Senin, 15 Januari 2018

Tips Menjahit Tas


           
            Setiap orang punya style gaya tas masing-masing. Untuk kaum pria model  tas tidak begitu penting, karena bagi mereka yang terpenting fungsi tasnya. Hal ini tidak berlaku untuk kaum hawa. Jangan kaget bila ada seorang perempuan beli tas hanya untuk jadi menambah koleksinya. Rela mencari uang hanya untuk membeli tas sesuai keinginannya. Rela mengorbankan uang belanja bulanan hanya untuk membeli tas sesuai keinginan (yang ini jangan ditiru). Bagi orang lain mungkin ini sangat mengherankan. Motif membeli tas hanya untuk koleksi. Aneh apa tidak? 

Itulah uniknya kaum hawa, tas dibeli bisa karena beberapa alasan antara lain karena:

-       ∎ Butuh. Untuk camping, beli tas camping, untuk pulang kampung, beli travel bag, untuk kosmetik ada tasnya, buat perlengkapan mandi ada lagi tasnya tersendiri.
-        ∎Ingin. Lihat-lihat katalog, jalan-jalan ke mall, terlihat tas menarik cantik unik jadi pengen
-       ∎Suka/ hobi. Contoh suka warna pink, segala tas warna pink dibeli mulai dari tas slempang, tas ransel, tas etnik, tas kondangan, dll. Ada yang hobi merk tertentu, setiap ada tas keluaran terbaru dari merk yang disukainya, tak pernah absen untuk membelinya.
-          ∎ Iri. Kawan punya tas kayaknya bagus, ehm jadi pengen punya tas yang kayak begitu.
-        ∎Menambah koleksi. Setiap musim atau setiap tahun, tas yang menjadi trend selalu di update. Tidak sah rasanya kalo koleksinya hanya tas model-model jadul, maka dikejarlah itu tas-tas jaman now yang paling trendy masa kini.
-        ∎ Buat pasangan baju. Punya baju cantik, baju favorit dicarikanlah tas yang cantik yang cocok ketika dipakai. Bisa yang semotif atau sewarna.

            Mengenai harga tas itu relatif. Ada yang murah, sedang, mahal dan sangat mahal. Yang murah meriah kalau dibatam yaitu tas-tas sekenan (jangan salah ya tas sekenan itu kadang-kadang sudahlah murah, kualitas bagus pula dan tas kresek tidak masuk ke pembahasan saya ya). Yang sedang tas-tas di pasar-pasar kaget,  supertmarket, online shop. Tas yang harga mahal bisa dijumpai di mall-mall, di online shop juga ada dan di katalog MLM. Yang sangat mahal sile cek tas-tas merk tertentu karena rate harganya tidak lagi ratusan ribu, tapi sudah jutaan bahkan puluhan dan ratusan juta. Mau nyaingin artis sono  deh. Tas para socialita dipakai bukan karena fungsinya tapi karena brand tertentu.

            Tapi beberapa hal diatas tidak berlaku untuk semua wanita ya. Tidak semua.

Mewah atau sederhana adalah sebuah pilihan

            Sepenggal pengalaman saya setelah memiliki sebuah tas yang lebih suka saya bawa kemana-mana ketika pergi ke sebuah kegiatan karena fungsinya seperti tas doraemon. Bila tas doraemon itu terletak didepan, tapi tas yang baru saya beli adalah tas yang dicangklong di belakang. TAS RANSEL yang menampung semua item mulai dari buku, makanan, baju dan setiap perlengkapan yang diperlukan.

            Belum lama saya membeli  tas ini, baru 3 hari terjadilah tragedi itu. Ketika malam tas yang saya letakkan begitu saja dilantai,  paginya hendak berangkat sekolah terlihat sobek. Dari sobekannya bisa saya pastikan itu adalah bekas gigitan tikus, karena bekas sobekannya bergerigi dan membentuk lubang bulat. Setelah cek didalam tas, memang di dalam ada tas sisa makanan yang tercecer. Rupanya itulah yang menarik bagi mbak siti(kus). Tikus yang terkadang mampir masuk kerumah tanpa diundang dan pulang tidak diantar.  Masya  Allah, kus....... kamu nggak tau ya kalau tas ini baru beli. Pyuuhhh. Ujian...... cobaan........azab.....



            Beberapa lama saya tetap memakai dan membiarkan tas dalam kondisi berlubang. Esoknya baru teringat pengalaman sewaktu SMA, menutup rok yang sobek dengan gambar  bordiran diatas kain. Saya pun mencoba mengaplikasikannya di tas yang sobek tadi. Ternyata hasilnya kurang memuaskan karena nyata sekali nampak tambalannya. Sobekan karena sobek dengan sobekan bekas gigitan memang berbeda bentuknya.  Heh, edisi tas baru beli, tak dipakai sayang, mau dipakai tapi berlobang. Tak sengaja ketika dikampus melihat salah satu kawan saya pandai sekali membuat rajutan. Terlintaslah ide menutupi lubang sobekan dengan bunga rajutan. Tapi saya tidak menyarankan model bunga untuk laki-laki karena model ini terkesan feminim. Tarra....... bunga rajutan hasil karya sahabat saya siap untuk diaplikasikan di tas yang sobek.








            Yang perlu diperhatikan bunga rajutan ukurannya harus lebih besar daripada sobekan/ lubang yang akan ditutup pada tas. Bila bunga rajutan sudah siap langsung saja menjahit tas, menutup lubang sobekan pada tas dengan menggunakan jarum tangan dan benang yang sewarna dengan bunga rajutan. Tidak perlu repot-repot menggunakan mesin. Insya Allah hasilnya sangat sempurna menurut saya. Tidak terlihat ada sesuatu yang janggal. Malah terkesan seperti sebuah karya seni yang diaplikasikan pada sebuah tas. Chic n cantik. Selamat Mencoba.


Rabu, 10 Januari 2018

Cara belajar unik ala ibu dan anak



Part 2

Perjalanan bersama si kecil, tragedi kotoran ayam, kunci rumah yang dititipkan kebawa lagi, nyari-nyari alamat.........

            Emang pelatihan apa sich..... Yang penting peralatannya bawa laptop. Alhamdulillah, laptop yang hari-hari menemani untuk membuat laporan-laporan kegiatan &  buat ketik mengetik saat ini memang sedang kritis nggak bisa hidup kalo nggak dicolokin ke sumber listrik. Untuk mempermudah belajarnya agar tidak terkendala, maka saya memutuskan untuk meminjam laptop.

            Pelatihan atau belajar hari ini adalah belajar sesuatu yang belum pernah saya pelajari ketika di bangku sekolah maupun kuliah. Dikomandani oleh mbak Unna, kami belajar bersama-sama untuk nge-blog. Blog. Blog itu apa ya. Perihal blog secara detail akan saya ceritakan kapan-kapan yach.

            Yah, namanya juga baru kenal sama si blog. Belom lama gaesss. Kenalnya beberapa hari yang lalu. Yuk kita belajar nge-blog bareng. Malu ah sama anak jaman now, udah akrab banget sama internet, u tub, wacap, watped, gugel dan sederet istilah yang belum pernah kujumpai sewaktu ABGeh (Ketauan ea generasi jadul).
            Ini bukan gaya-gayaan ya pelatihan bikin blog. Karena awalnya ide ini sebenarnya bukan termasuk planning. Tapi berhubung puenting...... dan ada hubungannya dengan  dunia kepenulisan akhirnya lahirlah ide ini dari ibu-ibu profesional Batam. Ssssttt, bukan cuman orang kantoran yang bisa profesional, emak-emak yang hari-hari mondar mandir di area dapur sumur kasur (kata pak ustad) ...... etah juga bisa profesional atuh.

Kembali mengurai pertanyaan tersebab melihat pemandangan yang tidak biasa, mainan bertebaran di seluruh sudut ruangan, hidangan bakso di meja makan, hm... di mana tempat pelatihannya ya.

The other screen (si kecil) :
“Tak mau, tak mau, mau pulang... enggaaakkkk.” Jeritku
“Kok aku diajak kesini, siapa itu, kok belum pernah jumpa sebelumnya. Aku mau diapain ya. Tidakkkkk”, batinku
               Tapi sekuat apapun aku ingin berlari tak mau masuk rumah ini, Ummi malah menggendongku. Yaiyalah mi, ummi strong, kalo udah digendong begini susah nak kabur lagi. Dag dig dug, dag dag dag, dug dug dug. Aku takut, kaget, dengan situasi yang baru ini. Hhhhhh mau ngapain di sini. Tapiiiii...., ada mainan sih. Ah enggak ah. Takut. Aku menempel tak mau melepas pegangan tanganku. Ketika dudukpun masih memegang erat lengan ummi. Ku amati suasana sekeliling, ada mainan, adik-adik, kakak-kakak, ibu-ibu, buku-buku, makanan. Ku lihat ummi sedang memarkir mainan mobil-mobilan kecil ukurannya, tapi banyak jumlahnya. Di jejer rapi. Ah aku bantu ah.

               Alhamdulillah, si kecil yang tadinya tidak mau diajak masuk ke dalam rumah, akhirnya setelah diselingi drama akhirnya nyaman berada ditempat itu. Ya duong.... ada mainan, ada makanan ampe nambah-nambah lagi makannya, itu dunia anak-anak banget.

               Si kecil nyaman, emak-emak pun beraksi mengeluarkan laptop dari gendongan tas nya. Di awali dengan bismillah belajar dimulai. Cari-cari colokan kabel, cari-cari posisi yang  uenak, sambil buka laptop dan nyambungin internet dengan modem yang saya bawa. Oke, mulai ya....ketik mengetik.....

               Buka internet, ketik “blogger”, jreng-jreng keluar tampilannya. Tapi sebenarnya masih penasaran emang blog apaan ya. Selanjutnya yang sudah ada email gmail sudah bisa langsung ya. Tapi belum ada bikin dulu ya. Nggak lupa dong sama alamat emailnya tapi lupa juga nih passwordnya. Alamakk podo wae (sama saja).

               Wait kenapa ini, saya bermaksud nak menulis aloemmyhpai@gmail.com, kok yang keluar tulisan loemmy@gmil.com apa ada yang salah....... Coba lagi-coba lagi...... eh ternyata huruf a nya tidak keluar sodara-sodara. Nasib sungguh beruntung. Sudahlah laptop pinjam, huruf “a” nya ngumpet pula. Padahal itu adalah huruf yang sangat fenomenal, sangat sering kita ketik, sangat sering kita pakai. Kebayang nggak sih bikin sebaris kalimat tanpa huruf a sama sekali. Kita kalimat apa ya?......
Mungkin contohnya:
“Buku itu menurut ibuku sungguh unik “
Kalau kamu, bisa nggak bikin sebaris kalimat tanpa huruf a. Coba dong, barangkali karena dirimu daku jadi bisa.... (sile ketik di kolom komentar ya...)

            Back sudahlah laptop pinjam, huruf “a” nya ngumpet pula. Duh gimana ni. Tiba-tiba ada ide yang terlintas, kita khan bisa ya copy paste dari artikel lain. Oke saya buka program word sama excel , saya cari artikel dan laporan saya yang ada huruf “a” nya. Ketemu..... ternyata gampang pakai yang program excel. Dari program ini, kita copas huruf a, lebih mudah sekalian kita ketik kata-katanya disini, setelah itu copas ke aplikasi chrome (internet). Alhamdulillah bisa.

            Trus untuk emailnya tadi gimana..... kan lupa password. Udah pikirkan nanti aja yang penting hari ini tau step by step untuk membuat blog. Karena belajar seperti ini tidak bisa sekali teori langsung lihai. Atau sekali praktek langsung bisa. Tapi butuh otak-atik, banyak belajar sampai faham.

            Dengan gmail, sudah bisa membuat blog. Nah sekarang mau dikasih nama apa blog nya.....krik krik krik. Nama apa ya..... ini penting nih. Kita ingin menulis tema apa baru kemudian tentukan nama. Tema apa saja contohnya parenting, travelling, makanan, atau tema yang lain. Dari tema tersebut bisa kita buat namanya. Tapi sayang nya disinilah kegalauanku, Pengen sih menulis tentang cerpen, tapi saya juga ingin menulis artikel yang islami, trus pengen juga bagi-bagi trik menangkap kecoa, dan masih banyak lagi. Tapi nama blog juga bisa dari nama kita sendiri atau yang lain terserah kitalah. Tapi yang namanya bikin nama blog ternyata bagi saya butuh pertimbangan yang matang, kayak bikin nama bayi....... tapi yang ini baby blog he he he.

Oke akhirnya saya belum bisa memutuskan membuat nama blog yang tepat dan setelah beberapa hari kemudian terbitlah nama blog ini http://ummukhana.blogspot.co.id. Blog itu sekarang kemana......

(bersambung)

Senin, 08 Januari 2018

Sambal Kering Tempe


           
            Tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia. Bukan orang Indonesia namanya kalau tidak tahu makanan ini. Ibarat makanan rakyat jelata yang sedang naik kasta. Yup, kenyataannya memang seperti itu. Tempe dengan harga yang sangat terjangkau oleh kantong-kantong rakyat biasa ternyata juga dinikmati kalangan menengah ke atas dan kalangan atas. Gak percaya. Tanyalah presiden kita sekarang ini pernahkah beliau makan tempe?

            Tempe dengan aneka varian dan bentuknya, tempe kedelai, tempe gembus, tempe koro, dan masih banyak lagi. Untuk cara pembuatannya ada yang secara tradisional  dan sudah ada juga yang memakai mesin yang canggih. Pengemasannya pun bermacam-macam memakai daun jati, daun pisang dan juga dibungkus plastik. Bentuk tempenya bulat lonjong, segi empat, segi panjang.

            Aneka olahan tempe sangat beragam. Dimasak goreng, disambal, direbus, dibuat perkedel, tempe bacem, gulai tempe, kering tempe, burger tempe, dan masih banyak lagi sesuai kreasi. Soal kandungan gizi, tempe termasuk makanan yang mengandung protein yang sangat tinggi karena berasal dari biji kedelai yang difermentasi.

            Dari berbagai jenis olahan dari tempe, yang menjadi rebutan di keluarga kami adalah sambal kering tempe. Pernah satu ketika saya sengaja menyiapkan sambal kering tempe agak banyak saya simpan di toples. Sambal ini memang awet dan tahan lama tanpa perlu di hangatkan lagi. Tapi apa yang terjadi. Sebentar-sebentar saya dengar bunyi pintu lemari makanan dibuka oleh anak-anak (kayak kucing ya, hafal banget suara pintu lemari, hihihi. Karena tak hanya sekali dua kali maka saya penasaran apa yang dilakukan oleh anak-anak. O.... ternyata, mereka sebentar-sebentar buka lemari makanan bukan karena hendak makan nasi, tapi nggado (bahasa jawa: makan lauk tanpa nasi) sambal kering tempe.

            Akhirnya persediaan lauk sambal untuk hari itu yang sedianya bisa untuk besok, tidak ada lagi ludes dimakan oleh anak-anak. Hari berikut nya ketika menyediakan sambal kering tempe, maka saya akan memisahkan sambal untuk hari itu dan sisa stoknya saya amankan di tempat lain. Tips kece ala emak-emak. 

Tulisan ini tercipta karena keadaan, colek mbak Nurbaini. Thanks ya......

Jumat, 29 Desember 2017

“Balada Wedang Madu”



            Hidup, mati, jodoh dan rejeki itu kuasa Ilahi. Tak ada yang tau kapan kita akan mati. Tak ada yang bisa meramal  kita akan berjodoh dengan siapa dan tak ada yang bisa mengira hari ini akan mendapat rejeki seberapa. Tugas kita hanya berusaha dan tanpa berhenti berdo’a.
            Berikut ini adalah sepenggal  kisah sepasang suami istri dari suku yang sebenarnya sama. Sama-sama suku Jawa. Walaupun satu suku tapi memiliki perbedaan-perbedaan yang unik. Karena sesungguhnya sebuah ikatan pernikahan adalah menyatukan perbedaan, bukan menyamakan.
            Sepasang suami istri tersebut walaupun sama suku Jawa, sang istri Jawa tulen lahir dan besar di tanah Jawa, sedangkan sang suami termasuk Pujasera singkatan dari putra jawa sumatera. Kelahiran sumatera tetapi nenek moyangnya termasuk suku Jawa yang pindah ke Sumatera.

Apakah suku Jawa memiliki bahasa yang sama persis?
Jawabannya belum tentu.

            Sekalipun dikatakan satu suku, tapi jika sudah beda propinsi, beda kota pasti sedikit atau banyak ada perbedaan kosa kata bahasanya. Bahkan sekalipun masih satu kota jangan harap bisa sama persis bahasanya. Beda kecamatan dan kelurahan saja pasti ada perubahan. Itulah uniknya Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua Bangsa Indonesia.
            Dalam berumah tangga sepasang suami istri ini memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia  dalam kehidupan sehari-hari agar kelak memudahkan anak-anaknya untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Apalagi Batam sebagian besar penduduknya pendatang dari berbagai daerah Jawa, Batak, Papua, Medan, Flores dan lain-lain. Lebih aman memakai bahasa persatuan bahasa Indonesia. Walaupun terkadang masih terselip kosakata bahasa daerah.

“Mi, tolong buatin wedang madu”, pinta suami.
“Iya bi”, jawab sang istri.
Sang istri ke dapur mengambil gelas. Dimasukkan kopi 1 sendok ditambah madu kurang lebih 3 sendok dan memanaskan dispenser. Setelah air dirasa panas, dituang ke gelas yang berisi madu dan kopi hitam.
Tak berapa lama wedang madu pesanan sang suami sudah tersedia dan diletakkan di meja. Sang istri melanjutkan pekerjaannya beres-beres rumah.
Sumber: TX Travel Pusat, Wisata Kopi
“Mi, mana wedang madunya.”, tanya suami.
“Itu Bi, di meja”, jawab istri.
“Dimana.... nggak ada ni”, tanya suami.
“Masya Allah, ini lho bi, tengoklah ni”, sang istri datang menghampiri suaminya sambil mendekatkan gelas berisi wedang madu ke suaminya.
Sang suami terheran berkerut alisnya, “Ini apaan”
“Ya, wedang madu lah. Tengok ni”
“Khan Abi minta wedang madu kok dibikinin kopi”, kata suami.
“Loh iya, minta wedang madu khan. Ini tadi dah ummi kasih kopi sama madu” jelas sang istri.
“Masak wedang madu kayak gini. Wedang madu itu air panas ya air wedang dikasih madu. Bukan dikasih kopi.” Kata suami.
“Ya enggaklah, namanya wedang itu ya kopi. Trus abi minta dikasih madu, tadi udah ummi tambahin madunya. Dah bener khan?” kata istri.

Deg. Astagfirullah, Barulah sang istri ingat ibu mertuanya pernah menyebut air panas dengan kata “wedang”. Di tempat tinggal salah satu sahabatnya sewaktu SMA mereka mengatakan air panas itu juga dengan sebutan “wedang”. Sedangkan di daerah tempat kelahiran sang istri artinya sedikit berbeda  “wedang artinya air kopi”.


Apa mau dikata, kopi sudah dicampur dengan madu, diminumlah itu dulu.......hihihi

Thanks Mbak Vidi Tampi yang sudah menentukan tema kali ini.

Sabtu, 23 Desember 2017

Merajut & Menikmati ZAPIN, Oleh-oleh Khas Batam



Pagi-pagi semangat pagiiiiii........
Alhamdulillah hari ini ada apa ya.......

                Dari rumah dengan semangat 45 menuju lokasi kegiatan hari ini di Perumahan Baloi dekat BCS Mall. Ada sebabnya hari itu semangat, yang pertama karena ini adalah kegiatan rumbel (rumah belajar) Craft yang dikomandoi oleh mbak Annisa yang akrab dipanggil mbak Icha. Kopdar untuk pertama kalinya. Rumbel Craft apa aja kegiatannya ya. Macam-macam kegiatan yang akan kita laksanakan, tapi untuk kali ini sepakat untuk belajar merajut.

                Apa alasannya ikut rumbel craft. Yang pertama saya sangat suka kegiatan yang mendorong daya kreatifitas. Apa saja jenis ketrampilan unik-unik dan juga daur ulang merupakan sesuatu yang menarik. Banyak ide-ide terlintas dipikiran tapi banyak yang belum di eksekusi. Seperti contoh, lihat kardus bekas jadi ingin membuat mainan untuk anak, lihat kaleng dikumpulkan inginnya dibuat   celengan, tempat pensil, dll. Lihat baju sudah tak terpakai, inginnya dibuat baju kecil, lap, tas, perca-perca unik, dan masih banyak lagi. Akhirnya karena banyak ide, terkumpullah banyak barang untuk di daur ulang atau dibuat kerajinan. Akan tetapi karena masih ada pekerjaan yang lain, barang-barang tersebut menumpuk tak beraturan makin lama makin banyak, makin berantakan dan terakhir dengan berat hati harus dibuang.

                Alasan kedua, birrul walidain. Yakin? Yakin ini jawabannya? Yes I am sure. Kenapa birrul walidain. Sebenarnya mami tercinta pandai membuat rajutan. Mulai dari topi, hiasan gorden, hiasan bantal, dan lain-lain. Satu hari saya disuruh untuk mencoba merajut. Tapi karena nyangkut-nyangkut tidak bisa membuat rantai jadi putus asa dan tidak ingin mencoba lagi. Dengan adanya kegiatan rumbel craft ini, jadi terpikir alangkah senangnya hati orang tua, bila tahu sang anak bisa mewarisi ketrampilannya. Walaupun belajar nya dengan orang lain. Yup, saya ingin membahagiakan ibu saya. That’s the second reason.
               
                Alasan ketiga, keempat dan seterusnya sangat banyak. Karena terkadang tak perlu banyak alasan untuk melakukan sesuatu yang terpenting adalah niat. Kalau sudah niat, maka apapun itu 1001 alasan bisa disampaikan. Begitu juga bila tidak ada niat, maka juga akan banyak alasan untuk mengatakan tidak.
Alat Merajut
                Untuk persiapan kegiatan ini, perlu kita persiapkan hanya 2 item. Benang sama alat rajutnya. Baiklah kita mulai ya merajutnya. Eits.... bentar. Ada satu kejadian yang membuat saya deg-deg an.  Beberapa kali melewati perempatan Baloi, tapi motor yang saya kendarai dari arah Tiban biasanya selalu belok kiri karena tempat yang saya tuju adalah Kampus Karya Anak Bangsa di Komplek Orchid sebelah Hotel GGI. Ketika pulang dari kampus, biasanya lewat perempatan yang sama dari arah Jalan Duyung lurus ke arah BCS Mall atau belok kanan kearah Tiban. Selama ini hanya arah itu yang saya lewati.

                Khusus hari  itu saya bersama si kecil naik motor dari arah Tiban. Berjalan, berjalan.....oke lampu lalu lintas nya warna hijau. Tancap gas, dari arah Tiban di perempatan Baloi belok kanan ke arah BCS Mall. Sempat terfikir kok cuman saya aja yang belok kanan ya....... Lampu hijau. Tapi beberapa meter dari arah berlawanan ada truk warna kuning yang tetap berjalan lurus. Gasspoolll, tancap....... Dan sempat  melirik melihat sekilas ke arah pos polisi yang saat itu banyak disana kurang lebih ada 5 atau 6 polisi sepertinya.
               
                Aduh.... kok polisinya tadi melihat saya seperti keheranan ya apa mau nangkap pelaku pelanggaran lalin. Ada apa ya. Jangan-jangan saya tadi salah lihat lampu/ ketika lewat lampu sudah berwarna merah.  Terus tancap motor dengan kecepatan agar sampai, deg-deg an jangan-jangan dikejar polisi. Masya Allah. Dag-dig-dug kuatir. Ketika sampai di rumah tempat kopdar, alhamdulillah belum terlambat. Baru beberapa orang yang hadir, sambil duduk menenangkan diri dan berpikir “Apa saya tadi salah lihat lampu ya?” atau “Kenapa pak polisi tadi sepertinya melihat keheranan?”  ah pak polisi bikin deg-deg an aja. Sebentar deh, sepertinya di sebelah lampu lalu lintas tadi saya melihat tanda belok kanan trus disilang. Apa tak boleh di perempatan itu belok kanan? Mungkin ..... Saya harus banyak belajar mengenali peta seluk-beluk batam dan dunia per-lalulintas-an.
Rumbel Craft IIP Batam
                Baiklah kita mulai lagi ya... kopdar nya. Oiya ada satu yang ketinggalan. Kopdar kali ini selain dihadiri oleh member rumbel craft juga dihadiri oleh member rumbel Menulis ya. Jadi bekerja sama antara 2 rumbel. Yang satunya merajut yang satu lagi meliput. Good Job.  Sssstttt acara dimulai. Kegiatan dibuka oleh mbak Annisa sebagai tuan rumah serta perkenalan antar ibu-ibu. Kemudian dilanjutkan dengan belajar merajut yang dimentori oleh mbak Ovi. Pengenalan alat-alat rajut dan berbagai jenis benang. Langkah awal dalam merajut adalah membuat simpul dan membuat rantai. Yuks mari kita bikin sama-sama.

                Tak berapa lama, datanglah seorang wanita cantik membawa sesuatu yang berbentuk kotak. Semua mata memandang “sesuatu” itu. Penasaran yah. Kotak yang bertuliskan ZAPIN. Selama ini yang saya ketahui zapin adalah sebuah  judul lagu melayu. Kotak diletakkan ditengah-tengah. Otomatis untuk sementara tangan berhenti merajut karena penasaran. Baiklah kita bongkar muatan dulu ya dan kepoin si kotak ZAPIN.  Kotak bertuliskan ZAPIN dibuka dan masih ada lagi isinya. Yuuuu keluarin satu per satu.....banyak ya. Apa sih isinya..... Alhamdulillah dibukalah kotak-kotak kecilnya, wuiiihhh..... cake menggoda selera.

               
                Ternyata cake ini adalah cake EnakAliWak ZAPIN yang dimiliki oleh artis ibukota Andhika Pratama dan Ussy. Tidak sah kalau cake cuma dipandangi saja harus di iris dan dicicipi. Kebetulan si kecil juga sudah tak sabar ingin mencoba. Tapi berhubung saat itu banyak wartawati (member rumbel menulis) maka sebelum dinikmati si ZAPIN di buka, di iris, ditaruh dan difoto. Memang pupu Andhika dan mbak Ussy itu artis yang top banget. Ini cake nya pun ikut nge-top juga seperti model yang difoto cekrak-cekrek dari berbagai sisi dan sudut. Padahal si kecil sudah sibuk merajuk, meminta “Makkkkk mau kuehnya......” Hihihi. Emak-emak malah sibuk foto.



                It’s okey. Enough. Cukup ya foto-fotonya yuuuk mari dinikmati. Hm.... seiris dulu ya, ini makan pisang apa makan cake? Oh ternyata cake rasa banana si pisang. Berasa banget pisangnya. Nggak afdhol kalau tidak mencoba semua varian rasanya. Ada satu varian yang menarik dan nyuss, kriuk, eh ada kriuk kriuknya ternyata itu rasa crunchy. Enak banget varian ini, si kecil pun ternyata suka pake bingit. Yups...... olala ternyata varian cake rasa crunchy miss u ini cake favorit keluarga ownernya pupuw Andhika dan Mbak Ussy. Alhamdulillah hari itu menikmati cake ZAPIN yang enak kali wak pas dengan jargon ZAPIN EnakAliWak. Dengan berbagai macam varian dan rasa yang unik, cake ini menjadi pilihan oleh-oleh khas Batam.

Oleh-oleh khas batam yang enak ini, bisa didapatkan di 3 outlet yaitu :
Store I
Nagoya Hill Superblok Blok D No. 4&5 Batam
Store II
Komplek Ruko King Business Centre (KBC) Jln. Raja Isa Blok B1.1 Batam Centre
Store III
Jl.Teuku Umar Komp. Ruko Lumbung Rezeki Blok C No. 1&2

Untuk varian rasa yang bisa dan harga :
Heaven Caramel                harga Rp. 55.000,-
Chocopucino                      harga Rp. 55.000,-
Crunchy Miss U               harga Rp. 55.000,-
Copa Banana                       harga Rp. 55.000,-
Cheese Me Up                   harga Rp. 59.000,-
Bluberry More                   harga Rp. 65.000,-

Okey... tetap sambil menikmati cake ZAPIN .......yuk lanjut merajut lagi.

                Merajut, merajut, bikin rantai, bikin rantai ternyata bisa ya. Walaupun jari-jari terasa pegel  huft..... semangat. Harus banyak olahraga jari nih agar terlatih dan terbiasa akhirnya bisa. Alhamdulillah ternyata sekarang saya bisa walaupun baru membuat dasarnya saja. Hari ini mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan yang luar biasa, antara lain:
1.       Niat
2.       Belajar mengenali peta Batam
3.       Belajar lagi tanda-tanda lalu lintas
4.       Merajut itu mudah (kata motivasi dari mbak Ovi)
5.       Tempat beli oleh-oleh khas Batam yang rasanya enak
6.       Learning and sharing

Terima kasih untuk mentor mbak Ovi, PJ Rumbel Craft mbak Annisa, PJ Rumbel Menulis mbak Unna, Kepala suku IIP Batam mbak Erli dan teman-teman semuanya yang terus bersinergi untuk sama-sama menjadi ibu rumah tangga yang profesional di Rumah.



Senin, 18 Desember 2017

“Siapa sih Allah itu”


Allah wujud, qidam, baqa......
Mukhalafatu lil hawaditsi......
Qiyamuhuu binafsihi..... wahdaniyah qudrat iradat ilmu hayat
Sama’, bashor, kalam, qadiroon, muridaan, aliman, hayyan, sami’an, bashiron, muttakalliman

         Selesai adzan syair-syair ini sering diperdengarkan di mushola dan masjid dekat rumah. Sampai-sampai tanpa teks kami hafal diluar kepala. Bukan karena gak hafal ya, tapi karena saking hafalnya. Kini ketika sudah intensif belajar tentang agama Islam barulah faham, bahwa isi syair-syair itu ternyata adalah sifat-sifat wajib bagi Allah yang berjumlah 20. Makin belajar, makin banyak yang belum kita ketahui dan fahami.

                Pun demikian ketika terjun dan berkecimpung dalam dunia anak-anak, ada saja pertanyaan anak-anak yang kadang-kadang terlihat biasa aja. Tapi seperti permainan catur, SKAK MAT.  Terdiam beberapa saat, antara berpikir mencari jawaban yang tepat, biarkan saja, mengalihkan ke hal-hal lainnya agar si anak lupa dengan pertanyaannya, menyuruhnya berhenti agar bertanya lagi, atau bahkan mungkin kita malah marah. Huft....tarik nafas. Pertanyaan anak-anak yang biasa, sederhana tapi ternyata kritis yang membuat kita sering berfikir ribuan kali untuk menjawab dengan jawaban yang tepat sesuai umur mereka.
 
Siapa sih Allah?
Ketika anak balita bertanya, “Siapa sih Allah itu?”,
Jika pertanyaan itu ditujukan kepada Anda pembaca, apa jawaban Anda? Silahkan isi dikolom komentar................................
               
                Salah satu jawaban yang kita sampaikan bisa jadi, “Allah yang menciptakan kita nak. Yang menciptakan abi, ummi, kakek, nenek. Yang menciptakan bulan, matahari, pepohonan, binatang-binatang. Semua itu Allahlah yang menciptakan”.

                Pertanyaan lanjutan, “O, jadi yang menciptakan kita Allah ya, kakak, Abi, Ummi yang ciptakan juga Allah.Tapi itu dedek kok keluar dari perut Ummi. Berarti Ummi yang ciptain dedek ya. Trus  Allah siapa yang menciptakan?
Subhanallah....banyak yang belum kita ketahui...... menjawab pertanyaan yang sederhana ini pun kita belum pandai. Jika tak tahu jawaban yang tepat, jangan pura-pura tahu dan jangan gengsi bila kita memang belum tahu, jujurlah pada diri sendiri dan juga pada anak. Dikhawatirkan nanti timbul statement yang menyesatkan. Alternatifnya ajaklah sikecil untuk mencari jawabannya bersama-sama, bisa dengan mencari referensi buku-buku, melalui internet, sosmed, google, bisa juga dengan mengajak si kecil mengaji dan bertanya kepada yang lebih ahli.

“Dan janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu padanya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan diminta pertanggung jawabannya.” (QS. Al Isra:36)

Seorang anak balita cara berpikirnya jelas berbeda dengan anak remaja dan orang dewasa. Bila ada pertanyaan yang demikian, “Kenapa ya kita harus menyembah Allah?”

Bila yang menanyakan hal ini adalah anak remaja atau orang dewasa, kita bisa menjawabnya berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadist.
Kita menyembah Allah karena ada dasar Al Qur’an dan Hadisnya antara lain:
 “Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (QS. Al Fatihah:5)
“Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. An Nisa:36)
“Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Sudah disini bahwa kita hanya boleh menyembah Allah saja, karena Allah dan Rasulnya pun telah menyampaikan agar kita jangan mempersekutukannya.

Kembali ke pertanyaan, “Kenapa ya kita harus menyembah Allah?”. Jika yang bertanya adalah seorang anak balita, jawaban berupa dalil Al Qur’an dan Hadist kurang tepat karena daya pikir mereka belum bisa menalar hal ini. Jawaban saya ini mungkin bisa jadi alternatif.
“Adik pernah lihat nggak orang sakit yang dirumah sakit itu? Sakitnya macam-macam loh. Ada yang batuk, pilek, kepalanya sakit, perutnya sakit, dan lain lain. Ada yang harus disuntik, dikasih obat, ada juga yang dioperasi. Sekarang lihat kita ni dik. Alhamdulillah kita tidak sakit. Bersyukurlah karena kesehatan ini pemberian dari Allah. Bayangkan kalo kita sakit, kita harus bayar mahal agar sehat. Obatnya beli, nginap dirumah sakit harus bayar, disuntik apalagi dioperasi musti bayar mahal loh. Kita menyembah Allah bukan karena Allah butuh kita. Tapi karena kitalah yang membutuhkan Allah.”

Betapapun banyak teori bagaimana cara mengenalkan Allah kepada putra putri kita, terkadang juga menemui tantangan yang tidak sedikit baik itu berupa perkembangan teknologi yang memaparkan hal-hal yang berlawanan dengan konsep Ketuhanan maupun  lingkungan yang kurang kondusif. Terkadang kita sendiripun secara sadar maupun tak sadar pernah mengalaminya.

Pernahkah mendengarkan kalimat-kalimat seperti di bawah ini:
“E......  Kok suka berantem. Coba akur. Diam ya. Mau kena marah sama Allah.”, salah satu perkataan seorang ibu.
“Ayo..ayo...duduk yang rapi. Siapa yang tidak rapi itu tandanya tidak sholeh. Anak yang tidak sholeh nanti terkena murka sama ...Allah.”, kata seorang guru.
“Dik....dibilangin kok enggak denger ya dik. Adik mau kena marah sama Allah, gara-gara adik nggak denger kata ibu?”, perkataan seorang ibu kepada anaknya.
“Hm, jangan kayak gitu ntar kena azab Alloh lo!”

Astaghfirullah ...... pernahkah kita mendengar kata-kata seperti ini?
Pernah atau sering ? Memang maksudnya mengarahkan anak untuk berbuat kebaikan. Agar anak tidak berkelahi,  bisa duduk rapi, mendengarkan perkataan ibunya. Tapi tahukah Ayah Bunda, secara tak sengaja kita mengenalkan nama-nama Allah hanya pada hal-hal yang negatif. Seolah-olah Allah itu selalu marah, selalu murka, bentar-bentar azab, bentar-bentar surga, neraka. Astaghfirullah.......
Bila hal ini sering kita lakukan  jangan sampai berlarut-larut demikian. Jangan sampai mereka tidak tahu nama-nama Allah yang baik. Bahwa Allah itu Arrahman, Arrahiim, Al Malik..... dan seterusnya. Allah yang Maha Pengasih yang mengasihi seluruh makhluknya.

Jangan mereka hanya mengenal Allah dengan hal-hal negatif, sehingga ketika besar mereka ingin jauh dari Allah.
Jangan sampai mereka menentang Allah
Jangan sampai mereka tidak mengenal kebaikan Rabb nya
Jangan sampai mereka tidak mengenali rahmat dan rahiimnya Allah
Jangan sampai mereka mengenal Allah hanya ketika terjadi keburukan pada dirinya

                Disinilah kita harus mengimbanginya dengan mengenalkan segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Mengajak mereka bersyukur dengan cara beribadah dengan penuh kelembutan, mengawali setiap perbuatan baik dengan basmalah, lebih sering memperdengarkan bacaan al Qur’an daripada nyanyian, mengenalkan keindahan penciptaan Allah baik berupa apa yang ada pada anggota badan maupun alam sekitar yang luas terbentang.

Pemaparan ini ibarat sebutir pasir di padang gurun.
Terima kasih  Mbak Ulfa yang sudah  menentukan temanya kali ini.


Minggu, 03 Desember 2017

Trik Bangun Pagi si Kakak


Menciptakan sebuah rumah layaknya surga.........
Bukan perkara mudah bukan?......

Baiti Jannati. Sering kita dengar kata-kata indah ini harapan bagi semua orang. Memang, itu bagian dari do’a-do’a kita sehari-hari walaupun dalam prosesnya selalu ada kerikil-kerikil yang membuat kita tersandung. Terkadang jatuh sakit karena sandungan. Dibalik ujian ada hikmah yang luar biasa. Ujian membuat kita semakin pintar, semakin cerdas dan semakin bersemangat untuk terus menimba ilmu tiada kenal waktu.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. As-Syarh 94:6)

Alhamdulillah......  Yang sering kita dengar ceramah/ tausiah dari alim ulama, kondisi surga nikmatnya tak terbayangkan oleh kita. Seenak-enaknya di dunia, lebih enak disurga. Sedikit gambaran kehidupan surga, tak ada kata-kata yang kotor, tak ada teriakan, tak ada pertengkaran, tempatnya bersih, suci, sesama penghuni surga saling senyum dan sapa. Apakah itu sudah tercipta di rumah kita.

                Jangan berkecil hati. Kita semua sedang berusaha menciptakannya. Walaupun kondisi rumah tak pernah sepi dari teriakan si kecil rebutan mainan dengan kakaknya, atau kakaknya sengaja menggoda si adik. Rumah rapi hanya bertahan 10 menit kemudian berantakan lagi. Tak bertahan lama karena  mainan dikeluarkan dari kotaknya,  ekspresi ide-ide kreatif si kecil yang tiba-tiba muncul. Belum tumpukan baju yang kadang suka ditaruh sembarangan. Sisa makanan yang berserakan. Huft...... Menambah panjang daftar pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Bila seorang ibu sendirian yang mengerjakan mau sampai kapan itu akan kita lakukan. Maka sudah saatnya kita mengajak seluruh anggota keluarga untuk mengerjakan bersama-sama. Bantuan kecil mereka sangat bermakna dan bagi si kecil itu merupakan langkah awal dari latihan skill kemandirian.

                Bagi saya dengan 3 anak gadis kecil, latihan-latihan kemandirian itu sedikit demi sedikit saya terapkan. Walaupun terkadang dalam beberapa hari bisa berjalan dengan lancar, tapi di hari berikutnya sudah tidak konsisten lagi. Memang perlu keistiqomahan.

               
                Ada salah satu hal unik ketika melatih kemandirian mereka. Ini terjadi pada anak kedua saya  yang berumur 7 tahun. Dina panggilannya. Bila saya membangunkan dengan cara yang biasa, ekspresi mukanya bisa cemungut manyun dan ditambah lagi lama...... baru bangun pagi. Dan alhamdulillah saya menemukan cara untuk membangunkan si kakak dengan cara yang membuatnya tidak manyun lagi dan juga lebih cepat dari biasanya.

                Ketika di kamar saya akan menyentuh pelan-pelan tangannya, sambil memanggil dengan pelan, “Kakak Di...na..... Kak....ayuuk.... yuk bangun. Mau barengan sholat subuh nggak?” Ucapan disertai senyum. Panggilan ini biasanya diulang 2-3 kali. Panggilan pertama membuatnya membuka mata, kemudian uniknya di panggilan ke-2 barulah si kakak mau bangun tapi selalu minta tangan di tarik sampai  posisi badannya duduk atau berdiri.  Biasanya selalu saya katakan duduk dulu baca do’a setelah beberapa menit baru berdiri.

                Bila saya terlupa menarik tangannya seperti posisi menolong orang untuk duduk atau berdiri, pagi-pagi si kakak jadi bad mood. Yang mengakibatkan rengekan/ tangisannya. Subhanallah ternyata hal sederhana menurut saya, tapi penting untuk si kakak.

                 Apakah cara ini bisa diterapkan untuk kedua anak saya yang lain. Ternyata tidak karena setiap anak punya keunikan sendiri untuk mengungkapkan keinginannya untuk diperlakukan seperti apa. Cara unik membangunkan si kakak ini bisa saya katakan sebagai salah bahasa kasih di antara kami. Dan masih banyak sekali bahasa-bahasa kasih yang bisa kita ciptakan dan terapkan. Jujur kami pun masih harus banyak belajar dan bertanya kepada ibu-ibu yang sudah lebih banyak pengalamannya daripada kami yang masih harus banyak-banyak instrospeksi diri ini. Semoga kita sebagai ibu bisa mendorong terciptanya “Rumahku Surgaku”.


Note :
Terima kasih untuk kepala suku Institut Ibu Profesional Batam Mbak Erli, yang sering berbagi ilmu-ilmu dan mantra-mantra kasihnya dalam keluarga. Untuk ilmu dan mantra yang lain, Click here https://mamakrucilsblog.wordpress.com

  SYAIR “SIFATUL HURUF”   JAHR lawan HAMS SYIDDAH lawan RIKHWAH BAINIYYAH di antaranya ISTI'LA, ISTIFAL ITHBAQ dan INFITAH Sif...