Selasa, 30 Januari 2018

Peci lebih kuat daripada helm

Cara membagikan informasi baik secara perorangan maupun kelembagaan, masing-masing memiliki cara yang unik dalam menyebarkan informasi/ edukasi kepada masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Kepolisian yang meng-edukasi masyarakat melalui video yang lucu. Terkadang cara seperti lebih mengena daripada banyak-banyak kata yang membuat orang bukannya faham, malah bosan

Lihat videonya...... https://youtu.be/xsTyQfynXxU

Dari video tersebut terlihat seorang pengendara sepeda motor (orang madura, tergambar dari baju dan cara bicaranya) yang berkendara tanpa mengenakan helm. Padahal seorang warga negara yang baik haruslah mematuhi tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Ketika sang pengendara di stop oleh polisi, ternyata sang pengendara ini bukannya tak tahu aturan. Malah faham betul mengenai dasar Undang-undang yang mengatur peraturan tersebut. Sejatinya setiap aturan bukan hanya untuk diketahui dan dihafalkan, tapi yang lebih penting lagi yaitu di praktekkan. Karena aturan tersebut dulunya dibuat juga sering terjadinya kecelakaan lakalantas.
Pada pasal 57 Ayat (2) dan pasal 106 Ayat (8) mengatur tentang penggunaan Helm SNI bukan jenis helm lain,bagi pengendara dan juga yang membonceng wajib menggunakan juga. Sanksi bagi pelanggar pasal ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (pasal 291)
Kelengkapan kendaraan
Hal ini merupakan persyaratan yang harus dilaksanakan oleh pengendara,untuk kendaraan yang layak jalan meliputi kaca spion,klakson,lampu utama,lampu rem,lampu penunjuk arah,spidometer,knalpot sesuai standar,kedalaman alur ban. Untuk modifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan telah diatur dalam pasal 106 Ayat (3) dengan sanksi terhadap pelanggaran tersebut,pada pasal 285 Ayat (1) ancaman hukuman pidana kurungan paling lama satu bulan atau tenda paling banyak Rp 250.000


Sekali dua kali melanggar peraturan dan tidak terjadi apa-apa/ kecelakaan kadang membuat seseorang bilang “ah gak papa kok”. Aneh ya...... menaati tata tertib lalu lintas hanya agar tidak terkena tilang. Ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan barulah menyesal. Tidak sadar bahwa menaati tata tertib juga demi keselamatan Anda. Semoga kita semoga SADARKUM...sadar hukum.

Sabtu, 27 Januari 2018

Rumah Belajar Binaan IIP Batam

Komunitas Ibu Professional yang dirintis oleh ibu Septi Peni Wulandani, senantiasa berbagi dan menularkan ilmu-ilmunya yang bermanfaat agar perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitasnya sebagai seorang ibu, istri dan juga sebagai dirinya sendiri. Yang pada akhirnya ilmunya juga ditularkan secara online ke berbagai kota. Salah satu diantaranya kota Batam, yang kepengurusannya di ketuai oleh mbak Erli.


Dalam kontribusinya  meningkatkan kualitas seorang perempuan menjadi lebih unggul dan profesional, pembelajaran yang ada di IIP Batam tidak hanya secara online tetapi juga secara offline.
Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan kopdar untuk setiap rumah belajar dibawah binaan IIP Batam  yang secara resmi  launching pada tanggal 21 Januari 2018 di Tea Box – Khazanah Plasa, Sukajadi. Tapi jangan salah karena rumbelnya selama ini sudah aktif melakukan kegiatan secara offline maupun online. Contohnya seperti rumbel menulis yang sudah menghasilkan beberapa artikel, kemudian rumbel Al qur’an yang sudah aktif belajar tahsin, rumbel Craft yang sudah melakukan kegiatan pelatihan  merajut dan kegiatan rumbel yang lain.

Kegiatan launching kali ini di sertai dengan tausiah oleh Ustadzah Afifatun Nisa, Lc dan belajar Workshop foto oleh mbak Yayuk Wulan W.
Belajar di Komunitas Ibu Profesional itu menyenangkan, tidak menyita waktu,  bisa sambil main dengan anak,  pembelajaran  materi secara online, pemberian tantangan nice homework (NHW) dan ada kegiatan offline yang  memfasilitasi ibu-ibu  untuk bisa belajar sesuai dengan passionnya masing-masing. Anggaplah sesuai dengan bakat dan minat masing-masing mau ikut belajar yang mana.
Yang menarik bagi saya dalam kegiatan launching kali ini adalah  suasananya. Umumnya kegiatan resmi, biasanya anak-anak “diamankan”.  Tapi yang saya lihat kebanyakan ibu-ibu yang hadir membawa serta anak-anak, begitu juga saya. Melihat banyak anak-anak usia balita, saya jadi teringat suasana kegiatan posyandu. Untungnya semua yang ada disitu adalah calon ibu dan ibu yang paham betul bagaimana tingkah polah anak-anak. Anak-anak yang menangis, menjerit, berebut mainan, seliweran di depan pemateri, bermain suara microphone, memainkan bayangannya didepan proyektor, dan masih banyak lagi. Namun demikian tidak menyurutkan niat para ibu-ibu hebat untuk belajar menjadi ibu terbaik bagi mereka.




Kegiatan launching kali ini meresmikan Rumah belajar (Rumbel) yang ada di IIP Batam ada 7. Rumbel nya  antara lain:
Rumah Belajar by Passion:
1.      Rumbel  Craft :  PJ Annisa IstiQamah
2.      Rumbel  Menulis : PJ Lubnah Lukman
3.      Memasak : PJ Safriani
4.      Bisnis : PJ Evi Krisnawati
5.      Menjahit :  PJ Meylisa Eka Putri

Rumah Belajar (Rumbel) by Necessity:
6.      Qur'an Learning Centre IP Batam : PJ Resha Nesia
7.      Homeschooling

Rumbel by passion adalah rumbel resmi  dari pusat IIP,  tempat belajar bagi calon ibu dan ibu yang telah resmi bergabung dan mengikuti pembelajaran di IIP Batam
Sedangkan rumbel by necessity adalah rumbel yang timbul karena kebutuhan ibu atau anak, bukan passion. Bisa jadi antar IIP satu kota dengan IIP Kota lain berbeda.

Sebelum adanya CoC (Code of Conduct) semacam kode etik yang ada di Ibu Profesioanal  tidak ada batasan dalam mengikuti rumbel. Namun setelah adanya materi CoC, maka ada ketentuan  batas maksimal 2 rumbel. Untuk rule yang lain adalah sebagai berikut:

1.      Rumbel ini GRATIS
2.      Rumbel sifatnya tidak wajib
3.      Setiap pengurus dan member hanya boleh mengikuti rumbel by passion maksimal 2 rumbel
4.      Setiap pengurus dan member boleh mengikuti 2 rumbel by necessity, meskipun sudah ikut 2 rumbel by passion

Alhamdulillah banyak tambahan ilmu melalui kegiatan ini antara lain dari materi Ustazah Afifah yang menerangkan bagaimana istri-istri Rosulullah juga mampu mengembangkan potensinya masing-masing. Sedangkan workshop basic photography dengan pemateri mbak Yayuk Wulan, belajar bagaimana cara mengambil foto dari berbagai angle, pengaturan cahaya agar foto terkesan nature, penambahan pernak-pernik foto, dan lain-lain. Juga bisa berkenalan dan bersilaturahmi dengan ibu-ibu hebat yang sama-sama belajar menjadi lebih baik. Semua guru semua murid.

Hasilnya seperti foto dibawah ini yang saya sertakan untuk dinilai dalam perlombaan


Foto untuk lomba
                                                                                                       
foto untuk lomba

Selasa, 23 Januari 2018


Belajar, Belajar dan Belajar

     Dari sejak kecil hingga kini rasanya tak lelah untuk terus belajar. Bila ada umur panjang pun ingin rasanya terus belajar dimanapun dan kapanpun. Miris, mendengar anak-anak jaman sekarang ada yang sekolah ogah-ogahan, diajari malah ganti ngajari,  kuliah sudah dibiayai orang tua masih juga disalahgunakan bahkan tidak serius dalam belajar. Sudah tak sekolah, belajar yang diluar sekolah juga tidak. Jadi bagaimana bisa meng-upgrade diri. Ilmu tidak hanya kita peroleh dibangku sekolah, bahkan diluar sekolah pun banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Asalkan ada kemauan, selalu ada jalan.


    Banyak sekali yang ingin saya pelajari. Tak bosan rasanya mempelajari hal-hal yang baru. Diantara banyak ilmu-ilmu yang ingin saya pelajari ada 2 ilmu yang menjadi prioritas utama. Yang pertama ilmu al Qur’an dan yang kedua ilmu menjadi ibu terbaik untuk anak-anak.  Jujur perihal Al Qur’an ini semakin kita pelajari , entah kenapa justru semakin banyak yang belum kita ketahui. Ketertarikan mempelajari ilmu ini karena dari ke-TIDAKBISA-an.

-          Ya teringat ketika kelas 3 SD saya harus berdiri di belakang papan tulis blackboard karena saya belum hafal surat Al Fatihah. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan hingga kini, rasa malu yang membuatku terus berpacu untuk menjadi lebih baik lagi.

-          Kejadian berikutnya adalah saya ditunjuk untuk mewakili MTQ di kelurahan karena menggantikan peserta lain yang seharusnya tampil tapi tidak bisa karena sakit. Entah apa sebabnya waktu itu guru agama SD kami pak Masruchin menunjuk saya, padahal ketika itu saya belum lagi selesai belajar buku IQRO. Walhasil, membuka al qur’an juz berapa, surat apa, halaman berapa saya tidak tahu. Dan asal membuka Al Qur’an entah halaman berapa dan membacanya dengan terbata-bata, padahal itu adalah perlombaan.

-          Pengalaman ketika SMP, setiap murid dipanggil maju kedepan dan ditest membaca salah satu surat Al Qur’an yang ada dibuku PAI. Karena belum pandai membaca al Qur’an, otomatis saya harus mencari akal bagaimana caranya agar bisa membaca dengan lancar. Dan yang saya lakukan, termasuk tindakan curang (jangan ditiru ya). Dibawah tulisan arabnya saya tulis tipis-tipis dengan pensil , sambil deg-deg an saya membacanya. Entah apa yang ada dipikiran guru saya, duh maafkan kami pak, kami memang harus banyak belajar.

-          Masa-masa di sekolah SMK, ditempat kost kami yang paling indah dan nyaman Jalan Lawu no. 60 dengan segala kehebohannya di pagi hari dan obrolan nya di sore hari serta riewehnya pengaturan jadwal mandi, masak, bersih-bersih dan lain-lain. Lagi-lagi maafkan daku yang dulu sering bising membunyikan bacaan IQRO dengan kencang-kencang. Terima kasih untuk teman kost mbak Dewi Les yang tidak bosan-bosan menjadi guru untuk saya. Karena setiap kali saya tidak paham cara pengucapan hurufnya, disitulah banyak pertanyaan.

-          Ketika bekerja, pernah satu ketika mampir ke tempat budhe dan ikut khataman Al Qur’an. Khataman yang dimaksud adalah beberapa orang membaca secara bergantian dan yang lainnya menyimak sampai selesai. Giliran saya membaca di awal surat terdapat huruf ha dan mim. Saya baca “ha.......ma......”. Kemudian dibetulkan oleh jama’ah yang lain, “mbak itu bacanya haa.....miiiiiiiim. Duh malu kan ya

-          Dan masih banyak kejadian-kejadian lain yang membuat saya merasa malu dan dendam. Malu dan dendam pada diri sendiri karena ini lho Al Qur’an, inilah kita suci umat Islam. Bagaimana kamu bisa menjadikan ia sebagai pedoman hidup sedangkan membacanya saja tidak bisa. Artinya pun tidak tahu. Jadi apa pedomanmu saat ini?

                Selain karena alasan Al Qur’an merupakan pedoman hidup, juga karena kejadian-kejadian yang membuat saya terkesan sehingga menjadi dendam positif juga dikarenakan ketika kita mau berbagi ilmu khususnya Al Qur’an insya Allah pahalanya mengalir (termasuk ilmu yang bermanfaat) bahkan ketika kita sudah tak lagi berjalan dimuka bumi ini. Termasuk 3 amalan yang tetap mengalir pahalanya walaupun kita sudah meninggal. Dan satu hadist lagi yang menguatkan saya:

“Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

                Alhamdulillah dalam proses belajar Al Qur’an ternyata Allah memberikan jalan kemudahan bagi saya untuk belajar Al Qur’an dengan cara mengajar.  Ternyata belajar yang paling efektif adalah dengan cara mengajar. Walaupun tetap harus hati-hati karena jangan sampai kita menyampaikan hal-hal / pemahaman yang salah, sebab yang kita sampaikan adalah Al Qur’an. Otomatis sebelum menyampaikan kepada orang lain, saya sendiri “harus faham terlebih dahulu”, rumus inilah yang kemudian membuat ingatan dan pemahaman saya bertambah.
              
    Untuk selanjutnya kembali ke hadist di atas, “Mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”.  Walaupun sudah mengajar kita harus tetap belajar kepada yang lebih ahli.

     Yang perlu di ingat adalah bahwa setiap guru punya cara tersendiri dalam menyampaikan ilmunya, maka ikhlaslah terhadap apa yang beliau sampaikan baik itu ilmu, kritikan maupun saran. Berlakulah seperti gelas kosong yang siap di isi dan jangan sampai kita seperti gelas dipenuhi oleh air. Ini perlu kita lakukan ketika sedang belajar. Ketika berhadapan dengan guru, saat sedang belajar letakkan semua titel dan jabatan anda diluaran sana. Seperti gelas kosong yang siap di isi oleh air ilmu pengetahuan. Jangan seperti gelas yang kepenuhan, ketika diisi air malah tumpah. Jangan merasa lebih pintar daripada sang guru, karena merasa sudah berilmu akhirnya ketika dihadapan guru kita hanya membandingkan dan mendebat sang guru. Ilmu tidak akan masuk hanya berceceran tiada guna. Insya Allah dengan bersungguh-sungguh dalam belajar dari sekian banyak guru kita akan menemukan titik temu  ilmu yang disampaikan oleh para guru-guru kita.

     Bila kita hanya berguru pada satu guru, biasanya cenderung saklak/ kaku kepada aturan dari guru tersebut. Sehingga pernyataan apapun yang disampaikan oleh guru itu hanya itulah yang menurut dia benar dan yang lain tak sesuai karena tak sepaham atau tak sama dengan yang disampaikan oleh gurunya. Dalam hal ini marilah kita banyak belajar dari banyak guru yang ahli, tidak cukup hanya 1 saja. Karena bila ada kekurangan dalam guru menyampaikan hal itu wajar karena guru juga seorang manusia. Dan bila ada kekurangan dalam menyampaikan bukan gurunya yang salah tapi andalah yang belajar belum selesai tapi sudah menamatkan diri.

    Jurusan ilmu berikutnya yang ingin sya pelajari di universitas kehidupan ini adalah menjadi seorang ibu yang terbaik bagi anak-anak. Seorang ibu yang harus banyak belajar menghadapi anak-anak yang berbeda-beda sifat dan perilakunya dengan keunikannya masing2. Menjadi seorang ibu tidak akan habis untuk diceritakan meskipun berlembar2 kertas sudah dihabiskan.

     Bagaimana seorang ibu mengatur keperluan keluarganya, menghadapi anak-anaknya dengan beragam keunikan. Ketika sudah bisa menemukan solusi untuk mengatasi satu permasalahan, belum tentu solusi tersebut juga bisa kita terapkan bila dikemudian hari berjumpa dengan permasalahan yang sama. Seorang ibu yang pada saat yang sama harus menjadi pendidik yang berkompeten bagi generasi penerusnya.
Semangat menjadi ibu profesional.

#Ibu Profesional
#NHW_1
#KuliahMatrikulasiBatch5
#AdabMenuntutIlmu

Senin, 22 Januari 2018

Cara Cepat Menemukan halaman tiap Juz dalam Al Qur’an

Di bolak-balik sampai berulang kali tapi tak juga menemukan halaman Juz sekian di halaman berapa.....?
Pernah dong merasakan pengalaman itu,..... seperti saya dulu. Tapi Subhanallah, Al Qur’an memang sempurna, tiada tandingannya, diciptakan sedemikian rupa agar mudah dipelajari, dihafalkan dan pada akhirnya bisa diamalkan dalam kehidupan. Al Qur’an sangat menakjubkan dari segi isi, tata bahasa, susunan dll. Salah satu diantaranya ketika Al Qur’an sudah dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang sekarang ini bisa kita pelajari, Subhanallah........ Allah meng-ilhamkan sedemikian rupa susunan/ tata letak di dalam mushaf sehingga yang di tiap-tiap halaman baik itu letak ayat, surat maupun juz tidak ada perbedaan dari dulu (masa Kekhalifahan Utsman bin Affan) hingga sekarang. Yang perlu diperhatikan khususnya di Indonesia, ada 2 jenis mushaf, yaitu mushaf Rasm Utsmany dan mushaf standar Indonesia.

Untuk mushaf Rasm Utsmany sama dengan yang dipakai di 2 kota suci Mekkah dan Madinah, dan di pakai di hampir seluruh umat Islam di dunia. Sedangkan untuk mushaf standar Indonesia ada beberapa macam di antaranya Standar Indonesia versi Depag, ada juga versi Menara Kudus, dll. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah pada penggunaan tanda baca dan alif mati. Untuk lebih detailnya mengenai perbedaan mushaf Rasm Utsmany dan mushaf standar Indonesia akan di bahas penulis di artikel lain.

Salah satu keunikan mushaf Rasm Utsmany mudahnya mengetahui halaman tiap juz dengan cepat.
Rumusnya adalah :




 Contoh pertama 
Mau tau juz 7 di halaman ke berapa?



Contoh kedua :
Anda ingin mengetahui Juz 11 di halaman keberapa?





 Coba soalan berikut ini....
Juz 24 ada di halaman ke berapa? ...............

Coba lagi....
Juz 15 ada di halaman ke berapa? ...............
Juz 27 ada di halaman ke berapa? ...............
Juz 29 ada di halaman ke berapa? ...............


Selamat mencoba & silahkan share bila bermanfaat. Semoga jadi amal jariyah kita.
Alhamdulillah....

Kamis, 18 Januari 2018

Pelatihan Gratis “Workshop Photoshop”
BKPRMI Kec. Sagulung

            Akhir tahun Masehi identik dengan perayaan hura-hura, tiup terompet, pesta-pesta barbeque, konvoi dan lain-lain yang disudut belahan bumi Indonesia hal ini lazim dilakukan. Mau jadi apa negeri ini bila akhlak para remaja/ pemudanya seperti itu. Dimanakah warisan sikap patriotik dan agamis para pendiri serta penggerak yang mampu merebut kemerdekaan Indonesia ini. Dulu Indonesia merdeka karena kekuatan para generasi muda. Kini dalam mengisi pembangunan Indonesia seharusnya para pemudalah  yang turun menyingsingkan lengan baju.  Hal inilah salah satu yang mendasari berkumpulnya beberapa orang yang tergabung dalam kepengurusan BKPRMI Kec. Sagulung untuk mendorong dan membangun karakteristik para pemuda remaja agar menjadi generasi yang kuat, amanat dan cerdas secara intelektual serta tetap dalam koridor Islam.

            Disaat remaja-remaja lain melakukan hal-hal yang tak tentu arah kegiatannya, maka berbeda dengan yang dilakukan oleh remaja masjid dan mushola yang dimotori oleh BKPRMI Kec. Sagulung  Kota Batam.
            Di moment akhir tahun  2017, BKPRMI mengadakan kegiatan pelatihan gratis Workshop Photoshop. BKPRMI Kec. Sagulung yang diketuai oleh Bapak Saptono, SH  didukung dengan pengurus-pengurus yang memang sudah banyak berpengalaman ini banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat. Organisasi BKPRMI khususnya di daerah Sagulung setelah vakum sekian lama, memang belum lama terbentuk tetapi sepak terjangnya patut diperhitungkan. Melalui pengurus bidang IPTEK yaitu Pak Zulferi berkolaborasi dengan Pak  Siyam, terlaksanalah kegiatan pelatihan Photoshop.
Kegiatan BKPRMI Kec. Sagulung
            Kenapa kegiatan Workshop Photoshop? Kok bukan kajian-kajian atau kegiatan yang lain? Latar belakang kenapa diadakan pelatihan Photoshop adalah agar para remaja bisa mengimbangi perkembangan teknologi. Dijaman yang serba canggih ini kepintaran otak lebih diperlukan daripada kekuatan otot. Hal ini juga merupakan aplikasi dari surat Al Maidah ayat 9 :
وَلْيَخْشَالَّذِينَلَوْتَرَكُوامِنْخَلْفِهِمْذُرِّيَّةًضِعَافًاخَافُواعَلَيْهِمْفَلْيَتَّقُوااللَّهَوَلْيَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًا
Artinya :
“Hendaklah takut (kepada Allah) orang yang, bila (wafat dan) meninggalkan keturunan tiada berdaya, kuatir akan nasib mereka. Hendaklah mereka bertakwa kapada Allah, dan mengatakan kata-kata yang benar. “

Seperti nasihat Rasululllah Saw. kepada Sa’ad bin Abi Waqas, agar merasa takut jika meninggalkan ahli warisnya dalam keadaan lemah. Hadist nabi:
انكانتذرورثتكاغنياءخيرمنأنتذرهمعالةيتكففونالناس

Artinya:
“Sesungguhnya apabila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan mampu itu lebih baik daripada meninggalkannya dalam keadaan lemah tiada berdaya, sehingga menggantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain.”

            Dijaman perkembangan  teknologi apa jadinya bila remaja hanya menjadi user setiap aplikasi sosial media. Banyak remaja pandai memainkan komputer, laptop atau gadget hanya untuk chat-chat sosmed yang terkadang banyak mudharatnya. Belum lagi remaja yang hanya berkutat pada game-game online pada akhirnya mematikan perkembangan otak, membuat ketagihan, akhirnya menimbulkan kejahatan di masyarakat.  Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta bisa :
-          Memiliki skill komputer program Photoshop
-          Menggunakan teknologi dengan hal-hal yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan
-          Mendukung dakwah di jaman yang semakin canggih
-          Mengokohkan persatuan dan menyatakan diri sebagai remaja yang siap memakmurkan masjid/ mushola
-          Membuat spanduk, backdrop, brosur dan lain-lain hasil karyanya sendiri, bisa mendorong timbulnya satu bentuk usaha kecil
            Alhamdulillah, pada hari Ahad, 31 Desember 2017 diselingi dengan hujan yang tak kunjung reda kegiatan ini bertempat di aula Masjid Raudhatul Jannah, Perumahan Griya Permai. Kegiatan ini dimulai jam 09.00 WIB mundur dari jadwal semula jam 08.00 dikarenakan cuaca hujan sehingga peserta datang agak lambat dan juga kendala teknis ada beberapa laptop peserta yang belum dilengkapi/ install dengan aplikasi Photoshop.
            Diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian Mars BKPRMI dan sambutan oleh Ketua BKPRMI Kec. Sagulung, Saptono,SH yang berharap kegiatan ini terus berkesinambungan, dan diikuti kegiatan-kegiatan yang lainnya. Karena di BKPRMI ada kepengurusan yang membidangi  beberapa bagian/ divisi.

            Sambutan selanjutnya oleh pengurus BKPRMI Kota Batam dalam hal ini diwakili Bapak Salman Al Farisi, M.Pd yang menyampaikan sebuah kutipan hadist tentang menuntut ilmu yang artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan.” Beliau juga menyatakan bahwa dari 12 kecamatan yang ada baru kali ini lah ada kegiatan pelatihan gratis Workshop Photoshop yang diadakan oleh BKPRMI. Semoga ini bisa dipertahankan dan menjadi contoh bagi yang lain. Aamiin.

            Pelatihan yang dihadiri oleh kurang lebih 40 orang, dengan narasumber Bapak Muryanto seorang direktur salah satu Rumah Kreatif dan  beliau memang sudah banyak berkiprah di bidangnya. Apakah yang datang ikut pelatihan hanya remaja-remaja saja? Tidak. Yang datang tidak hanya remaja jaman now, tapi juga remaja jaman old. Ada yang memang tadinya mengantar anaknya saja, ada yang mengantar anak sekaligus membimbing dan ada emak-emak  memang mendaftarkan diri sebagai peserta.

            Pelatihan kali ini bukan hanya secara teori tapi langsung praktek. Setiap peserta diwajibkan membawa laptop yang sudah terinstall aplikasi Photoshop. Peserta diberikan file untuk bahan latihan dan tentu saja di akhir kegiatan diberikan apresiasi berupa piagam sebagai peserta pelatihan tepat ketika adzan dhuhur berkumandang.
            Testimoni salah satu peserta, “Alhamdulillah, saya bisa ikut pelatihan ini. Dulu saya ingin bisa meng-edit gambar-gambar seperti ini tapi qodarulloh belum terlaksana. Saya pernah bertanya ke sebuah tempat kursus untuk belajar komputer dengan program Photoshop biayanya lumayan mahal. Ini untuk pertama kalinya saya belajar program ini, sudahlah gratis bermanfaat lagi. Harapan saya kegiatan positif ini bisa dilanjutkan.”

Pada akhirnya tak bisa dipungkiri di era modern ini,  science is power. Bahkan  rasulullah SAW bersabda:  “Keutamaan orang berilmu dengan orang yang papa pengetahuan laksana rembulan yang meredupkan jutaan kemilaunya bintang-gemintang di angkasa luar.”

            Adanya respon positif dari berbagai kalangan memang sangat diharapkan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti ini akan secara kontinyu diagendakan. Pola pikir remaja yang menganggap bahwa kegiatan di masjid dan mushola hanya duduk mendengarkan ceramah, pelan-pelan bisa kita rubah. Bahwa kegiatan remaja masjid dan mushola bisa mereka adakan dengan kegiatan yang unik dan kreatif tapi tetap dalam koridor dakwah dan untuk berdakwah. Semakin lama mereka diharapkan semakin mencintai dan memakmurkan masjid dan mushola sehingga tanpa disuruh/ diperintah, sudah dengan sendirinya mereka akan terus meng-upgrade diri untuk mengaji dan menambah pengetahuan agama Islam. Inilah bibit-bibit generasi Qur’ani.
 Pengurus dan penggerak remaja masjid/ mushola adalah mereka para remaja yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan dan menggantikan generasi pemimpin saat ini yang semakin menua dimakan usia. Membangun generasi remaja yang cerdas baik di bidang intelektual maupun moral, merupakan hal yang mendasar tak dapat ditawar-tawar,  upaya mewujudkan remaja masjid/ mushola yang sholeh dan sholehah, menjadi generasi qur’ani di masa yang akan datang. Allahu Akbar.






Belajar Menulis bersama IIP Batam
     
Sebuah cerita bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan. Cerita yang disampaikan secara lisan membutuhkan kata-kata yang menarik disertai ekspresi, mimik dan gaya agar cerita bisa dipahami pendengar. Lihatlah ekspresi orang yang mendengarkan, ada yang datar, ada yang terbawa suasana seolah-olah masuk kedalam cerita, ada yang outfocus, cuek dan lain-lain. Dipengaruhi oleh gaya dari orang yang menyampaikan cerita, kondisi saat itu dan suasana hati dari pendengar itu sendiri.

            Saya sendiri sangat suka membaca buku cerita baik fiksi maupun kisah nyata. Dari usia SD setiap buku cerita apapun habis saya lahab. Ketika SMP sering duduk manis di perpustakaan. Lanjut di SMK sering berhenti didepan mading membaca cerpen hasil karya teman-teman yang lain. Ketika kuliah dan kerja selalu mencari tahu dimana ada perpustakaan. Trus tulisanmu sendiri kapan dibaca orang?

            Iya kapan. Ketika sekolah saya tidak pandai membuat karangan. Tidak pandai berkata-kata apalagi bercerita. Mungkin karena itu saya hanya menjadi pembaca setia. Maka ketika di sebuah grup Foundi IIP Batam ada woro-woro tentang rumbel (rumah belajar) saya ikut rumbel menulis.  

            Ya... menulis. Asyiknya bisa menulis.  Bisa menuangkan ide, bisa berbagi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Dan alhamdulillah dengan bergabung di rumbel Menulis IIP Batam, saya bisa menuangkan ide-ide ke sebuah blog  www.alumistory.com . Ide atau gagasan yang selama ini hanya mengendap di perasaan dan berada dipikiran.  Menghasilkan sebuah tulisan itu rasanya sesuatu banget. Bertemu dengan orang-orang dengan passion yang sama. Menyelesaikan setiap tantangannya dan saling berbagi ilmu serta informasi. Semoga setiap tulisan saya bermanfaat bagi para pembaca.


Senin, 15 Januari 2018

Tips Menjahit Tas
           
            Setiap orang punya style gaya tas masing-masing. Untuk kaum pria model  tas tidak begitu penting, karena bagi mereka yang terpenting fungsi tasnya. Hal ini tidak berlaku untuk kaum hawa. Jangan kaget bila ada seorang perempuan beli tas hanya untuk jadi menambah koleksinya. Rela mencari uang hanya untuk membeli tas sesuai keinginannya. Rela mengorbankan uang belanja bulanan hanya untuk membeli tas sesuai keinginan (yang ini jangan ditiru). Bagi orang lain mungkin ini sangat mengherankan. Motif membeli tas hanya untuk koleksi. Aneh apa tidak? 

Itulah uniknya kaum hawa, tas dibeli bisa karena beberapa alasan antara lain karena:

-       ∎ Butuh. Untuk camping, beli tas camping, untuk pulang kampung, beli travel bag, untuk kosmetik ada tasnya, buat perlengkapan mandi ada lagi tasnya tersendiri.
-        ∎Ingin. Lihat-lihat katalog, jalan-jalan ke mall, terlihat tas menarik cantik unik jadi pengen
-       ∎Suka/ hobi. Contoh suka warna pink, segala tas warna pink dibeli mulai dari tas slempang, tas ransel, tas etnik, tas kondangan, dll. Ada yang hobi merk tertentu, setiap ada tas keluaran terbaru dari merk yang disukainya, tak pernah absen untuk membelinya.
-          ∎ Iri. Kawan punya tas kayaknya bagus, ehm jadi pengen punya tas yang kayak begitu.
-        ∎Menambah koleksi. Setiap musim atau setiap tahun, tas yang menjadi trend selalu di update. Tidak sah rasanya kalo koleksinya hanya tas model-model jadul, maka dikejarlah itu tas-tas jaman now yang paling trendy masa kini.
-        ∎ Buat pasangan baju. Punya baju cantik, baju favorit dicarikanlah tas yang cantik yang cocok ketika dipakai. Bisa yang semotif atau sewarna.

            Mengenai harga tas itu relatif. Ada yang murah, sedang, mahal dan sangat mahal. Yang murah meriah kalau dibatam yaitu tas-tas sekenan (jangan salah ya tas sekenan itu kadang-kadang sudahlah murah, kualitas bagus pula dan tas kresek tidak masuk ke pembahasan saya ya). Yang sedang tas-tas di pasar-pasar kaget,  supertmarket, online shop. Tas yang harga mahal bisa dijumpai di mall-mall, di online shop juga ada dan di katalog MLM. Yang sangat mahal sile cek tas-tas merk tertentu karena rate harganya tidak lagi ratusan ribu, tapi sudah jutaan bahkan puluhan dan ratusan juta. Mau nyaingin artis sono  deh. Tas para socialita dipakai bukan karena fungsinya tapi karena brand tertentu.

            Tapi beberapa hal diatas tidak berlaku untuk semua wanita ya. Tidak semua.

Mewah atau sederhana adalah sebuah pilihan

            Sepenggal pengalaman saya setelah memiliki sebuah tas yang lebih suka saya bawa kemana-mana ketika pergi ke sebuah kegiatan karena fungsinya seperti tas doraemon. Bila tas doraemon itu terletak didepan, tapi tas yang baru saya beli adalah tas yang dicangklong di belakang. TAS RANSEL yang menampung semua item mulai dari buku, makanan, baju dan setiap perlengkapan yang diperlukan.

            Belum lama saya membeli  tas ini, baru 3 hari terjadilah tragedi itu. Ketika malam tas yang saya letakkan begitu saja dilantai,  paginya hendak berangkat sekolah terlihat sobek. Dari sobekannya bisa saya pastikan itu adalah bekas gigitan tikus, karena bekas sobekannya bergerigi dan membentuk lubang bulat. Setelah cek didalam tas, memang di dalam ada tas sisa makanan yang tercecer. Rupanya itulah yang menarik bagi mbak siti(kus). Tikus yang terkadang mampir masuk kerumah tanpa diundang dan pulang tidak diantar.  Masya  Allah, kus....... kamu nggak tau ya kalau tas ini baru beli. Pyuuhhh. Ujian...... cobaan........azab.....



            Beberapa lama saya tetap memakai dan membiarkan tas dalam kondisi berlubang. Esoknya baru teringat pengalaman sewaktu SMA, menutup rok yang sobek dengan gambar  bordiran diatas kain. Saya pun mencoba mengaplikasikannya di tas yang sobek tadi. Ternyata hasilnya kurang memuaskan karena nyata sekali nampak tambalannya. Sobekan karena sobek dengan sobekan bekas gigitan memang berbeda bentuknya.  Heh, edisi tas baru beli, tak dipakai sayang, mau dipakai tapi berlobang. Tak sengaja ketika dikampus melihat salah satu kawan saya pandai sekali membuat rajutan. Terlintaslah ide menutupi lubang sobekan dengan bunga rajutan. Tapi saya tidak menyarankan model bunga untuk laki-laki karena model ini terkesan feminim. Tarra....... bunga rajutan hasil karya sahabat saya siap untuk diaplikasikan di tas yang sobek.








            Yang perlu diperhatikan bunga rajutan ukurannya harus lebih besar daripada sobekan/ lubang yang akan ditutup pada tas. Bila bunga rajutan sudah siap langsung saja menjahit tas, menutup lubang sobekan pada tas dengan menggunakan jarum tangan dan benang yang sewarna dengan bunga rajutan. Tidak perlu repot-repot menggunakan mesin. Insya Allah hasilnya sangat sempurna menurut saya. Tidak terlihat ada sesuatu yang janggal. Malah terkesan seperti sebuah karya seni yang diaplikasikan pada sebuah tas. Chic n cantik. Selamat Mencoba.


Aplikasi catatan keuangan di Android                           Aplikasi sed...