Rabu, 10 Oktober 2018

Hari ketujuh sol sepatu



Hari rabu saya mengajar ngaji sampai adzan isya untuk kelas SMP. Dan setelah itu kami makan bersama-sama.
“Ummi, besok bangunin kakak jam 5 pagi ya?”, kata si sulung.
“Iya kak insya Allah. Tapi beneran nih kakak mau bangun jam 5? Biasanya kan susah kali ummi bangunin kakak”, jawab saya. Dari kemaren yang diceritakan si sulung memang soal lomba volly. Kakak sangat bersemangat untuk ikut latihan untuk perlombaan volly ini.

“Iya mi bangunin jam 5. Soalnya kami besok mau lomba volly di sekupang, jadi jam 6.30 sudah disekolah. Kalo enggak nanti ditinggal. Kakak besok bawa apa aja ya Mi.” Lanjutnya.
“Bawa apa ya. Biasalah paling jangan lupa botol minumnya”, jawab Ummi.
Dan tanpa saya komando, si sulung sudah menyiapkan keperluannya untuk perlombaan besok. Baju sudah disetrikanya sendiri. Baju olahraga, jilbab dan sepatu.

“Ummi, ummi punya sol sepatu nggak?” tanya si sulung.
“Sol sepatu? Ya enggak punya. Ummi punya nya ya semir sepatu”, jawab Ummi.
“A iya itu maksud kakak. Semir untuk sepatu”, katanya.
“Iya ambillah di tangga itu,” kata Ummi.

Saya sebenarnya sudah tahu kebiasaan si sulung ini, pura-pura nanya tapi sebenarnya sudah tahu tempat barang yang di inginkannya. Dan tidak hanya sepatunya saja yang disemir tetapi sepatu saya juga disemirnya sekalian. Alhamdulillah nak, kalau tiap hari kayak gitu mah senang hati makk.


#Harike7
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Semua anak adalah bintang 8

Hari sudah sore menjelang magrib. Kak Khana bertanya kepada saya dimana letak kunci motor Scoopy. Biasanya kalau bertanya seperti itu kare...