Jumat, 07 September 2018

Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang Pertama




“Ummi, kakak tadi selesai sholat magrib di mushola kan keluar mi. Terus kakak beli jajan tempat nenek flores. Ya ampun mi, kakak baru nyadar kalau kakak nggak pake cadar. Itu gimana mi. Boleh ya kayak gitu”, kata si sulung.
“Oh iya. Ya kakak benar-benar lupa kan. Ya gak papa lah. Kan namanya aja orang lupa. Ya tak ada hukumnya. Gak papa kok” begitu jawabku.

Ya ternyata si kakak lupa tidak memakai cadarnya setelah sholat magrib. Dan menanyakan bolehkah hal seperti itu terjadi? Hm senangnya karena kakak bisa menceritakan apa yang dialaminya hari ini.

#hari  1
#game level 1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#institut ibu profesional


Kamis, 06 September 2018

Pekerjaan yang paling membuat Ibu bahagia

Apa sih pekerjaan seorang ibu? Ibu yang mana satu nih. Ibu karier yang bekerja di ranah publik atau domestik? Yang mana aja gak masalah ya. Umumnya pekerjaan yang dikerjakan seorang ibu hampir sama dan mirip satu dengan yang lainnya. Kalau yang dimaksud itu pekerjaan rumah tak jauh-jauh dari memasak, mencuci baju, jemur baju, menyapu, setrika, memandikan anak, membimbing anak belajar, mengepel, dan lain-lain. Rasanya tidak cukup satu kertas untuk menulis daftar pekerjaan yang dilakukan oleh seorang ibu. Itu baru ibu dengan pekerjaannya secara umum. Belum lagi kalau ibu juga aktif di kegiatan yang lain tentu daftar pekerjaannya juga akan bertambah panjang, sehingga terkadang 24 jam tidak  cukup untuk menyelesaikan.

Ada seorang ibu yang suka sekali memasak, ada yang suka membuat handycraft, ada yang suka bersih-bersih, dan lain-lain. Dan boleh dong kalau ada seorang ibu yang suka banget baca buku hingga lupa waktu. Deuh mesti pasang rem cakram atau pasang alarm sebelum membaca buku. Saking asyiknya membaca kalau belum selesai satu buku rasanya belum ingin mengalihkan pandangannya ke pekerjaan yang lain. Hehehe itu pekerjaan atau hobby sih.

Hm..... pekerjaan apa yang membuat saya bahagia? Membersihkan dan mengubah sebuah ruangan. Seperti piring berserakan, kemudian cuci bersih, susun dan lap sampai kinclong. Nah disitu tu bahagianya. Karena merasa puas sudah mengubah dari yang tadinya kotor berserakan kini menjadi bersih dan tersusun rapi. Bahagianya tu disini.....

Rabu, 05 September 2018

waktu tepat untuk curhat ke suami

Waktu yang tepat untuk curhat ke suami

Bahasanya curhat nih, curahan hati. Paling top untuk emak-emak karena emak perlu pelampiasan untuk mengeluarkan kata-kata yang ada didalam pikirannya agar tetap waras. Tapi kata-kata yang positif dan  bermanfaat ya.

Emak kadang curhat bukan minta solusi, tapi hanya ingin didengarkan dah lega. Semacam bisul yang harus dipencet baru sembuh sakitnya. Iya kah? Yang tidak sepakat tidak apa-apa. Tapi walau diluar rumah kelihatan pendiam, emak-emak itu aslinya kalau didalam rumah gak bisa diam. Kata-katanya bisa panjang dan lebar. Kalau dibukukan bisa jadi novel atau cerita bersambung yang tidak ada endingnya. Menurut survey kecil-kecilan, kalau ditanya siapa yang paling cerewet dirumahmu? Kira-kira apa jawabannya. Emak.

Tapi emak jangan sembarangan asal curhat bae tanpa lihat waktu ya. Deuh suami baru pulang kerja lagi capek langsung dicurhatin ntar yang ada suami bakalan tambah capek. Kalaupun curhatannya yang nyenengin terkadang suami Cuma iya-iya seperti formalitas gitu. Ah capek dan bete kan jadinya.

Sssstttt rahasia ya. Salah satu waktu curhat yang paling tepat adalah saat makan bersama tanpa anak-anak. Kalau ada anak-anak biasanya rempong ngurusin si Adik yang minta lauk. Si kakak yang rebutan paha ayam. Hm kapan curhatnya ama suami. Kebetulan di sebelum dhuhur anak-anak masih disekolah semuanya dan saat itulah makan bersama suami. Dah asyik tu sambil makan mau curhat apa enak banget diomonginnya. Deu....... besok curhat 

Selasa, 04 September 2018

kegiatan bersama anak dan ibu bahagia


Kegiatan bersama anak dan ibu bahagia

Bahagia itu tidak harus mahal. Tak perlu banyak biaya dan tenaga. Ketika memasak saya termasuk orang yang tidak suka digangguin. Tapi ketika dibiasakan anak-anak membantu ternyata enak juga ya. Bersama anak-anak karena semuanya 3 putri, otomatis semuanya diangkut ke dapur untuk membantu. Yang paling besar bertugas mengiris bawang merah dan putih serta cabe. Anak ke 2 menggoreng ikan dan yang paling kecil membantu mengupas bawang putih plus celoteh nya.

Untuk hari-hari biasanya saat saya ada kegiatan diluar, asalkan ada telur di lemari stok bahan makanan pasti bakal ada kompor yang menyala. Entah si kakak yang goreng nasi plus telur, kemudian adiknya nomer 2 mengajak kawannya ke rumah kemudian bikin ceplok telur dikasih kecap. Biasanya 1 papan telur dalam jangka 10 hari sudah ludes.



Kesukaan anak-anak untuk memasak ini berawal dari rasa penasaran mereka saat coba-coba memasak. Apalagi waktu itu juga pernah ikut kegiatan cooking class yang diadakan oleh rumbel home schooling Ibu Profesional Batam. Sebelum berangkat ada saja dramanya. Saat di tempat acara masih malu-malu untuk ikut nimbrung bersama kawannya. Nah begitu pizza nya keluar (saat cooking class memberi topping pizza) mulai lah senyuman mereka mengembang. Apalagi saat melihat hasil kreasi pizza miliknya sudah masak. Tidak habis-habis cerita itu ingin dilanjutkan. Baiklah akan kita lanjutkan kok cooking class nya dirumah kita. 

Minggu, 02 September 2018

sepekan bercerita me time

Me Time

Awalnya saya berpikir me time itu adalah waktu dimana saya tidak diganggu oleh siapapun dan saya bisa melakukan hobby saya. Yaitu membaca buku. Tapi kalau isi bukunya lagi seru bisa kebablasan. Banyak orang ngantuk saat baru sebentar membaca buku. Tapi buat saya kalau membaca novel yang tipis bisa sekali kelar. Untuk buku ayat-ayat cinta 2 yang tuebel banget itu 3 hari kelar. Tapi ujung-ujungnya itu bukan me time, tapi kebablasan nggak tahu waktu. Harusnya waktu bisa untuk mengerjakan tugas rumah malah terbengkalai semua. Apalagi kalau bukunya karya kang Abik.......
Duh kang bikin buku bagus banget yakkk, bisa ngikut ruh saya masuk ke cerita novelnya, bisa mewek-mewek di bikinnya. Dasyat.....

Berjalannya waktu akhirnya saya harus mengakhiri cerita me time yang tidak bermutu dan mengganggu stabilitas negara “saya”. Membaca buku itu bagus, tapi tentu di waktu yang tidak mengganggu pekerjaan lain. Alhamdulillah saya tempatkan hobby membaca hanya di waktu-waktu senggang dan berusaha menahan diri untuk tidak kebablasan. (Tetap hobby baca buku forever dah)
Me Time versi baru nya adalah “saat ide-ide itu berhamburan keluar dari kepala”. Kapan?
1.      Saat di kamar mandi merupakan waktu perenungan yang cetar. Tapi mesti hati-hati jangan kebablasan karena lama-lama di kamar mandi itu tak baik.
2.      Saat sholat, kalau terlupa mencari kunci kemudian sholat eh tiba-tiba jadi teringat kunci dimana
3.      Saat mencuci piring. Bisa sambil nyanyi, hafalin materi, wah keren emak-emak.
4.      Saat naik motor. Sudah 3 tahun pulang pergi kuliah dari rumah ke area Batu Ampar alhamdulillah saat naik motor saya bisa menghalang teks, puisi, dzikir, ceramah, pidato apalagi kalo pake masker kan tidak kelihatan mulutnya ngoceh-ngoceh. Jadi tidak di anggap orang gila karena nggak ada yang dengerin. Kecuali kalo lagi boncengin orang jangan sambil ceramah ya....

Dan kamu...... kapan “me time” ? 



Kamis, 09 Agustus 2018

Permainan Seru di bulan Agustus



Hai hai ini bulan Agustus loh.  Mau tau moment apa ini? Ayolah coba tebak. Bisa khan? Yap bulan ini adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Wuih alhamdulillah ya sudah 73 tahun yang lalu. Semoga Indonesia semakin jaya dan rakyat Indonesia bisa mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya.

Ungkapan rasa gembira dan syukur atas kemerdekaan dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Sangat amat banyak kegiatannya. Ada yang mengadakan perlombaan tingkat RT, RW, kelurahan, tingkat nasional. Mulai dari lomba yang bersifat serius sampai yang seru-seru-an. Ada lomba pidato, puisi, menulis artikel, menghias kampung atau permainan-permainan yang fun.  Khas banget kalau agustus-an selalu ada panjat pinang. Permainan kelereng di sendok, makan krupuk, balap karung, sepakbola daster, dandan emak-emak dan banyak sekali permainan yang dilombakan serta dimodifikasi dengan syarat-syarat yang kadang-kadang tidak masuk akal tapi disitulah serunya.

Seperti video yang saya lihat beberapa hari yang lalu, ada lomba makan krupuk untuk bapak-bapak.  Cara perlombaannya yaitu semua peserta duduk dengan kondisi tangan di belakang. Barulah mereka makan krupuk. Berbeda dengan video versi satu lagi yaitu peserta bapak-bapak duduk di kursi kecil. Kemudian krupuk di ikatkan di tali sedangkan ujung tali lainnya bukan di ikat pada tali jemuran melainkan diikat pada jempol kaki masing-masing peserta. Ha ha ha melihat tingkah peserta pasti Anda akan tertawa.

“Ummi, beli krupuklah”, kata si Sulung.
“Untuk apa?”, tanyaku.
“Kakak mau latihan lomba makan krupuk” jawab si Sulung.

Ada-ada saja, entah dari mana idenya tiba-tiba hari itu si Sulung minta dibelikan krupuk. Padahal permainan ini tidak membutuhkan latihan sebagaimana layaknya perlombaan-perlombaan yang lain. Tapi tak apa memang baguslah itu, sebagai persiapan untuk mencapai hal yang terbaik memang harus dan perlu persiapan. Uang 10 ribu saya berikan untuk dibelikan krupuk di warung ternyata tidak ada krupuk yang dimaksud. Akhirnya saya memesan kepada salah seorang kawan yang biasa membeli krupuk tersebut. Alhamdulillah ada dan harganya sangat terjangkau. Setengah kilo Cuma 15 ribu saja sudah dapat banyak krupuk.

lomba makan krupuk

Dengan perlengkapan krupuk dan tali rafia yang di ikatkan pada jendela dan gagang pintu kami mengadakan lomba kecil-kecilan makan krupuk. Anak-anak semuanya tidak tersenyum tapi tertawa bahagia saking senangnya. Subhanallah ternyata bahagia itu tidak mahal ya nak.


Jumat, 27 Juli 2018

Rumah Belajar Menulis IP Batam


Rumah Belajar Menulis IP Batam

Tulisan ini sebagai rasa terima kasihku kepada ketua rumah belajar menulis mbak Unna. Awal mengikuti rumbel menulis di bawah naungan IP (Ibu Profesional) Batam saya jadi inget artikel yang sebelumnya pernah saya tulis.


Ketika IP Batam membagikan informasi tentang beberapa rumbel, saya tertantang untuk ikut rumbel menulis. Apakah saya bisa menulis? Modal nekad biar saja waktu yang menjawab apakah saya bisa atau tidak. Dan ini menjawab keinginan waktu SMK melihat beberapa cerpen yang mejeng di mading sekolah jadi ingin bisa seperti itu juga.

Dengan komandan mbak Unna pada pertemuan pertama kami mengadakan pertemuan di halaman Masjid Raya Batam dengan agenda perkenalan. Disusul pertemuan kedua di rumah ketua rumbel di Sukajadi, kami belajar membuat blog. Blog bisa menjadi media untuk share tulisan yang dibuat. Itu adalah pertama kalinya saya membuat blog dan itu adalah sebuah pengalaman yang amat sangat berkesan sampai saat ini.

Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Dikarenakan kewajiban sebagai istri yang sholehah dengan mengikuti kemanapun suami bertugas, begitu juga mbak Unna kini pindah ke kota Surabaya.

Dengan programnya yang berkualitas salah satunya keroyokan buku antalogi dan arisan rumbel menulis, memaksa kami untuk produktif menulis dan diharapkan bisa menjadi kebiasaan. Saya tidak menyangka ternyata bisa menulis. Ayo menulis dan menulis. Sebenarnya masih banyak yang harus saya pelajari dari beliau. Insya Allah bisa tetap bisa belajar walau jarak memisahkan apalagi di jaman teknologi canggih belajarpun bisa dilakukan dengan online. Mbak Unna jangan bosan-bosan ya, suatu saat saya akan bersua di Surabaya......





“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...