga tidak bermanfaat,
tapi saya begitu sayang untuk membuangnya.
Kenapa buku saya terlihat banyak?
Penyebab lainnya juga adalah ada beberapa buku dan dokumentasi lembaga keorganisasian
yang saya ikuti bercampur dengan buku pribadi saya. Fix… inilah mungkin hal-hal
yang harus saya cermati dan atasi agar buku-buku bisa ditaruh ditempatnya dan
saya juga makin happy melihat buku yang tertata rapi. Karena saya pecinta buku.
Dalam proses beberes kali ini saya
belum sanggup untuk mengumpulkan seluruh buku dan mensortirnya. Target kali ini
yaitu merapikan satu lemari khusus buku. Kenapa harus saya rapikan? Karena
memang kondisi bukunya berantakan. Ditambah lagi beberapa kebiasaan anggota
keluarga lain yang memperparah penampilan isi lemari. Diantaranya anak yang
suka meletakkan tas, mainan, jilbab di tempat lemari buku. Hallo…..? Ini lemari
buku ya. Bukan lemari pernak-pernik. Saya juga menulis pengingat untuk diri
saya sendiri dan juga orang lain agar memposisikan lemari ini memang khusus
lemari buku, bukan lemari doraemon.
![]() |
| sebelum dirapikan |
Harap dimaklumi ini memang hanya merapikan. Karena sejatinya
buku-bukunya masih amburadul untuk pengelompokkannya. Sebenarnya lemari ini
sudah pernah saya rapikan dan disusun berdasarkan kelompok bukunya. Ada buku
agama, buku pengetahuan umum, buku parenting, buku majalah, dan lain
sebagainya. Qodarullah, dikarenakan renovasi rumah yang mengakibatkan debu
beterbangan dimana-mana, saya meminta anak-anak untuk membersihkan debunya.
Yang dilakukan oleh anak-anak yaitu
mengambil buku-buku tersebut, mengumpulkannya menjadi satu dan langsung
merapikan sesuai “ukuran” dan bukan
berdasarkan tipe atau jenis buku. So, ambyar sudah …..
#jurnal2
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari
Selasa, 17 Maret 2020
Aliran Rasa Kelas Ulat
Buncek Batch 1
Siap menuju proses perubahan ke arah yang lebih baik.
Selayaknya telur yang berubah menjadi ulat. Ulat dengan rakusnya memakan dedaunan "ilmu".
Dan kini ulat berubah menjadi kepompong, kemudian harus "bertapa" berdiam diri untuk bersiap menjadi kupu-kupu yang cantik. Berdiam diri untuk merenung lebih dalam terhadap makanan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan selama menjadi ulat sebelumnya.
Perubahan ini tentu tidak mudah karena melalui perbagai tantangan.
Bahagia tetap. Jangan lupa bahagia.
#bundacekatan
#ibuprofesional
#kelasulat
#aliranrasakelasulat
Siap menuju proses perubahan ke arah yang lebih baik.
Selayaknya telur yang berubah menjadi ulat. Ulat dengan rakusnya memakan dedaunan "ilmu".
Dan kini ulat berubah menjadi kepompong, kemudian harus "bertapa" berdiam diri untuk bersiap menjadi kupu-kupu yang cantik. Berdiam diri untuk merenung lebih dalam terhadap makanan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan selama menjadi ulat sebelumnya.
Perubahan ini tentu tidak mudah karena melalui perbagai tantangan.
Bahagia tetap. Jangan lupa bahagia.
#bundacekatan
#ibuprofesional
#kelasulat
#aliranrasakelasulat
Senin, 09 Maret 2020
Aliran rasa kelas Ulat-ulat Buncek
Aliran
rasa kelas Ulat-ulat Buncek
Terus
belajar meski tertatih. Dimateri buncek ini sebenarnya ada hal yang menjadi
tantangan bagi saya karena masih belum bisa menyimak materi yang disajikan
melalui grup facebook dan masuk kelas manajemen emosi dengan menu spesial nya ”healing”
di aplikasi telegram. Secara teori masih terus mencoba meresapi dan jujur
secara praktek masih jauh dari harapan.
Untuk di
kelas healing sendiri saya masih stay di kelas tersebut dari awal sampai
sekarang karena merasa masih perlu banyak belajar dari sini.
Saya suka belajar dan terkadang perlu rambu-rambu untuk
tetap terus semangat belajar. Itulah kepada saya juga mengikatkan diri dengan
menjadi salah satu pengurus manajer operasional HIMA, agar saya tertular
semangat teman-teman yang tetap istiqomah.
HOW WITH MY BUDDY?
Salah satu sahabat buddy
saya mbak Rika mengatakan dirinya masih seperti tong kosong dan masih minder. Huhuhu
.....sama....loh dengan diriku.
Tapi semangatnya
buat HIJRAH untuk selalu memperbaiki diri ..... patut saya contek. Tapi hebatnya
buddy saya sudah jalan-jalan ke berbagai kelas. Antara lain kelas ruhiyah,
ibadah dan cooking. Saya baru ngiri mau masuk kelas tersebut. Ujung dari segala
tantangan yang paling berat adalah komitmen
dan konsisten. Iyaaaa ...... saya juga gitu...
BEKAL UNTUK MY BUDDY
Duh malu sebenarnya, mau kasih-kasih bekal. Kuatir tidak cocok dan terkesan
menggurui. Maafkan diriku sebelumnya ya my buddy.....mbak Rika...... Semoga
bekal yang saya berikan bermanfaat .....
#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Senin, 24 Februari 2020
Tips manajemen waktu
Masih lanjutan dari camping kemaren setelah berkenalan dengan orang yang benar-benar baru, maka saya menyiapkan makanan terbaik bagi bunda cekatan yang memilih kelas manajemen waktu.
Ada 3 orang yang kebetulan sama-sama memilih kelas manajemen waktu, yaitu bunda Zulvi, bunda Laeli dan bunda Yulita.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Ada 3 orang yang kebetulan sama-sama memilih kelas manajemen waktu, yaitu bunda Zulvi, bunda Laeli dan bunda Yulita.
Tips tersebut saya rangkum dari artikel "8 Tips Efektif untuk Manajemen Waktu yang lebih efektif" karya Mutia Isni Rahayu. Lebih detailnya bisa lihat di sini
#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Minggu, 16 Februari 2020
Camping Bunda Cekatan
Kenalan dengan orang yang benar-benar baru, butuh waktu dan bahasa yang pas. Untuk berkenalan saat camping bunda cekatan saya memilih 2 metode. Yang pertama lewat Facebook dan yang kedua lewat WhatsApp.
1. By Facebook
Untuk Facebook saya meng-add pertemanan bunda-bunda yang menggunakan profil buncek. Dan dari 7 orang yang saya add, ketujuhnya menyukai kelas yang berbeda.
2. By WhatsApp
Untuk add perkenalan by WA saya memilih anggota grup Manajer Operasional Himpunan Mahasiswa (ManOp HIMA) karena memang saya tak banyak mengenal mereka. Harapannya bisa saling sharing dan akrab juga sesama ManOp. Ternyata dari 6 orang, kelas favoritnya adalah sebagai berikut:
Kelas Manajemen Waktu masih menjadi favorit bagi para ManOp yang ketje-ketje ini, karena memang harus bisa mengendalikan diri kapan online dan kapan offline.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
Langganan:
Postingan (Atom)
SYAIR “SIFATUL HURUF” JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...
-
Beli ayam dikasih kantong plastik Beli baju dikasih tas plastik Beli cendol dikasih gelas plastik Beli donat dikasih kantong plast...
-
Baju Kematian Dengan takut-takut aku memandangi wajah itu. Padahal biasanya ketika memandangnya setiap hari saat bertemu kami biasa sa...
-
Indonesia memiliki kekayaan yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. Seperti contohnya tanaman berupa bunga. Berbagai macam dan jenis b...











