Belajarlah
Minggu, 04 Maret 2018
Rabu, 21 Februari 2018
Indonesia .....ah Indonesiaku sungguh terlalu
Indonesia
terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya yang membuat iri negara lain.
Indonesia memiliki ribuan pulau yang mengandung emas, logam, gas, minyak serta
alam yang indah dilengkapi dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang. Tentu saja
kekayaan lautnya yang melimpah ruah terkadang membuat kapal nelayan negara
tetangga senang menyebrang ke negeri ini.
Logikanya
dengan kekayaan sumber daya alam ini, Indonesia harusnya menjadi negara yang
maju bisa berdikari, mandiri, tidak perlu bantuan negara lain lagi dan tidak
perlu berhutang yang dibebankan kepada anak cucu pada masa yang akan datang. NOL
besar ternyata salah. Pola pikir beberapa para petinggi negeri ini yang bisa di
manipulasi dan dibeli, membuat negeri ini semakin terpuruk. Kandungan emas di sebuah
pulau, harusnya bisa membuat pulau itu
kaya dan maju. Tapi entah dengan birokrasi apa, dengan aturan apa, dan dengan
dalih apa. Sebuah perusahaan Asing bisa mengeruk emas yang ada disana untuk di
ekspor ke luar negeri, dan produknya dipasarkan dan Indonesia menjadi salah satu konsumennya. Aku
gigit jari. Siapa yang dibodohi.
Sebuah
pabrik sepatu di Indonesia memproduksi barang
kemudian di ekspor ke luar negeri tanpa label. Kemudian oleh sang pembeli,
sepatu tanpa label tersebut di beri label merk tertentu dan di packing.
Terakhir sepatu bermerk tersebut dilempar ke pasaran Indonesia, orang Indonesia
ramai-ramai membeli. Tentu dengan harga yang lebih mahal. Aku gigit jari. Siapa
yang dibodohi.
Di
negara lain, pengamanan berlaku sangat
ketat di bandara maupun di pelabuhan yang merupakan perbatasan negara dan akses
masuk bagi para pendatang serta ekspor
impor barang. Sehingga di negara lain, sedikit barang haram seperti narkoba
bisa lolos dengan hitungan beberapa kilo. Tapi di Indonesia, kok bisa barang
haram bisa lolos berton-ton jumlahnya. Aku gigit jari. Siapa yang dibodohi.
Di
negara lain, seorang atlet olahraga yang sudah berprestasi mengharumkan nama bangsa akan dihargai sedemikian rupa dan
dijamin perekonomiannya oleh negara. Tapi dinegeriku ini, jangan heran bila
mendengar seorang atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa ini ke tingkat
dunia, di masa pensiunnya malah menjual penghargaan yang dimilikinya hanya
untuk bertahan hidup. Miris. Aku gigit jari. Siapa yang dibodohi.
Di
negara lain, sebuah budaya sekecil apapun akan dilestarikan dan diberikan hak
paten. Tapi di sini Anda akan jumpai, budaya itu ada sejak dahulu kala, turun
temurun tapi kurang diberdayakan dan terkadang diabaikan. Merasa kepanasan bila
budaya tersebut diakui sebagai budaya negara lain. Ah kamu, dari dulu kemana
aja. Aku gigit jari.....mulai pintar.
Di
negara lain, sebuah museum akan sangat diperhatikan oleh pihak yang berwenang.
Dirawat dilestarikan dan diberi perhatian. Di tempatku, jangan heran bila
museum itu berdebu, penuh coretan, kemudian barang-barangnya rapuh satu per
satu. Di pojok ruangan satu persatu mulai dirajut sarang penangkap serangga. Aku
mulai berpikir.......
Di
negara lain, orang berusaha menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi. Sehingga
mereka pandai memilah dan memilih sampah sampai mengolah kembali. Bahkan
difasilitasi oleh negara. Tapi ditempatku. Ah sudahlah.... banyak orang yang
ingin lingkungan bersih dan rapi. Tapi tak banyak yang ingin menciptakannya.
Membuang sampah entah kemana tak peduli. Sampah segala rupa dicampur menjadi satu. Yang penting
buang-buang sampah itu tanpa peduli akan berakhir kemana sampah ini. Pernah kan
lihat ada kebanjiran gara-gara sampah yang menyumbat di selokan. Sampah
menumpuk di tempat pembuangan sementara, meluber sampai ke badan jalan penyumbang
aroma yang berbeda. Aku tutup hidung.... tak tahan....
Tapi
tenanglah itu hanya sedikit tragedi yang tergambar dari kacamata yang kacanya
mulai retak dan buram, sehingga terkadang sudah tak jelas lagi ketika digunakan
untuk melihat. Tragedi yang lain masih banyak tapi saat ini hanya itu saja yang
ingin kusampaikan. Pada saat yang sama, masih ada minoritas di negeri ini yang
tertatih-tatih berteriak pelan, sedang dan lantang untuk membuka mata pihak-pihak
yang berwenang dan mengajak siapapun yang bisa di ajak. Meski aku tidak bisa
berteriak dan hanya bisa bergumam. Aku ingin menjadi minoritas itu yang tetap
memiliki semangat untuk bangkit agar Indonesiaku tidak terlalu.....
Selasa, 13 Februari 2018
Objek Wisata Paling Terkenal di Kota Nganjuk Jawa Timur
Anjuk Ladang sebutan untuk kota Nganjuk daerah sejuk nyaman, bersih indah aman dan tentram. kota kecil di Jawa
Timur ini. Belum sah rasanya bila di kota Nganjuk tapi belum mampir ke tempat
wisata yang satu ini. Karena bila membahas perihal objek wisata yang ada di
Nganjuk, posisinya selalu ditempatkan di nomer urut yang pertama. “Air Terjun
Sedudo”
Kurang lebih berjarak
32km dari pusat kota Nganjuk dengan jalan yang berliku-liku menuju Desa
Ngliman, kec. Sawahan. Air terjun sedudo ini berada dilereng gunung Pegunungan
Wilis. Yang berbatasan dengan Kota Kediri, Trenggalek dan Madiun.
Bila ingin pergi ke
objek Wisata Air Terjun Sedudo, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa
digunakan. Bisa naik angkutan umum jurusan Sawahan kemudian naik ojek hingga ke
tempat wisata. Bisa juga naik travel. Lebih murah bila naik kendaraan sendiri
asalkan tetap hati-hati karena jalanan yang berkelok-kelok dan tegak dengan
kemiringan mencapai 45%.
Dari Terminal Baru –Nganjuk
bisa menempuh perjalanan melalui pusat kota Nganjuk yaitu Jl. A. Yani lurus ke
arah Loceret. Dari simpang tiga Loceret belok ke kanan, ke arah Desa Berbek
(Pasar Berbek). Setelah pasar Berbek ke arah puskesmas Berbek, di lampu lalu
lintas berikutnya belok kiri lurus. Menyusuri setiap meter jalanan aspal
berikutnya Anda akan menjumpai persimpangan Jembatan Kuncir, silahkan belok
kanan. Dari sini perjalanan akan semakin
mengasyikkan karena pemandangan di sepanjang jalan, sungai yang memanjang
dengan bebatuan khas sungai yang berwarna hitam, sawah-sawah yang luas, jalanan
aspal yang berliku-liku terkadang terdapat tikungan yang tajam, saya sarankan
kurangi kecepatan kendaraan. Lumayan jauh berkilo-kilo meter.
Setelah sampai di
terminal Sawahan, persiapkan diri dengan :
1. Mengecek kendaraan
Kendaraan baik
roda 2 ataupun roda 4 pastikan kondisinya serta bahan bakarnya serta sopir yang
mumpuni. Perjalanan selanjutnya tidak hanya disuguhi pemandangan yang lebih
indah tapi juga andrenalin yang semakin meningkat. Jalanan berliku plus
tanjakan yang tajam. Perhatikan notice dari petugas tiket yang akan Anda jumpai
di desa Ngliman, apakah tempat wisata sedang dibuka atau tidak, saat itu
kondisinya berbahaya atau tidak. Waktu yang tepat untuk main ke sana adalah musim
kemarau. Disaat musim hujan, masih sering terjadi longsor batu. Tapi bila
sekaligus ingin melihat “Prosesi Siraman Air Terjun Sedudo” datanglah pada
tanggal 01 Suro (01 Muharram) pada penanggalan Jawa. Di bulan Suro, pengunjung
Wisata ini biasanya membludak. Dengan pengunjung yang berbondong-bondong datang
kesana, beramai-ramai naik bus.
2. Membekali diri dengan
makanan dan minuman serta baju hangat/ jaket serta baju ganti bila Anda berniat
mandi di air terjun nanti.
Suhu
di area wisata sangat dingin, penting bagi pengunjung yang tidak tahan dengan suhu yang dingin agar
mempersiapkan baju hangat atau jaket. Makanan dan minuman memang tersedia
banyak dijual oleh para pedagang di sekitar area wisata. Tapi karena jaraknya
jauh dengan pemukiman penduduk otomatis harganya lebih mahal daripada biasanya.
3. Bekal uang
Tidak
banyak-banyak tapi cukuplah untuk membeli sesuatu yang “enak” di area wisata
ini. Makanan enak yang dimakan dalam kondisi suhu yang super dingin.
Mengecek
kendaraan, bekal makanan, minuman serta baju hangat berjalan perlahan ke arah
desa Ngliman langsung Anda temui perjalanan yang menanjak naik. Kemudian menurun
lagi sampai di Jembatan, menanjak lagi dengan tikungan yang tajam. Disini bagi
orang-orang yang tidak biasa melewatinya silahkan super hati-hati. Dan untuk
perjalanan berikutnya kondisi jalanan nya relatif sama.
Pemandangan
di kanan kiri perjalanan Anda akan melihat banyaknya sawah dan ladang penduduk,
yang ditumbuhi berbagai macam tanaman baik itu padi maupun tanaman tumpangsari.
Ada juga tanaman bunga mawar, yang ketika bulan Ramadhan harganya lumayan
mahal. Banyak terdapat pohon cengkeh yang merupakan komoditas penduduk di
Kecamatan Sawahan. Pohon cengkeh banyak diambil manfaatnya dari batang, daun
maupun bunganya bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Di kecamatan Sawahan
sendiri terdapat beberapa pabrik penyulingan minyak cengkeh yang dihasilkan
dari daun cengkeh yang rontok (baik daun hijau maupun daun yang sudah kering).
Selain
pemandangan berupa sawah ladang para penduduk, terdapat pemandangan yang
mendominasi yaitu pegunungan Wilis yang tinggi menjulang dihiasi oleh pohon
pinus. Ya.... dimana-mana ada pohon minus. Khususnya di area hutan. Pohon-pohon
ini adalah milik Perhutani yang bisa diberdayakan oleh para penduduk dengan
cara, para penduduk bisa merawat pohon dan areal sekitar hutan dengan ditanami
tanaman lain seperti jagung, jahe, dilem, dan lainnya serta menyadap pohon
pinus yang hasil sadapan getahnya dijual ke Perhutani.
Mendekati
areal tempat wisata Air Terjun Sedudo,
sudah mulai terdengar gemuruh suara air terjun. Di kejauhan kita juga sudah
bisa merasakan rintik-rintik gerimis dari air terjun. Hawa dingin mulai menggigit
tulang. Dari areal parkir kita sudah bisa mengintip pemandangan air terjun ini.
Semakin melangkah mendekati, di pinggiran pagar areal parkir motor kita bisa
melihat pemandangan air terjun ini secara utuh. Untuk mencapai air terjunnya
silahkan pelan-pelan sambil menyiapkan kamera, menuruni anak tangga yang
dikanan kirinya terdapat para penjual makanan dan minuman. Dingin-dingin minum
kopi, makan jagung bakar plus gorengan....... wahhh nikmatnya. Tidak itu saja,
teruskan perjalanan Anda sampai di dekat kolam air terjun ini. BRRRRRR dingin
yang semakin menusuk tulang. Kalau tadi dinginnya menggigit tulang sekarang
serasa ditusuk oleh dinginnya suhu air terjun.
Dingin.
Dingin. Sensasi yang lebih lagi bila Anda turun ke kolam atau mandi langsung di
bawah terpaan air terjun Sedudo. Silahkan acungkan jari bila tahan selama 30
menit berdiam dibawahnya. Saya jamin bibir berwarna biru-biru, jari-jari tangan
menjadi “kisut” mengkerut, saking dinginnya. Tapi tenanglah bila tidak membawa
baju ganti, disana banyak orang berjualan baju bertuliskan “Air Terjun Sedudo”
yang bisa jadi oleh-oleh sekaligus kenang-kenangan.
Lapar-lapar.
Jangan lupa yang satu ini. Makanan mie rebus atau mie goreng instan yang biasa
dibuat ketika tanggal tua, kenikmatannya tiada tara dan terasa berbeda ketika
dimakan setelah mandi di wisata ini. Tapi bukan itu referensi saya, karena mie
instan bisa dimakan dirumah.
Rasakan,
cobalah, cicipi dan nikmati makanan yang
satu ini. Disebuah pondokkan didekat kolam air terjun beberapa pedagang
makanan ini berjejer dengan bungkus daun pisang atau daun jati. Makanan yang
mengandung karbohidrat “Nasi Jagung”. Nasi jagung yang terbuat dari jagung yang
ditumbuk halus menjadi tepung kemudian di masak sedemikian rupa hingga menjadi
nasi jagung. Rasa nasi jagung cenderung tawar, tidak pulen seperti nasi dari
beras. Lauk nasi jagung ini yang khas adalah urap daun kemiri dan lamtoro/
petai cina, ikan asin goreng, rempeyek. Tapi banyak juga pilihan lauk nya yang
lain, jangan lupa air minum. Jangan sampai makanan nyangkut di tenggorokan atau
di dada. Makan saja pelan-pelan, nikmati, sambil merasakan dinginnya hawa areal
wisata Air Terjun Sedudo.
Come
here.
Sabtu, 10 Februari 2018
Film “Cinta Suci Zahrana”
Novel karya Kang Abik, selalu menjadi best seller
bagi para pembaca. Dan banyak novel-novel karya beliau yang digarap serius
menjadi sebuah film termasuk “Cinta Suci Zahrana” .
Al kisah, seorang gadis yang sudah mapan secara
karier sebagai dosen berprestasi di sebuah universitas serta mendapatkan
penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Namun hal itu bukanlah sesuatu yang
membanggakan, bukan kebanggaan khas “orang desa” seperti kedua orang tua
Zahrana.
Lingkungan
tempat tinggal Zahrana adalah sebuah daerah yang bisa dikatakan tidak semuanya
berpikiran sama. Bagi sebagian orang adalah aib bila ada gadis yang sudah
berumur 30 tahun lebih tapi belum menikah. Hhhhh.... apalagi bila daerah yang
kolot, bila sudah umur 7 tahun atau lulus SMA pilihannya hanya ada 2 yaitu
bekerja atau menikah. Umur 20 tahun keatas sudah mulai banyak pertanyaan, “Kapan nikah..kapan nikah”. Lewat umur 25
tahun seperti lampu kuning lalu lintas... ayo ayo cari jodoh. Lewat umur 30
tahun, orang tua mulai mengurut dada
sambil menjawab pertanyaan para tetangga. Anaknya kok belum nikah, hati-hati lo
nanti perawan tua.
Rana,
demikian panggilan untuk gadis semata wayang pak Munadjat yang sukses. Ketika
lulus dari dengan predikat terbaik dari UGM dan langsung mendapat tawaran
sebagai dosen, Rana ternyata mendapat pilihan untuk mengajar di dekat lingkungan tempat
tinggalnya yaitu di Universitas Mangun Karsa agar ia juga tak jauh dari orang
tuanya. Menjadi dosen dengan modal S1, membuatnya bertekad untuk menyelesaikan
S2.
Jodoh.
Orang tuanya sudah ingin menjodohkannya dengan laki-laki pilihan mereka, tapi
apa daya ada hal lain yang membuat itu belum terlaksana. Bahkan sahabatnya Lina
pernah menjodohkannya dengan Mas Andi kenalannya, tapi namanya belum jodoh
malah Lina sendiri yang menikah dengan Mas Andi, karena Rana merasa belum sreg
dan masih disibukkan dengan kuliahnya serta kariernya.
Lika-liku
perjalanan seorang gadis yang disisi lain gemilang dalam karier, di satu sisi
ada tuntutan dari orang tua untuk segera menemukan jodohnya. Mulai dari dilamar
dekan nya yang seorang playboy yang “nakal”
yang dibalas dengan penolakan lewat email yang berujung pada pengunduran
dirinya dari universitas tersebut, kemudian penolakan terhadap seorang kepala
keamanan yang tidak bisa membaca Al Qur’an, belum lagi penolakan terhadap wali
mantan murid lesnya.
Sejatinya
gadis mana yang tidak sedih karena belum menemukan tambatan hatinya. Sedih.
Apalagi melihat kenyataan bahwa sang ayah menderita penyakit jantung yang serius.
Belum lagi bisikan tetangga, ejekan dekan nya yang ditolak dengan lantang
menyebutnya “perawan tua”. Duh gusti tidak muluk-muluk, kriteria jodohnya. Yang
bisa menjadi imam dalam rumah tangga. Lulusan apa dan pekerjaan apa tidak
masalah baginya. Tapi bila jodoh belum datang, hanya ikhtiar, berdo’a dan
berusahalah yang bisa dilakukan.
Mundur
dari universitas Mangunkarsa, kemudian membuka les bimbel dan akhirnya diterima
di sebuah STM Al Fattah di lingkungan pondok pesantren Al Fattah dengan harapan
disana dia bisa menemukan jodohnya. Berkat bantuan sahabatnya Lina, mereka
menemui bu Nyai untuk dicarikan jodoh terbaik. Akhirnya jodoh itu datang,
seorang pemuda lulusan MAN pilihan bu Nyai, yang berprofesi sebagai penjual
krupuk. Tanpa banyak pertanyaan jodoh itu diterimanya dengan lapang dada,
berlangsunglah lamaran dan persiapan pernikahan. Kebahagiaan menyelimuti
keluarga pak Munadjat karena pernikahan yang akan diselenggarakan keesokan
harinya.
Jodoh
tak dapat diundang , malang tak dapat ditolak. Tepat malam hari sebelum pernikahan,
kabar buruk itu datang. Calon penganten laki-laki meninggal tertabrak kereta
api. Jodoh, rezeki, hidup dan mati sudah menjadi suratan Ilahi. Pada hari yang
sama, pak Munadjat juga menghembuskan nafas terakhirnya. Sedih. Pilu. Shock. Bercampur
aduk menjadi satu, penantiannya selama ini untuk membahagiakan kedua orang
tuanya belum terlaksana. Butuh waktu yang lama untuk menetralisir kesedihan
yang mendalam bagi Zahrana. Setidaknya ia membuktikan bahwa ia sudah berusaha
semaksimal mungkin. Bahkan usahanya sudah tinggal beberapa saat hanya terhalang
oleh maut menghampiri sang calon mempelai laki-laki.
Ketika
terkapar tak berdaya dirumah sakit, dengan kesedihan yang mendalam, ibunya
terus memberikan support begitu juga sahabatnya dan dokter dokter dirumah sakit
yang salah satunya adalah bu Zulaikha yang ternyata adalah ibu Hasan, mahasiswa
yang sempat dibawah bimbingannya dalam penyusunan skripsi.
Lambat
laun, senyum itu semakin berkembang dan mulai membangkitkan semangat Zahrana.
Walaupun ia terpuruk, hancur lebur tapi ia sadar bahwa semua itu harus di
delete sampai bersih. Dan yang tertinggal hanya bekas-bekasnya tapi siap untuk
ditulis dengan hal-hal yang lebih baik lagi. Dengan semangatnya yang baru,
senyum yang cerah ia bersiap menyongsong masa depan.
Janganlah berputus asa!!
Alhamdulillah
tak disangka-sangka, kedatangan bu dokter bu Zulaikha ke rumahnya adalah melamarnya
untuk Hasan. Kaget. Bersyukur. Khawatir. Kejadian yang telah lalu masih
membayanginya. Maka untuk menegaskan keseriusan Hasan dan ketakutannya akan
pengulangan kejadian masa lalu yang tidak diinginkannya, Zahrana langsung
meminta keseriusan lamaran itu berupa akad nikah hari itu juga selepas isya.
Dan........
Alhamdulillah....Jodoh, rezeki, hidup dan mati......
Allah yang mengatur. Tugas kita adalah ikhtiar dan berdo’a serta tawakkal atas
ketentuanya.
Selasa, 06 Februari 2018
5 Penyebab Pikiran “Blank”
Keringat dingin,
tangan basah, kepala yang tidak gatal tapi tetap digaruk, meremas-remas tangan,
membetulkan posisi kacamata, jantung berdetak kencang tak beraturan, waktu
serasa berjalan sangat pelan. Pernah merasakan hal ini? Ya pasti pernah, entah
ketika menghadapi sebuah ujian kuliah, wawancara pekerjaan, memberi sambutan
didepan ratusan atau ribuan audience, saat menghadapi detik-detik pernikahan, dan lain-lain.
“Blank” tidak tahu
mau berbicara apa. Seolah semua perbendaharaan kata menghilang tanpa jejak. Apalagi
bila disuruh berbicara di depan umum, berada didepan audience sebuah forum, tak
ada satupun yang keluar, tercekat. Pernah
nggak sich seperti itu, saya ingin berbicara tapi kok blank?
Anehnya sebelum
tampil sudah berlatih dirumah baik-baik saja, tapi ketika sudah berdiri didepan
forum, kenapa tiba-tiba blank. Blank atau gelap pikiran ketika berbicara adalah
tanda masih adanya pola pikir yang salah atau pola pikir yang kacau.
Penyebab pikiran “blank” antara lain:
1.
Sombong
Bila seseorang
membohongi dirinya sendiri, berani tampil
didepan umum sebagaimana bukan layaknya dirinya.
2.
Malpikir
ingin sukses
Kesalahan dalam
berpikir, dia ingin sukses berbicara didepan umum. Sekedar sukseskah? Apa
ukuran sukses? Tepuk tangan yang meriah
atau suasana yang semarak ? Sebelum berbicara tapi sudah berpikir yang demikian
justru akan membebani pikiran anda sendiri yang pada akhirnya membuat blank.
Mulailah ketika sebelum berbicara, posisikanlah, “saya berbicara untuk menyampaikan
sesuatu/ sharing”, “saya berbicara di depan umum untuk menghibur audience”, dan
lain-lain. Berpikirlah anda berdiri didepan bukan karena anda hebat, tapi
karena anda ingin sharing.
3.
Takut
diuji audience
Ketakutan ini
pertanda bahwa anda tidak banyak memiliki alternatif jawaban. Sebagai contoh
ketika anda menyampaikan perihal “workshop
photoshop”. Tentu secara garis besar anda tahu mengenai photoshop. Ketika
ditanya perihal photoshop bisa menjawab. Tapi ketika pertanyaan audience sudah
melenceng dari materi, dan anda tidak tahu jawabannya anda bisa sampaikan untuk
jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita bahas dilain waktu dan sekarang kita
fokus ke pembahasan materi photoshop. Cukup elegan.
4.
Malu
Ketika maju
didepan sebuah forum tentu banyak mata memandang Anda. Malulah dilihat banyak
orang. Loh kok malu. Jadi maunya apa? Apakah
Anda mau berbicara di depan tapi tidak ada satupun yang memandang dan
memperhatikan? Kalo gitu ngomong saja didepan cermin, jangan didepan banyak
orang. Namanya mirror speaking bukan public speaking. Ingatlah ketika banyak
audience yang melihat berarti mereka mau
tahu, penasaran, anda disukai dan diperhatikan.
5.
Pola
pikir yang salah mengenai posisi
Wah
audience ada pak kepala sekolah,
keringetan, wah ada pak wali kota, gemeteran, wah ada pak presiden, pingsan. Ketika
diantara audience itu ada orang-orang yang pintar atau lebih hebat dari kita,
sesungguhnya itu adalah titik aman bagi kita. Sehingga ketika menyampaikan kok
ada kesalahan, ya wajar sampaikanlah permintaan maaf karena yang berbicara
didepan ini tidak lebih hebat daripada audience. Tapi bayangkan bila anda bisa berbicara
“se-level” dengan mereka orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya. Bukankah
itu menakjubkan?
Tapi
dari pada memikirkan pangkat, kedudukan, pendidikan, kasta dan lain sebagainya
lebih baik anda mulai berpikir dengan tenang, “saya disini hanya sekedar
sharing, saya disini hanya menjalankan amanah, dan seterusnya”
Dari
kelima penyebab “blank”, tentu anda perlu banyak latihan dan pembiasaan.
Seiring dengan bertambahnya jam terbang/ seringnya tampil didepan public
membuat anda lebih cepat menyembuhkan penyakit “blank”.
Referensi:
“The secret of PUBLIC
SPEAKING Era Konseptual” Tubagus Wahyudi, ST., Msi., MCHt., CHI
Selasa, 30 Januari 2018
Peci lebih kuat daripada helm
Cara
membagikan informasi baik secara perorangan maupun kelembagaan, masing-masing
memiliki cara yang unik dalam menyebarkan informasi/ edukasi kepada masyarakat.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Kepolisian yang meng-edukasi masyarakat
melalui video yang lucu. Terkadang cara seperti lebih mengena daripada
banyak-banyak kata yang membuat orang bukannya faham, malah bosan
Dari
video tersebut terlihat seorang pengendara sepeda motor (orang madura,
tergambar dari baju dan cara bicaranya) yang berkendara tanpa mengenakan helm.
Padahal seorang warga negara yang baik haruslah mematuhi tata tertib berlalu
lintas demi keselamatan bersama.
Ketika
sang pengendara di stop oleh polisi, ternyata sang pengendara ini bukannya tak
tahu aturan. Malah faham betul mengenai dasar Undang-undang yang mengatur
peraturan tersebut. Sejatinya setiap aturan bukan hanya untuk diketahui dan
dihafalkan, tapi yang lebih penting lagi yaitu di praktekkan. Karena aturan
tersebut dulunya dibuat juga sering terjadinya kecelakaan lakalantas.
Pada pasal 57 Ayat (2) dan pasal 106 Ayat (8) mengatur
tentang penggunaan Helm SNI bukan jenis helm lain,bagi pengendara dan juga yang
membonceng wajib menggunakan juga. Sanksi bagi pelanggar pasal ini akan
dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp
250.000 (pasal 291)
Kelengkapan kendaraan
Hal ini merupakan persyaratan yang harus dilaksanakan
oleh pengendara,untuk kendaraan yang layak jalan meliputi kaca
spion,klakson,lampu utama,lampu rem,lampu penunjuk arah,spidometer,knalpot
sesuai standar,kedalaman alur ban. Untuk modifikasi kendaraan yang tidak sesuai
dengan ketentuan telah diatur dalam pasal 106 Ayat (3) dengan sanksi terhadap
pelanggaran tersebut,pada pasal 285 Ayat (1) ancaman hukuman pidana kurungan
paling lama satu bulan atau tenda paling banyak Rp 250.000
Sekali
dua kali melanggar peraturan dan tidak terjadi apa-apa/ kecelakaan kadang
membuat seseorang bilang “ah gak papa kok”. Aneh ya...... menaati tata tertib
lalu lintas hanya agar tidak terkena tilang. Ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan barulah menyesal. Tidak sadar bahwa menaati tata
tertib juga demi keselamatan Anda. Semoga kita semoga SADARKUM...sadar hukum.
Sabtu, 27 Januari 2018
Rumah Belajar Binaan IIP Batam
Komunitas Ibu
Professional yang dirintis oleh ibu Septi Peni Wulandani, senantiasa berbagi
dan menularkan ilmu-ilmunya yang bermanfaat agar perempuan yang senantiasa
ingin meningkatkan kualitasnya sebagai seorang ibu, istri dan juga sebagai
dirinya sendiri. Yang pada akhirnya ilmunya juga ditularkan secara online ke
berbagai kota. Salah satu diantaranya kota Batam, yang kepengurusannya di
ketuai oleh mbak Erli.
Dalam
kontribusinya meningkatkan kualitas
seorang perempuan menjadi lebih unggul dan profesional, pembelajaran yang ada
di IIP Batam tidak hanya secara online tetapi juga secara offline.
Hal ini
terbukti dengan adanya kegiatan kopdar untuk setiap rumah belajar dibawah
binaan IIP Batam yang secara resmi launching pada tanggal 21 Januari 2018 di Tea
Box – Khazanah Plasa, Sukajadi. Tapi jangan salah karena rumbelnya selama ini
sudah aktif melakukan kegiatan secara offline maupun online. Contohnya seperti
rumbel menulis yang sudah menghasilkan beberapa artikel, kemudian rumbel Al qur’an
yang sudah aktif belajar tahsin, rumbel Craft yang sudah melakukan kegiatan
pelatihan merajut dan kegiatan rumbel yang
lain.
Kegiatan launching kali
ini di sertai dengan tausiah oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc dan belajar
Workshop foto oleh mbak Yayuk Wulan W.
Belajar di
Komunitas Ibu Profesional itu menyenangkan, tidak menyita waktu, bisa sambil main dengan anak, pembelajaran materi secara online, pemberian tantangan nice
homework (NHW) dan ada kegiatan offline yang memfasilitasi ibu-ibu untuk bisa belajar sesuai dengan passionnya
masing-masing. Anggaplah sesuai dengan bakat dan minat masing-masing mau ikut
belajar yang mana.
Yang menarik
bagi saya dalam kegiatan launching kali ini adalah suasananya. Umumnya kegiatan resmi, biasanya
anak-anak “diamankan”. Tapi yang saya
lihat kebanyakan ibu-ibu yang hadir membawa serta anak-anak, begitu juga saya.
Melihat banyak anak-anak usia balita, saya jadi teringat suasana kegiatan
posyandu. Untungnya semua yang ada disitu adalah calon ibu dan ibu yang paham
betul bagaimana tingkah polah anak-anak. Anak-anak yang menangis, menjerit,
berebut mainan, seliweran di depan pemateri, bermain suara microphone,
memainkan bayangannya didepan proyektor, dan masih banyak lagi. Namun demikian
tidak menyurutkan niat para ibu-ibu hebat untuk belajar menjadi ibu terbaik
bagi mereka.
Kegiatan
launching kali ini meresmikan Rumah belajar (Rumbel) yang ada di IIP Batam ada
7. Rumbel nya antara lain:
Rumah Belajar by Passion:
1.
Rumbel
Craft : PJ Annisa IstiQamah
2.
Rumbel
Menulis : PJ Lubnah Lukman
3. Memasak
: PJ Safriani
4.
Bisnis
: PJ Evi Krisnawati
5.
Menjahit
: PJ Meylisa Eka Putri
Rumah Belajar (Rumbel) by Necessity:
6.
Qur'an
Learning Centre IP Batam : PJ Resha Nesia
7.
Homeschooling
Rumbel by passion adalah rumbel resmi dari pusat IIP, tempat belajar bagi calon ibu dan ibu yang
telah resmi bergabung dan mengikuti pembelajaran di IIP Batam
Sedangkan rumbel by necessity adalah rumbel yang timbul karena kebutuhan
ibu atau anak, bukan passion. Bisa jadi antar IIP satu kota dengan IIP Kota lain
berbeda.
Sebelum adanya CoC (Code of Conduct) semacam kode etik yang ada di
Ibu Profesioanal tidak ada batasan dalam
mengikuti rumbel. Namun setelah adanya materi CoC, maka ada ketentuan batas maksimal 2 rumbel. Untuk rule yang lain adalah sebagai
berikut:
1.
Rumbel
ini GRATIS
2.
Rumbel sifatnya tidak wajib
3.
Setiap
pengurus dan member hanya boleh mengikuti rumbel by passion maksimal 2 rumbel
4.
Setiap
pengurus dan member boleh mengikuti 2 rumbel by necessity, meskipun sudah ikut
2 rumbel by passion
Alhamdulillah banyak tambahan ilmu melalui kegiatan ini antara lain
dari materi Ustazah Afifah yang menerangkan bagaimana istri-istri Rosulullah
juga mampu mengembangkan potensinya masing-masing. Sedangkan workshop basic
photography dengan pemateri mbak Yayuk Wulan, belajar bagaimana cara mengambil
foto dari berbagai angle, pengaturan cahaya agar foto terkesan nature,
penambahan pernak-pernik foto, dan lain-lain. Juga bisa berkenalan dan bersilaturahmi dengan ibu-ibu hebat yang sama-sama belajar menjadi lebih baik. Semua guru semua murid.
Hasilnya
seperti foto dibawah ini yang saya sertakan untuk dinilai dalam perlombaan
![]() |
| Foto untuk lomba |
Langganan:
Postingan (Atom)
“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”
Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...
-
Beli ayam dikasih kantong plastik Beli baju dikasih tas plastik Beli cendol dikasih gelas plastik Beli donat dikasih kantong plast...
-
Baju Kematian Dengan takut-takut aku memandangi wajah itu. Padahal biasanya ketika memandangnya setiap hari saat bertemu kami biasa sa...
-
Indonesia memiliki kekayaan yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. Seperti contohnya tanaman berupa bunga. Berbagai macam dan jenis b...











