Senin, 24 Agustus 2020

Kenapa betah di Komunitas Ibu Profesional Batam


Saat ada pertanyaan : Apa yang membuatmu bertahan di Komunitas Ibu Profesional Batam (IP Batam)? Banyak sekali yang membuat bertahan. Diantaranya di komunitas ini banyak belajar ilmu-ilmu yang saya inginkan dan belajar berkomunitas dengan baik. Bahkan saya masih memiliki satu grup yang benar-benar nyaman buat ngobrol sampai sekarang. Memang jarang sekali jumpa offline dengan anggota grup tersebut akan tetapi sangat bermanfaat buat obrolan ala emak-emak yang jauh dari gosip, rumpi dan ghibah.  Lebih banyak sharing ilmu yang bermanfaat.

 

Saya memiliki beberapa grup komunitas lain. Dari pengamatan di beberapa grup terkadang grup tersebut kurang aktif dan kalaupun aktif terkadang peraturannya rancu kemudian ada juga yang kurang beradab. Tidak ada peraturan yang jelas. Sedangkan di komunitas IIP selalu di ingatkan yang namanya adab, contoh simpel nya bagaimana seseorang itu masuk dan keluar grup tidak asal keluar begitu saja tanpa adanya konfirmasi dan alasan yang jelas. Pengurusnya begitu care.

 

Untuk ketegasan peraturan grup juga demikian. Karena memang ini adalah komunitas IP Batam, maka info-info diluar agenda ibu profesional harus di konfirmasikan terlebih dahulu apakah boleh di share atau pun tidak agar tidak mengganggu kenyamanan anggota grup karena iklan-iklan lewat.

 

Di grup IP batam saya memilih mengikuti rumbel (rumah belajar) juga. Hampir semua rumbel ingin ikut tapi berdasarkan peraturan ada pembatasan jumlah rumbel yang diikuti. Ini bagus agar anggota rumbel bisa maksimal dalam mengikuti kurikulum yang ada di rumbel tersebut.

 

Saat ini saya mengikuti rumbel menulis dan rumbel green. Di rumbel menulis saya tertatih-tatih tapi saya suka. Meski tidak aktif sekali tapi saya tetap pantengin grup ini. Sedangkan grup rumbel green saya suka terhadap tumbuhan hanya kendalanya saya tidak pandai untuk menanam dan tidak telaten merawat tanaman.

Apa lagi yang membuat saya kerasan dan bertahan di IP Batam? ..... Ah banyak lah....

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Harapan

 Harapan

 

Hiduplah selalu dengan harapan karena harapan akan membuatmu terus melaju ke depan. Saya berharap bisa mendidik anak dengan baik. Apalah daya saya bukanlah manusia yang sempurna. Yang bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. Maka saya juga butuh bantuan para guru-guru di sekolah ataupun di pondok untuk membantu membimbing anak-anak saya.

 

Terima kasih bapak ibu guru dari anak-anakku ....

Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dan memudahkan rejeki serta segala urusanmu. Maafkan anak-anak kami bila pernah bertingkah kurang sopan dan kurang adab. Maafkan anak-anak kami yang sengaja maupun tak sengaja telah menyakiti hatimu. Semoga Allah berikan keberkahan dan balasan terbaik atas jasamu.

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Minggu, 09 Agustus 2020

Handphone jadul

Handphone yang pertama kali saya miliki adalah nokia di tahun 2004. Hp yang berkesan pake banget. Nada deringnya masih nit nut nit nut. Pada zaman itu fungsi hape yang penting bisa sms dan telepon. Belum se-wow hape sekarang yang bisa melakukan berbagai fungsinya. 

Warna biru yang saya pilih karena memang sesuai dengan warna favorit saya kala itu. Ketika saya bosan dengan casing hape nya yang polos, saya ganti dengan casing teddy bear warna biru langit. 


Alhamdulillah awet banget pemakaian hape nokia. Berganti hape karena memang pemakaian yang sudah lama. Pernah sekali waktu jatuh tapi masih aman-aman saja. Bila rusak sedikit tinggal servis dan onderdilnya original. Saat sudah tak terselamatkan lagi, saya tetap menggantinya dengan hape dengan merk yang sama NOKIA. Tidak tertarik dengan merk-merk lain seperti sony Ericson, Samsung ataupun lainnya. 

Dan bagi saya gak mudah move on terhadap barang-barang yang dimiliki.  Ya kebetulan juga menu-menu yang ada di hp nokia lebih simple dan tidak ribet. Suaranya juga jelas dan jernih. So clear alias bening suaranya.

Melihat gambarnya saja, berasa masih cintaaa.... begitu sama hp yang satu ini. Akan tetapi untuk menggunakannya sekarang ini sudah tentu jarang karena telepon atau sms seluler jarang. Lebih sering menggunakan message/ call/ video call dengan aplikasi Whatsapp (WA). Sedangkan WA hanya terdapat pada hp android, bukan hape jadul semacam ini. (Alumi Ulum)


#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Selasa, 21 Juli 2020

Aliran Rasa Bunda Cekatan (Buncek) Batch 1



Alhamdulillah, setelah sekian lama  melewati tahap demi tahap yang ada di perkuliahan Kelas Bunda Cekatan. Saya semakin bersemangat untuk terus mengasah skill di bidang berbenah. Karena di kelas ini saya memutuskan untuk mentorship tentang berbenah. Alhamdulillah, ada perubahan dalam rumah dan banyak masalah soal buku dan baju yang sebelumnya memperburuk mood.



Dikelas buncek ini hal yang sangat berkesan adalah ketika saya memutuskan tema mentorship soal berbenah/ beberes ala ala konmari dan ternyata terpeleset ke metode “Sing Penting  Mari”. Hasil dan efeknya sangat-sangat saya rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbenah soal buku dan kertas bikin wow..... happy. Arsip-arsip dan dokumen tertata dengan rapi. Kemudian lanjut berbenah soal baju, bahkan saking semangatnya saya juga menambah kelas berbenah dan semakin semangat untuk terus belajar berbenah.

Yang membuat saya terus bertahan di kelas bunda cekatan tentu saja, materinya yang memang saya butuhkan dan belum tentu di pelajari di kelas-kelas lain. Selain itu bersama-sama dengan ibu-ibu hebat lainnya bersama-sama saling mengingatkan untuk menyiapkan setiap tantangan sampai kini lulus.

Apakah kelas sudah selesai? Iya, tahapan kelas memang sudah selesai. Tetapi belajar never stop. Terus belajar lebih baik dan makin baik lagi. 

#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1


Selasa, 07 Juli 2020

Merapikan baju part 1

Waktunya beberes baju.......

Setelah sekian lama berkutat pada agenda beberes buku dan kertas, kini saatnya saya beralih ke benda yang bernama "baju".

Kok bisa....

Iya karena ini tergantung situasi dan kondisi yang membuat saya mendahulukan beberes buku, baru kemudian baju.

Untuk step awal saya kumpulkan semua baju-baju yang ada didalam lemari. Owh... Setelah itu berasa pusingnya. Kok banyak ya ternyata harta karunku ( baca: baju).

Baju-baju yang juga menumpuk karena efek tunda setelah diangkat dari jemuran. Baju-baju bercampur milik seluruh anggota keluarga.

Wuihhh... Biar agak terurai rasa pusing kepala, akhirnya saya mengerahkan pasukan gadis-gadis dirumah (anak-anak) untuk memisahkan antara baju Abi, ummi, kakak dan adik.

Setelah dipisahkan barulah saya lipat semua baju- baju tersebut.

Baru kemudian di sortir, mana yang mau dipakai, disimpan, disumbangkan.

Pasti ada yang tanya kenapa dilipat baru disortir? Karena saya pusing melihat baju bertumpuk berantakan...

Begitu lah... Semampunya...sebisanya... Sesuai dengan mood kita saja ya...
Asyik tuh beberes Ala Sing Penting Mari ini, terima kasih banget ya buat mbak mentorku mbak Ratna... Lupyu..



#Jurnal7
#buncekbatch1
#ipbatam
#ibuprofesional

Selasa, 30 Juni 2020

Mengarsipkan dokumen keluarga versi digital



 Yang penting happy......

Eits apa an ni......
Jadi mak emak, ceritanya di jurnal 6 ini awalnya dah berniat buat beralih dari beberes buku dan kertas ke beberes baju. Tapiiiiiii...... rencana itu berbelok. Karena saya berpikir, ah sekalian deh tuntasin dan clear-kan ini masalah beberes buku dan kertas. Jangan nanggung, mumpung mood nya masih tinggi ...ye kaannnnn


So, apa yang saya lakukan?...
Mungkin ini karena mentor saya yang slow, kalem, loss.... megang tali layangannya ya, xixixixi. Jadi saya juga slow enggak dikejar deadline harus begini dan begono. Dan iyes, saya juga hanya butuh teman diskusi something like that lah.....

Apa yang saya lakukan setelah di part sebelumnya setelah false celebration dan evaluasi, yaitu meng-arsipkan dokumen keluarga baik secara fisik maupun digital. Berikut step by stepnya:
1 1. Pisahkan antara dokumen asli dengan fotokopian
2 2. Dokumen asli dipilah-pilah dan dikelompokkan berdasarkan personal anggota keluarga. Contoh Arsip ayah, ibu, anak pertama, anak kedua dan anak ketiga. Ditempatkan di map/foldernya masing-masing
3 3.  Dokumen fotokopian yang sudah terkumpul menjadi satu, juga dipilah-pilah berdasarkan anggota keluarga. Kertas fotokopi-an yang sudah usang atau expired karena sudah tidak berlaku lagi sebaiknya dibuang. Kerta fotokopi-an yang dibuang, sebaiknya dibakar atau di daur ulang. Why? Karena kita harus hati-hati jangan sampai dokumen kita disalahgunakan oleh orang lain.
4 4. Terakhir meng-arsipkan berupa file digital. Jaman sekarang sudah banyak fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk meng-antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Contoh dokumen kita dimakan rayap, basah terkena air, terbakar ataupun hilang. Sehingga mau tak mau kita juga harus mempunyai data berupa file digital. Dengan cara:
a. Scan dokumen yang dimiliki baik akte, ijazah, sertifikat, dan lain lain yang dianggap perlu
b. Simpan file-file hasil scan ke folder masing-masing anggota keluarga
c. Selain disimpan ke dalam file di laptop/ computer, juga simpan ke Google Drive. Agar lebih mudah di akses ketika kita tidak sedang  di depan laptop





                So..... itulah yang bisa Anda lakukan juga untuk mengarsipkan dokumen keluarga. Dan bagaimana tanggapan keluarga ketika hal tersebut sudah saya lakukan......
Happy..... enggak pusing lagi kalau sedang nyari arsip. Iyakah? Beneran loh......

                Sudah beberapa kali pak KK (kepala keluarga ;-)), bertanya : Mi, dimana fotokopi KK? Saya jawab: Itu disitu..... Dan ketemulah fotokopian KK yang dicari.
Next, pak KK bertanya: Mi, dimana surat rumah? Saya jawab: Ituloh yang dibungkusan plastik bening....... Dan ketemulah apa yang dicari.

                Alhamdulillah... padahal sebelum-sebelumnya ketika pak KK bertanya dokumen ini dan itu, saya harus mengerutkan kening karena dokumen masih tersebar disana sini. Dan ketika dicari itupun  belum tentu ketemu.


                So....... sile dicube ya mak emak...kakak-kakak..... semoga Anda semakin happy seperti saya saat ini.


#jurnal6
#buncekbatch1
#kelaskupukupu
#ipbatam
#ibuprofesional
#metodesingpentingmari




Sabtu, 27 Juni 2020

Puisi tentang hujan

Hujan........

Rintikmu syahdu menabuh rindu
Aroma bercampur tanah melambungkan masa lalu
Menenangkan kalbu

Membangkitkan gairah gapai impian
Datang tanpa mendung dan peringatan
Tak lagi petir penyibak jalan

Meleleh air mata
Mengingat suatu masa
Dikala sedang berduka
Kau penutup segala
Melebur tangis dan air mata
Hati yang terluka

Hujan
Ada kalanya
Di iringi tawa membahana
Hujan pembawa baki bahagia
Ada sebuah masa
Penuh suka cita

Bukan hujan yang salah
Tetesannya melukai
Angin badai menyertai
Petir melecutkan tali
Air tak terbendung lagi

Namun ....
Seberapa kuat kau menerima hujan
Akankah hujan membuat mu
Yang lemah menjadi kuat
Atau yang kuat menjadi lemah

Bukan karna hujan
Tapi... Itu hatimu
Akankah hujan hanya berlalu
Bermanfaat bagimu
Atau menghancurkan dirimu

Batam, 28 Juni 2020
Alumi Ulum

  SYAIR “SIFATUL HURUF”   JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...