Kamis, 30 November 2017

Untuk Ketiga Gadis Kecilku





Wanita menjadi salah satu unsur kekuatan muslim. Betapa tinggi derajat seorang wanita. Ketika di jaman sebelum datangnya Islam, wanita dianggap sebagai aib keluarga. Sungguh yang menganggap demikian telah betul-betul lupa bahwa dia terlahir dari rahim seorang wanita. Saking malunya bila lahir anak perempuan, tak berpikir lama akan dikuburkan hidup-hidup. Betapa biadabnya.

Alhamdulillah, Islam datang sebagai rahmatan lil ‘alamin. Yang mengangkat derajat wanita dan menempatkan sesuai porsinya. Istimewanya di dalam kalam Allah diantara 114 surat yang ada salah satu surat bernama “An Nisa” yang artinya wanita. Yang laki-laki jangan ngiri ya, Insya Allah kedudukan kami sesuai dengan sepatutnya. Karena walaupun “surga di telapak kaki ibu, tapi surga seorang istri tetaplah pada suami”.

Anakku........

Musuh Islam tahu bahwa wanita adalah aset yang berharga, madrasah pertama bagi anaknya. Mereka tahu bila ingin merusak generasi masa depan, terlebih dahulu rusaklah wanita calon ibu para generasi masa depan. Karena itu nak kokohkanlah keimananmu. Jadilah wanita muslimah yang tangguh, punya kontribusi besar untuk umat ini. Mereka membuat slogan-slogan yang menyesatkan. Mereka katakan jilbab itu bentuk diskriminasi perempuan. Mengarahkan wanita untuk bergaul bebas tanpa batas. Menghempaskan para wanita ke lembah kenistaan. Wanita di tunjukkan, diperlombakan, dipertontonkan untuk dinilai dan dikomentari.

Hati-hatilah nak......

Jangan kembali ke masa lalu. Dalam peradapan Yunani, Romawi, Yahudi maupun Arab jahiliyah, wanita hanya dipandang sebagai kuman.  Bahkan di jaman now, ketika banyak orang diluaran sana mengagung-agungkan budaya Barat yang katanya modern. Nak, itu hanya sementara. Ketika muda , masih cantik dan menarik kau akan dijadikan komoditas dipuji dan dipuja, tapi ketika sudah tua renta tak berdaya kau hanya akan dipandang sebelah mata. Bahkan takkan dianggap.

Logikanya.....

Tubuh ini nak, seharusnya ditutup yang rapi. Ya menutup aurat. Ibaratnya permen, bila permen itu dijual dalam kondisi terbungkus rapi, banyak orang ingin membeli. Tapi ketika permen tidak terbungkus, jangankan membeli. Mungkin dikasih gratispun orang tak ingin mencicipi.
Nak maafkan keinginan ibumu yang terlalu tinggi.......

Karena kadang-kadang ibumu ini ingin kalian menjadi seperti :

Khadijah binti Khuwailid

Wanita pertama yang mendukung dakwah Rasululloh dengan seluruh jiwa raga dan hartanya. Yang membenarkan risalah beliau disaat semua orang mendustakannya.  Khadijah yang bergelar Ath Thahirah (wanita yang suci) berpikiran matang, cerdas dan terpandang. Ummul Mukminin wanita teragung sejagat raya sekaligus istri dari manusia paling agung sepanjang jaman.

Wanita seperti Saudah binti Zam’ah....

Seorang wanita yang selalu berusaha meringankan beban penderitaan Nabi Muhammad.  Yang ingin menyenangkan hati Nabi walaupun dengan mengorbankan kesenangan pribadinya. Wanita yang dermawan dan murah hati. Tak pernah tergoda oleh kemewahan dan kesenangan dunia. Setiap kali mendapat harta, maka ia akan mengutamakan orang-orang yang ada disekitarnya karena lebih mendambakan kenikmatan abadi di sisi Allah yang tidak akan sirna dan musnah. Wanita yang tetap berpegang teguh ajaran dan wasiat yang ditinggalkan oleh Rasulullah.  Ia tetap beribadah, suka berpuasa dan shalat malam karena Allah.

Wanita seperti Aisyah binti Abu Bakar

Wanita cerdas yang kesuciannya diumumkan dari tujuh lapis langit dan seorang istri Nabi di dunia dan akhirat. Wanita yang hidup dilingkungan keluarga Abu Bakar Siddiq, yang selalu belajar kezuhudan dari sang ayah yang mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah dan hatinya tidak pernah sedikitpun terpaut dengan materi dunia yang pasti akan sirna. Wanita muslimah yang sangat mengerti dengan segala perintah Allah. Ia merenungkan hakikat kehidupan dunia dan perjalanannya menuju alam akhirat. Hal ini yang membuatnya merasa takut terjerumus dalam godaan dunia, sehingga berusaha menjauhkan tubuhnya dari tempat tidur, membersihkan hatinya dari ketamakan, dan hasratnya untuk membumbung tinggi meninggalkan hal-hal yang remeh. Rajin berpuasa dan tekun beribadah dengan mata sembab karena sering menangis han hati yang rindu kepada-Nya.

Nak jadilah wanita yang mencontoh Rasulullah dan bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari para shahabiyah yang menimba ilmu langsung dari beliau. Shahabiyah Hafshah binti Umar seorang ahli puasa dan shalat, Ummu Salamah yang kesabaran dan ketabahannya membuahkan balasan agung, Zainab binti Jahsy yang pernikahanya di atur dari Tujuh lapis langit, Juwairiyah binti Al Harits wanita paling berkah bagi kaumnya dan masih banyak lagi shahabiyah-shahabiyah lainnya.

Untuk Ketiga Gadis Kecilku, Ibu hanya bisa berusaha dan berdo’a semoga Allah senantiasa menjadikan kalian menjadi penebar kebaikan, selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.


Terima kasih buat mbak Juli yang udah bikin tema tentang curhatan untuk si buah hati. Kepoin juga yuk curhatan mbak Juli, klik di https://yastirefrides.blogspot.co.id





Senin, 20 November 2017

Waktu Luang Vs Waktu Terbuang?





Artinya:
Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(3)

Allah bersumpah demi masa/ waktu tentu ada maksud dan hikmah yang luar biasa didalamnya. Surah Al ‘Ashr menjelaskan bahwa manusia akan sangat merugi bila tidak bisa memaksimalkan waktu yang telah diberikan oleh Allah. Kecuali orang-orang yang beriman yang mengisi hari-harinya dengan perbuatan yang positif dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Banyak manusia terlena dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dan bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Ada juga yang beribadah secara terus menerus sampai lupa bahwa kakinya masih menapak di bumi.
“Bekerjalah seolah-olah kau hidup didunia selamanya, dan beribadahlah seolah-olah esok kau tiada.”
Setiap jantung kita berdetak, detakannya seolah menjadi penghitung setiap langkah berjalan menuju takdir kematian. Setiap tarikan nafas tak terasa akan mengikis jumlah stok oksigen yang harus kita hirup. Seandainya kita berhenti di tempat tanpa melakukan apa-apa, waktu tetap berjalan. Tak bisa kita meminta putaran waktu ini untuk berhenti barang sesaat saja.
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)memajukannya. (Al ‘Araf 34)

Banyak kata-kata mutiara yang muncul berkaitan dengan waktu, seperti:
-          Menunggu adalah membuang-buang waktu
-          Kita hidup didunia hanya sementara, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya
-          Hidup didunia seperti orang yang minum sejenak karena kehausan
-          Dunia ini fana, akhirat abadi selamanya
-          Waktu adalah uang
-          Dan masih banyak lagi

Bila manusia tahu kapan waktunya  ia meninggal, ketika waktunya masih lama ia akan berleha-leha berbuat sesuka hati dan ketika mendekati hari kematiannya ia akan beribadah  sampai tak sempat lagi beristirahat. Itulah kenapa Allah rahasiakan kapan waktu seseorang akan meninggal dunia. Agar sepanjang waktu, manusia selalu bersiap menghadapi hari itu (kematian).
Kita hidup hanya sementara.  Barangsiapa yang memperbanyak amal maka tak akan menyesal, tapi barangsiapa selalu berbuat keburukan yang ada hanya penyesalan. Ketika manusia telah selesai mengerjakan satu pekerjaan, maka ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.

Orang Islam sesungguhnya telah diajari secara langsung  oleh Allah dan Rasulnya untuk bisa mengatur waktunya dengan sebaik-baiknya melalui shalat 5 waktu. Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta. Hal ini bisa dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian dibidang kesehatan. Dan yang luar biasa selain kesehatan secara jasmani juga secara rohani.

Sekarang pertanyaannya, masih adakah waktu luang? apakah waktu luang itu harus dihabiskan atau kita manfaatkan? Apakah justru terbuang?......

Waktu adalah hal yang paling berharga yang kita punya tanpa meminta. Semua manusia memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam sehari dengan jatah umur yang berbeda-beda sesuai takdir dari Allah. Ada manusia yang hidup sampai tua, beranak cucu sampai memutih uban rambutnya. Ada yang tutup usia ketika dewasa, ketika remaja, bahkan ada bayi yang meninggal sebelum terlahir ke dunia. Waktu yang kita miliki ini hanya modal untuk berusaha memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar kita kembali kekampung halaman. Kampung akhirat dimana nenek moyang kita Adam dan Hawa diciptakan dan tinggal disana saat awal-awal kehidupan. Atau kita termasuk manusia yang menyia-nyiakan modal usia ini. Saking sibuknya manusia bekerja dan berusaha, banyak yang terlupa untuk apa dia diciptakan.

Disinilah timbul istilah “waktu luang”. Karena seolah-olah semua pekerjaannya selesai dan dia tidak tau mau mengerjakan apa setelah itu. Bila tidak segera disadari akan terjadi kemungkinan membiarkan waktu itu berlalu begitu saja, tanpa melakukan kegiatan apa-apa. Atau bisa jadi “waktu luang” ini sengaja di ciptakan karena capek dan bosan dengan rutinitas pekerjaannya sehari-hari, sehingga butuh waktu untuk membangun mood dan semangat untuk kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Ketika kita berada dalam tahap ini, ingatlah manusia diciptakan bukan tanpa alasan.
1.     Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah
Sebagaimana tercantum dalam surat Adh Dhariyat ayat 56 yang artinya, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.
2.    Manusia diciptakan sebagai khalifah.
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS. Al Baqarah ayat 30).
Apakah Rasulullah punya waktu yang luang? Rasulullah sudah dijamin masuk surga. Istilahnya sudah pasti ada garansinya masuk surga. Tapi apa kemudian Beliau  santai-santai saja tanpa bekerja dan beribadah di dunia. Ternyata tidak!!! Walaupun beliau dijamin dengan surganya Allah, sebagai rasa syukurnya beliau tetap beribadah dengan tekun sampai bengkak-bengkak kakinya. Melakukan pekerjaan layaknya manusia yang lainnya. Menggembala, berdagang, berkeluarga dan berdakwah. Bangun pagi sebelum masuk waktu subuh untuk shalat lail dan memperbanyak ibadah-ibadah lainnya sampai ketika matahari sepenggalah, kemudian bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Ketika tiba shalat 5 waktu ditinggalkannya urusan dunia, untuk  menghadap bermunajat kepada Allah Sang Pencipta. Shalat rawatib dikerjakan sebagai pelengkap shalat wajib. Memimpin umat, membangun negara, membimbing keluarga sampai urusan rumah tangga tetap beliau jalankan. Selesai shalat isya tidak perlu begadang tanpa ada keperluan agar bisa bangun lebih awal, menyambut fajar pagi dengan mengingat syukur nikmat dari Ilahi. Sungguh bila kita merasa ada waktu luang tanpa tahu apa yang akan dikerjakan, ketahuilah setiap tarikan nafas kita bisa menjadi dzikir pengingat kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Kita sama-sama manusia, betul? Punya interval waktu yang sama “24 jam sehari”, tapi kenapa prestasinya berbeda?
-          Rasulullah membangun peradaban Islam hanya dalam waktu 23 tahun
-          Imam Bukhari membukukan hadist dari para penghafal hadist, yang karyanya bisa kita pelajari sampai sekarang ini Kitab Shahih Bukhari
-          Imam Abu Daud menulis 500 ribu lalu menapisnya menjadi 4,800 hadis yang kemudian dijadikan isi kitab.
-          Musa (Tahfidz Indonesia) usia 6 tahun sudah khatam tahfidz 30 juz
-          Ahmad dan Kamil di  usia belia juga sudah hafal Al Qur’an berikut letak posisi tulisan halaman dan barisnya
-           Sedangkan saya , apa prestasi yang sudah saya capai?.......
Salah satu rahasia dari para pengukir prestasi tersebut adalah dalam segi management waktu. Sangat menjaga waktu. Tak ada istilah waktu luang yang  terbuang. Semua dipenuhi dengan kegiatan yang bermanfaat. Selesai satu pekerjaan, cukup istirahat sejenak bukan untuk bersantai-santai melepas penat tapi justru mempersiapkan amunisi untuk melakukan pekerjaan yang lain. Beberapa cara mengatur waktu yang efektif antara lain:
1.     Kurangi  jam tidur. Siapa bilang manusia harus tidur 8 jam lamanya. Nabi Muhammad tidur setelah shalat isya. Setidaknya jam 21.00, kemudian bangun di 2/3 malam. Untuk beribadah kepada Allah. Bila ingin menghafal Al Qur’an, inilah saat yang paling tepat. Sebagaimana  tercantum dalam surat Al Muzzamil ayat 6 yang artinya:
“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan diwaktu itu) lebih berkesan.” (QS. Al Muzzamil ayat 6)
2.    Maksimalkan waktu perjalanan Anda dengan sesuatu yang bermanfaat. Sambil jadi sopir bisa berdzikir, bila jadi  penumpang kendaraan roda empat bisa sambil baca Al Qur’an dan buku pengetahuan. Tak hanya dengan melamun, berbincang tanpa arah tujuan hanya karena mengalihkan perhatian atau bahkan tidur sepanjang perjalanan.
3.    Satu waktu dua/ tiga kegiatan. Dalam hal ini yang paling lihai adalah seorang ibu. Sambil menggendong si kecil bisa masak merebus air, cuci baju di mesin cuci sambil berjalan mencuci piring sekaligus menyampaikan “kultum” untuk anaknya yang lain belepotan makan nasi yang berserak di lantai.

Semoga kita termasuk orang-orang yang sadar akan jatah waktu yang hanya sementara didunia, digunakan secara maksimal untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

“Waktu adalah ilmu, waktu adalah ibadah, waktu adalah penambah berkah”
Carilah ilmu, maka Anda akan semakin tahu, ilmu mu hanya seujung kuku

Yuuuk intip cerita serunya mbak Ovie
https://novitapuspariniblog.wordpress.com

Minggu, 05 November 2017

Guruku


Guruku Inspirasiku

Teng teng teng.... Bel berbunyi tanda istirahat. Guru piket selalu siap mengecek jadwal jam pelajaran untuk memastikan bel sekolah berbunyi. Bel ini terbuat dari besi seperti kaleng tengkurap tergantung di pojok kantor sekolah, yang dipukul dengan batu/ besi panjang pertanda jam masuk, istirahat atau pulang sekolah.

Riuh ramai suara anak-anak di sekolah SD negeri ini. SDN Sawahan 2 terletak di lereng pegunungan Wilis yang suhunya dingin dan dipenuhi hutan pinus.  Mata pencaharian masyarakat disitu tentu saja bertani karena tanahnya yang subur dan sumber mata air melimpah. Yang tidak punya sawah atau ladang, bisa menyewa lahan orang lain untuk diolah dan hasilnya di bagi dua dengan sang pemilik lahan. Pilihan lainnya yaitu menyadap getah pinus,  menanam dengan cara tumpang sari memakai lahan perhutani. Pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan yaitu mengambil hasil dari hutan seperti memetik jamur, memetik nangka, mengumpulkan daun pisang, daun pakis hutan, rebung bambu dan masih banyak lagi. Ada juga diselingi  berburu berbagai  macam binatang, ada ayam hutan, burung, monyet, rusa, babi hutan, harimau, singa dan lain sebagainya.  Setelah hasil hutan di dapatkan selain untuk makan sehari-hari, juga biasa dijual ke pasar untuk membeli keperluan lainnya.

“Yeeeeee, istirahat. Ayo ke tempat mbah mi”,  teriak salah satu murid.
 “Enggak ah, aku mau kesana aja......”, timpal yang lain. Warung mbah mi adalah favorit anak-anak, padahal jualannya tidak banyak, hanya jajan-jajan sederhana, tapi ada yang unik, yang tak dijual oleh pedagang lain. Makanan yang terbuat dari tepung singkong. Bukan hasil olahan pabrik, tapi olahan sederhana dari mbah mi sendiri, mulai dari bahan bakunya sampai pengolahan dan pengemasannya. Singkong/ ketela pohon yang sudah dipetik, di kupas kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk direndam di sungai. Jangan membayangkan iih, sungai nya kotor, untuk buang kotoran sampah, bau, dan lain sebagainya. Tidak!!

Sungai di tempat itu sangat bening airnya dan bersih karena memang langsung mengalir dari mata air di hutan. Perendaman singkong dilakukan kurang lebih 1 minggu. Setelah 1 minggu, singkong akan di jemur hingga kering, disebut gaplek (bahasa jawa).  Bila sudah menjadi gaplek, singkong akan  tahan lama untuk diolah menjadi makanan yang lain, seperti gathot (makanan pengganti beras), tiwul (hampir sama dengan gathot, hanya saja di sajikan dengan garam dan kelapa parut). Bahan gaplek inilah yang kemudian oleh mbah mi di tumbuh halus dalam lumpang (alat penumbuk yang terbuat dari kayu besar yang dilubangi) hingga menyerupai tepung. Tepung gaplek ditambah dengan bumbu-bumbu bawang putih, garam, ketumbar, garam, air diaduk secara merata, untuk kemudian di cetak berbentuk lingkaran-lingkaran seperti cincin. Setelah dicetak maka akan digoreng dan dikemas didalam kantong plastik kecil yang ujung plastiknya ditutup dengan tehnik menyulutkan ke lampu ublik (lampu yang terbuat dari sumbu kain dan berbahan bakar minyak tanah) dengan nyala api kecil dan dilengketkan dengan cepat menggunakan jari tangan. Dan, tarraaa....... Jadilah makanan unik ala mbah mi, dikenal dengan nama alen-alen. Prosesnya yang masih tradisional memang berpengaruh terhadap rasa alen-alen yang unik dan gurih, tapi keras!!

Waktu istirahat sekolah bagi anak seusia SD, seperti sebuah kebebasan, layaknya burung yang terlepas dari sangkarnya. Banyak kegiatan yang mereka lakukan, menghabiskan uang jajan, membeli jajan kesukaannya, bermain karet, kelereng, lompat tali, dakon, gobak sodor, dan permainan anak-anak desa pada umumnya. Meski demikian ada juga yang hanya ngobrol, bercanda, berkumpul mengelilingi guru favoritnya atau berkunjung ke perpustakaan sederhana milik sekolah dengan koleksi bukunya yang terbatas.

Aku pilih yang mana ya...... Bila uang jajanku masih ada maka aku lebih memilih untuk membelikan makanan kesukaanku alen-alen. Selain rasanya gurih, enak, juga keras. Sehingga tahan lama mengunyahnya, awet. Dimakan nggak habis-habis. Ini alasan yang polos ya...he he he. Selain itu juga karena ketika membeli alen-alen sering dapat bonusan dari mbah mi. Ssssttttt ini rahasia, karena sebenarnya mbah mi adalah saudara kandung dari nenekku.

Kalau lagi tak punya uang, aku akan mengubek-ubek buku perpustakaan. Segala macam buku ku baca dan yang paling cepat selesai adalah jika buku fiksi/ buku cerita yang kubaca. Ketika koleksi buku cerita sudah habis semuanya terbaca, barulah melirik buku-buku yang lain. Yang penting membaca. Suatu ketika ada kosakata di dalam buku yang tak kumengerti, maka aku akan menanyakan kepada guruku waktu di kelas 6 yaitu pak Rachmat. Ya, kegilaanku pada buku memang meningkat ketika kelas 6, hal ini bukan tanpa alasan. Selalu ada cerita di baliknya.
Pada suatu hari........ (Nadanya ala atuk-atuk malay ciee...)
Ada kosakata di dalam buku yang tak kumengerti, maka aku akan menanyakan kepada guruku waktu itu di kelas 6 yaitu pak Rachmat. Udah kusampaikan khan tadi.......

Satu waktu, itu hanya iseng tapi tanggapan dari pak Rachmat sungguh diluar dugaan. Beliau menjawab dengan senyuman, penuh antusias dan disertai pujian. Ya, ini poin nya. Hal itu menjadi cambukan semangat yang luar  biasa. Sehingga hari itu, besoknya, besok lagi dan seterusnya menjadi hari-hari yang tak terlepas dari buku. Hampir seluruh koleksi buku di perpustakaan, pernah ku baca. Walaupun kadang-kadang niat membaca bukan karena ingin tau isi bukunya, tapi karena ingin menemukan kosakata yang sulit yang bisa kutanyakan kembali kepada guru favoritku pak Rachmat, ingat ya pak Rachmat, pake “ch” ......
Ada satu kosa kata yang paling ku ingat sampai sekarang ini, ketika kenangan itu berlalu sudah lebih dari puluhan tahun yang lalu.
“Pak ngapunten, ndherek pirso, Niki nopo bedane antara Merajalela kalih Maharajalela?”, tanyaku.
(Pak maaf mau nanya, ini apa bedanya antara merajalela dengan maharajalela?)
“O, kalo maharajalela itu lebih dari merajalela.”, jawab pak Rachmat. Dan masih panjang lebar jawaban yang beliau sampaikan.

Berawal dari antusiasme pak Rachmat dalam menjawab pertanyaanku waktu itu, menjadi awal kebiasaan yang baik dan sangat berkesan. Tidak hanya buku-buku cerita saja yang akhirnya kubaca, buku-buku pelajaran pun selalu kubaca walaupun belum tentu saat membaca bisa langsung faham isinya. Dan berkat kebiasaan itu, sampai sekarang merupakan sebuah keasyikan tersendiri ketika membaca.
Efeknya, meski di kelas 1-5 aku bukan termasuk murid berprestasi jangankan masuk rangking 3 besar, masuk 10 besar pun tidak. Secara mengejutkan ketika hasil UN (Ujian Nasional) di umumkan, namaku di sebut sebagai peringkat ke 4 NEM tertinggi. Subhanallah, dari sinilah aku baru sadar ternyata kita bisa alah biasa. Dan akhirnya prestasi itu tetap bisa di pertahankan sampai di bangku perkuliahan. Buku jendela dunia. Buku adalah gerbangnya ilmu pengetahuan. Yang bisa kau lihat dan kau pahami dengan “MEMBACA”. Yukkkk Budayakan membaca.

Dan ketika tulisan ini Anda baca, guru favoritku pak Rachmat sudah tiada. Semoga Allah senantiasa mengampunkan segala dosa-dosa guru kami dan melapangkan kuburnya serta menerima segala amal baiknya. Terima kasih pak atas antusiasmu waktu itu, terima kasih atas pujianmu waktu itu. Terima kasih atas ilmu yang kau berikan, yang belum dapat kami memberikan balasan. Kini kami hanya bisa berbagi pengalaman, agar kami sebagai murid senantiasa mengingat jasa baik guru-guru kami. Dan sebagai guru, kami bisa meneladani hal sederhana yang pernah Bapak lakukan. Walaupun sederhana tapi ternyata efeknya ternyata luar biasa.
Terima kasih Pak Rachmat.....

Selasa, 31 Oktober 2017

Cara belajar unik ala ibu dan anak


Part 1

“Ummi..... Ummi mau kemana kita? Ke tempat kawan ummi ya....”,  itulah pertanyaan si gadis kecil di sela-sela perjalanan, satu diantara sekian pertanyaan dan diselingi kantuk   yang menyebabkan sandalnya hilang satu terjatuh ketika si kecil terlelap di atas motor.

“Loooohhh..... Kok kuncinya sama adik. Khan tadi ummi kasih adik qanita, biar dititip ke bibi. Nanti kakak nggak bisa masuk rumah dong.” Kataku karena terkejut melihat kunci rumah yang biasa kami kasih gantungan tali terpasang di lehernya. Padahal  sebelum berangkat kunci dititip ke bibi, dan saya mengalungkan kunci itu di leher keponakan agar ketika kami terlambat pulang, kakaknya yang masih sekolah bisa ngambil kunci ke rumah bibinya  yang memang berdekatan masih satu gang.

Si kecil, “Tadi sama adik qanita di kasih ke kakak....” . “iii...kapan ngasihnya kok ummi nggak nampak” sahutku. “Tadilah..” jawab si kecil sambil masih seperti di awang-awang karena ketika menjawab pertanyaan ini, si gadis baru bangun dari tidur lelapnya, masih mengantuk sampai-sampai pak satpam perumahan tempat kami berhenti mengingatkan saya, “Bu, anaknya ngantuk itu bu”

“O... “, barulah ku ingat memang ketika memberikan kunci rumah, saya sama bibinya heboh sendiri karena nanyain kabar sambil ngecek baju karena ternyata di jok motor ada kotoran ayam yang sudah mengering. “Aduh wak, itu ada kotoran ayam di jok, jangan-jangan baju wak kena” celetuk bibi. “Ah masa sih... kok gak nampak tadi ya. Buru-buru sih”, hadeuh maklumlah takut terlambat, belum tau tempatnya, lupa selain punya tetangga, ada juga tetangga ayam yang  hobinya nangkring di pagar rumah.

“Tengok dulu, tengok, ada gak, coba cek bik”, sambil putar badan.  “Alhamdulillah, clean ah, tapi siram dulu deh sadelnya”,  yakk darurat jadi siramnya pake air minum yang di botol.
Alhamdulillah, sekarang udah nyampai di pintu gerbang perumahan yang di maksud. Ssset. Berhenti di dekat pos satpam, sambil terkaget kunci rumah dikalungin si kecil, interogasi dikit, sambil cek hp, baca WA. Lupa alamat lengkap tuan rumah tempat ngumpul hari itu.

“Maaf pak, mau nanya alamat ini..”, tanyaku
“Ya, Ibu mau kerumah siapa?”
“Kerumah mbk Unna. Nak belajar.”
“Ibu jalan aja itu terus” tangannya sambil menunjuk ke jalan yang dimaksud, “lurus, ujung nanti sampai jumpa pos satpam lagi. Nanti tanya disana” jawab pak satpam
“Terima kasih, pak”, Brrreemmm,  gas motor. Baru pertama kali masuk ke perumahan ini, baru tau isinya. Rumahnya gede-gede. Baca petunjuk di kanan kiri jalan, jalan ini, jalan itu, cluster ini, cluster itu, e..... masih jauh ya rumahnya. Ini perumahan luas amat ya......... Dan itu clusternya, Cluster Nirwana.

Sseth. Berhenti lagi nyamperin  pak satpam. Makk satpam lagi, di pos sebelumnya satpam nampak ada 3 orang, disini adalagi.....Lagi-lagi,  “Maaf pak nanya alamat (menyebutkan alamat yang di WhatsApp)”, Jawaban pak satpam, “Mau kerumah siapa?”
“Ke rumah Mbak Unna”
“Ada perlu apa?”
“Mau belajar pak”

“Itu jalan tengah yang lurus itu. Dari sini putar dulu ke bundaran ini, trus kesana. Cari nomer rumahnya.” Kata pak satpam
“Terima kasih, pak”
Brrreemmmm, gas lagi......keliling bundaran, setengah bundaran aja ...lurus, dari kejauhan terlihat, 2 orang bunda (ibu-ibu nan muda), sepertinya mbak desy daaa..nn mbak rika. Sseth! Cari posisi parkir.
“Assalamu’alaikum......”
“Wa alaikum salaam”
“Wah saya udah ketinggalan ya......” kataku.
“Enggak kok, kami lagi sarapan dulu ini.”

Memang terlihat mbak desy sedang memegang piring lucu berisi nasi plus bakso. Padahal perkiraan saya pasti udah lambat ni, udah mulai ni, o... ternyata ada acara pembukaan berupa sarapan. Ah mungkin gak juga, coba tengok dulu yang didalam rumah, mungkin sudah mulai belajarnya.
“Assalamu alaikum”, kataku tepat di pintu mbak Unna. Sepertinya tidak ada kelompok belajar, sempat ngebatin salah tempat nggak ya. Atau salah ruangan. Karena pemandangan dari pintu, hanya ruang kosong berisi kursi dan tumpukan kardus. “Masuk ajalah, mungkin di dalam”, batinku.

Terlihat, alhamdulillah ada 3 bunda beserta krucils-krucils (penasaran nih apa artinya krucils ya, besok cari tau ah asal kata krucils, pokoknya anak-anaklah) yang salah satunya sudah saya kenal. Ya tuan rumah, Mbak Unna. Eits, drama nih, si kecil tak mau masuk ke ruangan itu. “Tak mau, tak mau, mau pulang... enggaaakkkk.” si kecil action kabur. Walah..... kalau saya excited sama tempatnya, kenapa rumahnya kok buanyak mainan, penuh, itupun masih ada bertumpuk-tumpuk container plastik bening tampak berisi mainan yang belum semuanya di keluarkan. Biasanya anak kecil bila melihat mainan, merapat, mendekat, ini kenapa si kecil malah drama mau kabur. Apa si kecil berpikir mau saya titipkan di tempat penitipan atau apa yakkkk.  Gendong ah biar gak kabur. So, dengan penuh pertanyaan melihat pemandangan yang tidak biasa, mainan bertebaran di seluruh sudut ruangan, hidangan bakso di meja makan, hm... di mana tempat pelatihannya ya. Emang pelatihan apa sich.... (bersambung)


(Cerita di atas merupakan pengalaman plus bumbu-bumbu fiksi. Selamat menikmati dan menanti cerita selanjutnya ya....)

Senin, 30 Oktober 2017

Hadist Keutamaan Al Qur'an


Anak-anak selalu bertanya, "Mengapa saya harus mengaji (Al Qur'an)?"
Ya, agar pandai membaca Al Qur'an apalagi bahasa Al Qur'an tidak menggunakan bahasa Indonesia, tapi bahasa Arab. Jadi kita perlu belajar bahasa Al Qur'an khan?
"Kenapa kita harus pandai baca Al Qur'an?"
Ingat..... bahwa Al Qur'an adalah kitab suci umat Islam, yang bukan hanya tulisan/ hafalan tapi menjadi pedoman hidup manusia agar selamat dunia akhirat.


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (رواه بخاري)
“Sebaik-baik kamu  adalah orang yang belajar al-Quran dan yang mengajarkannya” (HR. Bukhori)

Isi kandungan dari hadist keutamaan al-Quran

Pesan Nabi Muhamad Saw kepada umatnya:
1. Rajin mempelajari al-Quran, kewajiban belajar adalah wajib bagi setiap muslim
2. Mau mengajarkan al-Quran (Sebagai amal jariyah, ilmu yang bermanfaat)

Minggu, 29 Oktober 2017

Pidato Mensyukuri Nikmat

Pidato Mensyukuri nikmat

Assalamu’ alaikum Wr Wb

Alhamdulillahi ‘ala ni’matil islaam
wal iman wal hidayah,
 wa kafa bihaa ni’mah,
 allahumma shalli wa sallim
wa barik ‘ala Muhammadin, ibni ‘abdillah,
 wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mawwalah,
amma ba’dah

Yang kami hormati Bapak ibu yang hadir pada saat ini…..
Yang kami hormati dewan juri yang arif dan bijaksana
Serta teman-teman yang sholeh dan sholeha


Marilah kita panjatkan puji SYUKUR, kepada Sang Maha PENGATUR
YANG bila kita  KUFUR, bersiaplah terkena AZAB KUBUR
Dan ke NERAKA, kita akan TERCEBUR
Na’udzubillah tsumma na’udzu…….billah

Shalawat beriring salam kita haturkan
Kepada Pemimpin umat
Kepada Nabi yang memberi syafa’at di hari kiamat
Jika kita mengikuti sunnah nya, maka kita akan selamat
Yaitu Nabiyyulloh, Muhammad SAW

Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema “MENSYUKURI NIKMAT”

Hadirin yang dirahmati Allah,
Sering kita mendengar kata syukur dan nikmat.
Kata syukur dan nikmat berasal dari bahasa Arab
syukur artinya berterima kasih,
sedangkan kata nikmat artinya Pemberian, Anugrah, Enak, Lezat.
Bila digabungkan, Mensyukuri nikmat adalah berterima kasih dengan cara memuji Allah atas segala nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.

Dapat rejeki sedikiiiit .......... Alhamdulillaaah....
Dapat rejeki banyaaaak..... Bersyukurlaaah....
Belum ada rejeki? .......... Bersabarlaaaah.....

Rejeki tidak hanya berupa uang maupun  hartA
kesehatan, keimanan, adalah rejeki yang kita pun tidak bisa menghitungnyA
Bersyukurlah sekarang masih bisa bernafas legA
Mengeluarkan karbondioksidA
Menghirup oksigen sebanyak-banyaknyA
Karena jika kita bernafas dengan oksigen di rumah sakit, sungguh mahal harganyA

Bersyukurlah dengan apa yang ada
mata  masih bisa melihat bunga-bunga
Bapak Ibu masih bisa melihat sayA
Jantung berdetak sebagaimana biasa
Tangan dan kaki membawa kita kemana-mana
 (fabiayyi aalaaaaa i robbikumaa tukadzibaan)
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah, yang kamu dustakan?”

Subhanallah.....
Dengan bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan
Insya Allah, nikmat bertambah
Dan semakin berkah
Al-Qur'an menyebutkan :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ ( إبراهيم : 7 )
Artinya : Dan Ingatlah tatkala Tuhanmu mema'lumkan " Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Kami akan menambah ( nikmat ) kepadamu, dan bila kamu kufur sesungguhnya azab-Ku sangat pedih ( Q.S. Ibrahim : 7 )

Hadirin yang dirahmati Allah....
Untuk bersyukur, tidak perlu banyak aturan:
CUKUP Mengakui dalam hati, menyebut dengan lisan dan menggunakan dalam ketaatan kepada Allah SWT
·         Seperti Nabi Sulaiman ketika diberi kenikmatan, kemudian bersyukur, maka Allah berikan karunia didunia dan akhirat
·         Jangan sampai seperti Qorun, ketika diberi kenikmatan, kemudian kufur, lihatlah!! Qorun mendapat azab didunia dan akhirat.

Semoga Allah menggolongkan kita diantara hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Ya Allah ! bantulah kami dalam mengingat-Mu, selalu bersyukur pada-Mu dan senantiasa beribadah kepada-Mu.

Demikian pidato YANG saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Akhirul kalam....
Assalamu’alaikum wr wb 

“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...