Minggu, 07 Desember 2025

“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

 Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami

Karya: Alumi Ulum

 

Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtidaiyah, kemampuan berbicara di depan umum semakin menjadi kebutuhan penting. Banyak guru dan orang tua mencari panduan yang mudah dipahami namun tetap efektif untuk membantu anak tampil percaya diri saat lomba pidato Islami. Buku “Ragam Pidato Anak Islami (Tips dan Trik Lomba Pidato untuk Anak + Bonus Teks Pidato Sang Juara)” karya Alumi Ulum adalah salah satu referensi yang layak dipertimbangkan.

 

Sekilas Tentang Buku

v  Jumlah halaman: 134 halaman

v  Ukuran: 14 × 20 cm

v  Editor: R. Azizah

v  Setting & Layout: Azizah Publishing

v  Desain Sampul: Miftahuddin Al-Afasyh

v  ISBN: 978-623-6912-09-6

v  Cetakan pertama: Desember 2020

Informasi ini menunjukkan bahwa buku disiapkan dengan standar penerbitan yang baik dan profesional.

 

Mengapa Buku Ini Menarik?

Buku ini ditulis oleh Alumi Ulum, seorang pembimbing berpengalaman yang telah lama mendampingi anak-anak TPQ dan MI dalam berbagai perlombaan pidato Islami. Banyak dari anak binaannya berhasil meraih juara, dan pengalaman itulah yang diolah menjadi panduan praktis dalam buku ini.

Pembaca akan merasakan bahwa tips dan trik yang ditulis tidak hanya hasil teori, tetapi benar-benar berasal dari pengalaman lapangan yang nyata dan relevan.

 

Isi Buku yang Mudah Dipraktikkan

Buku ini membahas berbagai aspek penting dalam pembinaan pidato anak, mulai dari teknik dasar berpidato, cara membangun keberanian dan kepercayaan diri, pengaturan suara, ekspresi, serta gerakan tubuh, hingga strategi latihan yang sederhana namun efektif. Selain itu, buku ini juga mengulas kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam lomba pidato serta dilengkapi bonus teks pidato Islami yang telah terbukti berhasil mengantarkan peserta meraih juara. Bagian bonus teks pidato menjadi salah satu keunggulan buku ini karena memudahkan guru dan orang tua dalam memberikan contoh materi yang siap digunakan.

 

Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini?

Buku ini sangat relevan untuk:

v  Guru TPQ

v  Guru MI

v  Pembina ekstrakurikuler pidato

v  Orang tua yang ingin memberi pelatihan tambahan di rumah

Materinya ringan, praktis, dan dapat langsung diterapkan meskipun pembaca tidak memiliki latar belakang pelatihan pidato.

 

Kesimpulan

Ragam Pidato Anak Islami adalah buku yang tidak hanya memberikan panduan teknis, tetapi juga membangun nilai-nilai karakter Islami dalam diri anak. Ditulis dengan gaya yang ramah, jelas, dan mudah diikuti, buku ini menjadi referensi yang tepat bagi siapa pun yang ingin mendukung anak tampil maksimal saat lomba pidato.

Buku ini merupakan pilihan yang tepat bagi pendidik dan orang tua yang ingin menghadirkan pengalaman belajar pidato yang menyenangkan, bermanfaat, dan penuh makna. (By El)

 

Kamis, 16 Oktober 2025

 Guru yang Dilaporkan: Ketika Niat Mendidik Berbalik Jadi Jerat Hukum

Oleh: Lumiati

 

Media sosial pada hari ini sedang hangat oleh berita guru yang dilaporkan ke polisi karena menampar muridnya. Tak mengherankan karena memang beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan kita berkali-kali diguncang oleh kabar serupa: seorang guru dilaporkan ke polisi karena menegur atau menindak siswanya secara tegas. Ada yang menampar karena emosi, ada pula yang menegur keras karena ingin mendisiplinkan. Niatnya sederhana ingin membentuk karakter anak agar lebih sopan dan bertanggung jawab. Namun di era sekarang, niat baik itu bisa berubah menjadi bumerang.

Sekali video tersebar di media sosial, satu potong gambar tanpa konteks cukup untuk mengubah sosok guru menjadi “tersangka kekerasan anak”. Orang tua langsung marah, media berbondong-bondong memberitakan, dan masyarakat pun menghakimi. Di tengah derasnya arus emosi publik, suara penjelasan sering kali tenggelam.

Fenomena ini menimbulkan satu pertanyaan besar: apakah profesi guru kini sedang kehilangan perlindungan sosialnya?

 

Guru Dulu dan Sekarang

Bagi generasi yang tumbuh di era 1970–1990-an, guru adalah sosok yang nyaris sakral. Tamparan atau cubitan kecil dari guru dulu tak pernah dianggap penghinaan. Justru itu menjadi pelajaran moral agar kita tahu batas. Kalimat “guru adalah orang tua di sekolah” bukan sekadar ungkapan, tapi benar-benar dihayati.

Namun, dunia telah berubah. Pola asuh modern, kesadaran hak anak, serta perkembangan media sosial mengubah segalanya. Apa yang dulu dianggap “teguran mendidik” kini masuk kategori kekerasan. Orang tua yang dulu menyerahkan urusan pendidikan anak ke sekolah, kini ikut menjadi pengamat dan hakim.

Tentu saja, perubahan ini tidak salah. Pendidikan seharusnya bebas dari kekerasan. Anak-anak memang berhak mendapatkan perlakuan yang aman dan penuh kasih. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika batas antara “mendidik dengan tegas” dan “melakukan kekerasan” menjadi sangat kabur.

Banyak guru akhirnya merasa serba salah: bila dibiarkan, siswa tidak disiplin. Bila ditegur, bisa dilaporkan. Bagi sebagian guru, ruang mendidik kini terasa semakin sempit.

 

Dampak Sosial: Guru di Bawah Bayang-Bayang Takut

Maraknya laporan hukum terhadap guru membawa dampak sosial yang tidak kecil. Rasa takut menegur membuat wibawa guru perlahan pudar di depan siswa. Beberapa guru bahkan memilih “diam” ketika melihat murid melanggar aturan, karena tidak ingin berurusan dengan hukum.

Padahal, di ruang kelas yang ideal, guru bukan hanya penyampai materi, tapi juga pembentuk karakter. Ia mendidik dengan ketulusan, menegur dengan kasih, dan menanamkan nilai-nilai yang kadang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata. Tapi kini, kehangatan itu perlahan tergantikan oleh kekhawatiran.

Bagi banyak guru, ancaman laporan orang tua terasa seperti pedang bermata dua. Ia bukan hanya menggerus rasa percaya diri, tapi juga mengikis makna luhur profesi itu sendiri. Ketika guru takut mendidik, maka pendidikan kehilangan ruhnya.

Lebih jauh, muncul fenomena sosial baru: siswa yang berani menantang guru dengan kalimat, “Awas nanti saya lapor.” Situasi ini tentu mengkhawatirkan. Anak yang seharusnya belajar menghormati justru tumbuh dalam pola pikir reaktif, bukan reflektif.

 

Hukum dan Keadilan yang Perlu Keseimbangan

Dari sisi hukum, tindakan fisik terhadap anak memang tidak dapat dibenarkan. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan tegas melarang segala bentuk kekerasan, bahkan dengan dalih mendidik. Pasal 80 ayat (1) mengatur ancaman pidana hingga tiga tahun enam bulan bagi pelaku kekerasan terhadap anak.

Namun, hukum juga seharusnya tidak berdiri kaku tanpa mempertimbangkan konteks pendidikan. Sebab, tidak semua tindakan guru lahir dari niat jahat. Sebagian justru lahir dari tanggung jawab moral untuk menjaga perilaku anak didiknya.

Dalam waktu yang sama, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebenarnya menjamin perlindungan hukum bagi guru. Sayangnya, perlindungan itu kerap hanya tertulis di atas kertas. Banyak guru tidak tahu bagaimana mengaksesnya. Ketika kasus terjadi, mereka lebih dulu disalahkan sebelum sempat menjelaskan.

Artinya, keadilan harus berjalan dua arah. Anak harus dilindungi dari kekerasan, tetapi guru pun harus dilindungi dari kriminalisasi yang berlebihan. Tanpa keseimbangan ini, pendidikan hanya akan melahirkan ketakutan, bukan keteladanan.

 

Peran Orang Tua dan Media Sosial

Kasus guru yang dilaporkan kerap bermula dari satu hal: kurangnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Banyak orang tua yang langsung marah tanpa menanyakan duduk perkara. Ketika emosi menguasai, laporan polisi menjadi pilihan pertama, bukan dialog.

Padahal, sekolah dan rumah seharusnya menjadi dua tangan yang bekerja sama. Anak belajar disiplin di sekolah, dan nilai-nilai itu dikuatkan di rumah. Bila hubungan ini rusak, pendidikan kehilangan harmoni.

Di era media sosial, persoalan makin rumit. Video potongan detik-detik insiden bisa viral dalam hitungan jam, tanpa konteks dan klarifikasi. Opini publik terbentuk lebih cepat daripada proses keadilan. Di sinilah tantangan terbesar pendidikan kita: bagaimana menjaga kehormatan guru di tengah masyarakat yang gemar menghakimi berdasarkan potongan video, bukan penjelasan utuh.

 

Dalam Pandangan Islam: Guru Adalah Cahaya

Dalam ajaran Islam, guru memiliki kedudukan yang sangat mulia. Guru adalah pewaris para nabi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Abu Dawud)

Menghina, merendahkan, atau mempermalukan guru tanpa alasan yang benar sama saja dengan memadamkan cahaya ilmu itu sendiri. Sebab ilmu tidak akan masuk ke hati yang keras dan sombong terhadap pemberinya.

Al-Qur’an juga menegaskan:

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar [39]: 9)

Ayat ini bukan hanya mengangkat derajat orang berilmu, tapi juga mengingatkan kita untuk menghormati mereka. Imam Syafi’i pernah berkata,

“Barang siapa tidak memuliakan guru dan tidak menjaga kehormatannya, maka keberkahan ilmu akan dicabut darinya.”

Artinya, menghormati guru bukan soal sopan santun semata, tetapi bagian dari ibadah. Ketika masyarakat kehilangan rasa hormat terhadap guru, maka sebenarnya yang hilang adalah keberkahan ilmu di tengah-tengah kita.

 

Mencari Jalan Tengah: Tegas Tanpa Kekerasan, Lembut Tanpa Takut

Pendidikan tidak bisa hanya berpihak pada satu sisi. Guru perlu belajar untuk mengendalikan emosi dan menggunakan metode non-kekerasan, seperti pendekatan psikologis, sistem poin, atau pembinaan karakter. Tapi di sisi lain, masyarakat juga harus memberi ruang bagi guru untuk bersikap tegas tanpa khawatir dikriminalisasi.

Sekolah seharusnya memiliki mekanisme penyelesaian internal yang jelas sebelum kasus dilaporkan ke aparat hukum. Dengan demikian, semua pihak dapat menilai secara objektif apakah tindakan guru masih dalam koridor mendidik atau sudah melampaui batas.

Pemerintah juga perlu memperkuat pelatihan profesionalitas dan perlindungan hukum bagi guru. Guru tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian di tengah perubahan sosial yang begitu cepat. Mereka membutuhkan dukungan moral dan kebijakan yang berpihak.

 

Menjaga Martabat Guru, Menjaga Masa Depan Bangsa

Guru adalah cermin peradaban. Ketika guru takut mendidik, ketika guru lebih sibuk menjaga diri daripada membentuk karakter murid, maka bangsa ini sedang kehilangan arah.Kita boleh memperjuangkan hak anak, tetapi jangan lupa, guru juga manusia yang berjuang dengan keterbatasan. Mereka tidak hanya mengajar huruf dan angka, tetapi juga menanamkan nilai, menuntun akhlak, dan memelihara harapan.

Sudah saatnya masyarakat berhenti mudah melapor, dan mulai kembali berdialog. Karena pendidikan yang sejati tidak bisa tumbuh dari rasa curiga, melainkan dari kepercayaan dan kebersamaan.

 

“Guru bukanlah manusia sempurna, tapi tanpa guru, tak ada manusia yang mengerti arti kesempurnaan.”
Dan selama kita masih menghormati guru, bangsa ini masih punya harapan.

 

Minggu, 14 Agustus 2022

Manfaat kembang 7 rupa

 

Indonesia memiliki kekayaan yang belum tentu dimiliki oleh negara lain. Seperti contohnya tanaman berupa bunga. Berbagai macam dan jenis bunga yang ada di Indonesia tumbuh dengan subur. Hal ini mempengaruhi tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Salah satunya yaitu mandi kembang 7 rupa, penggunaan bunga dalam tradisi perayaan adat, dan lain-lain.
Kembang 7 rupa dalam istilah lainnya sering disebut kembang setaman. Istilah kembang sendiri sinonimnya bunga. Saat mendengar kata mandi kembang 7 rupa maka pikiran sebagian masyarakat Indonesia langsung tertuju kepada hal-hal yang magic dan gaib. Betul? 
Namun taukah Anda bahwa ternyata dari 7 jenis bunga tersebut, semuanya memiliki manfaat yang sangat beragam. Terlepas dari kepercayaan dan keyakinan bahwa rangkaian bunga-bunga tersebut memiliki efek magis atau tidak. Saya tidak mengatakan hal ini boleh atau tidak boleh. Tapi saya mencoba menelisik lebih jauh manfaat dari setiap jenis bunga yang digunakan.
Apa saja sih bunga yang dimaksud dalam kembang 7 rupa itu? Antara lain: 
1) Bunga Melati 
2) Bunga Cempaka Putih (Kantil)
3) Bunga Mawar Merah
4) Bunga Mawar Putih
5) Bunga Sedap Malam
6) Bunga Kenanga
7) Bunga Melati Gambir

Penjelasan manfaatnya adalah sebagai berikut ini:

1. Bunga Melati 
Bunga melati bisa dijadikan sebagai losion dan aromaterapi. Kandungan minyaknya bersifak antioksidan, antiradang dan antibakteri. Bagus untuk kesehatan maupun kecantikan. Manfaatnya yaitu:
a. Antiseptik Alami
b. Anti Penuaan
c. Mengatasi Kulit Sensitif
d. Meratakan Warna Kulit
e. Membantu Mengontrol Minyak Berlebih
f. Pelindung Kulit Kepala

2. Bunga Cempaka Putih (Kantil)
Bunga cempaka atau yang dalam bahasa ilmiah dijuluki dengan nama Magnolia champaca merupakan salah satu jenis bunga yang sangat mudah dijumpai di negara Asia, termasuk Indonesia. Manfaat bunga cempaka antara lain:
a. Mengatasi Radang Gusi
b. Meredakan Rasa Cemas dan Gelisah
c. Menangkal Efek Radikal Bebas
d. Menjaga Kadar Gula Darah
e. Mengatasi Vertigo
f. Meredakan Batuk Berdahak
g. Mengatasi Penyakit pada Saluran Pernapasan
h. Mengatasi Keputihan
i. Menjaga Berat Badan
j. Meringankan Gejala Menopause

3. Bunga Mawar Merah
 
Manfaat Bunga Mawar Bagi Kulit
Terdapat berbagai khasiat bunga mawar yang bisa mempercantik kulit kamu. Dari mulai kulit berjerawat hingga kusam, bunga mawar dapat membantu kamu untuk mengatasi masalah tersebut. 
a. Obat Jerawat Alami
b. Melembabkan Kulit Wajah
c. Mencerahkan Warna Bibir
d. Mengatasi Peradangan pada Kulit
e. Menghambat Penuaan Dini
 
Manfaat Bunga Mawar untuk Kesehatan
Selain menjaga kecantikan kulit, khasiat bunga mawar lainnya yaitu dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Apa saja manfaat bunga mawar untuk kesehatan tubuh? Bagaimana cara pengolahannya agar bermanfaat bagi tubuh?
a. Baik untuk Sistem Pencernaan
b. Meredakan Sakit Kepala
c. Menurunkan Berat Badan
d. Meningkatkan Sistem Imun
e. Menyehatkan Mata

4. Bunga Mawar Putih

Berbicara tentang manfaat dan khasiat dari bunga mawar sendiri tidak lepas karena kandungan yang telah ada di dalamnya. Untuk kandungan yang telah ada sangatlah banyak sekali dan bermanfaat untuk kesehatan. Untuk anda yang ingin mengetahui apa saja manfaat dan khasiat bunga mawar putih, berikut inilah manfaatnya.
a. Menjaga kesehatan mata
b. Menjaga kesehatan rambut
c. Menjaga kesehatan kulit
d. Menurunkan tekanan darah.
e. Menghilangkan jerawat
f. Merileksasikan diri
g. Menghilangkan bau mulut
h. Mengobati nyeri haid
i. Mengobati kaki bengkak
j. Melancarkan saluran pencernaan
 
 5. Bunga sedap malam
Bunga sedap malam atau tuberose flower merupakan salah satu bunga yang banyak dikenal oleh orang Indonesia. Bunga ini juga telah ditetapkan sebagai flora identitas Jawa Timur. Namun, tahukah bahwa bunga sedap malam sebenarnya bukan bunga asli Indonesia?
Bunga ini diperkirakan berasal dari Meksiko dan dibawa masuk ke Indonesia sejak masuknya bangsa Eropa dan Tiongkok ke Indonesia.
Biasanya, bunga ini mekar dan menebarkan aroma wangi yang khas pada malam hari.
Nah, dari sinilah orang Indonesia menyebut bunga ini dengan sebutan bunga sedap malam.
Bunga sedap malam memiliki wangi yang semerbak dan bentuk serta nuansanya yang cantik.
Selain itu, bunga sedap malam sering digunakan sebagai bagian dari dekorasi sudut ruangan pada acara istimewa. Sedap malam juga sering digunakan di dunia aromatherapy.
Bunga sedap malam mampu membantu merelaksasikan pikiran, menekan rasa cemas, dan meningkatkan daya imajinasi seseorang. Bisa jadi, hal ini karena kandungan minyak atsiri yang terdapat di dalamnya, dari mulai batang, daun, dan bunga itu sendiri.

Manfaat Bunga Sedap Malam

Berbagai manfaat bunga sedap malam berikut ini.
a. Mencegah Insomnia
b. Berguna untuk Mengurangi Gejala Pilek dan Batuk
c. Membantu Melawan Infeksi Kulit
d. Penguat Peredaran Darah

6. Bunga Kenanga
Nama bunga kenanga diambil dari bahasa jawa yang berarti kenangan atau masa lalu dan bisa jadi sebuah istilah yang selalu di ingatkan agar selalu mengingat pada apa yang telah terjadi dahulu. Kenanga memiliki arti generasi penerus leluhur.

“Beberapa manfaat bunga kenanga yang perlu kamu tahu yaitu mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan hasrat seksual, mengobati masalah kutu, dan juga gigitan serangga.”
Selain wangi dan menyegarkan, aroma bunga kenanga dapat digunakan sebagai aromaterapi untuk meningkatkan daya ingat dan kemampuan berpikir. Untuk makanan, minyak bunga kenanga juga bisa digunakan sebagai penyedap rasa. Sedangkan untuk kecantikan, bunga kenanga diolah menjadi bahan kosmetik dan sabun. 
Manfaat lainnya:
1. Memberikan Efek Relaksasi dan Mengurangi Kecemasan
2. Mengurangi Tekanan Darah
3. Mencegah dan Mengobati Infeksi Jamur
4. Mengobati Asma, Gejala Malaria, sampai Masalah Seksual
5. Mencegah Kutu Rambut dan Gigitan Serangga

7. Bunga melati gambir
Bunga melati merupakan salah satu bunga yang sangat populer baik di Indonesia bahkan seluruh dunia. Warnanya yang putih bersih dan kekhasan aromanya menjadikan bunga ini dikagumi dan disukai oleh banyak orang. Bahkan bunga ini dinobatkan sebagai puspa bangsa yang melambangkan kesucian dan kemurnian. 

Melati gambir kerap digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman seperti teh kemasan. Hal ini didukung oleh aromanya yang relatif lebih kuat dibanding jenis melati lainnya sehingga dapat menambah aroma dan rasa minuman teh. Jika anda membuka usaha pembibitan dan penjualan melati gambir maka anda tidak perlu khawatir mengenai pangsa pasarnya karena selain masyarakat pencinta tanaman industri minuman juga membutuhkan bunga ini sebagai bahan baku.
Selain itu manfaat melati gambir yang beraroma khas dan kuat ini juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum atau minyak wangi. (alumi-ulum)


Selasa, 25 Januari 2022

Pantun part 3

Menanam biji kedelai

Kedelai ditanam tumbuh berumpun

Sebelum acara kita mulai

Ijinkan saya sedikit berpantun

 

Sarapan pisang goreng hangat

Tak cukup makan sebiji

Salam pertama kurang semangat

Kita ulangi sekali lagi

 

Pohon berduri pohon bidara

Ada buahnya dipetik juga

Sebagai pembuka bicara

Mari ucapkan basmallah bersama sama

  

Mari bersama kita berjalan

Berjalan bersama bergandengan

Terima kasih kami ucapkan

Kepada bapak ibu tamu hadirin sekalian

 

Makan nasi bersama lauknya

Lauk ayam goreng kasih sambalnya

Karena jam sudah pada waktunya

Maka mari kita mulakan acara

 


Minggu, 23 Januari 2022

Pantun tentang ilmu (part 2)

(Akhiran rima a-a-a-a)


Buah alpukat buah duku

Di beli dari ketua suku

Bila ingin berkahnya ilmu

Hormat lah kepada guru


Pulang kampung pergi kehulu

Kehulu membawa si buah duku

Betapapun tingginya ilmu

Adab tetaplah nomor satu


Berjalan menikmati alam di hutan

Hutan penuh dengan pemandangan

Ilmu yg paling rendah adalah yang ada dilisan dan tulisan

Ilmu yang paling tinggi ada pada tindakan


Buah rambutan buah mangga

Manis manis rasa buahnya

Meskipun saat sekolah engkau juara

Bila adab tiada maka ilmumu macam tak berguna


Bulan dilangit bersinar sendu

Temaram malam menikmati waktu

Jangan sekali-kali menyakiti hati guru

Bila tak ingin tercabut berkahnya ilmu

Pantun tentang ilmu


Tiang monumen dari batu

Batu sungai keras bentuknya

Ilmu akan menjagamu

harta harus engkau jaga


Jalan jalan ke gunung dan lembah

Hati hati bertemu jurang

Ilmu semakin digunakan semakin bertambah

Harta semakin digunakan semakin berkurang


Indonesia berbagai suku

Diantarannya suku dayak dari kalimantan

Jangan kata orang tua itu bukan guru

Memangnya siapa guru yang mengajar kita duduk dan berjalan


Silaturahmi  ke pulau penyengat

Sambil menikmati indahnya suasana

Dibalik orang-orang hebat

Tetap ada guru yang mengajarinya


Buah manggis manis rasanya

Tapi bijinya jangan dimakan

Ilmu itu tergantung penggunanya

Digunakan untuk kebaikan atau keburukan

Minggu, 26 Desember 2021

Apakah tekat itu sama halnya dengan niat?

Sebuah amalan tanpa diawali dengan niat maka menjadi tak bernilai. Setiap amal ibadah selalu harus diawali dengan niat. Niat merupakan salah satu rukun ibadah. Niat melandasi semua perbuatan, baik itu perbuatan baik maupun buruk.

 

Dalam sebuah hadist dikatakan:

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang keadaan hijrahnya karena ingin mendapatkan keridhaan Allah dan rosul-Nya, maka hijrahnya kepada keridhaan Allah dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya akan bernilai sebagaimana yang dia niatkan.”

 

Saat melakukan sesuatu selain niat maka penting bagi kita untuk menguatkan hati dan tekat. Agar tidak mudah tergoda melakukan hal lain sehingga melupakan niat awalnya. Right?

So, tekat lebih cenderung bermakna ketetapan hati untuk melaksanakan sesuatu. Jika hanya niat tanpa tekat, bisa saja sesuatu yang diniatkan tidak terlaksana.

 

Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam agar memiliki tekat yang kuat, sehingga apa yang diinginkannya bisa tercapai. Niat memang lebih dahulu daripada tekat, namun tekat memiliki peranan besar agar pencapaiannya bisa maksimal.

 

 

 

 

TEKAD ATAU TEKAT

Taukah teman-teman, seringkali kita salah dalam menuliskan kata tekat. Pada hari ini panduan kita dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

 

Menurut KBBI kata “tekad” adalah bentuk tidak baku. Sedangkan bentuk bakunya adalah “tekat”. Tekat memiliki arti kemauan (kehendak) yang pasti, kebulatan hari, iktikad.


Contoh penggunaan kata “tekat” adalah:

a.       Saya sudah memasang tekat untuk menjadi penulis yang produktif dan kreatif.

b.      Dia sudah bulat tekatnya untuk menjadi penulis yang produktif dan kreatif.

c.       Dia selalu membarui tekatnya untuk menjadi yang terbaik.

 

#rulisipbatam

#ipbatam

 

Minggu, 05 Desember 2021

BELAJAR TANPA BATAS




Perintah untuk belajar atau menuntut ilmu tidak dibatasi oleh umur seseorang. Seumur hidup manusia pasti belajar sesuatu. Hanya saja ada yang serius dan tekun, ada juga yang tak menganggap itu sebagai belajar.

 

Contoh nya ketika bayi, seorang bayi belajar jatuh bangun untuk merangkak, berdiri dan berjalan. Sampai akhirnya bisa berlari.

 

Dan bagi saya belajar itu harus dan terus. Karena sebagai seorang ibu dan pendidik, harus upgrade diri untuk mengimbangi perkembangan anak jaman now.

 

Salah satu yang saya lakukan adalah upgrade diri dengan belajar di kampus STIT Hidayatullah Batam. Karena saya lebih suka ilmu keagamaan, ilmu komputer, ilmu bahasa inggris dan ilmu manajemen, maka pilihan jatuh pada prodi MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM.

 

Alhamdulillah…….

Mata kuliah di jurusan ini memang sangat saya perlukan. Umur boleh tak muda lagi, tapi saya yakin belajar itu tak ada batasan usia. Bahkan ada rekan kerja saya yang lulus S1 di umur 60 tahun lebih.

Saya bertekad, berniat dan menancapkan semangat ini, untuk bisa lulus sampai S1 dengan baik.

Sabtu, 21 November 2020

Kenapa mau ikut kuliah bunda produktif

 Jujur......


Saat ini saya sedang menanti jadwal perkuliahan di IIP, Bunda Produktif 2. Kalau menanti enaknya gak ada tugas ya ..... Duh keenakan gak ada tugas sama sekali. Xixixi....

Maunya ya....


Apa tujuan anda mengikuti perkuliahan tersebut? Menjadi ibu itu...proses belajar...maka saya ingin terus belajar menjadi lebih baik. Maka sombong lah menurut saya orang orang yang tidak mau belajar... Belajar bisa kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Salah satunya di IIP.


Mengapa anda harus mengikuti program itu?

Apakah anda sudah yakin, program itu adalah cara yang benar, baik dan bermanfaat? Saya yakin karena pelopor nya adalah Bu Septi, yang sudah berpengalaman menjadi ibu terbaik untuk anak anaknya.


Bagaimana jika di pertengahan program anda menemukan hal yang sebaliknya? Apa yg akan anda lakukan?

Saya akan mencari tahu... What's wrong with me...



#PetualanganWahanaPerahuKano

#WisatawanHotelCemerlang

#TranscityHarmoni

#InsitutIbuProfesional

Senin, 24 Agustus 2020

Tutorial membuat logo


Punya sebuah usaha dan bingung bagaimana cara membuat logo? Mau minta tolong orang lain harus membayar mahal? Saya kurang kreatif orangnya, jadi tidak bisa membuat logo yang cantik?

Pernah berpikir seperti itu?

 

Siapapun pernah ya. Tapi di jaman teknologi seperti ini semua sudah tersedia di depan mata. Tinggal kita mau belajar atau tidak. Anda bukan orang yang jago desain bukan lagi menjadi alasan tidak bisa membuat logo sendiri. Membuat logo tidak perlu bayar mahal. Emang bisa? Ya bisa dong......

 

Caranya bagaimana? Kali ini saya akan sharing tutorial cara membuat logo sendiri. Ada beberapa aplikasi yang tersedia untuk membuat logo diantaranya aplikasi canva, postermywal, dan masih banyak lagi. Namun kali ini saya akan memberikan tutorial dengan menggunakan aplikasi postermywall.com. Menurut saya hasilnya lebih bagus dan lebih bervariasi. Karena itu saya merekomendasikan aplikasi ini.

 

Step by stepnya adalah sebagai berikut:

1. Klik https://id.postermywall.com/ atau (versi English)https://www.postermywall.com/

2. Klik tombol buat desain

3. Kemudian pilih tombol ”logos”. Karena kita akan membuat logo berupa gambar maka klik ”gambar”. Maka tampilah ribuan gambar logo yang bisa Anda pilih dan Anda edit sesuai dengan keinginan. Mana logo yang ingin dibuat klik saja dan selanjutnya edit.

4. Anda bisa mengganti gambar, ukuran, warna, jenis huruf dan lainnya

5. Setelah selesai editing , tinggal unduh saja. Yap cukup simple kan

 

Selamat mencoba….

 



 









#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Hujan membatalkan rapat?

 

Hujan merupakan anugrah dari Allah yang patut kita syukuri. Walau terkadang hujan membuat kita membatalkan sebuah kegiatan. Meski di daerah lain, hujan membuat banjir yang tidak diharapkan. Sesungguhnya itu juga refleksi alam terhadap perbuatan manusia itu sendiri. Namun hujan tetaplah hujan. Apa arti hujan hanya kita yang bisa menilai dan memandang apa arti dan makna hujan tersebut.

 

”Aduh masih hujan. Kira-kira rapatnya jadi nggak ya?”, begitulah salah satu isi chat seseorang yang sedang mengonfirmasi keterlambatannya dalam rapat.

Iya terkadang hujan dipakai oleh seseorang untuk membatalkan kehadirannya dalam rapat atau konfirmasi terlambat rapat karena hujan. Lihatlah.......  bisa saja itu terjadi pada diri anda dan orang-orang di sekitar Anda bukan?

 

Informasi kapan akan dilaksanakan rapat tentu tidak akan pernah disertakan sebuah note : ”Bila hujan maka rapat cancel”, atau sebuah note : ”Kalau hujan boleh datang lambat saat rapat”. Terutama bila rapat dilaksanakan di sebuah ruangan. Tentu tidak ada pengaruhnya dengan cuaca. Hujan ataupun panas rapat tentu bisa dilaksanakan. Kalau hujan bagaimana? Ya.... bisa memakai mantel saat naik motor, bisa pakai payung saat jalan kaki? Apa lagi masalahnya? Biasanya yang menjadi masalah adalah Anda tidak punya mantel ataupun payung. Benar?

 

Akan berbeda ketika rapat dilaksanakan outdoor. Hujan tentu mempengaruhi situasi rapat akan dilaksanakan atau tidak.

  

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Awkward Moment

 

Istilah awkward moment diterjemahkan sebagai situasi yang bikin kamu canggung banget. Salah satunya yang pernah membuat saya canggung saat berjumpa dengan seseorang yang kita kenal, kita sudah senyum manis tapi tidak terbalas. Owh.....

 Beberapa kejadian seperti itu saya mengganggapnya ”aih sombongnya dia”, ”awas ya lain kali enggak lagi deh gue senyumin”, dan lain-lain. Intinya pikiran saya masih negatif bila terjadi hal seperti itu. Namun lama-kelamaan saya mencoba menetralisir dengan berpikir ”ah dia sibuk makanya gak sempat senyum”, ”ah orang itu mungkin gak ngeh sama kita”, ”mungkin dia sedang sakit gigi jadi tak bisa senyum”, dan akhirnya saya cuek.

 Bila saya merasa kenal atau pernah berjumpa saya akan tetap tersenyum manis. Soal dibalas atau tidak senyuman itu, saya tidak peduli lagi.

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Saya pikir akan mati

Pernah punya pengalaman yang dekat sekali dengan kematian? (Near death experience). Iya saya pernah. Ini terjadi masih di tahun 2019. Waktu itu kami pergi ke pantai 6 Barelang, pantai paling ujung bersama keluarga dan kawan suami. Pantainya sederhana tidak ada uang karcis saat masuk kesana.

Dengan membawa bekal seadanya makan nasi plus lauknya ditambah jagung sekarung. Niatnya sebenarnya ingin sekalian memancing tapi sayang umpan pancing tidak dapat. Akhirnya mandi laut dan bakar jagung lah jadinya.

 

Kondisi ombaknya lumayan deras, agak curam dan dalam. So tidak rekomended jika kita membawa banyak anak karena sangat berbahaya bila tanpa pengawasan orang tua. Pantainya tidaklah landai seperti pantai melayu.

 

Saya ikut berendam di air, bermain dengan ban bekas dan belajar mengambang. Yes saya berhasil mengambang tapi belum bisa berenang dan menahan nafas di air. Tak apalah yang pasti itu sebuah kemajuan untuk saya yang memang tidak pandai berenang.

 

Pelan-pelan saya agak menjauh dari bibir pantai dan ketinggian air sudah sampai seleher. Entah kenapa ombak memang terasa deras dan saya tidak bisa menyeimbangkan badan. Akhirnya saya menyerah dan tidak bisa teriak. Hanya tangan yang bisa melambai-lambai dan seluruh badan saya sudah tenggelam. Saat itu yang saya pikirkan ”Ya ampun, saya akan mati karena tenggelam”. Tapi alhamdulillahnya tangan kawan suami berusaha menggapai tangan dan menarik ke tepi pantai. Suami pun juga berlari menghampiri. Hanya beberapa detik kejadian itu sehingga saya hanya sedikit tersedak air laut.

 

Ya Allah alhamdulillah saya masih selamat.......

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Kenapa betah di Komunitas Ibu Profesional Batam


Saat ada pertanyaan : Apa yang membuatmu bertahan di Komunitas Ibu Profesional Batam (IP Batam)? Banyak sekali yang membuat bertahan. Diantaranya di komunitas ini banyak belajar ilmu-ilmu yang saya inginkan dan belajar berkomunitas dengan baik. Bahkan saya masih memiliki satu grup yang benar-benar nyaman buat ngobrol sampai sekarang. Memang jarang sekali jumpa offline dengan anggota grup tersebut akan tetapi sangat bermanfaat buat obrolan ala emak-emak yang jauh dari gosip, rumpi dan ghibah.  Lebih banyak sharing ilmu yang bermanfaat.

 

Saya memiliki beberapa grup komunitas lain. Dari pengamatan di beberapa grup terkadang grup tersebut kurang aktif dan kalaupun aktif terkadang peraturannya rancu kemudian ada juga yang kurang beradab. Tidak ada peraturan yang jelas. Sedangkan di komunitas IIP selalu di ingatkan yang namanya adab, contoh simpel nya bagaimana seseorang itu masuk dan keluar grup tidak asal keluar begitu saja tanpa adanya konfirmasi dan alasan yang jelas. Pengurusnya begitu care.

 

Untuk ketegasan peraturan grup juga demikian. Karena memang ini adalah komunitas IP Batam, maka info-info diluar agenda ibu profesional harus di konfirmasikan terlebih dahulu apakah boleh di share atau pun tidak agar tidak mengganggu kenyamanan anggota grup karena iklan-iklan lewat.

 

Di grup IP batam saya memilih mengikuti rumbel (rumah belajar) juga. Hampir semua rumbel ingin ikut tapi berdasarkan peraturan ada pembatasan jumlah rumbel yang diikuti. Ini bagus agar anggota rumbel bisa maksimal dalam mengikuti kurikulum yang ada di rumbel tersebut.

 

Saat ini saya mengikuti rumbel menulis dan rumbel green. Di rumbel menulis saya tertatih-tatih tapi saya suka. Meski tidak aktif sekali tapi saya tetap pantengin grup ini. Sedangkan grup rumbel green saya suka terhadap tumbuhan hanya kendalanya saya tidak pandai untuk menanam dan tidak telaten merawat tanaman.

Apa lagi yang membuat saya kerasan dan bertahan di IP Batam? ..... Ah banyak lah....

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

Harapan

 Harapan

 

Hiduplah selalu dengan harapan karena harapan akan membuatmu terus melaju ke depan. Saya berharap bisa mendidik anak dengan baik. Apalah daya saya bukanlah manusia yang sempurna. Yang bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. Maka saya juga butuh bantuan para guru-guru di sekolah ataupun di pondok untuk membantu membimbing anak-anak saya.

 

Terima kasih bapak ibu guru dari anak-anakku ....

Semoga Allah membalas segala kebaikanmu dan memudahkan rejeki serta segala urusanmu. Maafkan anak-anak kami bila pernah bertingkah kurang sopan dan kurang adab. Maafkan anak-anak kami yang sengaja maupun tak sengaja telah menyakiti hatimu. Semoga Allah berikan keberkahan dan balasan terbaik atas jasamu.

 

#RumbelMenulisIPBatam

#RulisKompakan

#KomunitasIPBatam

“Buku Ragam Pidato Anak Islami: Panduan Lengkap untuk Membimbing Anak Menjadi Juara Pidato Islami”

  Review Buku: Ragam Pidato Anak Islami Karya: Alumi Ulum   Dalam dunia pendidikan anak, terutama di lingkungan TPQ dan Madrasah Ibtid...